MaiA ai-icon

Informasi

6 Aktivitas Seru untuk Liburan Aktif di Borobudur

Ingin berlibur sambil tetap aktif bergerak? Borobudur dapat menjadi pilihan untuk fitcation, yaitu perjalanan yang memadukan rekreasi dengan aktivitas fisik ringan hingga menengah. 

Kawasan di sekitar candi tidak hanya menawarkan situs warisan budaya, tetapi juga lanskap perbukitan, pedesaan, dan jalur hijau yang dapat Anda jelajahi dengan berjalan kaki atau bersepeda.

1. Jalan Pagi di Kawasan Candi Borobudur

Memulai hari dengan berjalan kaki di sekitar Candi Borobudur menjadi pilihan sederhana untuk fitcation. Kawasan candi dikelilingi ruang terbuka dan lanskap hijau yang dapat dinikmati dengan ritme santai. Bagi yang ingin menaiki candi, tiket masuknya kini dibedakan menjadi tiket pelataran dan tiket dengan akses naik ke struktur candi.

Setelah puas mengelilingi kawasan Candi Borobudur, Anda dapat melanjutkan menikmati suasana desa-desa di sekitar Borobudur. Desa seperti Wanurejo dan Candirejo menawarkan jalur yang lebih tenang sekaligus kesempatan melihat kehidupan masyarakat setempat. 

Jam operasional: 

  • Pelataran Borobudur: Setiap hari, pukul 06.30-16.30 WIB (hanya untuk pengunjung domestik)
  • Naik Candi Borobudur: Setiap hari, pukul 08.30-17.00 WIB

Harga tiket: 

  • Pelataran candi: Rp50.000 (weekdays), Rp65.000 (weekend) 
  • Naik ke candi: Rp150.000 (WNI), Rp455.000 (WNA)

2. Bersepeda Menyusuri Desa dan Persawahan Borobudur

Bersepeda menjadi salah satu cara menarik untuk menikmati Borobudur di luar kompleks candi. Anda dapat menyusuri jalan desa, persawahan, dan permukiman di sekitar kawasan sambil menikmati lanskap perbukitan Menoreh. 

Sejumlah operator menawarkan tur dengan rute dan aktivitas yang berbeda, sehingga perjalanan dapat sekaligus menjadi kesempatan untuk mengenal kehidupan masyarakat dan budaya lokal. Salah satunya adalah Moana Prawirotaman (Cycling Tour), yang memiliki paket bersepeda khusus di kawasan Borobudur.

Tur bersepeda bernama Silent Story Borobudur ini menempuh jarak sekitar 15–17 kilometer selama tiga jam. Rutenya melewati kawasan desa dan persawahan, termasuk kunjungan ke Candi Pawon, serta dilengkapi aktivitas seperti membuat gula kelapa dan gerabah. 

Tur tersedia pada sesi pagi dan sore, dengan titik pertemuan di area Hotel Nalaya Borobudur.

Jam operasional: 

  • Tur pagi mulai pukul 07.00 WIB
  • Tur siang mulai pukul 14.30 WIB

Harga tiket: Rp612.000 per orang

Fasilitas: Pemandu, sepeda, snack dan minuman, biaya workshop

Cocok untuk: Traveler yang ingin tetap aktif sekaligus mengenal kehidupan masyarakat sekitar Borobudur

3. Menikmati Sunrise dari Candi Borobudur

Memulai hari dengan Borobudur Sunrise bisa jadi pengalaman berkesan untuk menikmati salah satu situs warisan dunia Indonesia. Anda dapat memasuki kawasan candi sebelum matahari terbit, kemudian menaiki struktur candi untuk menyaksikan perubahan warna langit dari ketinggian. 

Dari atas candi, Anda akan disuguhkan lanskap perbukitan dan pegunungan di sekitar Borobudur.

Pengalaman ini juga menjadi bagian dari aktivitas fisik ringan karena Anda perlu berjalan dan menaiki tangga candi dalam kondisi pagi hari. Setelah sunrise, Anda dapat melanjutkan sarapan sambil menikmati suasana kawasan Borobudur sebelum melanjutkan perjalanan.

