Maluku Utara
Terletak di jantung Kepulauan Maluku, Maluku Utara adalah sebuah wilayah yang kaya akan sejarah, keindahan alam, dan budaya yang kaya. Kota Ternate dan Tidore sangat ikonik, dikenal karena perdagangan
Pesona Maluku Utara: Sejarah, Budaya, Wisata, dan Kuliner
Maluku Utara merupakan provinsi di Indonesia bagian timur yang berada di kawasan utara Kepulauan Maluku. Wilayah ini memiliki beragam destinasi wisata, mulai dari pantai dan pegunungan hingga situs bersejarah. Kekayaan budaya dan tradisi masyarakatnya, serta beragam kuliner khas berbahan rempah dan hasil laut, turut menjadi daya tarik bagi wisatawan yang ingin mengenal Maluku Utara lebih jauh.
Fakta Singkat Maluku Utara
Ibu kota: Sofifi
Letak: Berada di antara Samudra Pasifik, Laut Halmahera, Laut Seram, dan Laut Maluku
Luas wilayah: Sekitar 31.982,50 km²
Jumlah kabupaten/kota: 8 kabupaten dan 2 kota
Julukan: Negeri Rempah-Rempah (The Spice Island) dan Moloku Kie Raha (Kesultanan Empat Gunung)
Suku utama: Galela, Ternate, Makian, Tobelo, dan Sula
Bahasa daerah: Bahasa Melayu Maluku Utara
Letak Geografis Maluku Utara
Maluku Utara berada pada 3º40' Lintang Selatan hingga 3º0' Lintang Utara dan 123º50' hingga 129º50' Bujur Timur. Wilayahnya berupa gugusan kepulauan dengan sekitar 24 persen daratan dan 76 persen perairan.
Provinsi ini memiliki sekitar 395 pulau, dengan sebagian besar di antaranya belum berpenghuni. Batas wilayahnya meliputi Samudra Pasifik di utara, Laut Seram di selatan, Laut Maluku di barat, serta Laut Halmahera di timur.
Sejarah Maluku Utara
Maluku Utara resmi menjadi provinsi pada 4 Oktober 1999 berdasarkan UU RI Nomor 46 Tahun 1999 dan kemudian diperkuat melalui UU RI Nomor 6 Tahun 2003.
Sebelumnya, wilayah ini merupakan bagian dari Provinsi Maluku yang terdiri atas Kabupaten Maluku Utara dan Kabupaten Halmahera Tengah.
Pada awal pembentukannya, Ternate menjadi ibu kota provinsi hingga 2010. Setelah proses persiapan infrastruktur selama sekitar 11 tahun, ibu kota dipindahkan ke Sofifi di Pulau Halmahera.
Sejarah Maluku Utara juga berkaitan erat dengan empat kesultanan besar, yaitu Kesultanan Ternate, Kesultanan Tidore, Kesultanan Bacan, dan Kesultanan Jailolo. Keempatnya membentuk persekutuan yang dikenal sebagai Moloku Kie Raha atau Kesultanan Empat Gunung.
Memasuki abad ke-15, wilayah Maluku Utara mulai mengalami pengaruh kolonial Eropa. Portugis datang ke Ternate dan sempat menjalin hubungan dengan kerajaan setempat sebelum terjadi konflik yang berujung pada terbunuhnya Sultan Khairun. Perlawanan kemudian dipimpin Sultan Baabullah hingga Portugis mundur ke Ambon.
Pada abad ke-16, Spanyol juga berupaya menguasai perdagangan di Tidore, tapi akhirnya meninggalkan Maluku akibat persoalan politik dan Perjanjian Tordesillas. Pada masa pendudukan Jepang, Pulau Morotai menjadi salah satu lokasi pertempuran antara Jepang dan pasukan Sekutu.
Budaya Khas Maluku Utara
1. Tari Tradisional Maluku Utara
Maluku Utara memiliki beragam tari tradisional yang merepresentasikan sejarah, kehidupan sosial, dan adat masyarakat. Tari Soya-Soya menggambarkan semangat perjuangan rakyat Ternate melawan Portugis pada masa Sultan Baabullah.
Sementara itu, Tari Tide-Tide merupakan tari pergaulan masyarakat Suku Togela di Halmahera Utara yang melambangkan kegembiraan dan keakraban, serta kerap ditampilkan dalam pesta adat dan penyambutan tamu.
