Image Contributor: Sumaterra Aerial/Shutterstock
Masjid Raya Baiturrahman merupakan salah satu landmark utama Kota Banda Aceh, Provinsi Aceh. Masjid ini berfungsi sebagai tempat ibadah sekaligus memiliki nilai sejarah, budaya, dan sosial yang kuat bagi masyarakat Aceh. Lokasinya berada di pusat Kota Banda Aceh, sehingga menjadi salah satu tujuan wisata religi dan budaya yang mudah diakses.
Bangunan yang berdiri saat ini memiliki karakter arsitektur bergaya Mughal dengan kubah berwarna hitam, menara, halaman luas, serta ornamen interior berciri Islami. Kompleks masjid juga mengalami beberapa pengembangan untuk meningkatkan kapasitas dan kenyamanan jamaah.
Masjid ini memiliki kedudukan penting dalam sejarah Aceh, termasuk sebagai simbol masyarakat Aceh pada masa konflik kolonial dan sebagai salah satu bangunan yang tetap berdiri ketika tsunami 26 Desember 2004 melanda Banda Aceh.
Sejarah Masjid Raya Baiturrahman
Masa Kesultanan Aceh
Asal-usul Masjid Raya Baiturrahman dikaitkan dengan masa Kesultanan Aceh Darussalam. Sejumlah sumber menyebut masjid awal telah ada sejak masa pemerintahan Sultan Iskandar Muda sekitar tahun 1612. Namun, terdapat pula catatan yang mengaitkan pendirian awalnya dengan masa pemerintahan Sultan Alauddin Riayat Syah.
Perbedaan catatan tersebut menunjukkan bahwa sejarah awal masjid tidak sepenuhnya memiliki satu versi kronologi. Yang lebih dapat dipastikan adalah keberadaan masjid ini telah berkaitan dengan pusat pemerintahan dan kehidupan keagamaan Aceh sejak masa kesultanan.
Pembangunan Kembali pada Masa Kolonial
Bangunan masjid lama mengalami kehancuran akibat kebakaran pada masa Perang Aceh pada 1873. Pemerintah kolonial Belanda kemudian membangun kembali Masjid Baiturrahman pada 1879 dan pembangunannya selesai pada 1881.
Bangunan hasil pembangunan kembali tersebut menjadi dasar dari struktur Masjid Raya Baiturrahman yang kemudian mengalami beberapa perluasan dan renovasi. Penambahan kubah dan menara dilakukan secara bertahap, antara lain pada 1935, 1958, dan 1982.
Daya Tarik dan Arsitektur
Gaya Arsitektur Mughal
Ciri visual utama Masjid Raya Baiturrahman adalah penggunaan elemen arsitektur yang dipengaruhi gaya Mughal. Bentuk kubah, lengkungan, menara, dan penggunaan warna putih pada bangunan menjadi karakter yang mudah dikenali.
Indonesia Travel mencatat bahwa masjid ini memiliki tujuh kubah, empat menara, dan satu menara utama. Sumber lain dari Majelis Adat Aceh menyebut keseluruhan kompleks memiliki tujuh kubah dan delapan menara. Perbedaan pencatatan tersebut berkaitan dengan cara menghitung struktur menara dalam kompleks.
Halaman dan Payung Raksasa
Salah satu elemen modern yang menjadi ciri kompleks masjid adalah payung berukuran besar di halaman. Fasilitas tersebut dikembangkan melalui proyek penataan kawasan yang dimulai pada 2015 dan diresmikan pada 2017. Desain payungnya terinspirasi dari payung pelindung di area Masjid Nabawi, Madinah.
Halaman yang luas berfungsi sebagai ruang tambahan bagi jamaah, terutama ketika jumlah peserta ibadah meningkat pada kegiatan keagamaan tertentu.
Masjid Raya Baiturrahman dan Tsunami 2004
Salah satu bagian penting dalam sejarah modern masjid adalah perannya saat gempa bumi dan tsunami 26 Desember 2004.
