Menentukan destinasi liburan di tengah kekayaan alam Indonesia memang sering membuat bingung. Namun, Jika Anda mencari perjalanan yang tidak hanya menyenangkan, ekowisata bisa menjadi pilihan yang bisa dicoba.
Melalui ekowisata, Anda akan diajak menikmati keindahan alam sekaligus berperan dalam upaya pelestarian lingkungan dan pemberdayaan masyarakat lokal. Berikut sejumlah destinasi ekowisata di Indonesia yang dapat menjadi referensi untuk perjalanan Anda.
Apa yang Dimaksud dengan Ekowisata?
Ekowisata adalah kegiatan wisata yang berfokus pada kelestarian alam, edukasi lingkungan, serta pemberdayaan masyarakat lokal. Aktivitasnya dirancang agar berdampak terhadap lingkungan sekaligus memberikan manfaat sosial dan ekonomi bagi warga sekitar.
Berbeda dengan agrowisata yang hanya berfokus pada aktivitas pertanian dan perkebunan, ekowisata memiliki cakupan lebih luas. Ekowisata mencakup hutan, laut, taman nasional, hingga kawasan konservasi, dengan pendekatan pelestarian sebagai nilai utamanya.
10 Destinasi Ekowisata di Indonesia
Berikut pilihan destinasi ekowisata di Indonesia yang layak Anda pertimbangkan untuk perjalanan berbasis alam.
1. Tangkahan, Sumatera Utara
Tangkahan dikenal sebagai "The Hidden Paradise" yang menyatu dengan hutan hujan Sumatera. Di sini, Anda bisa trekking, mencoba river tubing, hingga mengamati satwa liar di habitat aslinya. Untuk menuju lokasi, Anda bisa menempuh perjalanan dari Medan melalui Binjai dan Langkat.
Harga Tiket Masuk:
- Wisatawan Domestik: Rp5.000 (Senin-Sabtu) dan Rp7.500 (Minggu dan Libur Nasional)
- Wisatawan Mancanegara: Rp150.000 (Senin-Sabtu) dan Rp225.000 (Minggu dan Libur Nasional)
Jam Operasional: Setiap hari, 08.30-16.30 WIB.
2. Taman Nasional Tanjung Puting, Kalimantan Tengah
Di ekowisata Tanjung Puting Anda dapat menyusuri sungai dengan perahu klotok sambil mengamati orangutan di habitat aslinya. Perjalanan dimulai dari Pangkalan Bun menuju Kumai, lalu dilanjutkan melalui jalur sungai masuk ke jantung hutan.
Harga Tiket Masuk (Per Orang/Hari):
- Wisatawan Domestik: Rp50.000
- Wisatawan Mancanegara: Rp250.000
- Pelajar/Mahasiswa (Min. 5 orang): Rp25.000
- Catatan: Harga dapat berubah pada hari libur, hari raya atau cuti bersama.
Jam Operasional: Setiap hari, 06.00-21.00 WIB.
3. Taman Nasional Komodo, Nusa Tenggara Timur
Ekowisata yang satu ini memadukan pemandangan pulau kering, laut jernih, dan satwa purba Komodo. Aktivitas populer yang bisa Anda lakukan di sini meliputi trekking, snorkeling, hingga observasi komodo bersama pemandu resmi (ranger). Untuk menuju ke Taman Nasional Komodo, dapat melalui akses utama Labuan Bajo menggunakan speedboat untuk perjalanan singkat atau kapal wisata seperti phinisi jika ingin menikmati pengalaman berlayar lebih lama
Harga Tiket Masuk (Per Orang/Hari):
- Wisatawan Domestik: Rp50.000-Rp75.000
- Pelajar/Mahasiswa Domestik: Rp25.000-Rp37.500
- Wisatawan Mancanegara: Rp250.000
Jam Operasional: Setiap hari, 06.00-18.00 WITA.
4. Taman Nasional Way Kambas, Lampung
Way Kambas merupakan pusat edukasi konservasi gajah tertua di Indonesia. Anda dapat mengikuti program edukatif, melihat proses perawatan gajah secara langsung, hingga melakukan safari konservasi. Lokasinya dapat Anda jangkau dari Bandar Lampung menuju Labuhan Ratu.
Harga Tiket Masuk:
- Wisatawan Domestik: Mulai dari Rp5.000-Rp7.500.
- Wisatawan Mancanegara:Mulai dari Rp150.000.
Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-18.00 WIB.
