MaiA ai-icon

Informasi

Mengenal Sejarah dan Motif Batik Lasem yang Unik

Tahukah Anda? Di pesisir Jawa ada Batik Lasem, salah satu batik khas Nusantara yang sangat istimewa. Batik ini dikenal dengan warna-warnanya yang berani, motif yang penuh makna, serta sejarah panjang yang membentuk ciri khasnya. Batik Lasem bukan sekadar kain, tetapi juga mencerminkan campuran berbagai budaya yang pernah ada di wilayah pesisir.

Karakter Batik Lasem yang kuat membuatnya sering disebut sebagai salah satu batik paling unik di Jawa. Keistimewaannya lahir dari perpaduan tradisi, budaya, dan perjalanan sejarah yang saling berkaitan. Yuk, kenali lebih dekat asal-usul Batik Lasem, sejarahnya, serta motif-motif khas yang menjadikannya warisan budaya yang berharga.

Apa yang Dimaksud dengan Batik Lasem?

Batik Lasem adalah batik yang berasal dari kawasan Lasem, kecamatan pesisir di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah. Batik ini dikenal sebagai batik yang mendapatkan pengaruh budaya asing, khususnya Tionghoa, sejak berabad-abad lalu. 

Bahkan, karena hal tersebut Batik Lasem juga disebut sebagai Batik Tiga Negeri. Sebutan tersebut merujuk pada proses pembuatannya yang mencerminkan percampuran tiga budaya, yakni Jawa, Tionghoa, dan Eropa. 

Percampuran budaya ini tidak tidak hanya terlihat pada motif dan warna, tetapi juga pada teknik produksi serta nilai-nilai yang terkandung di dalam setiap lembar kainnya.

Ciri paling menonjol dari Batik Lasem adalah warna merah khas yang sering disebut merah darah ayam, serta komposisi motif yang sarat simbol dan filosofi. 

Sejarah Batik Lasem

Perkembangan Batik Lasem tidak terlepas dari sejarah kawasan Lasem pada abad ke-19 hingga awal abad ke-20. Pada masa itu, Lasem dikenal sebagai salah satu pelabuhan penting di pesisir utara Jawa dan menjadi tempat persinggahan etnis Tionghoa yang datang dari pesisir selatan Tiongkok. Interaksi antara pendatang dan masyarakat lokal inilah yang kemudian membentuk karakter unik Batik Lasem.

Pola-pola khas dalam Batik Tiga Negeri ini sendiri telah diperkenalkan jauh lebih awal, yakni sekitar abad ke-15, oleh Putri Campa, istri Bi Nang Un yang merupakan bagian dari ekspedisi Cheng Ho. 

Puncak kejayaan Batik Lasem terjadi sekitar tahun 1860-an, ketika banyak pengusaha Tionghoa mendirikan usaha batik. Namun seiring waktu, jumlah produsen terus berkurang, sehingga batik ini kini menjadi warisan yang semakin langka dan berharga.

Baca Juga: Batik Jawa: Warisan Nusantara yang Diakui Dunia

Apa Saja Motif Batik Lasem?

Motif Batik Lasem terinspirasi dari alam, seperti gunung, tumbuhan, dan hewan, yang melambangkan kesejahteraan, kesuburan, serta keharmonisan hidup. Motif gunung ringgit atau sisik sering dimaknai sebagai simbol kemakmuran dan keberlanjutan.

Selain itu, pengaruh budaya Tionghoa terlihat jelas melalui motif naga, burung hong, kupu-kupu, hingga ragam ornamen bunga yang merepresentasikan kesetiaan, keberanian, dan harapan akan kehidupan yang seimbang. 

