Image Contributor: Ari_Achmad Rizal/imageBROKER/Shutterstock
Indonesia menempati peringkat ketujuh penghasil teh terbesar di dunia, dengan produksi berkisar 123.000-147.000 ton per tahun berdasarkan data FAO dan International Tea Committee. Mayoritas produksinya berupa teh hitam, terpusat di Sumatera dan Jawa.
Banyak kebun teh peninggalan kolonial Belanda kini juga berfungsi sebagai kawasan agrowisata. Berikut tujuh kebun teh di Indonesia yang bisa Anda kunjungi untuk merasakan liburan yang tak biasa.
1. Kebun Teh Sidamanik, Simalungun, Sumatera Utara
Kebun Teh Sidamanik, dikenal juga sebagai Kebun Teh Bah Butong, berada di Jalan Pematang Purba-Parapat, Desa Ambarisan, Kecamatan Sidamanik, Kabupaten Simalungun, Sumatera Utara, sekitar 24-27 kilometer dari pusat Kota Pematangsiantar.
Perkebunan ini dibuka oleh Nederlandsche Handel-Maatschappij (NV.NHM) pada 1917 dan tercatat sebagai perkebunan teh pertama di luar Pulau Jawa. Kini, Kebun Teh Sidamanik dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara IV (PTPN IV), dengan luas areal dilaporkan sekitar 8.373 hektare.
Produk utama di kebun teh ini adalah teh hitam, yang sebagian diekspor ke Singapura, Malaysia, dan Eropa. Tak hanya sekadar kebun teh, di sekitar kawasan ini juga terdapat Air Terjun Bah Biak setinggi sekitar 12 meter, yang bisa Anda kunjungi dengan jarak sekitar 20 menit berkendara dari lokasi.
Harga Tiket
Jika tertarik berkunjung, harga tiket masuk ke kebun teh ini untuk kendaraan roda dua sekitar Rp 5.000, roda empat sekitar Rp 10.000, dan wisata foto berkostum pemetik teh sekitar Rp 5.000 per orang.
2. Kebun Teh Kayu Aro, Kerinci, Jambi
Kebun Teh Kayu Aro berada di kaki Gunung Kerinci, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Provinsi Jambi (bukan Sumatera Barat).
Didirikan oleh perusahaan Belanda NV Handel Vereeniging Amsterdam (NV.HVA) pada 1925, kebun ini termasuk perkebunan teh tertua di Indonesia. Luas areanya dilaporkan bervariasi, dari sekitar 2.500 hingga lebih dari 3.000 hektare, pada ketinggian sekitar 1.600 meter di atas permukaan laut, dan menjadi salah satu kebun teh tertinggi di dunia setelah Darjeeling, India.
Sejak 1959, pengelolaan Kebun Teh Kayu Aro berada di bawah PT Perkebunan Nusantara VI (PTPN VI), dengan produk utama teh ortodoks (teh hitam) berkualitas ekspor. Wisatawan dapat menyaksikan langsung proses pemetikan dan pengolahan daun teh, saat berkunjung ke destinasi ini
Harga Tiket
Harga tiket masuk ke Kebun Teh Kayu Aro berkisar Rp 5.000 hingga Rp 15.000 per orang, dengan jam operasional mulai pukul 08.00-17.00 WIB.
Baca juga: Kebun Teh Kayu Aro
3. Perkebunan Teh Gunung Mas, Puncak, Bogor, Jawa Barat
Perkebunan Teh Gunung Mas berada di Jalan Raya Puncak KM 87, Desa Tugu Selatan, Kecamatan Cisarua, Kabupaten Bogor. Kebun teh ini dapat ditempuh sekitar 1,5-2 jam dari Jakarta.
Didirikan pada 1910 oleh perusahaan Prancis, perkebunan ini berganti pengelola beberapa kali sebelum dinasionalisasi pada 1958. Kini, Kebun Teh Gunung Mas dikelola oleh PT Perkebunan Nusantara VIII (PTPN VIII), dengan luas hak guna usaha sekitar 1.623 hektare pada ketinggian 800-1.200 mdpl.
Banyak aktivitas yang tersedia di kebun teh ini, seperti tea walk sepanjang 4-8 kilometer, kunjungan pabrik teh, dan tea bridge. Anda juga bisa bermain wahana flying fox, ATV, dan rainbow slide.
Harga Tiket
Harga masuk ke kawasan Kebun Teh Gunung Mas dibanderol sekitar Rp 15.500 per orang pada hari biasa, dan Rp 20.000 pada akhir pekan. Ada juga biaya tambahan untuk wahana seperti tea bridge sekitar Rp 10.000, dan rainbow slide sekitar Rp 25.000 hingga Rp 35.000.
4. Perkebunan Teh Rancabali, Ciwidey, Bandung, Jawa Barat
Perkebunan Teh Rancabali terletak di Patengan, Kecamatan Rancabali, Kabupaten Bandung, sekitar 2 jam berkendara dari pusat Kota Bandung.
Beroperasi sejak 1870 pada masa kolonial Belanda, kebun teh ini kini dikelola PT Perkebunan Nusantara VIII di bawah Pabrik Teh Walini. Luas arealnya dilaporkan sekitar 3.500-an hektare pada ketinggian 1.400-1.900 mdpl.