Jam operasional: Setiap hari, pukul 04.00-07.30 WIB

Harga tiket: Rp500.000 per orang (WNI), Rp750.000 per orang (WNA)

Fasilitas: Pemandu, perlengkapan penerangan, dan upanat sesuai paket

Cocok untuk: Traveler yang ingin memulai hari dengan aktivitas ringan dan menikmati panorama Borobudur

Catatan: Akses sunrise menggunakan tiket/paket khusus dan ketentuannya dapat berubah.

Baca Juga: Mengenal 5 Candi di Sekitar Borobudur yang Wajib Dikunjungi

4. Menikmati Sunrise dari Punthuk Setumbu

Selain menyaksikan sunrise dari kawasan Borobudur, Anda juga bisa mengunjungi spot sunrise lainnya yang tak jauh dari area candi, yakni di Punthuk Setumbu. Untuk mencapai titik pandang, pengunjung perlu berjalan menanjak melalui jalur pendek. 

Dari atas bukit, Anda dapat melihat Candi Borobudur dengan latar Gunung Merapi dan Merbabu, terutama ketika kabut pagi masih menyelimuti kawasan. 

Waktu terbaik untuk datang adalah sebelum matahari terbit. Karena itu, aktivitas ini cocok bagi Anda yang ingin memulai hari dengan berjalan kaki sekaligus menikmati panorama dari ketinggian.

Jam operasional: Setiap hari, pukul 04.00-17.00 WIB

Harga tiket: Rp20.000 (WNI), Rp50.000 (WNA) 

Cocok untuk: Traveler yang menyukai sunrise dan aktivitas outdoor

5. Trekking ke Bukit Rhema

Bagi yang ingin menambahkan sedikit tantangan, Bukit Rhema atau yang lebih dikenal sebagai Gereja Ayam dapat menjadi pilihan. Lokasinya berada di kawasan perbukitan dan membutuhkan perjalanan menanjak sebelum mencapai bangunan berbentuk burung yang menjadi ikon tempat ini. 

Anda dapat menikmati menikmati lanskap hijau Borobudur dan perbukitan di sekitarnya dari puncak bangunan utamanya. Selain trekking ringan, Anda juga dapat mengenal sejarah dan fungsi bangunan Gereja Ayam, kemudian beristirahat sambil menikmati hidangan di restoran yang tersedia di kawasan Bukit Rhema.

Jam operasional: Setiap hari, pukul 06.00–19.00 WIB

Harga tiket: Rp25.000

Fasilitas: Pemandu wisata, free singkong goreng di Kedai Bukit Rhema

Cocok untuk: Traveler yang ingin menggabungkan olahraga ringan dengan fotografi.

Masih mencari aktivitas dan kuliner yang bisa dicoba di sekitar Borobudur? 

Manfaatkan fitur MaiA untuk mendapatkan rekomendasi yang dapat disesuaikan dengan kebutuhan perjalanan Anda, mulai dari tempat makan hingga aktivitas menarik di sekitar destinasi.

Cara Menuju Kawasan Borobudur

Dari Kota Yogyakarta
Yogyakarta menjadi salah satu titik keberangkatan utama menuju Borobudur. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, taksi, kendaraan sewaan, atau transportasi umum. 

Bila ingin menggunakan transportasi umum, tersedia layanan KSPN dengan rute Malioboro–Borobudur dengan tarif Rp20.000 dan rute Stasiun Tugu–Borobudur dengan tarif Rp35.000. 

Rute Malioboro–Borobudur berangkat dari kawasan Malioboro pada pukul 05.00, 07.00, 08.00, 09.00, dan 11.00 WIB, sedangkan rute Stasiun Tugu–Borobudur memiliki keberangkatan pukul 05.30, 08.30, dan 12.00 WIB. Jadwal dan tarif dapat berubah, sehingga sebaiknya diperiksa kembali sebelum keberangkatan.

