Serangko adalah alat musik tradisional khas Jambi yang terbuat dari tanduk kerbau atau sapi. Alat musik tiup ini dulunya digunakan oleh masyarakat sebagai alat komunikasi, terutama untuk memberi tanda bahaya atau memanggil warga. Suara Serangko yang khas dan nyaring dapat terdengar dari kejauhan, sehingga efektif dalam menyampaikan pesan. Selain itu, Serangko juga dimainkan dalam upacara adat sebagai bagian dari tradisi masyarakat Jambi. Keunikan bentuk dan suaranya menjadikannya warisan budaya yang bernilai tinggi.
Hingga kini, Serangko masih digunakan dalam berbagai acara budaya dan pelestariannya terus dilakukan. Pemerintah daerah dan budayawan setempat aktif mengenalkan alat musik ini kepada generasi muda melalui festival dan pelatihan. Para pengrajin tradisional juga terus membuat Serangko dengan teknik yang diwariskan turun-temurun. Dengan upaya ini, Serangko tetap menjadi simbol budaya Jambi yang patut dijaga dan dilestarikan.