Benteng Rotterdam, atau lengkapnya Fort Rotterdam, merupakan destinasi sejarah di Makassar yang berdiri megah di pinggir pantai. Benteng ini awalnya dibangun oleh Kerajaan Gowa-Tallo, namun jatuh ke tangan Belanda dan menjadi pusat pertahanan kolonial.
Dikenal dengan sebutan Benteng Panyua karena bentuknya menyerupai penyu, lokasi ini menawarkan perpaduan arsitektur lokal dan Eropa yang menawan. Kini, kompleks ini menjadi ruang publik edukatif, menyimpan ribuan cerita tentang kejayaan masa lalu Sulawesi Selatan.
Daya Tarik Benteng Rotterdam
Benteng Rotterdam memiliki daya tarik visual karena bentuk arsitekturnya menyerupai penyu jika dilihat dari ketinggian. Bentuk ini adalah simbol filosofi Kerajaan Gowa-Tallo, karena penyu merupakan hewan yang dapat hidup di darat maupun di laut.
Kondisi bangunannya sangat terawat dan benteng ini menjadi salah satu peninggalan kolonial Belanda terbaik di Indonesia. Pengunjung dapat merasakan atmosfer abad ke-17 melalui deretan gedung tua bergaya Eropa yang kokoh dengan pintu-pintu kayu raksasanya.
Keberadaan Museum La Galigo di dalam kompleks benteng menyimpan ribuan artefak yang menceritakan kejayaan budaya Bugis dan Makassar. Selain itu, nilai historis dari sel pengasingan Pangeran Diponegoro memberikan kedalaman cerita perjuangan.
Lokasinya strategis, di pinggir pantai Kota Makassar sehingga menjadi tempat favorit untuk menikmati senja. Perpaduan antara nilai sejarah, taman yang asri, dan akses mudah membuat benteng ini menjadi destinasi wisata ikonik yang tak boleh dilewatkan.
Sejarah Benteng Rotterdam
Benteng Rotterdam sebelumnya bernama Benteng Ujung Pandang, Sob. Benteng Ujung Pandang dibangun pada 1545 oleh Raja Gowa ke-10, I Manrigau Daeng Bonto Karaeng Lakiung Tunipalangga Ulaweng.
Bentuk bentengnya menyerupai seekor penyu, simbol kejayaan Kerajaan Gowa di lautan maupun di darat. Namun, benteng ini terpaksa diserahkan kepada Belanda karena Sultan Hasanuddin kalah dalam Perang Gowa dan dipaksa menandatangani Perjanjian Bongayya pada 18 November 1667.
Pada akhirnya Benteng Ujung Pandang berganti nama menjadi Benteng Fort Rotterdam, sesuai kota kelahiran Cornelis J. Speelman, yang kembali dibangun VOC dengan gaya arsitektur Belanda sebagai markas komando pertahanan, kantor pusat perdagangan, kediaman pejabat tinggi, dan pusat pemerintahan.
Bangunan ini juga sempat menjadi tempat penawanan Pangeran Diponegoro pada tahun 1833 sampai 1855 dan menjadi kamp tawanan perang tentara Jepang selama masa Perang Dunia II.
Kemudian pada tahun 1945-1949 saat Agresi Militer Belanda, benteng ini sempat kembali dikuasai Belanda. Hingga pada akhirnya di tahun 1970-an, benteng ini mengalami pemugaran oleh pemerintah dan dijadikan destinasi wisata.
Baca Juga: UPT Museum Kota Makassar
Isi Benteng Rotterdam dan Aktivitas yang Bisa Dilakukan
Benteng Rotterdam adalah "saksi bisu" perjalanan Sulawesi Selatan dari masa Kerajaan Gowa-Tallo hingga kolonialisme Belanda. Di balik dinding kokohnya, Anda akan menemukan kompleks bangunan bergaya arsitektur Eropa yang masih terawat.
Terdapat deretan gedung kuno yang kini difungsikan sebagai Museum La Galigo, tempat penyimpanan ribuan koleksi benda bersejarah. Selain itu, ada pula ruang tahanan sempit tempat Pangeran Diponegoro diasingkan selama bertahun-tahun oleh pemerintah kolonial Belanda.
Kompleks ini juga memiliki taman terbuka hijau di bagian tengah serta gerbang utama dengan ukiran kuno. Struktur bangunannya pun unik, memiliki atap pelana yang tinggi menciptakan kontras visual dengan latar belakang langit Kota Makassar yang modern.