Dari Yogyakarta International Airport (YIA)
Bila Anda tiba di YIA dan ingin melanjutkan perjalanan ke kawasan Borobudur, Anda bisa menggunakan kendaraan sewaan atau layanan transportasi yang tersedia. 

Pilihan yang paling umum adalah memesan layanan antar jemput bandara yang bisa Anda pesan melalui online travel agent (OTA). Harganya bervariasi, berkisar dari Rp275.000 tergantung tipe kendaraan yang dipilih.

Dari Kota Magelang
Borobudur dapat dicapai dari Kota Magelang melalui perjalanan darat. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, taksi daring, kendaraan sewaan, atau melanjutkan perjalanan dari Terminal Tipe A Tidar menuju kawasan Borobudur. 

Terminal Tidar juga menjadi salah satu simpul transportasi yang mendukung akses menuju kawasan Borobudur. 

Baca Juga: 7 Wisata Dekat Candi Borobudur yang Asyik dengan Jalan Kaki

Tips Berkunjung ke Borobudur

  • Pilih waktu kunjungan sesuai aktivitas 

    Jika ingin mengikuti Borobudur Sunrise, siapkan waktu sejak dini hari karena aktivitas dimulai pukul 04.00 WIB. Tiket sunrise juga terbatas hingga 100 orang per hari. 

    Untuk kunjungan reguler, akses naik ke struktur candi tersedia pukul 08.30–17.00 WIB, sedangkan akses pelataran untuk wisatawan domestik berlangsung pukul 06.30–16.30 WIB.

  • Pesan tiket lebih awal

    Beberapa pengalaman, terutama sunrise, memiliki kuota terbatas. Tiket naik candi juga merupakan kategori tiket yang berbeda dari tiket pelataran, sehingga pastikan memilih jenis tiket sesuai aktivitas yang ingin dilakukan.

  • Gunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman

    Aktivitas seperti menaiki candi, bersepeda, dan trekking menuju Bukit Rhema membutuhkan cukup banyak berjalan kaki. Gunakan pakaian yang nyaman dan alas kaki yang sesuai, terutama jika memasukkan beberapa aktivitas fisik dalam satu perjalanan.

  • Siapkan waktu untuk beristirahat

    Tidak perlu memaksakan terlalu banyak aktivitas dalam satu hari. Setelah sunrise atau bersepeda, sisihkan waktu untuk beristirahat sebelum melanjutkan perjalanan ke destinasi lain. Cara ini juga membuat pengalaman menjelajahi Borobudur terasa lebih santai.

  • Pertimbangkan menginap di sekitar Borobudur

    Jika itinerary mencakup sunrise atau aktivitas pagi, menginap di kawasan Borobudur akan lebih praktis daripada berangkat dari Yogyakarta pada dini hari. 

    Pilihan ini juga memberi lebih banyak waktu untuk menjelajahi desa, perbukitan, dan destinasi lain di sekitar Borobudur.

  • Periksa informasi sebelum berangkat

Jam operasional, harga tiket, kuota, dan ketentuan kunjungan dapat berubah. Untuk aktivitas di Candi Borobudur, periksa informasi dan tiket terbaru melalui kanal resmi pengelola sebelum perjalanan.

Setelah menentukan aktivitas yang ingin dilakukan, saatnya menyusun perjalanan ke Borobudur. Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk membantu mengatur destinasi, aktivitas, dan kebutuhan perjalanan agar eksplorasi Borobudur menjadi lebih terarah.

 

Referensi:

INSIGHT

Ide Perjalanan

Staycation Seru di 5 Hotel & Resor Nyaman di Mandalika

Staycation Seru di 5 Hotel & Resor Nyaman di Mandalika

Mengenal Bahan Minuman Herbal dan Cara Membuatnya di Rumah

Mengenal Bahan Minuman Herbal dan Cara Membuatnya di Rumah

Mengenal Rumah Riset Jamu Hortus Medicus, Destinasi Edukasi Jamu di Indonesia

Mengenal Rumah Riset Jamu Hortus Medicus, Destinasi Edukasi Jamu di Indonesia