Ada pula Tari Dengedenge dari Halmahera Utara yang dibawakan secara berkelompok oleh pria dan wanita dalam upacara pernikahan, dengan iringan syair dan pantun tentang percintaan serta kehidupan rumah tangga.
2. Kain Khas Maluku Utara
Kain Tenun Ternate atau Rapidino merupakan kain tradisional dari Kampung Koloncucu, Ternate, dengan motif yang terinspirasi dari flora, kuliner, dan biota laut setempat. Penggunaannya secara tradisional memiliki aturan berdasarkan jenis kelamin dan posisi motif.
Sementara itu, Batik Tubo merupakan batik khas Ternate dengan motif cengkih, pala, kelapa, dan lanskap alam yang mencerminkan identitas Ternate sebagai daerah penghasil rempah.
3. Rumah Adat Maluku Utara
Rumah Adat Sasadu merupakan rumah tradisional Suku Sahu yang dibangun tanpa paku, menggunakan pasak kayu serta ikatan tali ijuk atau rotan.
Bangunannya terbuka tanpa dinding dan pintu sebagai simbol keterbukaan, keramahan, serta musyawarah. Bentuk atapnya juga memiliki makna penghormatan terhadap adat.
4. Kedaton Kesultanan Ternate
Kedaton Kesultanan Ternate adalah peninggalan sejarah yang menjadi pusat pemerintahan dan tempat tinggal Sultan pada masa kejayaan Kesultanan Ternate.
Bangunan ini juga digunakan untuk berbagai kegiatan adat dan keagamaan serta hingga kini menjadi pusat aktivitas budaya Kesultanan Ternate.
5. Alat Musik Khas Maluku Utara
Beberapa alat musik tradisional Maluku Utara antara lain fu, alat musik tiup dari cangkang kerang yang dahulu digunakan sebagai penanda; tifa, gendang kayu yang dimainkan untuk mengiringi tarian adat; serta arababu, alat musik gesek dengan resonator dari tempurung kelapa atau bambu.
Baca Juga: 5 Rumah Makan di Maluku Utara yang Menyajikan Makanan Lezat
6. Pakaian Adat Maluku Utara
Pakaian adat Maluku Utara terdiri atas Manteren Lamo, Kimun Gia, Baju Bangsawan, Baju Koja, dan Baju Rakyat Biasa.
Manteren Lamo merupakan pakaian Sultan, sedangkan Kimun Gia digunakan oleh permaisuri. Baju Bangsawan dikenakan kalangan bangsawan, sementara Baju Koja ditujukan bagi pemuda dan pemudi bangsawan.
Adapun Baju Rakyat Biasa digunakan masyarakat umum dengan desain dan aksesori yang lebih sederhana.
Untuk mendapatkan informasi dan tips liburan yang sesuai kebutuhan, gunakan fitur MaiA di Indonesia Travel.
Destinasi Wisata di Maluku Utara
- Pantai Sulamadaha. Pantai di Ternate dengan air laut yang jernih dan kawasan perairan yang cocok untuk snorkeling.
- Pantai Jikomalamo. Destinasi bahari di Ternate yang menawarkan pasir putih, laut jernih, serta pemandangan pulau-pulau di sekitarnya. Cocok dijadikan spot snorkeling.
- Pulau Dodola. Pulau di Morotai yang dikenal dengan pasir putih dan laut jernih, serta menjadi lokasi untuk snorkeling dan aktivitas bahari.
- Pulau Maitara. Pulau yang berada di antara Ternate dan Tidore dengan panorama laut dan pesisir yang menarik.
- Tanjung Bongo. Destinasi di Halmahera Utara yang memiliki gugusan pulau, perairan jernih, dan lanskap pesisir yang menjadi daya tarik utamanya.
- Gunung Gamalama. Gunung di Ternate yang dapat dicapai sekitar 30 menit dari pusat kota. Dari kawasan puncaknya, Anda dapat melihat perkebunan cengkih dan pala, hutan, serta panorama Pulau Ternate, Halmahera, Tidore, dan laut di sekitarnya.
- Benteng Tolukko. Benteng bersejarah di Ternate Utara yang dibangun Portugis sekitar 1540. Bangunannya berdiri di atas batuan beku dan memiliki ruang bawah tanah, lorong, halaman, serta bangunan utama berbentuk persegi.
