MaiA ai-icon

Информация

Tempat Bersejarah di Bandung dan Cerita di Baliknya

Credit foto: Shutterstock/ardiwebs

Bandung tidak hanya menawarkan pemandangan alam yang asri dan kuliner yang lezat. Kota Paris van Java ini juga menyimpan sejuta cerita sejarah yang membentuk perjalanan bangsa Indonesia.

Bagi Anda pencinta wisata edukasi dan budaya, menjelajahi tempat bersejarah di Bandung adalah aktivitas yang wajib dicoba. Berikut adalah rekomendasi destinasi bersejarah yang siap membawa Anda melintasi lorong waktu.

11 Tempat Bersejarah di Bandung

Nikmati keindahan arsitektur klasik sekaligus menyelami peristiwa masa lalu melalui 11 tempat bersejarah berikut ini: 

1. Gedung Sate

Gedung sate adalah salah satu bangunan ikonik di Kota Bandung yang dirancang oleh tim arsitek Hindia Belanda dan mulai dibangun pada 27 Juli 1920. Dipimpin oleh J.Gerber, pembangunan gedung ini selesai pada tahun 1924 dan bertujuan sebagai Gouvernements Bedrijven (Pusat Instansi Pemerintahan) yang mendukung rencana pemindahan ibu kota Hindia Belanda dari Batavia ke Bandung. 

Tidak hanya itu, gedung dengan tusuk sate di atasnya ini juga menjadi catatan perjuangan dari 7 orang pemuda PU (para pemuda/pegawai dari Departemen Pekerjaan Umum) yang gugur mempertahankan bangunan ini dari serangan pasukan Sekutu dan Gurkha (Inggris) pada 3 Desember 1945. 

Alamat: Jl. Diponegoro No.22, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat

2. Gedung Merdeka

Tempat bersejarah di Bandung Gedung Merdeka - Indonesia Travel

 

Credit Foto: Shutterstock/Prambudi Yoga Perdana 

Awalnya, Gedung Merdeka didirikan pada tahun 1895 sebagai tempat berkumpul (Societeit) warga Eropa kelas atas bernama Societeit Concordia. Namun, bangunan ini direnovasi menjadi bergaya Art Deco pada tahun 1921-1926 oleh C.P. Wolff Schoemaker dan kembali direnovasi pada bagian sayap kiri dengan gaya International Style oleh A.F. Aalbers di tahun 1940.

Sejarah besarnya terukir ketika Presiden Soekarno mengubah namanya menjadi Gedung Merdeka dan menggunakannya sebagai lokasi utama pelaksanaan Konferensi Asia Afrika (KAA) pada 18-24 April 1955 dan melahirkan "Dasasila Bandung" atau sepuluh prinsip dasar perdamaian dan kerja sama dunia. 

Alamat: Jl. Asia Afrika No.65, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 

3. Monumen Bandung Lautan Api

Monumen Bandung Lautan Api dibangun untuk mengenang peristiwa bersejarah yang terjadi pada 24 Maret 1946. Saat itu, sekitar 200.000 penduduk Bandung meninggalkan kota menuju wilayah pegunungan di selatan setelah membakar rumah, bangunan, dan berbagai fasilitas penting sebagai bagian dari strategi bumi hangus.

Langkah tersebut diambil berdasarkan keputusan para pemimpin perjuangan dan Tentara Republik Indonesia (TRI) agar Kota Bandung tidak dapat dimanfaatkan sebagai markas maupun basis pertahanan oleh pasukan Sekutu dan Netherlands Indies Civil Administration (NICA). Peristiwa heroik ini kemudian dikenal sebagai Bandung Lautan Api dan menjadi salah satu simbol perjuangan rakyat Indonesia dalam mempertahankan kemerdekaan.

