Apa Itu Museum Sadurengas?
Museum Sadurengas adalah sebuah museum sejarah yang terdaftar dalam sistem Pendaftaran Museum Nasional di Indonesia dan merupakan bagian dari Museum Indonesia. Museum ini terletak di Kabupaten Paser, Kalimantan Timurdan awalnya merupakan istana dari Kesultanan Paser, yakni kediaman para Sultan yang berkuasa di wilayah tersebut.
Bangunan museum merupakan bekas rumah tradisional Sultan Paser, yaitu Aji Tenggara (1844–1873), yang kemudian juga digunakan oleh Sultan Ibrahim Khaliludin pada awal abad ke-20.
Museum Sadurengas bukan hanya sekadar tempat penyimpanan benda bersejarah, tetapi juga pusat edukasi dan pelestarian warisan budaya lokal yang penting untuk generasi sekarang dan mendatang.
Jenis & Tipe Museum
Berdasarkan data resmi Direktorat Jenderal Kebudayaan:
- Jenis Museum: Museum Khusus — yang fokus pada tema sejarah lokal, terutama Kesultanan Paser.
- Tipe Museum: Tipe C — menunjukkan peran museum dalam konteks pendidikan dan referensi sejarah di tingkat regional.
Kategori ini sesuai dengan fungsinya sebagai tempat perlindungan, pengembangan, dan pemanfaatan koleksi sejarah untuk penelitian, pendidikan, dan wisata budaya.
Pengelola & Kepemilikan Museum
Museum Sadurengas dimiliki dan dikelola oleh Pemerintah Kabupaten Paser, sementara pengelola operasionalnya adalah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Paser.
Sebagai lembaga permuseuman yang tercatat secara nasional, pengelola bertanggung jawab atas perawatan bangunan bersejarah, pemeliharaan koleksi, penyusunan pameran, serta pelayanan informasi kepada pengunjung.
Sejarah Museum Sadurengas
Bangunan yang kini menjadi Museum Sadurengas dibangun pertama kali pada masa pemerintahan Sultan Aji Tenggara antara tahun 1844 dan 1873, kemudian menjadi tempat kediaman Sultan berikutnya, Ibrahim Khaliludin, pada awal abad ke-20.
Struktur bangunannya berupa rumah panggung tradisional khas Kalimantan yang dalam bahasa Paser disebut “Kuta Imam Duyu Kina Lenja”, yang berarti “rumah kediaman pemimpin yang bertingkat”.
Bangunan ini diakui sebagai Benda Cagar Budaya Nasional melalui keputusan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan pada tahun 1999 bersama Masjid Nurul Ibadah yang berada di kompleks yang sama.
Dengan pengakuan ini, museum berfungsi sebagai saksi sejarah penting sekaligus tempat pelestarian artefak dan cerita masa lalu Kesultanan Paser.
Koleksi Museum
Museum Sadurengas menyimpan berbagai koleksi museum yang mencerminkan kehidupan budaya dan kerajaan di wilayah Paser, antara lain:
- Artefak peninggalan Kesultanan Paser, seperti alat rumah tangga, alat musik tradisional, dan pakaian kerajaan.
- Tempayan, guci, dan keramik kuno (termasuk tembikar dari era Dinasti Yuan abad ke-12–13).
- Al-Qur’an tulisan tangan dan benda bersejarah lain yang mencerminkan kehidupan sosial dan keagamaan masyarakat saat kerajaan masih berdiri.
Koleksi-koleksi ini disusun di ruang pamer tetap serta ruang pamer temporer, memberikan gambaran utuh mengenai sejarah lokal dan dinamika budaya masyarakat di Kalimantan Timur.
Visi Museum
Visi Museum Sadurengas adalah menjadi sarana wisata edukasi, rekreasi, dan pengembangan kebudayaan Kabupaten Paser yang maju dan berwawasan sejarah.
Melalui fungsi ini, museum ingin menarik minat masyarakat lokal dan pengunjung dari luar daerah untuk memahami lebih dalam tentang sejarah Kesultanan Paser dan budaya masyarakat Kalimantan.
Misi Museum
Untuk mencapai visinya, museum memiliki misi strategis sebagai berikut:
- Mewujudkan museum sebagai sarana edukasi dan rekreasi sejarah bagi masyarakat luas.
- Menjadikan museum sebagai pusat pelestarian dan pengembangan kebudayaan lokal.
- Mengkomunikasikan informasi budaya sebagai sarana interaksi sosial dan semangat persatuan dalam Negara Kesatuan Republik Indonesia.
Misi tersebut sejalan dengan prinsip permuseuman di Indonesia, yakni melindungi, mengembangkan, memanfaatkan, dan mengkomunikasikan koleksi sejarah kepada publik.