Pura Lempuyang adalah salah satu pura sakral di Bali yang terletak di kawasan Gunung Lempuyang, Karangasem. Pura ini dikenal sebagai “Gate of Heaven” dengan gerbang ikonik berlatar Gunung Agung. Untuk mencapai pura utama, Anda perlu melewati sekitar 1.700 anak tangga, sehingga kunjungan ke tempat ini juga membutuhkan kondisi fisik yang cukup baik.
Mengenal Pura Lempuyang
Pura Luhur Lempuyang berada di kawasan pegunungan Gunung Lempuyang dan menjadi salah satu pura penting bagi umat Hindu Bali.
Untuk mencapai pura utama di puncak, pengunjung perlu melewati sekitar 1.700 anak tangga dengan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam.
Pura ini termasuk dalam jajaran pura penjuru mata angin yang dipercaya melindungi Bali dari pengaruh negatif.
Pura Lempuyang juga menjadi bagian dari Sad Kahyangan Jagat, enam pura utama yang memiliki kedudukan penting dalam keagamaan Hindu Bali.
Sejarah Pura Lempuyang
Nama Lempuyang memiliki beberapa penafsiran. Kata lempuyang berasal dari lampu yang berarti sinar dan hyang yang merujuk kepada Tuhan. Maknanya berkaitan dengan sinar suci Tuhan yang menerangi.
Pura ini diperkirakan telah berdiri sejak abad ke-11 atas perintah Mpu Kuturan atau Jayasakti. Pura Lempuyang dibangun di lereng Gunung Lempuyang sebagai tempat pemujaan Hyang Gni Jaya atau Dewa Iswara.
Baca Juga: Pura Luhur Uluwatu, Spot Sunset dan Tari Kecak Favorit
Makna dan Filosofi Pura Lempuyang
Gunung Lempuyang, yang juga dikenal sebagai puncak Bukit Bisbis, berada di Kabupaten Karangasem. Pura Luhur Lempuyang yang terletak di kawasan ini merupakan salah satu pura tua dan memiliki kedudukan penting dalam sistem keagamaan Hindu Bali.
Pura Luhur Lempuyang termasuk Catur Loka Pala, yaitu empat pura yang dipercaya menjaga keseimbangan dan keamanan Bali berdasarkan arah mata angin.
Keempatnya meliputi Pura Luhur Lempuyang di timur, Pura Luhur Batukaru di barat, Pura Puncak Mangu di utara, dan Pura Andakasa di selatan.
Selain itu, pura ini merupakan bagian dari Sad Kahyangan Jagat, enam tempat suci yang menjadi pilar spiritual Pulau Bali. Hingga kini, umat Hindu datang untuk bersembahyang, memohon tirta, dan melaksanakan upacara keagamaan seperti Meajar-ajar.
Karena fungsinya sebagai tempat suci, Anda dapat menjumpai umat Hindu yang melakukan persembahyangan saat berada di kawasan Gunung Lempuyang.
Pengunjung perlu menjaga sikap, mengikuti aturan pura, dan menghormati aktivitas keagamaan yang berlangsung.
Daya Tarik Pura Lempuyang
Pura Lempuyang memiliki sejumlah daya tarik, mulai dari lokasi di dataran tinggi hingga kompleks pura dan gerbang ikoniknya.
1. Berada di Puncak Gunung
Pura Lempuyang Luhur berada di kawasan Gunung Lempuyang atau puncak Bukit Bisbis. Kompleksnya terdiri dari tujuh pura yang tersebar di kawasan pegunungan.
Jika Anda tidak ingin mendaki hingga puncak, Pura Penataran Agung Lempuyang dapat menjadi pilihan karena berada di lereng gunung.
2. Mendaki 1.700 Anak Tangga
Perjalanan menuju pura utama membutuhkan sekitar 1.700 anak tangga yang melewati beberapa pura dan kawasan hutan.
Trek ini membutuhkan stamina yang cukup, dengan waktu tempuh sekitar 1,5-2 jam tergantung kondisi fisik dan kecepatan berjalan.
3. Gerbang Langit atau Gate of Heaven
Pura Penataran Agung Lempuyang memiliki gerbang ikonik yang dikenal sebagai Gate of Heaven.
Gerbang ini menghadap Gunung Agung dan menjadi salah satu titik foto yang banyak dikunjungi. Waktu kunjungan pagi saat cuaca cerah dapat memberikan visibilitas Gunung Agung yang lebih baik.
4. Panorama Gunung dan Hutan
Kawasan Lempuyang dikelilingi hutan tropis, perbukitan, dan lembah. Dari area tertentu, Anda juga dapat melihat Gunung Agung dan laut di kejauhan saat cuaca cerah.
