MaiA ai-icon

Informasi

Museum Istana (Siak) Asserayah El Hasyimiah

Apa Itu Museum Istana (Siak) Asserayah El Hasyimiah?

Museum Istana (Siak) Asserayah El Hasyimiah adalah sebuah museum khusus yang terdaftar dalam Pendaftaran Museum Nasional Republik Indonesia dengan Nomor Pendaftaran Nasional Museum (NPNM) 14.08.U.04.0368, dan merupakan bagian dari jaringan Museum Indonesia. Museum ini menempati bangunan Istana Asserayah El Hasyimiah, sebuah kompleks istana bersejarah bekas kediaman Sultan Kesultanan Siak Sri Indrapura yang kini difungsikan sebagai museum sejarah kebudayaan Melayu. 

Istana ini juga dikenal dengan julukan Istana Matahari Timur, berdiri megah sebagai simbol kejayaan kerajaan Melayu Islam yang pernah berkuasa di wilayah Riau. 

 

Jenis & Tipe Museum

Museum Istana Asserayah El Hasyimiah diklasifikasikan sebagai:

  • Jenis Museum: Museum Khusus — fokus pada koleksi kerajaan, benda sejarah, dan artefak budaya Melayu yang berkaitan langsung dengan Kesultanan Siak. 
  • Tipe Museum: Sesuai dengan pendataan nasional, museum ini memiliki peran penting untuk pelestarian sejarah lokal dan pendidikan sejarah di tingkat regional dan nasional. 

Sebagai museum khusus, koleksinya tidak hanya berfungsi sebagai objek pajangan, tetapi juga sebagai sumber informasi autentik tentang kehidupan kerajaan, diplomasi, budaya, dan dinamika masyarakat pada masa lalu. 

 

Pengelola & Kepemilikan

Museum Istana Asserayah El Hasyimiah berada di bawah tanggung jawab pemerintah daerah Kabupaten Siak dan dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Siak dalam koordinasi dengan Dinas Kebudayaan Provinsi Riau serta memperoleh dukungan dari Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia sebagai lembaga budaya nasional. 

Penetapan status museum ini dilakukan setelah melalui proses verifikasi kelengkapan dokumen dari permohonan Pendaftaran Museum Nasional, termasuk pernyataan visi, misi, koleksi, sumber daya manusia, dan sumber pendanaan tetap. 

 

Sejarah Museum

Bangunan istana yang kini menjadi museum dibangun pada tahun 1889 oleh Sultan Assyaidis Syarif Hasyim Abdul Jalil Syaifuddin, Sultan ke-11 dari Kerajaan Siak Sri Indrapura, dan selesai sekitar 1893. Arsitektur bangunan ini merupakan perpaduan unik dari desain Eropa, Arab, India, dan Melayu klasik, hasil kolaborasi antara arsitek Jerman dan tradisi lokal. 

Selama masa kejayaannya, istana ini menjadi pusat pemerintahan dan budaya Kesultanan Siak, yang merupakan salah satu kerajaan Melayu Islam terbesar di pesisir timur Sumatra. Setelah Kesultanan melebur ke dalam Republik Indonesia, bangunan ini tetap dipertahankan sebagai warisan budaya. 

Pada akhir 2025, Istana Asserayah El Hasyimiah secara resmi ditetapkan sebagai museum nasional oleh Kementerian Kebudayaan RI, menegaskan pengakuan statusnya sebagai salah satu museum berstatus resmi di Indonesia. 

 

Koleksi Museum

Museum ini menyimpan serangkaian koleksi museum yang mencerminkan kehidupan istana dan hubungan diplomatik kerajaan, antara lain:

  • Benda heraldika dan simbol kerajaan, termasuk tanda mata dari tamu kerajaan lain serta foto keluarga kerajaan. 
  • Artefak teknologika dan keramologika, seperti keramik Cina dan Eropa, meja marmer dari Italia dan Turki, serta sendok bermerek kerajaan. 
  • Senjata kerajaan, termasuk tombak, keris, dan meriam yang menggambarkan aspek militer dan upacara kerajaan. 
  • Benda seni rupa, seperti patung pualam berhiaskan berlian dan lampu kristal, serta alat musik langka dari akhir abad ke-19. 
  • Bangunan Istana itu sendiri, yang merupakan koleksi utama museum — menunjukkan nilai arsitektur dan estetika budaya Melayu. 

 

Visi Museum

Visi Museum Istana Asserayah El Hasyimiah adalah menjadi pusat pelestarian dan penyebaran pengetahuan sejarah serta budaya Kesultanan Siak Sri Indrapura bagi masyarakat lokal maupun pengunjung nasional dan internasional, sekaligus memperkuat pemahaman publik mengenai sejarah Melayu Islam di Indonesia. 

Sebagai bagian dari jaringan Museum Indonesia dan Museum Nasional, museum ini memiliki peran strategis dalam menghubungkan masyarakat modern dengan warisan budaya masa lalu. 

 

Misi Museum

Untuk merealisasikan visinya, museum ini memiliki misi sebagai berikut:

  1. Melindungi, merawat, dan memamerkan koleksi bersejarah dari era kerajaan untuk pendidikan dan penelitian. 
  2. Menyediakan informasi yang akurat dan edukatif kepada pengunjung melalui pameran, tur berpemandu, dan publikasi sejarah. 
  3. Meningkatkan apresiasi terhadap budaya Melayu dan nilai-nilai tradisional melalui program budaya dan kegiatan sosial. 

Berperan aktif dalam jaringan museum nasional untuk pertukaran pengetahuan dan peningkatan kualitas layanan museum di Indonesia.  

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Siak

Siak

Tekstil Tradisional Khas Riau

Tekstil Tradisional Khas Riau

Batik Gong Gong

Batik Gong Gong