MaiA ai-icon

Informasi

Benteng Rotterdam Makassar: Sejarah, Daya Tarik, dan Panduan Kunjungan

Image Contributor: nizar kauzar/Shutterstock

Benteng Rotterdam merupakan kompleks benteng bersejarah di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, yang menjadi salah satu peninggalan penting dari perkembangan Kerajaan Gowa-Tallo dan periode kolonial Belanda. Benteng ini juga dikenal dengan nama Benteng Ujung Pandang, Benteng Jumpandang, dan Benteng Panynyua. Lokasinya berada di Jalan Ujung Pandang, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar.

Struktur benteng memiliki keterkaitan dengan benteng pertahanan Kerajaan Gowa-Tallo yang dibangun pada abad ke-16. Setelah Perjanjian Bungaya pada 18 November 1667, Benteng Ujung Pandang berada di bawah kekuasaan VOC dan kemudian dikenal sebagai Fort Rotterdam. Pada masa kolonial, kawasan ini berkembang menjadi pusat pertahanan, pemerintahan, perdagangan, dan penyimpanan komoditas di Makassar.

Saat ini, Benteng Rotterdam berfungsi sebagai kawasan cagar budaya dan ruang edukasi sejarah. Kompleks tersebut juga menjadi lokasi Museum La Galigo yang menyajikan berbagai koleksi mengenai sejarah dan kebudayaan Sulawesi Selatan.

Sejarah Benteng Rotterdam

Benteng Ujung Pandang pada Masa Gowa-Tallo

Sejarah Benteng Rotterdam berawal dari Benteng Jumpandang atau Ujung Pandang. Data Pemerintah Kota Makassar menyebut pembangunan benteng dimulai pada 1545 pada masa pemerintahan Raja Gowa IX, Daeng Matanre Karaeng Tumapa’risi’ Kallonna, dan dilanjutkan oleh Raja Gowa X, I Manriwagau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipallangga Ulaweng. Beberapa sumber sejarah juga menyebut pembangunan tersebut secara khusus dikaitkan dengan Raja Gowa X.

Benteng tersebut merupakan salah satu dari jaringan benteng pertahanan Kerajaan Gowa-Tallo. Benteng Jumpandang berfungsi sebagai pertahanan dan juga berkaitan dengan aktivitas politik kerajaan. Nama Benteng Panynyua merujuk pada bentuk kompleks yang menyerupai penyu apabila dilihat dari atas.

Penguasaan VOC dan Perubahan Nama

Perang Makassar antara Kerajaan Gowa-Tallo dan VOC berakhir dengan Perjanjian Bungaya pada 18 November 1667. Salah satu konsekuensinya adalah penyerahan Benteng Ujung Pandang kepada VOC. Setelah mengambil alih kompleks tersebut, VOC mengubah namanya menjadi Fort Rotterdam, yang dikaitkan dengan tempat kelahiran Cornelis Janszoon Speelman di Belanda.

VOC kemudian membangun dan mengubah sejumlah bagian kompleks dengan pendekatan arsitektur Eropa. Benteng berkembang menjadi pusat pertahanan sekaligus pusat aktivitas pemerintahan dan perdagangan. Dalam perkembangannya, Fort Rotterdam memiliki peran penting dalam jaringan ekonomi kolonial di kawasan Indonesia timur.

Pengasingan Pangeran Diponegoro

Benteng Rotterdam juga berkaitan dengan sejarah Pangeran Diponegoro. Setelah sebelumnya diasingkan ke Manado, Pangeran Diponegoro dipindahkan ke Makassar pada 1834 dan menempati kawasan Benteng Rotterdam hingga wafat pada 8 Januari 1855. Ruang yang dikaitkan dengan masa pengasingannya menjadi salah satu bagian penting dalam interpretasi sejarah kompleks benteng.

Pada abad ke-20, fungsi kompleks mengalami berbagai perubahan. Pemerintah kemudian melakukan pemugaran pada 1970 dan sebagian bangunan dimanfaatkan untuk kegiatan perkantoran serta museum.

Daya Tarik Benteng Rotterdam

Arsitektur dan Bentuk Benteng

Salah satu karakteristik Benteng Rotterdam adalah perpaduan antara struktur pertahanan yang berasal dari masa Gowa-Tallo dengan bangunan yang berkembang pada periode VOC. Bentuk kompleks yang menyerupai penyu menjadi salah satu ciri yang membedakannya dari benteng kolonial lainnya.

Bangunan-bangunan di dalam kompleks memperlihatkan penggunaan elemen arsitektur Eropa, sementara struktur dan sejarah awal kawasan tetap berkaitan dengan Kerajaan Gowa-Tallo. Kombinasi tersebut menjadikan Benteng Rotterdam sebagai objek penting untuk memahami perubahan arsitektur dan tata ruang Makassar dari masa kerajaan menuju periode kolonial.

Museum La Galigo

Museum La Galigo merupakan salah satu fasilitas budaya yang berada di dalam kompleks Benteng Rotterdam. Museum ini menyimpan koleksi yang berkaitan dengan sejarah, kebudayaan, kehidupan sosial, dan warisan masyarakat Sulawesi Selatan.

