MaiA ai-icon
IMBAUAN PERJALANAN

Informasi

Aceh

Nanggroe Aceh Darussalam adalah provinsi yang dikenal sebagai "Serambi Mekah" karena nilai-nilai Islam yang kental dalam kehidupan masyarakatnya.

Aceh: Warisan Sejarah, Budaya, Kuliner, dan Alam di Ujung Barat Indonesia

 

Aceh merupakan provinsi di ujung barat laut Pulau Sumatra dengan ibu kota Banda Aceh. Wilayahnya berbatasan dengan Selat Malaka dan Laut Andaman di utara, Samudra Hindia di selatan dan barat, serta Provinsi Sumatra Utara di sebelah timur. Aceh memiliki status sebagai daerah yang bersifat khusus atau istimewa dengan kewenangan tertentu dalam penyelenggaraan pemerintahan berdasarkan Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh.

Sejarah dan Karakteristik Aceh

Sejarah Aceh berkaitan erat dengan perkembangan kerajaan dan kesultanan Islam di bagian utara Sumatra. Kesultanan Aceh berkembang menjadi kekuatan regional dan mencapai masa kejayaan pada pemerintahan Sultan Iskandar Muda pada awal abad ke-17. Periode tersebut juga ditandai oleh kuatnya pengaruh Islam dalam tata pemerintahan, adat, dan kehidupan sosial masyarakat.

Setelah Indonesia merdeka, status administratif Aceh mengalami beberapa perubahan. Aceh sempat menjadi bagian dari Provinsi Sumatra Utara, kemudian kembali dibentuk sebagai provinsi otonom melalui UU Nomor 24 Tahun 1956 tentang Pembentukan Daerah Otonom Propinsi Aceh dan Perubahan Peraturan Pembentukan Propinsi Sumatera Utara.

Saat ini, pemerintahan Aceh berlandaskan antara lain pada UU Nomor 11 Tahun 2006 tentang Pemerintahan Aceh. Undang-undang tersebut mengatur pembagian wilayah, kewenangan pemerintahan, serta berbagai kekhususan dalam penyelenggaraan pemerintahan Aceh.

Nama Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) pernah digunakan sebagai nama resmi dalam periode pemberlakuan otonomi khusus berdasarkan UU Nomor 18 Tahun 2001. Nama tersebut kemudian tidak lagi digunakan sebagai nama provinsi setelah UU Nomor 11 Tahun 2006 berlaku dan mencabut UU Nomor 18 Tahun 2001.

Daya Tarik Wisata Aceh

Identitas Aceh terbentuk melalui hubungan antara sejarah Islam, adat, bahasa, seni, dan kehidupan masyarakat. Pemerintah Aceh menyebut wilayah ini sebagai salah satu pusat perkembangan kebudayaan Islam di Asia Tenggara pada masa lalu. 

Warisan tersebut dapat ditemukan dalam masjid bersejarah, tradisi masyarakat, seni pertunjukan, serta berbagai peninggalan Kesultanan Aceh.

1. Masjid Raya Baiturrahman

Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu landmark bersejarah Banda Aceh dan memiliki keterkaitan erat dengan sejarah Kesultanan Aceh serta Perang Aceh. 

Kompleks masjid yang dikenal saat ini merupakan hasil pembangunan dan pengembangan setelah bangunan sebelumnya mengalami kerusakan pada masa konflik dengan Belanda. Pemerintah Aceh dan sumber kebudayaan nasional mencatat masjid ini sebagai salah satu situs penting dalam sejarah Aceh.

Masjid ini juga memiliki arti khusus dalam sejarah tsunami 26 Desember 2004. Bangunan masjid tetap berdiri ketika sebagian besar kawasan di sekitarnya mengalami kerusakan akibat tsunami, sehingga kemudian menjadi salah satu simbol penting dalam memori kolektif masyarakat Aceh.

2. Museum Tsunami Aceh

Museum Tsunami Aceh di Banda Aceh merupakan museum memorial sekaligus pusat edukasi kebencanaan yang dibangun untuk mengenang korban tsunami 26 Desember 2004. Museum ini dirancang oleh Ridwan Kamil dan diresmikan pada 23 Februari 2009.

Selain menyimpan informasi mengenai bencana tsunami, museum memiliki fungsi edukasi, mitigasi, dan evakuasi. Bagian lantai atasnya juga dirancang sebagai area evakuasi apabila terjadi bencana.

3. Pantai Iboih dan Pulau Rubiah

Untuk wisata bahari, kawasan Pulau Weh di Sabang merupakan salah satu tujuan utama. Pantai Iboih dan Pulau Rubiah dikenal sebagai lokasi untuk aktivitas snorkeling dan diving karena kawasan perairannya memiliki daya tarik wisata bawah laut. 

Pemerintah Aceh juga mencatat Iboih dan Pulau Rubiah sebagai objek wisata air yang banyak dikunjungi wisatawan. Dari Pantai Iboih, Pulau Rubiah dapat dicapai menggunakan perahu.