Kawasan ini berdekatan dengan Kawah Putih dan Situ Patenggang, serta menawarkan aktivitas tea walk dan kunjungan edukasi ke pabrik teh.
Harga Tiket
Sebagian besar area tidak memungut biaya masuk, kecuali kunjungan ke pabrik teh yang dibanderol sekitar Rp5.000 per orang. Terdapat biaya parkir sekitar Rp 5.000 untuk motor, dan Rp 10.000 untuk mobil.
5. Kebun Teh Nglinggo, Kulon Progo, Yogyakarta
Kebun Teh Nglinggo berada di Dusun Nglinggo, Desa Pagerharjo, Kecamatan Samigaluh, Kabupaten Kulon Progo, sekitar 1,5 jam dari pusat Kota Yogyakarta.
Merupakan satu-satunya perkebunan teh di Yogyakarta, Kebun Teh Nglinggo terletak di lereng Pegunungan Menoreh dan berbatasan dengan Kabupaten Magelang, serta Purworejo. Luas arealnya dilaporkan sekitar 136 hektare, dikelola bersama masyarakat setempat sebagai bagian dari Desa Wisata Nglinggo.
Wisatawan dapat trekking ke Bukit Ngisis yang berbatasan langsung dengan area kebun, mengamati pemetikan teh, dan mencicipi produk teh olahan lokal.
Harga Tiket
Tiket masuk ke kebun teh ini berkisar Rp 3.000-Rp 10.000 per orang. Adapun kawasan ini dibuka 24 jam setiap hari.
6. Kebun Teh Kemuning, Karanganyar, Jawa Tengah
Kebun Teh Kemuning berada di Sumbersari, Desa Kemuning, Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar. Terletak di kaki Gunung Lawu, Anda bisa berkunjung ke kebun teh ini dengan jarak sekitar satu jam berkendara dari Kota Solo.
Perkebunan ini telah ada sejak masa kolonial Belanda, dan berada pada ketinggian sekitar 800-1.540 mdpl. Luas areanya dilaporkan bervariasi antar sumber, dari ratusan hingga sekitar 1.500 hektare. Kawasan ini berdekatan dengan Bukit Teletubbies dan menawarkan spot foto, seperti area kincir angin, serta aktivitas jip, ATV, paralayang, flying fox, dan paintball.
Harga Tiket
Kawasan utama tidak memungut biaya masuk (gratis), sementara wahana tambahan seperti flying fox sekitar Rp 10.000 per orang, dan sewa mobil jip berkisar Rp 350.000-Rp 1.500.000, tergantung rute dan waktu kunjungan.
7. Kebun Teh Wonosari, Lawang, Malang, Jawa Timur
Kebun Teh Wonosari berada di Bodean Putuk, Desa Toyomarto, Kecamatan Singosari, Kabupaten Malang, sekitar 8 kilometer dari pintu keluar Tol Lawang dan 20-26 kilometer dari pusat Kota Malang, di lereng Gunung Arjuno.
Merupakan peninggalan kolonial Belanda, kebun teh ini kini dikelola PT Perkebunan Nusantara XII. Luas arealnya dilaporkan bervariasi, dari sekitar 528 hingga lebih dari 1.000 hektare, pada ketinggian 950-1.250 mdpl. Fasilitasnya meliputi kolam renang, jalur sepeda gunung dan trail, wahana outbound, kereta wisata keliling kebun, serta penginapan di sekitar area.
Harga Tiket
Tiket masuk berkisar Rp 8.000-Rp 20.000 per orang, umumnya lebih tinggi pada akhir pekan dibandingkan hari biasa.
Sebagian besar kebun teh di atas dikelola oleh badan usaha milik negara PT Perkebunan Nusantara (PTPN), yang membawahi berbagai unit usaha perkebunan teh peninggalan kolonial di seluruh Indonesia. Sejumlah kawasan juga turut menyediakan fasilitas pendukung, seperti area kemah, penginapan, dan kedai lokal yang menyajikan produk olahan teh dari kebun setempat.
Kebun teh di Indonesia menawarkan pengalaman wisata yang menarik, mulai dari menikmati hamparan perkebunan hijau hingga merasakan suasana sejuk di berbagai daerah. Jika Anda ingin menjelajahi kebun teh dan destinasi wisata alam lainnya, manfaatkan AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary sesuai durasi dan preferensi perjalanan. Informasi mengenai lokasi, akses, waktu terbaik berkunjung, hingga rekomendasi destinasi wisata juga dapat ditanyakan kepada MaiA, sehingga perjalanan Anda semakin nyaman dan berkesan.
Referensi:
https://bpodt.kemenpar.go.id/ke-sidamanik-memetik-teh-sembari-piknik/
https://wisatapuncakbogor.id/harga-tiket-masuk-gunung-mas-puncak/
https://www.tempo.co/hiburan/kebun-teh-rancabali-bandung-harga-tiket-lokasi-dan-daya-tariknya-10031
https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/kebun-teh-kemuning-karanganyar-acc/356126