Keberadaan museum memperluas fungsi Benteng Rotterdam dari sekadar struktur pertahanan menjadi kawasan pembelajaran sejarah dan budaya. Pengunjung dapat menggabungkan kunjungan ke bangunan benteng dengan pengamatan terhadap koleksi museum untuk memperoleh konteks mengenai perkembangan masyarakat Sulawesi Selatan.

Status sebagai Cagar Budaya

Benteng Rotterdam ditetapkan sebagai benda cagar budaya pada 22 Juni 2010 berdasarkan Keputusan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata Nomor PM.59/PW.007/MKP/2010. Pada 2014, benteng tersebut ditetapkan sebagai Cagar Budaya Peringkat Nasional melalui Keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nomor 025/M/2014.

Status tersebut menunjukkan bahwa nilai Benteng Rotterdam tidak hanya berkaitan dengan kegiatan pariwisata, tetapi juga dengan perlindungan warisan sejarah dan arkeologi.

Ide Aktivitas di Benteng Rotterdam

Kegiatan utama yang dapat dilakukan adalah menjelajahi kompleks benteng dan mengamati unsur arsitektur bersejarah. Pengunjung juga dapat mengunjungi Museum La Galigo untuk mempelajari koleksi budaya Sulawesi Selatan.

Aktivitas lain meliputi fotografi arsitektur, mengamati tata ruang benteng, serta mengikuti kegiatan budaya atau edukasi yang diselenggarakan di kawasan tersebut. Karena merupakan cagar budaya, aktivitas pengunjung perlu mengikuti ketentuan pelestarian dan arahan pengelola.

Baca Juga: Pantai Tanjung Bayang, Tempat Santai Nyaman di Makassar

Informasi Operasional

Informasi pariwisata resmi Indonesia Travel yang diperbarui menyebut Benteng Rotterdam dapat dikunjungi setiap hari pada pukul 07.30–18.00 WITA dan tidak mengenakan tiket masuk untuk memasuki kawasan benteng.

Jam operasional fasilitas tertentu, termasuk museum atau ruang pamer, dapat berbeda dari jam akses kawasan. Karena itu, pengunjung yang secara khusus ingin mengunjungi Museum La Galigo sebaiknya memeriksa informasi terbaru sebelum datang.

Cara Menuju Benteng Rotterdam

Benteng Rotterdam berada di Jalan Ujung Pandang No. 1, Kelurahan Bulogading, Kecamatan Ujung Pandang, Kota Makassar. Lokasinya berada di kawasan pusat kota sehingga dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi umum dan layanan transportasi daring.

Posisinya yang berada di kawasan pesisir bagian barat Kota Makassar juga membuat Benteng Rotterdam dapat dikombinasikan dengan kunjungan ke sejumlah destinasi sejarah dan budaya lain di pusat kota.

Makna dan Nilai Sejarah

Benteng Rotterdam memiliki nilai penting karena merepresentasikan beberapa periode sejarah dalam satu kawasan. Struktur awalnya berkaitan dengan pertahanan Kerajaan Gowa-Tallo, sedangkan perubahan pada masa VOC memperlihatkan proses penguasaan politik dan ekonomi kolonial di Makassar.

Bentuk penyu yang menjadi asal sebutan Benteng Panynyua juga memiliki konteks simbolik dalam sejarah Gowa-Tallo. Penyu dipandang sebagai representasi kemampuan hidup di darat dan laut, yang dikaitkan dengan karakter kerajaan sebagai kekuatan yang memiliki pengaruh di wilayah daratan sekaligus maritim.

Tips Berkunjung

Pengunjung sebaiknya menggunakan pakaian dan alas kaki yang nyaman karena eksplorasi kompleks dilakukan dengan berjalan kaki. Waktu kunjungan juga dapat disesuaikan dengan kondisi cuaca karena sebagian area merupakan ruang terbuka.

Sebagai kawasan cagar budaya, pengunjung perlu menjaga kebersihan, tidak mencoret atau merusak struktur bangunan, serta tidak menyentuh atau memindahkan bagian bangunan dan artefak. Jika ingin mengunjungi museum, periksa jadwal operasional fasilitas tersebut sebelum berangkat.

Rencanakan Perjalanan dengan AI Plan Your Trip dan MaiA

AI Plan Your Trip dapat digunakan untuk menyusun itinerary perjalanan yang dipersonalisasi berdasarkan durasi kunjungan, minat, dan preferensi perjalanan. Fitur ini dapat membantu mengatur Benteng Rotterdam sebagai bagian dari rencana perjalanan di Makassar.

Sementara itu, Maia dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan seputar perjalanan, memberikan rekomendasi destinasi, serta membantu mencari informasi dan tips perjalanan sesuai kebutuhan.

 

Referensi

  1. https://simcabud.makassarkota.go.id/parasanganta/tentang-kawasan/fort-rotterdam
  2. https://topbabel.com/benteng-rotterdam-sejarah-keindahan-dan-daya-tarik-wisata/
  3. https://repositori.kemendikdasmen.go.id/25458/1/Fort%20Rotterdam%20Benteng%20Di%20Simpang%20Masa_compressed.pdf
  4. https://hasanuddin-airport.id/id/panduan-wisata/index/fort-rotterdam-1
  5. https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/jejak-bersejarah-eksplorasi-benteng-fort-rotterdam-makassar-acc/335563

INSIGHT

Ide Perjalanan

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia