Candi Borobudur adalah mahakarya arsitektur Buddha terbesar di dunia yang terletak di Kedu Valley, Magelang, Jawa Tengah. Selain Borobudur sendiri, kawasan ini juga kaya akan candi-candi bersejarah yang menawarkan wawasan lebih dalam tentang kebudayaan dan spiritualitas kuno di Jawa. Menjelajahi candi-candi ini memberi pengalaman yang lebih lengkap tentang warisan sejarah serta filosofi yang berkembang pada masa Dinasti Syailendra dan kerajaan lain di Jawa abad ke-8 dan ke-9.
1. Candi Borobudur — Pusat dari Kompleks Candi
Candi Borobudur adalah batu loncatan utama untuk wisata sejarah di Jawa Tengah. Dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9, Borobudur merupakan contoh luar biasa dari struktur arsitektur yang melambangkan perjalanan spiritual menuju pencerahan. Monumental ini terdiri dari teras-teras yang diukir dengan relief naratif dan lebih dari 500 patung Buddha yang menggambarkan berbagai tahapan kehidupan Buddha.
2. Candi Mendut — Candi Buddha Kuno yang Penuh Simbolisme
Terletak sekitar 3 kilometer dari Borobudur, Candi Mendut adalah salah satu candi tertua di kawasan ini. Candi ini dikenal karena tiga patung Buddha besar yang berdiri saling berhadapan di dalam ruangnya, mengisyaratkan hubungan spiritual dengan Borobudur dan Pawon di sepanjang garis prosesi ritual kuno. Relief-relief di dindingnya juga menggambarkan makna filosofis Buddha yang kaya.
3. Candi Pawon — Titik Transit Spiritual
Hanya sekitar 1,75 kilometer dari Borobudur, Candi Pawon terletak di Desa Brojolanan. Meski ukurannya lebih kecil dibanding Borobudur dan Mendut, Pawon memiliki peran penting dalam rute prosesi spiritual tradisional. Beberapa ahli bahkan menyebutnya sebagai tempat pembersihan sebelum memasuki Borobudur, sebagai simbol pembersihan jiwa dan pikiran para peziarah.
4. Candi Ngawen — Kompleks Candi yang Unik
Kurang lebih beberapa kilometer dari Borobudur, Candi Ngawen adalah kompleks yang secara histori memiliki lima candi tersusun berjajar. Walaupun hanya satu candi yang telah direkonstruksi sepenuhnya, situs ini tetap menarik karena desainnya yang diperkirakan mencerminkan dedikasi kepada lima Dhyani Buddhas. Candi Ngawen menunjukkan hubungan erat antara Candi Borobudur, Pawon, dan Mendut, membentuk garis prosesi spiritual yang unik.
5. Candi Selogriyo — Candi di Tengah Alam
Candi Selogriyo berada sekitar 28 km dari Borobudur di area hutan Windusari, Magelang. Candi Hindu ini berbeda dari kompleks Buddha di Borobudur, namun tetap penting dalam panorama sejarah Jawa Tengah karena keberadaannya yang lebih terpencil dan pemandangan alamnya yang memukau. Perjalanan menuju Selogriyo sering kali melibatkan jalur trekking ringan di perbukitan hijau yang menambah pengalaman wisata sejarah dan alam sekaligus.
Mengapa Wisata Candi di Sekitar Borobudur Layak Dikunjungi?
Eksplorasi candi-candi di sekeliling Borobudur tidak hanya memberi wawasan lebih jauh tentang sejarah Buddhis di Jawa, tetapi juga menunjukkan kekayaan budaya Indonesia yang multifaith dan multi era. Setiap candi mewakili bagian berbeda dari kisah spiritual dan arsitektur kuno yang penting untuk dipahami sebagai bagian dari perjalanan sejarah Asia Tenggara.
Tips Wisata Candi Borobudur dan Sekitarnya
- Waktu Kunjungan: Pagi hari sering kali lebih tenang untuk menikmati candi tanpa kerumunan besar.
- Pemandu Lokal: Gunakan pemandu berlisensi untuk mendapatkan pemahaman sejarah yang lebih mendalam.
- Transportasi: Area ini bisa dijangkau dengan kendaraan pribadi atau tur setengah hari dari Yogyakarta.
- Persiapan: Bawa topi, air minum, dan alas kaki yang nyaman karena beberapa situs memerlukan sedikit berjalan.
Menjelajahi Borobudur dan 4 candi di sekitarnya seperti Mendut, Pawon, Ngawen, dan Selogriyo memberi pengalaman wisata sejarah yang lengkap dan bermakna. Tidak hanya melibatkan arsitektur kuno yang menakjubkan, tetapi juga memberikan gambaran tentang kehidupan spiritual serta proses budaya yang berkembang di Jawa Tengah selama berabad-abad. Candi-candi ini layak dijadikan bagian dari itinerary wisata budaya Indonesia yang otentik dan memperkaya wawasan.