5. Raja Ampat, Papua Barat
Raja Ampat merupakan simbol ekowisata laut kelas dunia dengan keanekaragaman hayati yang dimilikinya. Aktivitas yang bisa Anda lakukan di sini meliputi diving, snorkeling, dan island hopping. Saat mengunjungi Raja Ampat, Anda diwajibkan memiliki kartu izin masuk kawasan konservasi sebagai bentuk kontribusi menjaga alam.
Tarif Layanan Lingkungan (PIN):
- Wisatawan Domestik: Sekitar Rp500.000 (WNI).
- Wisatawan Mancanegara: Sekitar Rp1.000.000 (WNA).
- Catatan: Kartu ini berlaku selama satu tahun.
Jam Operasional: Kawasan terbuka 24 jam, namun operasional kapal dan loket pukul 08.00-17.00 WIT.
Baca Juga: Jelajahi Papua Barat Daya: Budaya, Alam & Petualangan
6. Kawah Ijen, Jawa Timur
Ekowisata Kawah Ijen identik dengan pendakian dini hari untuk menyaksikan blue fire. Selain trekking, kawasan ini juga populer untuk fotografi alam. Akses utama menuju kesini adalah melalui Banyuwangi menuju Paltuding.
Harga Tiket Masuk:
- Wisatawan Domestik: Rp5.000-Rp7.500.
- Wisatawan Mancanegara: Rp100.000-Rp150.000.
Jam Operasional: 02.00-12.00 WIB (Pendakian dimulai dini hari).
7. Taman Nasional Gunung Leuser, Aceh
Ekowisata yang satu ini menawarkan Anda pengalaman ekowisata berbasis hutan tropis yang masih sangat alami. Anda bisa melakukan aktivitas seperti jungle trekking dan melihat orangutan yang ada di Taman Nasional Gunung Leuser. Untuk menuju ke sini Anda bisa melalui Bukit Lawang atau Ketambe.
Harga Tiket Masuk:
- Wisatawan Domestik: Rp5.000-Rp7.500.
- Wisatawan Mancanegara: Rp150.000.
Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-17.00 WIB (Tergantung paket jalur trekking).
8. Nusa Penida, Bali
Mungkin tidak banyak yang tahu, bahwa ternyata Nusa Penida juga termasuk ke dalam ekowisata yang di Indonesia. Nusa Penida menyuguhkan kombinasi tebing dramatis dan perairan jernih yang eksotis.
Adapun aktivitas yang bisa Anda lakukan di sini meliputi snorkeling untuk melihat Manta Ray hingga menjelajah pantai-pantai ikonik seperti Kelingking Beach. Pulau ini bisa diakses dengan fast boat dari Pelabuhan Sanur.
Harga Tiket:
- Dewasa: Rp25.000.
- Anak: Rp15.000.
Jam Operasional: Kawasan terbuka 24 jam (Disarankan pukul 06.0-18.00 WITA).
9. Taman Nasional Bunaken, Sulawesi Utara
Sebagai salah satu destinasi ekowisata laut tertua, Bunaken dikenal dengan dinding karang raksasanya. Diving dan snorkeling menjadi aktivitas utama di kawasan ini dengan akses kapal melalui Kota Manado.
Harga Tiket Masuk:
- Wisatawan Domestik: Rp5.000.
- Wisatawan Mancanegara: Rp150.000.
Jam Operasional: Setiap hari, 08.00-18.00 WITA.
10. Desa Wisata Tembi, DI Yogyakarta
Ekowisata yang satu ini merupakan ekowisata yang berbasis budaya dan kehidupan pedesaan yang asri. Anda bisa menginap di homestay arsitektur Jawa, mengikuti kegiatan warga desa seperti membajak sawah, serta belajar membuat kerajinan tradisional..
Harga Tiket: Gratis masuk kawasan desa. Biaya hanya untuk paket aktivitas (mulai dari Rp20.000-Rp150.000).
Jam Operasional: Kawasan desa 24 jam (Aktivitas wisata pukul 08.00-17.00 WIB)
Tunggu apalagi? Yuk, segera rencanakan perjalanan ekowisata Anda ke berbagai destinasi alam Indonesia dengan AI Plan Your Trip untuk mendapatkan itinerary yang sesuai minat, waktu, dan gaya perjalanan.
Jika Anda membutuhkan rekomendasi seputar aktivitas menarik, jalur terbaik, atau tips berkunjung ke kawasan konservasi, MaiA juga siap membantu agar perjalanan semakin terencana dengan apik.