Image Contributor: Shutterstock/Rosyid A Azhar
Mie Aceh merupakan hidangan mi berbumbu khas yang berasal dari Provinsi Aceh, khususnya Kota Banda Aceh. Ciri utamanya terletak pada penggunaan mi kuning tebal yang dimasak menggunakan campuran rempah, sehingga menghasilkan cita rasa gurih, pedas, sekaligus aromatik.
Kemunculannya tidak terlepas dari posisi Aceh sebagai pelabuhan internasional sejak masa Kesultanan Aceh Darussalam.
Aktivitas perdagangan dengan pedagang dari Tiongkok, India, Arab, dan kawasan Asia Tenggara membawa pengaruh terhadap perkembangan budaya kuliner setempat.
Sejarah Singkat Mie Aceh
Para pedagang yang singgah di pelabuhan Kerajaan Aceh berperan penting dalam terciptanya kuliner khas serambi Mekah ini. Mereka berasimilasi dengan penduduk lokal, yang selain menyebarkan agama Islam juga membawa cita rasa baru dalam masakan.
Kaldu kental dalam Mie Aceh merupakan pengaruh dari masakan India. Sementara mie sendiri berasal dari masakan Tiongkok.
Penyajian Mie Aceh yang menggunakan daging kambing dan sapi juga tidak lepas dari pengaruh nilai-nilai Islam di tanah Aceh.
Sedangkan penambahan aneka hewan laut atau seafood di dalam Mie Aceh dipengaruhi terletak geografis Aceh yang dikelilingi oleh lautan.
Ciri Khas Mie Aceh
-
Menggunakan Mi Kuning Tebal
Tekstur kenyal pada mi kuning tebal mampu menyerap bumbu tanpa mudah lembek saat dimasak menggunakan api besar.
-
Kaya Akan Rempah-rempah
Mie Aceh dimasak menggunakan bumbu rempah yang melimpah, seperti jintan, kapulaga, kunyit, lada, ketumbar, cabai, bawang merah, bawang putih, dan jahe.
Perpaduan rempah tersebut menghasilkan cita rasa gurih, pedas, dan aroma kari yang kuat.
-
Disajikan dengan Beragam Pilihan Lauk
Mie Aceh kerap disajikan dengan berbagai pilihan lauk, seperti daging sapi, kambing, ayam, udang, cumi, hingga kepiting.
-
Dimasak Menggunakan Api Besar
Teknik memasak ini membuat bumbu cepat meresap dan membuat mi cepat matang, serta menghasilkan aroma khas dari penumisan rempah.
-
Disajikan dengan Pelengkap Khas
Mie Aceh biasanya disajikan bersama acar bawang merah, irisan mentimun, emping melinjo, taburan bawang goreng, dan potongan jeruk nipis yang menambah tekstur sekaligus memberikan rasa segar.
Baca Juga: Pacri Nanas Aceh
Varian Mie Aceh
Mie Aceh umumnya disajikan dalam tiga jenis utama, yaitu Mie Aceh Goreng, Mie Aceh Tumis, dan Mie Aceh Kuah. Ketiganya menggunakan bumbu dasar yang serupa, tetapi memiliki karakter rasa dan tekstur yang berbeda sesuai dengan teknik memasaknya.
Mie Aceh Goreng
Mi kuning tebal yang ditumis bersama bumbu rempah hingga meresap, baru kemudian dipadukan dengan aneka isian tanpa diberi tambahan kuah membuat tampilan Mie Aceh goreng lebih gelap. Aromanya juga lebih wangi.
Cita rasa pedas gurihnya pun lebih kuat, cocok bagi Anda yang menyukai hidangan mi goreng yang sangat berempah.
Mie Aceh Tumis
Mie Aceh tumis berada di antara versi goreng dan kuah. Saat dimasak, ditambahkan sedikit kaldu sehingga menghasilkan kuah yang kental dan hanya melapisi bagian mi.
Hal ini membuat teksturnya lebih lembap dibandingkan Mie Aceh goreng, dengan cita rasa rempah yang lebih halus.
Cocok bagi Anda yang ingin menikmati cita rasa rempah dengan tekstur yang tidak terlalu kering atau berkuah.
Mie Aceh Kuah
Mie Aceh kuah disajikan dengan kuah kari yang lebih banyak dan kaya rempah. Kuahnya dibuat dari kaldu yang dimasak bersama bumbu halus sehingga menghasilkan rasa gurih, pedas, dan aromatik.
Cocok bagi Anda yang menyukai hidangan kaya rempah dan berkuah kental.
Rekomendasi Mie Aceh Legendaris
-
Mie Razali
Berdiri sejak 1967, Mie Razali merupakan salah satu rumah makan Mie Aceh paling legendaris di Banda Aceh. Tempat makan ini dikenal sebagai pelopor yang turut mempopulerkan Mie Aceh kepada wisatawan maupun masyarakat lokal.
Salah satu keunikannya adalah penggunaan mi yang diproduksi sendiri, sehingga teksturnya tetap kenyal dan berbeda dari mi komersial.