Suhu udara di kawasan yang lebih tinggi cenderung sejuk dibandingkan wilayah pesisir Bali.
5. Tiga Zona Pura
Kompleks pura terbagi menjadi tiga zona berdasarkan konsep Tri Mandala, yaitu Jaba Pisan atau Jaba Pura, Jaba Tengah, dan Jeroan atau Utama Mandala.
Setiap zona memiliki fungsi dan tingkat kesakralan yang berbeda dalam tata ruang pura Bali.
Baca Juga: 11 Pura Bali yang Wajib Dikunjungi dan Cara Menuju Lokasinya
Tips Berkunjung ke Pura Lempuyang
- Datang pagi: Berkunjung sebelum pukul 07.00 WITA dapat membantu menghindari antrean, terutama di area gerbang.
- Gunakan shuttle: Jika tidak ingin berjalan kaki hingga area tertentu, tersedia layanan shuttle dengan tarif sekitar Rp50.000.
- Bawa bekal: Siapkan air minum dan camilan karena perjalanan menuju kawasan atas dapat berlangsung 2-3 jam.
- Hindari makanan berbahan babi: Pengunjung tidak diperbolehkan membawa atau mengonsumsi makanan yang mengandung daging babi di area pura.
- Gunakan pakaian sopan: Menggunakan pakaian yang menutup bahu dan lutut. Kenakan sarung dan selendang serta hindari pakaian terbuka saat memasuki kawasan pura.
- Perhatikan jadwal upacara: Beberapa area dapat ditutup sementara saat upacara keagamaan. Musim kemarau sekitar April-Oktober umumnya menawarkan kondisi cuaca yang lebih mendukung untuk aktivitas luar ruang.
- Jaga ucapan: Pengunjung diimbau tidak mengeluh atau mengucapkan kata-kata negatif selama perjalanan menuju pura sebagai bentuk penghormatan terhadap kesakralan kawasan.
- Perhatikan ketentuan kesucian: Wanita yang sedang menstruasi, orang yang sedang dalam masa duka (cuntaka), anak yang belum tanggal gigi, dan wanita menyusui tidak diperkenankan memasuki area pura utama sesuai ketentuan setempat.
Cari informasi mengenai berbagai pura di Bali dan tips perjalanan lainnya dengan menggunakan fitur MaiA.
Lokasi dan Cara Menuju Pura Lempuyang
Pura Lempuyang berada di Desa Adat Purwayu, Kecamatan Abang, Kabupaten Karangasem, Bali.
Dari Denpasar, perjalanan dapat ditempuh sekitar 2 jam melalui kawasan Candi Dasa menuju Amlapura.
Alternatif lainnya adalah melalui Kecamatan Selat dari arah Semarapura dengan rute menuju Besakih.
Jam Operasional dan Harga Tiket Pura Lempuyang
Kunjungan ke kawasan Pura Lempuyang dikenakan biaya masuk dengan tarif:
- Wisatawan domestik: Rp50.000 per orang
- Wisatawan mancanegara: Rp100.000 per orang
- Parkir mobil: Rp10.000
- Parkir sepeda motor: Rp5.000
Pura Lempuyang dapat menjadi pilihan bagi Anda yang ingin mengenal lebih jauh wisata religi dan budaya Bali, sekaligus menikmati lanskap Gunung Lempuyang. Sebelum berkunjung, pastikan Anda memahami aturan dan menjaga sikap selama berada di kawasan suci.
Untuk mempermudah perjalanan, Anda dapat menyusun itinerary sesuai kebutuhan melalui fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel!
Referensi:
- Sistem Informasi Wilayah dan Tata Ruang Bali. https://tarubali.baliprov.go.id/padmabhuwana-sebagai-simbol-alam-dan-stana-tuhan/
- Sekretariat Pusat Investasi Kerthi Bali Sadhana. https://invest.baliprov.go.id/tourism/bali-tourism/detail/pesona-bukit-lempuyang
- detikBali. https://www.detik.com/bali/wisata/d-6583768/pura-lempuyang-rute-hingga-harga-tiket-masuk
- Kompas. https://travel.kompas.com/read/2019/07/11/070000327/7-fakta-pura-lempuyang-bali-obyek-wisata-yang-memikat-wisatawan-nusantara-dan
- Bali. https://bali.com/places/pura-luhur-lempuyang/
- Viva Bali. https://bali.viva.co.id/wisata/9100-keindahan-abadi-di-pura-lempuyang-luhur?page=2