Ketika sebagian besar kawasan Banda Aceh mengalami kerusakan berat, struktur Masjid Raya Baiturrahman tetap berdiri dengan kerusakan relatif terbatas. Masjid juga digunakan sebagai tempat berkumpul sementara bagi masyarakat yang selamat dari bencana.
Peristiwa tersebut kemudian memperkuat posisi masjid sebagai simbol ketahanan masyarakat Aceh. Makna ini tidak hanya berkaitan dengan kondisi fisik bangunan, tetapi juga dengan fungsi masjid sebagai ruang perlindungan dan berkumpul pada masa krisis.
Makna dan Fungsi bagi Masyarakat Aceh
Masjid Raya Baiturrahman memiliki fungsi utama sebagai tempat ibadah umat Islam. Selain itu, masjid juga berperan dalam berbagai kegiatan keagamaan dan sosial masyarakat.
Dalam konteks sejarah Aceh, keberadaan masjid berkaitan erat dengan perkembangan Islam, identitas masyarakat, serta perjalanan Kesultanan Aceh. Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Aceh juga mengkategorikannya sebagai bangunan cagar budaya dan pusat peribadatan utama di Provinsi Aceh.
Karena itu, nilai Masjid Raya Baiturrahman tidak hanya terletak pada bentuk arsitekturnya, tetapi juga pada kesinambungan fungsi keagamaannya dan kedudukannya dalam sejarah Aceh.
Baca Juga: 10 Hal Seru yang Bisa Dilakukan di Aceh
Informasi Kunjungan
Masjid Raya Baiturrahman berada di:
Jl. Muhammad Jam No. 1, Kampung Baru, Kecamatan Baiturrahman, Kota Banda Aceh, Aceh.
Sebagai tempat ibadah yang aktif, waktu kunjungan perlu disesuaikan dengan jadwal salat dan kegiatan keagamaan. Ketentuan akses ke area tertentu juga dapat berubah sesuai kondisi dan agenda masjid.
Wisatawan sebaiknya menggunakan pakaian yang sopan, menjaga ketenangan, tidak mengganggu jamaah, dan mengikuti aturan yang ditetapkan pengelola. Fotografi sebaiknya dilakukan dengan tetap menghormati aktivitas ibadah.
Cara Menuju Masjid Raya Baiturrahman
Karena berada di pusat Banda Aceh, masjid relatif mudah dijangkau dari berbagai kawasan kota menggunakan kendaraan pribadi, taksi, maupun transportasi daring.
Lokasinya juga dapat dimasukkan dalam rute wisata sejarah Banda Aceh bersama Museum Tsunami Aceh dan sejumlah situs bersejarah lain di pusat kota. Museum Tsunami berjarak sekitar 11 menit berjalan kaki dari masjid menurut informasi resmi pengelola museum.
Tips Berkunjung
- Kenakan pakaian yang sopan dan sesuai dengan lingkungan tempat ibadah.
- Hindari berbicara keras di area jamaah.
- Perhatikan waktu salat dan kegiatan keagamaan sebelum berkunjung.
- Jangan memasuki area yang dibatasi untuk wisatawan.
- Mintalah izin atau ikuti aturan sebelum mengambil foto di area tertentu.
- Jika ingin memahami konteks sejarahnya secara lebih lengkap, kunjungi Museum Tsunami Aceh yang berada tidak jauh dari kompleks masjid.
Perencanaan Perjalanan
AI Plan Your Trip dapat membantu menyusun itinerary Banda Aceh yang dipersonalisasi berdasarkan durasi, minat, dan preferensi perjalanan.
Sementara itu, MaiA dapat menjawab pertanyaan perjalanan, memberikan rekomendasi destinasi, serta menyediakan informasi dan tips perjalanan sesuai kebutuhan.
Referensi
- https://disbudpar.acehprov.go.id/berita/kategori/artikel/masjid-raya-baiturrahman-ikon-sejarah-simbol-ketahanan-dan-pusat-peradaban-islam-di-aceh
- https://museumtsunami.acehprov.go.id/halaman/sejarah-museum-tsunami-aceh
- https://maa.acehprov.go.id/berita/kategori/pusaka-dan-khasanah-aceh/meuseujid-bayturrahman-koeta-radja