MaiA ai-icon

Informasi

10 Masjid Unik di Indonesia: Sejarah dan Arsitektur Ikonik

Masjid unik di Indonesia memperlihatkan keberagaman perkembangan arsitektur Islam di Nusantara. Bentuknya mencakup masjid tradisional beratap tumpang, bangunan yang memperlihatkan akulturasi Hindu-Jawa dan Tionghoa, hingga masjid kontemporer dengan desain geometris dan teknologi modern.

Selain menjadi tempat ibadah, sejumlah masjid memiliki fungsi sejarah, pendidikan, sosial, serta ziarah. Karakter setiap bangunan berkaitan dengan periode pembangunannya, masyarakat setempat, dan lingkungan budaya tempat masjid berkembang.

10 Masjid Unik di Indonesia

Indonesia memiliki banyak masjid dengan keunikan arsitektur dan nilai sejarah di setiap daerah. Berikut ini adalah sepuluh masjid yang menonjol karena keunikan desainnya:

1. Masjid Istiqlal, Jakarta

Masjid Istiqlal merupakan masjid negara sekaligus masjid terbesar di Asia Tenggara. Namanya berasal dari bahasa Arab istiqlal yang berarti kemerdekaan.

Arsitek Friedrich Silaban memenangkan sayembara desainnya pada 1955. Oembangunan dimulai pada 24 Agustus 1961 dan masjid diresmikan pada 22 Februari 1978. Kapasitas kompleksnya dapat mencapai sekitar 200.000 jemaah.

Masjid Itiqlal berada di Jalan Taman Wijaya Kusuma, Jakarta Pusat, berdekatan dengan Gereja Katedral Jakarta. Kedekatan kedua rumah ibadah tersebut kini menjadi salah satu simbol kerukunan beragama di kawasan pusat pemerintahan Indonesia.

2. Masjid Dian Al Mahri, Depok

Masjid Dian Al Mahri lebih dikenal sebagai Masjid Kubah Emas. Masjid di Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok, Jawa Barat ini dibangun oleh Dian Djuriah Maimun Al-Rashid dan dibuka untuk masyarakat pada 31 Desember 2006.

Ciri utamanya adalah lima kubah berlapis emas 24 karat yang terdiri atas satu kubah utama dan empat kubah kecil. Arsitekturnya mengadopsi elemen masjid Timur Tengah melalui kubah, menara, pola geometris, serta dekorasi interior.

3. Masjid Soko Tunggal, Yogyakarta

Masjid Soko Tunggal berada di kawasan Taman Sari, Yogyakarta. Masjid dirancang oleh arsitek Keraton Yogyakarta R. Ng. Mintoboedoyo pada awal dekade 1970-an dan menggunakan satu soko guru utama sebagai karakter arsitekturnya.

Empat saka bentung bersama satu soko guru menghasilkan susunan lima tiang yang dimaknai sebagai representasi Pancasila. Soko utama melambangkan sila Ketuhanan Yang Maha Esa, sedangkan konstruksinya mempertahankan unsur arsitektur kayu tradisional Jawa.

4. Masjid Rahmatan Lil-Alamin, Indramayu

Masjid Rahmatan Lil-Alamin berada di kompleks Ma’had Al-Zaytun, Kabupaten Indramayu, Jawa Barat. Bangunan ini merupakan masjid utama dalam lingkungan pendidikan Al-Zaytun dan digunakan untuk salat Jumat, Idulfitri, serta kegiatan dakwah dan pendidikan keagamaan.

Skala bangunannya menjadikannya salah satu masjid monumental di kawasan Indramayu. Klaim populer mengenai tinggi 73 meter dan kapasitas tertentu sebaiknya tidak digunakan sebagai angka resmi tanpa dokumentasi teknis dari pengelola atau pemerintah.

5. Masjid Agung Demak, Demak

Masjid Agung Demak merupakan salah satu masjid bersejarah terpenting di Jawa. Pemerintah Kabupaten Demak mengaitkan pendiriannya dengan Raden Patah dan Wali Songo pada abad ke-15. Kompleksnya berada di Kauman, Bintoro, tepat di pusat Kota Demak, Jawa Tengah.

Bangunan utama menggunakan empat saka guru dan atap limas bertumpang tiga. Dalam tradisi setempat, tiga tingkat atap dimaknai sebagai Iman, Islam, dan Ihsan. Kompleksnya juga memiliki Pintu Bledeg, makam raja-raja Demak, serta Museum Masjid Agung Demak.

Baca Juga: Masjid Raya Ganting: Masjid Tertua di Sumatra Barat

6. Masjid Sunan Ampel, Surabaya

Masjid Sunan Ampel berada di kawasan Ampel, Kecamatan Semampir, Surabaya, Jawa Timur dan tercatat sebagai bangunan cagar budaya kota.

Kawasan tersebut merupakan salah satu pusat sejarah perkembangan Islam di Surabaya serta menjadi tujuan ziarah karena keberadaan makam Sunan Ampel.

Kajian akademik mengenai masjid ini menunjukkan adanya akulturasi antara Islam dan kebudayaan Jawa dalam arsitektur maupun tradisi yang berkembang di sekitarnya. Bentuk tersebut mencerminkan strategi adaptasi budaya dalam sejarah penyebaran Islam di Jawa.