Alamat: Jl. BKR, Ciateul, Kec. Regol, Kota Bandung, Jawa Barat 

4. Museum Konferensi Asia Afrika

Museum Konferensi Asia Afrika (KAA) berada di dalam kompleks Gedung Merdeka. Jika Gedung Merdeka merupakan bangunan bersejarah yang menjadi lokasi utama penyelenggaraan Konferensi Asia Afrika 1955, Museum KAA berfungsi sebagai pusat pelestarian dan dokumentasi warisan konferensi tersebut. Di museum ini, pengunjung dapat mempelajari sejarah KAA melalui berbagai koleksi dokumen, foto, benda bersejarah, hingga arsip yang berkaitan dengan penyelenggaraan konferensi.

Museum KAA resmi dibuka pada 24 April 1980, bertepatan dengan peringatan 25 tahun Konferensi Asia Afrika. Pendirian museum ini diprakarsai oleh Menteri Luar Negeri Prof. Dr. Mochtar Kusumaatmadja sebagai sarana untuk melestarikan serta memperkenalkan nilai-nilai dan sejarah Konferensi Asia Afrika kepada generasi penerus.

Alamat: Jl. Asia Afrika No.65, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 

5. Museum Pos Indonesia

Tempat bersejarah di Bandung Museum Pos Indonesia - Indonesia Travel

 

Credit Foto: Shutterstock/ardiwebs

Museum Pos Indonesia menempati gedung bersejarah yang dirancang oleh arsitek J. Berger dan Leutgeborg serta dibangun pada sekitar 1920, bertepatan dengan pembangunan kawasan Gedung Sate. Pada masa kolonial Belanda, bangunan ini dikenal sebagai Post-, Telegraaf- en Telefoondienst (PTT) dan berfungsi sebagai pusat layanan pos, telegraf, dan telepon di Hindia Belanda.

Setelah Indonesia merdeka, gedung tersebut tetap dimanfaatkan untuk operasional layanan pos sebelum akhirnya diresmikan sebagai Museum Pos Indonesia pada 1983. Kini, museum ini menyimpan berbagai koleksi yang mendokumentasikan perkembangan layanan pos di Indonesia, mulai dari masa VOC, era Hindia Belanda, hingga sistem pos modern.

Alamat: Jl. Cilaki No.73, Citarum, Kec. Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat 

Baca Juga: 15 Aktivitas Petualangan Seru saat Berlibur di Bandung

6. Museum Mandala Wangsit Siliwangi

Tempat bersejarah di Bandung Museum Mandala Wangsit Siliwangi - Indonesia Travel

 

Credit Foto: Shutterstock/ardiwebs

Bangunan berarsitektur kolonial ini didirikan sekitar 1910-1914 dan pada awalnya difungsikan sebagai rumah dinas bagi para perwira militer Hindia Belanda. Saat masa pendudukan Jepang, bangunan tersebut beralih fungsi menjadi markas militer Jepang. Setelah Indonesia merdeka, gedung ini digunakan sebagai markas Divisi Siliwangi, yang kemudian berkembang menjadi Kodam III/Siliwangi.

Untuk melestarikan sejarah perjuangan TNI bersama rakyat Jawa Barat, bangunan ini kemudian diresmikan sebagai Museum Mandala Wangsit Siliwangi pada 23 Mei 1966 oleh Brigadir Jenderal TNI Ibrahim Adjie. Kini, museum tersebut menyimpan berbagai koleksi yang mendokumentasikan perjalanan dan perjuangan Divisi Siliwangi dalam mempertahankan kemerdekaan Indonesia.

Alamat: Jl. Lembong No.38, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 

7. Villa Isola

Villa Isola dibangun pada 1933 berdasarkan rancangan arsitek Belanda Charles Prosper (C.P.) Wolff Schoemaker sebagai kediaman pribadi Dominique Willem Berretty, seorang hartawan Belanda. Bangunan bergaya Art Deco ini kemudian dijual dan sempat menjadi bagian dari Hotel Savoy Homann. Pada masa pendudukan Jepang, Villa Isola juga pernah digunakan sebagai kediaman sementara Jenderal Hitoshi Imamura menjelang Perjanjian Kalijati pada Maret 1942.