Baca Juga: Museum Kota Juang Bireuen

Masih memiliki pertanyaan seputar transportasi, aktivitas, atau waktu terbaik untuk berkunjung? Tanyakan langsung kepada MaiA untuk mendapatkan rekomendasi perjalanan dan informasi wisata yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Kuliner dan Produk Lokal Aceh

1. Mie Aceh dan Kue Timphan

Mie Aceh merupakan hidangan khas dengan mi kuning tebal, bumbu rempah yang kuat, serta pilihan isian seperti daging sapi, kambing, udang, atau cumi. Hidangan ini dapat disajikan dalam bentuk goreng maupun berkuah.

Untuk makanan tradisional, kue timphan dibuat dari campuran tepung ketan, pisang raja, dan santan. Kue ini umumnya dibungkus daun pisang dan dapat berisi srikaya atau kelapa parut. Timphan juga berkaitan dengan berbagai acara keluarga dan tradisi masyarakat Aceh.

2. Kopi Gayo

Kopi Gayo merupakan salah satu produk pertanian Aceh yang dikenal luas. Kopi Arabika Gayo berasal dari kawasan dataran tinggi Gayo, terutama Aceh Tengah dan Bener Meriah. Karakter kopi ini antara lain aroma kuat dan profil rasa yang kompleks.

Wisatawan dapat menemukan kopi Gayo dalam bentuk biji maupun bubuk di berbagai kedai dan pusat oleh-oleh di Banda Aceh.

Cara Menuju Aceh dan Sabang

Banda Aceh dapat dicapai melalui penerbangan menuju Bandara Internasional Sultan Iskandar Muda. 

Dari Banda Aceh, perjalanan ke Sabang dilanjutkan melalui Pelabuhan Ulee Lheue menuju Pulau Weh. Moda penyeberangan tersedia dalam bentuk feri maupun kapal cepat, dengan waktu perjalanan yang bergantung pada jenis layanan dan kondisi operasional.

Di Pulau Weh, wisatawan dapat menggunakan kendaraan sewaan, sepeda motor, minibus, atau layanan transportasi lokal untuk menuju kawasan wisata seperti Iboih.

Informasi Operasional dan Tips Berwisata

Jam buka, tarif tiket, jadwal penyeberangan, serta fasilitas destinasi dapat berubah. Informasi tersebut sebaiknya dikonfirmasi melalui pengelola atau kanal resmi sebelum perjalanan.

Wisatawan juga perlu memperhatikan norma lokal, terutama ketika mengunjungi tempat ibadah dan kawasan masyarakat. Gunakan pakaian yang sesuai, menjaga ketenangan di area ibadah, serta menghormati aturan setempat. Untuk wisata bahari, periksa kondisi cuaca dan laut sebelum melakukan snorkeling atau diving.

Bagi perjalanan ke beberapa wilayah Aceh sekaligus, perhatikan jarak antardestinasi. Banda Aceh, Sabang, kawasan Gayo, dan daerah pesisir lainnya memiliki karakter geografis yang berbeda sehingga memerlukan perencanaan transportasi dan waktu yang memadai.

Berencana mengunjungi serambi Mekah? Rencanakan Perjalanan Anda di website indonesia.travel untuk menyusun itinerary berdasarkan preferensi dan waktu yang Anda miliki.

Referensi

  1. https://acehprov.go.id/halaman/sejarah-provinsi-aceh
  2. https://penghubung.acehprov.go.id/grafis/profil-aceh-1/
  3. https://peraturan.bpk.go.id/Details/40174/uu-no-11-tahun-2006%26lang%3Den
  4. UU No. 11 Tahun 2006 – JDIH BPK
  5. UU No. 24 Tahun 1956 – JDIH Mahkamah Agung
  6. https://gis.dpmptsp.acehprov.go.id/profile
  7. https://perkim.acehprov.go.id/halaman/sejarah-provinsi-aceh
  8. https://maa.acehprov.go.id/berita/kategori/pusaka-dan-khasanah-aceh/sejarah-adat-istiadat-aceh
  9. https://museumtsunami.acehprov.go.id/halaman/visi-dan-misi
  10. https://budbas.data.kemdikbud.go.id/tematik/isi_8978ba51-6668-4546-87a3-5c603a3176b2.pdf
AKTIVITAS LAIN
Jelajahi Provinsi
Hal-Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan

Jelajahi Provinsi Lain

INSIGHT

Ide Perjalanan

Baju Adat Aceh, Warisan Budaya Serambi Mekkah yang Bermakna

Baju Adat Aceh, Warisan Budaya Serambi Mekkah yang Bermakna

Masjid Raya Baiturrahman: Sejarah Hingga Makna Budaya Aceh

Masjid Raya Baiturrahman: Sejarah Hingga Makna Budaya Aceh

Makna di Balik Gerakan Seribu Tangan Tari Saman

Makna di Balik Gerakan Seribu Tangan Tari Saman