7. Masjid Muhammad Cheng Hoo, Pandaan

Masjid Muhammad Cheng Hoo berada di Jalan Raya Kasri No. 18, Pandaan, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur. Arsitekturnya menggabungkan unsur Tionghoa, Arab, dan Jawa, dengan dominasi warna merah serta bentuk atap bertingkat yang mengingatkan pada arsitektur tradisional Tiongkok.

Nama masjid merujuk kepada Laksamana Cheng Ho, pelaut Muslim asal Tiongkok. Selain menjadi tempat ibadah, masjid berfungsi sebagai pusat kegiatan keagamaan dan salah satu tujuan wisata religi Kabupaten Pasuruan.

8. Masjid Al-Irsyad Satya, Bandung Barat

Masjid Al-Irsyad berada di Kota Baru Parahyangan, Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat. Bangunan yang dirancang Ridwan Kamil ini menggunakan pendekatan arsitektur kontemporer dengan massa bangunan berbentuk kubus dan tanpa kubah konvensional.

Susunan dinding berlubang membantu pencahayaan dan sirkulasi udara alami sekaligus membentuk pola visual pada fasad. Desainnya menunjukkan pendekatan modern yang menyederhanakan simbol arsitektur masjid tanpa menghilangkan fungsi ruang ibadah.

9. Masjid Menara Kudus, Jawa Tengah

Masjid Al-Aqsa atau Masjid Menara Kudus merupakan bagian dari Kompleks Peninggalan Sunan Kudus yang berstatus Cagar Budaya Nasional. Menara bata merahnya memperlihatkan perpaduan bentuk arsitektur pra-Islam Jawa dengan fungsi keagamaan Islam.

Pemerintah Kabupaten Kudus mengaitkan pendiriannya dengan Sunan Kudus atau Ja’far Shadiq pada abad ke-16. Masjid dan menaranya menjadi salah satu contoh utama proses akulturasi budaya dalam perkembangan Islam di pesisir Jawa.

10. Masjid Amirul Mukminin, Makassar

Masjid Amirul Mukminin berada di Jalan Penghibur, kawasan Pantai Losari, Makassar. Sistem Informasi Masjid Kementerian Agama mencatat masjid ini berdiri pada 2012 dan memiliki daya tampung sekitar 300 jemaah.

Posisinya di kawasan tepian laut membuat bangunan ini populer dengan sebutan masjid terapung. Masjid tetap aktif untuk salat fardu, salat Jumat, pengajian, pendidikan, dan kegiatan sosial-keagamaan.

Makna Budaya dan Filosofi Arsitektur Masjid

Fungsi masjid juga melampaui ruang salat. Dalam sejarah Indonesia, masjid digunakan sebagai pusat pendidikan, musyawarah, kegiatan sosial, ziarah, serta pemberdayaan masyarakat.

Keragaman masjid tersebut menunjukkan bahwa arsitektur Islam di Indonesia tidak berkembang dalam satu bentuk tunggal.

Masjid Demak dan Masjid Menara Kudus, misalnya, mempertahankan jejak arsitektur Jawa. Sementara Masjid Muhammad Cheng Hoo memperlihatkan pengaruh budaya Tionghoa.

Di samping itu, berdirinya Masjid Istiqlal, Masjid Dian Al Mahri di Depok, dan Masjid Al-Irsyad di Padalarang mewakili perkembangan arsitektur Islam kontemporer di Indonesia.

Baca Juga: Bayt Al-Qur’an dan Museum Istiqlal

Tips Berkunjung ke Masjid

Saat mengunjungi berbagai masjid paling unik di Indonesia, Anda disarankan untuk selalu mengenakan pakaian sopan dan selalu ikuti ketentuan pengelola, terutama mengenai penutup kepala, alas kaki, dan area yang boleh dimasuki.

Anda disarankan untuk menghindari berkeliling atau melakukan dokumentasi ketika salat berjemaah sedang berlangsung.

Pengunjung juga perlu meminta izin sebelum memotret kegiatan keagamaan atau area terbatas. Pada masjid berstatus cagar budaya, jangan menyentuh, memanjat, atau memindahkan bagian bangunan dan benda bersejarah.

Susun rencana perjalanan khusus untuk mengenal Masjid Istiqlal, Masjid Agung Demak, Menara Kudus, Cheng Hoo, dan masjid bersejarah lainnya berdasarkan durasi serta minat perjalanan melalui AI Plan Your Trip di Indonesia.travel.

Untuk mengetahui akses, aturan kunjungan, waktu kegiatan keagamaan, atau rekomendasi masjid dan destinasi budaya lain di kota tujuan, gunakan MaiA sebagai sumber informasi sebelum perjalanan.

 

Referensi:

INSIGHT

Ide Perjalanan

Makam Sunan Ampel: Menelusuri Jejak Wali Songo di Surabaya

Makam Sunan Ampel: Menelusuri Jejak Wali Songo di Surabaya

Masjid Raya Baiturrahman: Sejarah Hingga Makna Budaya Aceh

Masjid Raya Baiturrahman: Sejarah Hingga Makna Budaya Aceh

Museum Tsunami Aceh: Mengedukasi Masyarakat, Lewat Jejak Tragedi, dan Arsitektur Museum

Museum Tsunami Aceh: Mengedukasi Masyarakat, Lewat Jejak Tragedi, dan Arsitektur Museum