MaiA ai-icon

Informasi

Kedaton Kesultanan Ternate, Warisan Sejarah di Maluku Utara

Image Contributor: Farzana Amy/Shutterstock

 

Kedaton Kesultanan Ternate merupakan kompleks kediaman Sultan Ternate yang berada di Kota Ternate, Maluku Utara. Bangunan ini menjadi salah satu peninggalan penting yang berkaitan dengan sejarah Kesultanan Ternate, terutama perkembangan pemerintahan, kebudayaan, dan hubungan perdagangan di kawasan Maluku.

Kedaton tidak hanya berfungsi sebagai bangunan bersejarah, tetapi juga menjadi tempat penyimpanan berbagai benda yang berkaitan dengan Kesultanan Ternate. Koleksi dan lingkungan kedaton memberikan gambaran mengenai tradisi kesultanan serta kehidupan masyarakat Ternate pada masa lalu.

 

Sejarah Kedaton Kesultanan Ternate

Kesultanan Ternate, atau dikenal juga sebagai Istana Sultan Ternate, adalah satu dari banyaknya kerajaan Islam tertua di Indonesia yang memiliki peran penting dalam perdagangan rempah-rempah khususnya di kawasan Asia Tenggara.

Gedung bersejarah ini dibangun pada tahun 1813 oleh Sultan Muhammad Ali, salah satu Sultan Ternate pada saat itu. Lokasinya berada di kawasan yang menghadap ke Laut Halmahera dan berlatar kemegahan Gunung Gamalama.

Kedaton kemudian menjadi bagian dari pusat pemerintahan dan kehidupan Kesultanan Ternate. Keberadaan kedaton berkaitan erat dengan kedudukan Sultan sebagai pemimpin kesultanan serta berbagai kegiatan pemerintahan dan adat.

Seiring perkembangan Kota Ternate, kedaton tetap menjadi bagian dari identitas sejarah kesultanan. Fungsinya tidak hanya berkaitan dengan lingkungan keluarga kesultanan, tetapi juga menjadi tempat untuk menjaga berbagai peninggalan sejarah dan tradisi Ternate.

Baca Juga: 5 Rumah Makan di Maluku Utara yang Menyajikan Makanan Lezat

 

Arsitektur Kedaton Kesultanan Ternate

Kedaton Kesultanan Ternate memiliki bentuk bangunan segi delapan yang secara visual menyerupai singa yang sedang duduk. Bentuk tersebut dikaitkan dengan simbol keberanian dan kekuasaan. Bangunan kedaton terdiri atas dua lantai dengan dominasi warna kuning dan hijau yang dimaknai sebagai simbol kemakmuran dan nilai-nilai keislaman. 

Saat masa pembangunan, gedung ini utamanya menggunakan kayu serta material tradisional yang kokoh dan disesuaikan dengan karakter bangunan pada masanya. Kedaton juga memiliki halaman dan ruang yang berkaitan dengan kegiatan kesultanan. Letaknya yang berada di kawasan ketinggian memberikan pandangan ke arah laut dan kawasan Kota Ternate.

 

Koleksi dan Peninggalan Kesultanan

Kedaton menyimpan berbagai benda yang berkaitan dengan sejarah Kesultanan Ternate. Koleksi tersebut antara lain berupa perlengkapan kesultanan, pakaian adat, senjata tradisional, serta benda-benda yang digunakan dalam kegiatan kerajaan dan upacara adat.

Beberapa benda memiliki nilai sejarah dan simbolis karena berkaitan dengan keberadaan Sultan serta tradisi yang diwariskan dalam lingkungan kesultanan. Berikut koleksi bersejarah yang tersimpan di sini:

  • Mahkota sultan yang dihiasi bulu burung cendrawasih dan tumbuh secara alami.
  • Senjata tradisional seperti pedang, tombak, dan meriam kuno.
  • Manuskrip kuno dan dokumen penting mengenai sejarah bangunan ini serta perdagangan rempah.
  • Pakaian adat dan perhiasan kesultanan.

 

Kedaton sebagai Pusat Kebudayaan Ternate

Saat ini, kedaton berfungsi sebagai museum yang dibuka untuk umum hingga tempat kegiatan adat. Jika dulunya bangunan ini adalah tempat tinggal keluarga sultan, kini Kedaton Kesultanan Ternate menjadi salah satu tempat yang berkaitan dengan pelestarian adat dan budaya masyarakat Ternate. 

