MaiA ai-icon

Informatie

10 Tempat Bersejarah di Cirebon: Liburan Sambil Belajar!

Credit Photo: Shutterstock/Akhmad Dody Firmansyah

Kota dan Kabupaten Cirebon menyimpan kekayaan warisan masa lampau yang sangat memukau dan kaya akan nilai kebudayaan nusantara.

Menjelajahi berbagai sudut kawasan ini akan membawa Anda pada petualangan menyusuri jejak peradaban para wali dan kesultanan tempo dulu yang kini telah menjadi bagian dari wilayah Jawa Barat.

10 Tempat Bersejarah di Cirebon

Wilayah Cirebon terkenal sebagai salah satu pusat penyebaran Islam dan kebudayaan penting di Pulau Jawa sejak berabad-abad lalu. Inilah daftar destinasi peninggalan masa lampau di Cirebon yang wajib Anda kunjungi:

1. Keraton Kasepuhan

Keraton Kasepuhan didirikan pada tahun 1529 oleh Pangeran Mas Zainul Arifin sebagai pusat pemerintahan Kasultanan Cirebon.

Keunikannya terletak pada arsitektur bangunan kuno berdinding bata merah serta koleksi kereta kencana Singa Barong peninggalan Sunan Gunung Jati. Kompleks istana ini dahulu berfungsi sebagai pusat kekuasaan politik dan dakwah Islam, dan kini kondisinya terawat baik sebagai museum budaya.

  • Alamat: Kelurahan Kesepuhan, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 08:00 hingga 17:00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp20.000 per orang.

2. Keraton Kacirebonan

Keraton Kacirebonan dibangun pada tahun 1808 atas prakarsa Pangeran Raja Karna sebagai pecahan dari Kesultanan Kasepuhan.

Keunikannya tampak pada gaya arsitektur yang memadukan sentuhan unsur Jawa, Tiongkok, dan Eropa serta menyimpan koleksi pusaka kuno. Istana ini dulunya digunakan sebagai tempat kediaman sultan baru pecahan keraton, dan kini aktif berfungsi sebagai pusat pelestarian tradisi.

  • Alamat: Jalan Pulasaren, Kecamatan Pekalipan, Kota Cirebon.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 08:00 hingga 16:00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp15.000 per orang.

3. Keraton Kanoman

Keraton Kanoman didirikan pada tahun 1678 oleh Sultan Mohamad Badrudin sebagai pusat pemerintahan pecahan Kesultanan Cirebon.

Keunikannya memiliki banyak peninggalan artefak bersejarah seperti piring hias antik pada dinding serta kompleks bangunan kuno yang khas. Tempat ini dahulunya pusat pemerintahan kesultanan, dan saat ini tetap terjaga sebagai pusat kebudayaan serta warisan leluhur.

  • Alamat: Jalan Kanoman, Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 08:00 hingga 16:00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp15.000 per orang.

4. Kampung Batik Trusmi

Kampung Batik Trusmi berawal dari sejarah perjuangan Ki Gede Trusmi, seorang murid Sunan Gunung Jati pada abad ke-15.

Keunikannya terletak pada tradisi turun-temurun pembuatan batik megamendung yang masih dilestarikan langsung oleh para pengrajin lokal. Kawasan ini dulunya menjadi basis penyebaran agama sambil membatik, dan kini berfungsi sebagai pusat sentra industri serta belanja batik.

  • Alamat: Jalan Syekh Datul Kahfi, Desa Weru Kidul, Kecamatan Plered, Kabupaten Cirebon.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 08:00 hingga 21:00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Gratis.

5. Gedung Perundingan Linggarjati

Gedung Perundingan Linggarjati menjadi saksi bisu perundingan diplomasi antara Indonesia dan Belanda yang diresmikan pada November 1946.

Keunikannya berupa bangunan arsitektur kolonial Belanda bercat putih bersih yang dikelilingi taman pegunungan asri. Tempat ini dulunya dipakai sebagai tempat meja bundar diplomatik, dan sekarang kondisinya dilindungi sebagai museum sejarah nasional.

  • Alamat: Desa Linggarjati, Kecamatan Cilimus, Kabupaten Kuningan, (berbatasan langsung dengan wilayah Cirebon).
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 08:00 hingga 16:00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp5.000 per orang.

Baca Juga: Menelusuri Sejarah Batik Trusmi dan Keistimewaannya

6. Kota Lama Cirebon

Kawasan Kota Lama Cirebon mulai berkembang pesat sebagai pusat pelabuhan perdagangan internasional sejak masa kolonial abad ke-19.

Di sini terdapat deretan bangunan tua bergaya arsitektur kolonial Eropa yang berdiri kokoh di sepanjang jalan kota. Kawasan ini dulunya berfungsi sebagai pusat administrasi dan niaga kolonial, dan kini menjadi kawasan heritage yang dilestarikan.

  • Alamat: Kawasan Pecinan dan Pelabuhan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
  • Jam Operasional: Terbuka untuk umum setiap hari selama 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: Gratis.

7. Wisata Keramat Sindang Pancuran

Wisata Keramat Sindang Pancuran merupakan situs petilasan keramat yang erat kaitannya dengan sejarah penyebaran Islam oleh Sunan Gunung Jati.

Keunikannya memiliki sumber mata air pancuran alami yang dipercaya masyarakat memiliki nilai sejarah dan tuah tersendiri. Tempat ini dulunya dipakai sebagai sarana bersuci para wali, dan kini ramai dikunjungi peziarah religi.