Ada beberapa aktivitas yang bisa Anda lakukan ketika mengunjungi Benteng Rotterdam, antara lain:
- Menjelajahi Museum La Galigo: Telusuri koleksi prasejarah, pakaian adat, hingga miniatur kapal pinisi yang menjadi kebanggaan suku Bugis-Makassar. Setiap ruangan menyajikan wawasan mendalam tentang kekayaan budaya dan sejarah panjang Sulawesi Selatan.
- Mengunjungi Sel Pangeran Diponegoro: Anda bisa melihat langsung ruang sempit tempat pahlawan nasional ini diasingkan untuk merasakan pengalaman emosional yang mendalam. Keaslian ruangan ini tetap terjaga sebagai gambaran nyata perjuangan masa lalu.
- Berburu Foto Estetik Kolonial: Manfaatkan arsitektur abad ke-17 yang instagramable dengan dinding putih dan jendela kayu besar sebagai latar foto. Perpaduan desain klasik dan halaman hijau memberikan nuansa kolonial yang sangat ikonik.
- Menikmati Pemandangan dari Dinding Benteng: Naiki tembok benteng untuk melihat panorama Pantai Losari dan laut Makassar dari ketinggian. Area ini merupakan tempat terbaik untuk bersantai menikmati angin sepoi-sepoi dan matahari terbenam.
- Wisata Kuliner Khas Makassar: Cicipi beragam hidangan lokal seperti Es Pisang Ijo yang banyak dijajakan di sekitar area gerbang benteng. Aktivitas kuliner ini menjadi penutup yang sempurna setelah lelah berkeliling mengeksplorasi sejarah.
Baca Juga: Ganrang: Irama Sakral Pertunjukan Makassar
Tips Berkunjung ke Benteng Rotterdam dan Informasi Operasional
Berikut adalah tips praktis untuk kenyamanan kunjungan Anda ke Benteng Rotterdam:
1. Datang di Sore Hari
Waktu terbaik untuk berkunjung adalah pukul 15.30 hingga menjelang tutup agar cuaca tidak terlalu terik. Anda bisa menikmati suasana benteng yang lebih tenang sambil menantikan pemandangan matahari terbenam yang indah dari atas dinding benteng.
2. Gunakan Pakaian yang Nyaman
Kenakan pakaian yang menyerap keringat dan alas kaki yang nyaman karena Anda akan banyak berjalan kaki mengeksplorasi area terbuka. Bawa juga kacamata hitam atau topi untuk melindungi diri dari sinar matahari Makassar yang cukup menyengat.
3. Siapkan Uang Tunai untuk Tiket
Meskipun beberapa layanan mulai beralih ke digital, sebaiknya siapkan uang tunai dalam nominal kecil untuk membayar tiket masuk museum dan parkir. Biaya masuk museum biasanya terpisah dari biaya masuk area benteng, jadi pastikan Anda memiliki cadangan dana tunai.
4. Bawa Kamera atau Ponsel dengan Baterai Penuh
Setiap sudut Benteng Rotterdam sangat estetis dan instagramable, mulai dari bangunan kolonial hingga taman hijaunya. Pastikan baterai ponsel atau kamera Anda penuh agar tidak melewatkan momen berburu foto di sel pengasingan maupun di atas tembok benteng.
5. Jaga Kebersihan dan Patuhi Aturan
Sebagai situs cagar budaya yang sangat bernilai, pastikan Anda tidak membuang sampah sembarangan dan tidak mencoret-coret dinding bangunan. Patuhi semua papan petunjuk serta arahan petugas demi menjaga kelestarian struktur bangunan bersejarah ini tetap terjaga baik.
Baca Juga: Coto Makassar, Kuliner Lezat yang Kaya Rempah dan Sejarah
Rencanakan perjalanan Anda ke Makassar dan belajar sejarah dengan cara yang seru di Benteng Rotterdam. Gunakan fitur AI Plan Your Trip dan sesuaikan minat, waktu, dan gaya liburan Anda selama di Sulawesi Selatan.
Susun personal itinerary Anda dengan fitur tersebut, atau tanyakan rekomendasi aktivitas seru lainnya ke MaiA yang selalu siap menemani perjalanan tak terlupakan di Makassar.