Berbagai kegiatan adat dan budaya dapat diselenggarakan dalam lingkungan yang berkaitan dengan kesultanan. Keberadaan kedaton menunjukkan bahwa warisan kesultanan di Ternate tidak hanya berupa bangunan, tetapi juga mencakup tradisi, tata upacara, benda pusaka, dan pengetahuan budaya yang diwariskan antargenerasi.

Baca Juga: 10 Makanan Khas Maluku Utara: Menjelajahi Kuliner Eksotis

 

Lokasi dan Cara Menuju Kedaton Kesultanan Ternate

Kedaton Kesultanan Ternate berada di Kota Ternate, Provinsi Maluku Utara, di kawasan yang berada di kaki Gunung Gamalama.

Karena berada di wilayah perkotaan Ternate, kedaton dapat dijangkau menggunakan kendaraan dari berbagai kawasan di kota. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewa, atau transportasi lokal menuju kawasan kedaton.

Jika datang melalui Bandar Udara Sultan Babullah Ternate, perjalanan dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan dengan jarak sekitar 4,2 kilometer yang dapat ditempuh kurang lebih 10 menit. Sementara bila Anda berangkat dari Pelabuhan Ahmad Yani, jarak tempuhnya yakni sekitar 2,6 kilometer yang dapat memakan waktu berkisar 8 menit.

Namun, waktu tempuh dapat berbeda bergantung pada kondisi lalu lintas dan titik keberangkatan.

 

Informasi Kunjungan

Kedaton Kesultanan Ternate dapat dikunjungi pada pukul 08.00-14.00 WIT. Untuk saat ini, tiket masuk bagi pengunjung umum gratis.

Sebelum berkunjung, Anda tetap disarankan memastikan jadwal operasional terbaru karena akses ke area tertentu dapat menyesuaikan dengan kegiatan adat atau agenda Kesultanan Ternate.

 

Etika Berkunjung ke Kedaton

Sebagai bagian dari lingkungan kesultanan dan warisan budaya, pengunjung perlu memperhatikan tata krama selama berada di kawasan kedaton. Beberapa hal yang dapat diperhatikan antara lain:

  • Mengenakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan lingkungan budaya setempat.
  • Mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola kedaton.
  • Tidak menyentuh atau memindahkan benda koleksi tanpa izin.
  • Meminta izin sebelum mengambil foto di area yang memiliki aturan khusus.
  • Menjaga kebersihan dan ketenangan selama berada di lingkungan kedaton.
  • Menghormati kegiatan adat atau prosesi kesultanan yang sedang berlangsung.

Baca Juga: Pesona Tempat Wisata Maluku yang Eksotis

 

Kedaton Kesultanan Ternate sebagai Warisan Sejarah

Kedaton Kesultanan Ternate merupakan salah satu peninggalan yang merepresentasikan perjalanan panjang Kesultanan Ternate di Maluku. Nilai pentingnya tidak hanya terletak pada bangunan, tetapi juga pada keterkaitannya dengan sejarah pemerintahan kesultanan, perdagangan rempah, adat, dan kebudayaan masyarakat Ternate.

Bagi pengunjung yang ingin memahami sejarah Ternate, kedaton dapat menjadi salah satu titik untuk mengenal perkembangan Kesultanan Ternate sekaligus melihat berbagai peninggalan yang masih dipertahankan hingga kini.

Masih banyak destinasi lain yang menarik untuk dikunjungi di Ternate, Maluku Utara. Jelajahi berbagai pilihan wisata alam, budaya, dan sejarah lainnya melalui fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel. Untuk mempermudah menyusun itinerary, Anda bisa gunakan Maia dan dapatkan  rekomendasi destinasi serta aktivitas yang sesuai kebutuhan Anda.

 

Referensi :

https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/kegagahan-singa-yang-tersirat-dari-kedaton-ternate/ 

https://asosiasimuseumindonesia.org/anggota/295-museum-kedaton-sultan-ternate.html 

https://wonderful.ternatekota.go.id/destinasi/kedaton-kesultanan-ternate 

https://ternatekota.go.id/berita/melestarikan-budaya-tanah-leluhur-upacara-hajat-ke-775-berlangsung-di-kedaton-kesultanan 

https://dispar.malutprov.go.id/gen-z-padati-pelataran-alun-alun-kedaton-kesultanan-ternate-omzet-umkm-kopi-tembus-jutaan-rupiah-per-malam 

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Arabu

Arabu

Tide-Tide

Tide-Tide

Soya-Soya

Soya-Soya