  • Alamat: Desa Sindang Pancuran, Kecamatan Beber, Kabupaten Cirebon.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari selama 24 jam.
  • Harga Tiket Masuk: Gratis.

8. Gua Sunyaragi

Gua Sunyaragi dibangun pada tahun 1703 oleh Pangeran Karang Asem sebagai tempat Pesanggrahan dan bertapa para sultan.

Keunikannya berupa kompleks bangunan gua buatan dari batuan karang dan batu padas dengan arsitektur yang sangat artistik. Tempat ini dahulu digunakan sebagai tempat meditasi keluarga keraton, dan kini menjadi objek cagar budaya purbakala yang populer.

  • Alamat: Jalan By Pass Brigjen Dharsono, Sunyaragi, Kecamatan Kesambi, Kota Cirebon.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 08:00 hingga 17:00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp15.000 per orang.

9. Benteng Pendem

Benteng Pendem merupakan kompleks benteng pertahanan militer kolonial Belanda yang dibangun di bawah tanah pada tahun 1879.

Keunikannya terletak pada struktur bangunan bunker bawah tanah yang kokoh dan dikelilingi parit pertahanan strategis. Benteng ini dulunya berfungsi untuk melindungi wilayah pesisir dari serangan musuh, dan kini menjadi situs sejarah militer.

  • Alamat: Kawasan Pesisir Pantai Cirebon.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 08:00 hingga 16:00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Mulai dari Rp10.000 per orang.

10. Kelenteng Talang

Kelenteng Talang didirikan pada abad ke-15 oleh para pelaut Tionghoa awal yang datang bersama rombongan Laksamana Cheng Ho.

Keunikannya memadukan arsitektur tradisional Tionghoa klasik dengan material bangunan lokal Cirebon tempo dulu. Tempat ini dulunya menjadi pusat ibadah masyarakat etnis Tionghoa pelopor perdagangan, dan kini aktif sebagai rumah ibadah serta cagar budaya.

  • Alamat: Jalan Talang, Lemahwungkuk, Kecamatan Lemahwungkuk, Kota Cirebon.
  • Jam Operasional: Buka setiap hari pukul 07:00 hingga 18:00 WIB.
  • Harga Tiket Masuk: Gratis.

Baca Juga: Gunung Papandayan: Eksplorasi Destinasi Pendakian Favorit di Jawa Barat

Tips Berkunjung ke Tempat Bersejarah

Memperhatikan tata krama dan persiapan sebelum berkunjung akan membuat perjalanan wisata edukasi Anda semakin bermakna dan berkesan. Simak tips-tips berikut saat akan menjelajahi situs bersejarah:

  • Kenakan pakaian yang sopan dan santun guna menghormati kesakralan serta aturan adat yang berlaku di kompleks bangunan kuno.
  • Jaga kebersihan lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan dan dilarang merusak artefak peninggalan purbakala.
  • Patuhi setiap rambu-rambu larangan yang diberikan pengelola, terutama aturan larangan menyentuh benda pusaka atau struktur dinding kuno.
  • Gunakan jasa pemandu wisata lokal apabila tersedia agar Anda mendapatkan penjelasan sejarah yang akurat dan mendalam.
  • Siapkan kondisi fisik yang prima serta gunakan alas kaki yang nyaman karena sebagian besar destinasi mengharuskan banyak berjalan kaki.

Baca Juga: Batik Motif Mega Mendung, Ikon Seni Cirebon yang Mendunia

Yuk, segera Rencanakan Perjalanan Anda dengan menyusun itinerary khusus dari sekarang agar eksplorasi tempat bersejarah di cirebon ini dapat terencana dengan baik.

Tanyakan juga berbagai rekomendasi dan informasi pada MaiA, asisten virtual canggih yang siap menemani perjalanan dan memberikan rekomendasi yang tepat untuk Anda.

 

Referensi:

https://siceppot.cirebonkota.go.id/index.php/detail_pariwisata/keraton-kasepuhan 

https://kelpulasaren.cirebonkota.go.id/profil/cagar-budaya-1 

https://siceppot.cirebonkota.go.id/index.php/detail_pariwisata/keraton-kanoman 

https://cirebonkab.go.id/jejak-budaya-batik-trusmi-di-kabupaten-cirebon/ 

https://jabarprov.go.id/berita/gedung-linggar-jati-saksi-bisu-perjuangan-sejarah-kemerdekaan-indonesia-23833 

https://kelpekalangan.cirebonkota.go.id/profil/sejarah-kelurahan-pekalangan-kota-cirebon 

https://cirebonkab.go.id/rekomendasi-wisata-religi-di-kabupaten-cirebon/ 

https://siceppot.cirebonkota.go.id/index.php/detail_pariwisata/taman-sari-gua-sunyaragi https://disporapar.cilacapkab.go.id/artikel/sekilas-tentang-benteng-pendem-bag-i/ 

https://tridharma.or.id/kelenteng-talang-cirebon-kata-talang-berasal-dari-kata-toa-lang-yang-berarti-orang-besar/ 

INSIGHT

Travel Ideas

Pencak Silat

Pencak Silat

Angklung als Mondiaal Muzikaal Erfgoed van de Archipel

Angklung als Mondiaal Muzikaal Erfgoed van de Archipel

Keraton Surakarta Hadiningrat: Het Magnifieke Centrum van de Javaanse Cultuur

Keraton Surakarta Hadiningrat: Het Magnifieke Centrum van de Javaanse Cultuur