Seiring berjalannya waktu, bangunan bersejarah ini beralih fungsi menjadi Gedung IKIP Bandung, yang kini dikenal sebagai Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) dan dimanfaatkan sebagai kantor rektorat.

Alamat: Jl. Dr. Setiabudi No.229, Isola, Kec. Sukasari, Kota Bandung, Jawa Barat 

8. Gedung Indonesia Menggugat

Gedung Indonesia Menggugat didirikan oleh pemerintah kolonial Belanda pada 1907 dan pada awalnya berfungsi sebagai Landraad atau Pengadilan Negeri Bandung pada masa Hindia Belanda. Bangunan ini menjadi saksi salah satu peristiwa penting dalam sejarah perjuangan kemerdekaan Indonesia ketika Ir. Soekarno, bersama Maskoen, Soepriadinata, dan Gatot Mangkoepradja, menjalani persidangan atas aktivitas mereka di Perserikatan Nasional Indonesia (PNI) pada 1930.

Di ruang sidang inilah Bung Karno menyampaikan pidato pembelaan berjudul "Indonesia Menggugat" pada 1 Desember 1930. Pidato tersebut menjadi salah satu tonggak penting pergerakan nasional karena mengkritik praktik kolonialisme dan membangkitkan semangat perjuangan menuju kemerdekaan Indonesia.

Alamat: Jl. Perintis Kemerdekaan No.5, Babakan Ciamis, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 

9. Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat

Monumen Perjuangan Rakyat Jawa Barat berdiri di atas lahan seluas sekitar 72.040 meter persegi dan diresmikan oleh Gubernur Jawa Barat R. Nuriana pada 23 Agustus 1995. Monumen ini dibangun sebagai bentuk penghormatan terhadap perjuangan rakyat Jawa Barat dalam melawan penjajah dan mempertahankan kemerdekaan Indonesia. 

Di dalamnya terdapat berbagai diorama dan koleksi yang mengisahkan perjalanan sejarah perjuangan masyarakat Jawa Barat, mulai dari masa perlawanan terhadap kolonialisme hingga upaya mempertahankan kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia. 

Alamat: Jl. Dipati Ukur No.48, Lebakgede, Kec. Coblong, Kota Bandung, Jawa Barat 

10. Museum Sri Baduga

Cikal bakal Museum Sri Baduga bermula pada 1915 dengan berdirinya Museum Provinciaal Soenda. Seiring perkembangannya, museum ini ditetapkan sebagai Museum Negeri Provinsi Jawa Barat pada 1974 dan menempati gedung baru yang diresmikan pada 1980. 

Nama "Sri Baduga" kemudian disematkan untuk menghormati Sri Baduga Maharaja atau Prabu Siliwangi, Raja Kerajaan Sunda Pajajaran yang memerintah pada akhir abad ke-15 hingga awal abad ke-16.

Hingga kini, Museum Sri Baduga berperan sebagai pusat pelestarian sejarah dan budaya Jawa Barat dengan menyimpan beragam koleksi, mulai dari artefak arkeologi, benda bersejarah, hingga koleksi etnografi yang merepresentasikan kehidupan masyarakat di Jawa Barat.

Alamat: Jl. BKR No.185, Pelindung Hewan, Kec. Astanaanyar, Kota Bandung, Jawa Barat 

11. Tugu Titik 0 Kilometer

Sejarah Titik Nol Kilometer Bandung bermula pada 25 September 1810, ketika Gubernur Jenderal Hindia Belanda Herman Willem Daendels menancapkan tongkat di tepi Sungai Cikapundung sebagai penanda lokasi pembangunan pusat pemerintahan baru. Pada saat itu, Daendels memerintahkan Bupati Bandung R.A. Wiranatakusumah II untuk memindahkan ibu kota Kabupaten Bandung ke kawasan yang dilalui Jalan Raya Pos (Grote Postweg).

