Angklung Gubrag adalah alat musik tradisional yang berasal dari Kampung Cipining, Bogor, Jawa Barat. Alat musik ini terbuat dari bambu dan memiliki bentuk yang unik, dengan ukuran yang lebih besar dari angklung pada umumnya. Angklung Gubrag memiliki nilai sakral dan sering digunakan dalam upacara adat penghormatan Dewi Sri, dewi padi lambang kemakmuran. Penamaan "Gubrag" sendiri berasal dari kata "ngagubrag" yang artinya jatuh secara tiba-tiba, dan memunculkan bunyi yang mengagetkan.
Alat musik ini dianggap mampu memikat Dewi Sri untuk turun ke bumi dan membawa kemakmuran. Salah satu keunikan angklung gubrag adalah ukurannya yang besar dan suaranya yang menggelegar. Selain itu, angklung ini juga memiliki nilai magis yang dipercaya dapat mendatangkan berkah dan kesuburan. Angklung Gubrag sering dimainkan dalam upacara adat, seperti upacara menanam padi, mengangkut padi, dan menempatkan padi ke lumbung. Kesenian ini juga menjadi bagian dari identitas budaya masyarakat Kampung Cipining, yang diwariskan dari generasi ke generasi.