Kunjungi Rumah Batik untuk Melihat Batik Lasem

Rumah Batik Lasem - Indonesia Travel

Hingga kini, masih ada beberapa rumah batik di Lasem yang konsisten menjaga tradisi pembuatan Batik Tiga Negeri secara autentik. Berikut beberapa di antaranya:

1. Rumah Batik Nyah Kiok

Rumah Batik Nyah Kiok telah berdiri sejak awal abad ke-20 dan beroperasi di bawah bangunan bergaya Tiongkok Hindia. Kini, usaha ini diteruskan oleh generasi penerus dengan jumlah pembatik yang terbatas, hanya tujuh orang, yang dikenal sebagai “Tujuh Bidadari Nyah Kiok”. 

Keunikan rumah batik ini terletak pada teknik pembuatannya, di mana para pembatik langsung mengaplikasikan canting tanpa pola pensil. Motif khas dari rumah batik ini antara lain gunung ringgit yang melambangkan kesejahteraan serta motif kupu-kupu yang merepresentasikan kesetiaan, integritas, dan kesederhanaan.

Alamat: Jalan Karangturi Gg. 6, Karangturi, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Jawa Tengah

2 Batik Tulis Lasem Maranatha ONG's Art

Batik Tulis Lasem Maranatha ONG’s Art juga masih mempertahankan teknik tradisional dalam seluruh proses produksinya. Pembuatan Batik Tiga Negeri di sini membutuhkan waktu panjang, termasuk proses pengolahan kain selama sekitar 30 hari agar warna tetap awet dan tidak mudah pudar.

Ciri khas Batik Tiga Negeri Maranatha terletak pada urutan warna merah, biru, lalu kuning, serta penggunaan kain kereta kencana dan kain gamelan. Motif-motif terkenalnya meliputi daun asem, lokcan, pasiran, esok sore, dan gunung ringgit.

Alamat: Gg. 1 No.1, Mahbong, Karangturi, Kec. Lasem, Kabupaten Rembang, Jawa Tengah.

3. Rumah Batik Lumintu

Rumah Batik Lumintu menempati bangunan bergaya Tiongkok Hindia yang diperkirakan berusia sekitar 200 tahun. Sempat berhenti beroperasi pada 1977, rumah batik ini kembali aktif sejak 2016. Motif yang paling dikenal dari Lumintu adalah motif kendoro kendiri, yang memiliki ciri visual kuat dan nilai simbolik khas Batik Lasem.

Alamat: Jalan Sumber Girang II No. 2, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Jawa Tengah

4. Rumah Batik Kidang Mas

Rumah Batik Kidang Mas kini dikelola oleh generasi keenam. Awalnya, batik diproduksi untuk kebutuhan pribadi sebelum akhirnya berkembang menjadi usaha komersial karena tingginya permintaan. 

Rumah batik ini tetap menggunakan teknik tradisional dan pewarna alami, seperti merah dari akar mengkudu, biru dari daun indigofera, serta coklat dari kayu mahoni, teger, dan jambal.

Alamat: Babagan, Kec. Lasem, Kab. Rembang, Jawa Tengah

Baca Juga: Belajar Membatik Langsung dari Pengrajinnya Yuk, di 7 Kampung Batik Berikut Ini!

Tertarik untuk melihat langsung proses pembuatan batik dan membelinya? Yuk, susun rencana perjalanan Anda dengan AI Plan Your Trip untuk mendapatkan itinerary yang disesuaikan dengan minat, waktu, dan ritme kunjungan ke sentra Batik Lasem. 

Lengkapi juga perjalanan Anda dengan MaiA yang siap memberikan rekomendasi rumah batik, waktu terbaik untuk berkunjung, atau tips menjelajah kawasan pesisir Rembang biar perjalanan jadi lebih nyaman.

INSIGHT

Ide Perjalanan

7 Facts About Wae Rebo Village: The Enchanting Land Above the Clouds

7 Facts About Wae Rebo Village: The Enchanting Land Above the Clouds

5 Museum Batak di Sekitar Danau Toba yang Unik

5 Museum Batak di Sekitar Danau Toba yang Unik

Angklung Sebagai Warisan Musik Nusantara yang Mendunia

Angklung Sebagai Warisan Musik Nusantara yang Mendunia