Selain itu, proses memasak yang sebelumnya menggunakan tungku arang menjadi bagian dari identitas kuliner Mie Razali.
Alamat: Jl. T. Panglima Polem No. 81–82, Peunayong, Banda Aceh
Jam operasional: Setiap hari, pukul 11.00–23.00 WIB
-
Mie Ayah Lhong Raya
Berbeda dari beberapa warung lain, tempat ini menawarkan pilihan lauk seafood yang cukup lengkap, seperti kepiting, udang, dan cumi, selain daging sapi dan kambing.
Area makannya yang relatif luas juga menjadikannya alternatif bagi pengunjung yang ingin menikmati Mie Aceh di luar kawasan Peunayong.
Menu Mie Aceh Kepiting termasuk salah satu sajian yang paling sering direkomendasikan oleh pengunjung.
Alamat: Jl. Wedana, Lhong Raya, Kecamatan Banda Raya, Banda Aceh
Jam operasional: Senin–Sabtu, pukul 10.00–00.00 WIB
Baca Juga: 10 Hal Seru yang Bisa Dilakukan di Aceh: Wisata & Budaya
-
Mie Midi Peuniti
Mie Midie Peuniti merupakan salah satu tujuan kuliner khas Aceh yang mudah dijangkau karena berlokasi sekitar 700 meter dari Masjid Raya Baiturrahman.
Rumah makan ini dikenal dengan porsi yang relatif besar. Sudah berdiri sejak tahun 1996, Mie Midi Peuniti tak hanya menyajikan tiga varian Mie Aceh, namun juga menyediakan berbagai hidangan khas Aceh lainnya.
Alamat: Jl. Teuku Chik Di Tiro, Peuniti, Kecamatan Baiturrahman, Banda Aceh
Jam operasional: Setiap hari, pukul 10.00–01.00 WIB
-
Mie Simpang Lima
Mie Simpang Lima termasuk salah satu pelopor pedagang mi di Banda Aceh. Kedai mi ini telah eksis sejak tahun 1963 dan mempertahankan keaslian resepnya hingga kini.
Lokasinya yang berada di kawasan pusat kota membuatnya mudah diakses oleh masyarakat maupun wisatawan.
Anda dapat memilih Mie Aceh dalam varian goreng, tumis, maupun kuah dengan berbagai pilihan lauk, seperti daging sapi, kambing, udang, cumi, dan kepiting.
Alamat: Jl. Teuku Chik Di Tiro No. 54, Peuniti, Banda Aceh
Jam operasional: Setiap hari, sekitar pukul 10.00–00.00 WIB
-
Mie Aceh Cek Mud
Mie Aceh Cek Mud merupakan salah satu rumah makan Mie Aceh yang telah beroperasi sejak 1977 di kawasan Tungkop, Kabupaten Aceh Besar, sekitar 10–15 menit dari pusat Kota Banda Aceh.
Rumah makan ini dikenal karena masih mempertahankan teknik memasak menggunakan tungku arang, yang menghasilkan aroma asap (smoky) khas pada hidangannya.
Berbeda dari kebanyakan warung Mie Aceh, Mie Aceh Cek Mud hanya menyajikan dua varian, yaitu Mie Aceh goreng dan Mie Aceh tumis, dengan fokus mempertahankan cita rasa tradisional.
Alamat: Jl. Blang Bintang Lama, Lampuuk, Kec. Darussalam, Kabupaten Aceh Besar, Aceh 24411
Sudah menentukan Mie Aceh mana yang ingin dicoba? Agar perjalanan kuliner di Banda Aceh semakin praktis, manfaatkan fitur MaiA untuk mendapatkan rekomendasi destinasi, kuliner, hingga aktivitas sesuai minat Anda.
Setelah itu, jangan lupa gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk menyusun itinerary perjalanan Anda sehingga kunjungan ke berbagai tempat makan dan destinasi wisata dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Referensi:
- Pemerintah Aceh. Sejarah Provinsi Aceh.
https://dkp.acehprov.go.id/halaman/sejarah-provinsi-aceh - Detik Sumut. Sejarah Mi Aceh, Bukti Akulturasi Budaya dalam Kuliner Nusantara. https://www.detik.com/sumut/kuliner/d-8415636/sejarah-mi-aceh-bukti-akulturasi-budaya-dalam-kuliner-nusantara
- Katadata. Sejarah Mie Aceh, Kuliner Hasil Perpaduan Banyak Budaya.
https://katadata.co.id/berita/daerah/631b453121600/sejarah-mie-aceh-kuliner-hasil-perpaduan-banyak-budaya - Acehnews. Mie Aceh dalam Sejarah, Rasa dari Perpaduan Budaya.
https://www.acehnews.id/news/mie-aceh-dalam-sejarah-rasa-dari-perpaduan-budaya/index.html - YouTube KompasTV – Mie Aceh Simpang Lima
https://www.youtube.com/watch?v=A64PYE_w6qo