Baca Juga: Papeda Ikan Kuah Kuning
Kuliner Khas Maluku Utara
- Papeda. Bubur sagu bertekstur kenyal yang disajikan dengan kuah ikan kuning berbumbu rempah.
- Gohu Ikan. Hidangan ikan tuna atau cakalang segar dengan perasan lemon cui, bawang, garam, dan kenari.
- Gatang Kenari. Kepiting kenari yang dimasak dengan bumbu rempah pedas dan gurih.
- Nasi Lapola. Nasi yang dimasak bersama kacang tolo, kelapa muda, dan garam.
- Kasbi Komplet. Singkong, ubi, atau talas rebus yang disajikan dengan sayur, sambal roa, dan ikan asar.
- Air Guraka. Minuman jahe merah dan gula aren yang dilengkapi taburan kacang kenari.
- Kue Asida. Kue manis kenyal berbahan tepung, gula merah, kayu manis, dan kapulaga.
- Lapis Tidore. Kue tradisional bertekstur lembut dengan rasa manis dan aroma pandan.
- Bagea. Kue kering berbahan sagu dan kenari dengan tekstur renyah.
- Halua Kenari. Camilan kacang kenari yang dilapisi lelehan gula merah.
Maluku Utara menawarkan perpaduan wisata alam, sejarah, budaya, dan kuliner yang dapat Anda eksplorasi dalam satu perjalanan. Yuk, Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel untuk menyusun itinerary berdasarkan destinasi, durasi, anggaran, dan minat perjalanan Anda!
Referensi:
- Pemerintah Provinsi Maluku Utara. https://malutprov.go.id/pages/tentang-maluku-utara
- Kompas. https://www.kompas.com/stori/read/2023/03/21/143518779/suku-suku-di-maluku-utara?page=all#page2
- Tirto. https://tirto.id/profil-provinsi-maluku-utara-sejarah-letak-geografis-dan-peta-gA9a
- Britannica. https://www.britannica.com/place/North-Maluku
- Popmama. https://www.popmama.com/big-kid/6-9-years-old/contoh-tari-tradisional-asal-maluku-yang-menyimpan-banyak-makna-00-cvxmq-tx4lps
- Kompas. https://regional.kompas.com/read/2022/02/06/150726278/tari-tide-tide-dari-maluku-utara-sejarah-gerakan-makna-dan-kostum-penari?page=all
- Portal Budaya Ternate. https://pasiar.ternatekota.go.id/budaya/tarian-soya-soya-1771469672226
- Portal Budaya Ternate. https://pasiar.ternatekota.go.id/budaya/kain-tenun-ternate-1783998380223
- Portal Budaya Ternate. https://pasiar.ternatekota.go.id/budaya/batik-tubo-1783578542046
- Wonderful Ternate. https://wonderful.ternatekota.go.id/destinasi/kedaton-kesultanan-ternate
- Dinas Pariwisata Provinsi Maluku Utara. https://dispar.malutprov.go.id/keunikan-rumah-adat-sasadu-dan-tifa-panjang-suku-sahu-halmahera-barat
- IDN Times. https://www.idntimes.com/life/education/alat-musik-maluku-dan-cara-memainkannya-00-s5z9f-47ggry
- Kompas. https://www.kompas.com/skola/read/2021/05/11/145015469/keunikan-alat-musik-fu-maluku-utara
- Tirto. https://tirto.id/mengenal-arababu-alat-musik-tradisional-ternate-dan-sejarahnya-gAaM
- detikSulsel. https://www.detik.com/sulsel/budaya/d-6702712/mengenal-5-baju-adat-maluku-utara-ciri-khas-dan-penjelasannya
- Tempo. https://www.tempo.co/hiburan/5-rekomendasi-destinasi-wisata-di-maluku-utara-pantai-eksotik-pengisi-liburan-panjang-333914
- Dinas Pendidikan Kabupaten Pulau Morotai. https://wonderful.pulaumorotaikab.go.id/wisata/pulau-dodola
- Kompas. https://regional.kompas.com/read/2023/02/09/203423978/pulau-maitara-legenda-dan-pesona-pulau-di-pecahan-uang-seribu?page=all
- Kompas. https://travel.kompas.com/read/2018/04/18/090100327/pesona-tanjung-bongo-di-halmahera-tak-kalah-dengan-raja-ampat