Peristiwa tersebut kemudian menjadi tonggak penting dalam sejarah perkembangan Kota Bandung. Kawasan di sekitar titik inilah yang selanjutnya berkembang menjadi pusat pemerintahan, perdagangan, dan aktivitas masyarakat, sehingga kini dikenal sebagai Titik Nol Kilometer Bandung.

Alamat: Jl. Asia Afrika, Braga, Kec. Sumur Bandung, Kota Bandung, Jawa Barat 40111 (Depan Kantor Dinas Bina Marga & Penataan Ruang)

Baca Juga: Cilauteureun, Keindahan Alam yang Sarat Sejarah

Perhatikan Ini Saat Berkunjung ke Tempat Bersejarah

Agar sesi kunjungan Anda ke berbagai destinasi sejarah berjalan lancar dan nyaman, simak beberapa tips penting berikut:

  • Kenakan Pakaian dan Alas Kaki yang Nyaman: Pilih baju berbahan longgar serta sepatu yang ramah untuk berjalan kaki menelusuri area gedung-gedung tua.
  • Gunakan Kamera Tanpa Lampu Kilat: Saat memotret koleksi kuno di dalam museum, pastikan Anda mematikan fitur flash kamera demi menjaga kelestarian benda-benda bersejarah.
  • Cek Jadwal Operasional Destinasi: Sebagian besar museum dan tempat bersejarah tutup pada hari Senin serta hari libur nasional.
  • Datang di Pagi atau Sore Hari: Waktu ini sangat ideal untuk menghindari terik matahari saat Anda menjelajahi area terbuka seperti Taman Sejarah.
  • Sediakan Botol Minum Pribadi: Bawa air minum sendiri untuk dikonsumsi di luar ruang pameran agar tubuh tetap terhidrasi.
  • Lakukan Reservasi Kunjungan Lebih Awal: Beberapa lokasi favorit seperti Museum KAA mengimbau pengunjung untuk mengisi data atau melakukan reservasi online terlebih dahulu.
  • Jaga Kebersihan dan Ketertiban Area: Selalu simpan sampah Anda dan hindari membawa makanan atau minuman ke dalam ruang pameran utama.

Tunggu apalagi? Segera siapkan perjalanan Anda ke Bandung dan luangkan waktu untuk mengunjungi berbagai tempat bersejarah yang menyimpan kisah perjuangan serta perjalanan Kota Kembang dari masa ke masa.

Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel, lalu manfaatkan MaiA, asisten perjalanan berbasis AI dari Indonesia Travel, untuk menemukan rekomendasi destinasi, aktivitas, serta itinerary yang sesuai selama menjelajahi Bandung.

 

Sumber/Referensi: 

  • Pemprov Bandung - https://www.bandung.go.id/sub-profile/1/wisata-gedung-bersejarah
  • Kompas - https://bandung.kompas.com/read/2023/09/28/180606478/10-tempat-bersejarah-di-bandung-dan-cerita-menarik-di-baliknya
  • Museum Konferensi Asia-Afrika - https://mkaa.kemlu.go.id/halaman/Gedung-Merdeka
  • Majalah Tentang Permuseuman - https://repositori.kemendikdasmen.go.id/32528/1/MUSEOGRAFIA%202024.pdf
  • Arsitektur UPI - https://arsitektur.upi.edu/story-of-villa-isola/

INSIGHT

Travel Ideas

5 Budget Shopping Spots in Bandung that Worth Your Trip!

5 Budget Shopping Spots in Bandung that Worth Your Trip!

Go Snapshot Crazy at Bandung’s Amazing Art World

Go Snapshot Crazy at Bandung’s Amazing Art World

Боробудур: главная достопримечательность туризма Индонезии

Боробудур: главная достопримечательность туризма Индонезии