MaiA ai-icon

Informasi

Harmoni Persahabatan Manusia dengan Laut di Desa-desa Wisata Wakatobi

Tahukah Sobat Pesona, bahwa nama Wakatobi sejatinya merupakan akronim dari nama keempat pulau yang ada di sana, yakni Pulau Wangi-Wangi, Pulau Kaledupa, Pulau Tomia, dan Pulau Binongko?

Wisatawan barangkali lebih akrab dengan keindahan Taman Nasional Wakatobi, salah satu destinasi wisata andalan nusantara, yang menjadi rumah bagi beragam biota laut serta koleksi terumbu karang yang luar biasa. Namun tak ada salahnya, Sobat Pesona juga mengunjungi desa-desa nelayan cantik di sana usai berpetualang di wilayah lautnya yang istimewa, seperti Desa Liya Togo, Kulati, Pajam, dan  Tanomeha, yang menjanjikan pesona berbeda akan wisata Wakatobi.

tempat wisata di tangerang

 

Manusia dan Laut yang Saling Menjaga

Bagi Suku Bajo, “Orang Laut” atau “Sea Gipsy” yang mendiami sebagian besar pesisir Wakatobi, laut adalah bagian yang tak terpisahkan dari kehidupan mereka. Sama halnya seperti Suku Bajo, penduduk Wakatobi pun menganggap laut tak sekadar panorama penyejuk mata atau tempat mencari ikan sebagai sumber pangan, melainkan juga sebagai sahabat yang harus terus dijaga dan dicintai. Ketika mengambil ikan pun, para penduduk menggunakan tombak yang tak menghasilkan pencemaran laut. Ikan yang ditangkap pun harus sudah besar untuk mempertahankan keberlangsungan. 

tempat wisata di tangerang

Laut yang jernih, panorama bawah laut yang indah dan terjaga, serta kekayaan biota laut, tentu tak lepas dari peran aktif penduduk setempat dalam memeliharanya.  Laut telah menjadi bagian hidup sedari kecil setiap hari, sehingga kepedulian mereka sangat tinggi, didorong rasa syukur dan tanggung jawab akan karunia alam yang luar biasa istimewa.

tempat wisata di tangerang

Manakala pesona tersebut akhirnya mengundang wisatawan untuk datang, para penduduk pun menyambut dengan tangan terbuka dan keramahan tulusnya.   Namun, meski telah menjadikan tempat tinggalnya sebagai destinasi wisata, para penduduk tidak melupakan nilai luhur yang terkandung dan diwariskan turun-temurun, yakni untuk menjaga alam Wakatobi. Mereka meyakini, eksploitasi lingkungan yang dapat merusak keseimbangan ekosistem, tidak boleh dilakukan.

tempat wisata di tangerang

 

Pejuang Kelestarian Alam

Kesadaran warga menjaga keberlangsungan alam bukan tanpa perjuangan. Dulu, ketika pemakaian pukat harimau dan bahan peledak untuk menangkap ikan tengah marak digunakan, justru nelayan kesulitan mendapatkan ikan di wilayah sekitar pesisir pantai.

Adalah Pak La Asiru, yang kemudian memprakarsai penduduk membuat Bank Ikan di pesisir pantai Desa Kulati. Selain berhenti menggunakan sarana penangkap ikan yang merusak lingkungan, penduduk menyepakati untuk tidak menangkap ikan di sekitar area Bank Ikan di tengah laut pada waktu-waktu tertentu. 

tempat wisata di tangerang

 

Kuliner Lokal yang Diperkaya Makanan Laut

 Salah satu anugerah dari laut yang kaya adalah keberagaman sumber pangan bagi warga sekitarnya. Tak heran, beberapa makanan khas penduduk Wakatobi berasal dari laut. Sebut saja beberapa sajian khas untuk acara adat di Desa Liya Togo. Ada “Kasoami” hidangan dari singkong yang dimakan bersama ikan asap, yang proses pembuatannya dapat dilihat di beberapa rumah sepanjang jalan di desa. Lalu, ada “Salamu” yang terbuat dari ikan pari yang diasap, serta “Kaindolu” atau sate kerang. Sajian-sajian ini begitu nikmat disantap bersama sayur.

tempat wisata di tangerang

 

Carumeng, Kacamata Selam dengan Kearifan Lokal

Bermain di laut, berenang, dan menyelam bagaikan kegiatan sehari-hari warga setempat, bahkan para kanak-kanak. Konon Suku Bajo dikaruniai kemampuan pernafasan istimewa sehingga dapat menyelam  sampai 16 menit tanpa perlengkapan seperti tangki oksigen.

Yang menarik, penduduk bahkan dapat membuat kacamata selam secara manual dengan bahan-bahan sederhana seperti kayu dan kepingan kaca. 

Saat menelusuri desa-desa terapung lokasi hunian Suku Bajo, Sobat Pesona barangkali akan bertemu sosok-sosok pengrajin Carumeng tengah meraut kayu atau merakit kacamata, seperti Pak Baca. Mereka juga menjual benda unik tersebut bagi wisatawan, lho. Harganya sekitar Rp 25.000 saja. 

tempat wisata di tangerang

Sobat Pesona ingin mengukir pengalaman menarik yang tak biasa? Bagaimana kalau coba mengenakan kacamata selam Carumeng ini saat menikmati keindahan laut Wakatobi? Disusul acara bersantai, bercengkerama dengan warga dan bertukar kisah berkenaan persahabatan mereka dengan lautnya seraya menikmati hidangan setempat. Siapa tahu dengan demikian, kita dapat menimba ilmu tentang cara mereka saling menjaga dengan alam.

 

Ingat Sobat Pesona, saat jalan-jalan ke luar rumah, selalu terapkan protokol kesehatan, seperti memakai masker, menjaga kebersihan tangan, dan menjaga jarak. Segerakan vaksinasi booster agar imun kita semakin kuat!

Cari tahu juga informasi tentang pariwisata Indonesia di akun Instagram @pesona.indonesia, Facebook @pesona.indonesia, Twitter @pesonaindonesia, TikTok @pesonaindonesia, Youtube Pesona Indonesia, dan kunjungi website www.indonesia.travel

INSIGHT

Ide Perjalanan

Pinisi

Pinisi

The Big Three: 3 Must-Visit Islands in Labuan Bajo

The Big Three: 3 Must-Visit Islands in Labuan Bajo

5 Spot Sunset Terbaik di Labuan Bajo

5 Spot Sunset Terbaik di Labuan Bajo