MaiA ai-icon

Informasi

9 Gugusan Pulau di Labuan Bajo, Rumah Satwa Langka dan Hewan Endemik

Image Contributor: R Dirscherl/imageBROKER/Shutterstock

Labuan Bajo merupakan kota pelabuhan di ujung barat Pulau Flores, Nusa Tenggara Timur yang dikelilingi gugusan pulau kecil dengan lanskap perbukitan sabana, pantai berpasir, dan perairan jernih. 

Sebagian besar pulau di sekitar Labuan Bajo berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO sejak tahun 1991. Setiap pulau di Labuan Bajo memiliki karakteristik geografis dan daya tarik yang berbeda. Berikut adalah beberapa di antaranya.

Pulau Komodo

Dengan luas wilayah mencapai lebih dari 178.000 hektar, Pulau Komodo tercatat sebagai pulau terbesar di kawasan. Pulau ini sekaligus menjadi habitat bagi setidaknya 3.000 ekor komodo sebagai hewan langka.

Kawasan wisata di pulau ini dikelola melalui Resort Loh Liang dengan kuota kunjungan harian 1.000 orang. Pengunjung wajib didampingi ranger dan menjaga jarak aman dari komodo karena air liurnya mengandung senyawa yang berbahaya bagi manusia. 

Selain komodo, pulau ini menjadi tempat tinggal bagi satwa lain, seperti kerbau air, rusa timor, monyet pemakan kepiting, dan kakatua jambul kuning. Lanskap savana luas serta pantai berpasir putih di pulau ini turut dimanfaatkan untuk aktivitas snorkeling.

Pulau Rinca

Berjarak sekitar dua jam perjalanan laut dari Pelabuhan Labuan Bajo, Pulau Rinca menjadi salah satu pulau yang ramai wisatawan karena aksesnya yang relatif mudah. Lokasi ini dikelola resmi melalui Resort Loh Buaya oleh Kementerian Kehutanan.

Pulau Rinca merupakan salah satu habitat populasi komodo tertinggi setelah Pulau Komodo. Selain komodo, pulau ini menjadi habitat satwa endemik tikus rinca (Komodomys rintjanus), jenis mamalia arboreal berukuran besar.

Kawasan Pulau Rinca memiliki beberapa pilihan jalur trekking dengan titik tertinggi Doro Ora (Gunung Ora). Warna perbukitan di sini akan berubah sesuai musim, cokelat kekuningan saat kemarau dan hijau subur saat musim hujan.

Berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 36 Tahun 2024, tarif masuk area Taman Nasional Komodo adalah Rp50.000/orang (hari kerja) dan Rp75.000/orang (akhir pekan atau hari libur). Tiket ini belum termasuk aktivitas lain, seperti menyelam dan trekking.

Baca Juga: 3 Hari 2 Malam Menjelajahi Labuan Bajo

Pulau Padar

Sebagai pulau terbesar ketiga di Labuan Bajo, Pulau Padar diabadikan menjadi latar uang kertas pecahan Rp50.000 terbitan Bank Indonesia. Pulau ini lebih dekat dari Pulau Rinca dibandingkan Pulau Komodo dengan dipisahkan oleh Selat Lintah. 

Berbeda dari Rinca dan Komodo, pulau ini tidak dihuni komodo karena terputusnya rantai makanan di masa lalu. Meski begitu, masih ada banyak reptil yang bisa Anda jumpai di Pulau Padar, seperti ular cincin mas (Boiga dendrophila), biawak, tokek, dan ular hijau.

Daya tarik utama pulau ini adalah bukit di tengah pulau dengan ketinggian berkisar 200–300 meter di atas permukaan laut. Dari puncak, Anda dapat melihat teluk-teluk dengan warna pasir beragam, seperti putih, hitam, dan merah muda. Wilayah ini dikelola oleh Resort Padar Selatan.

Pulau Kelor

Menjadi salah satu pulau terdekat dari pusat kota, Pulau Kelor bisa ditempuh dalam kurun waktu 30 menit dari Labuan Bajo menggunakan speedboat. Meski tidak berpenghuni, Pulau Kelor kerap dipilih menjadi tempat singgah saat jelajah Taman Nasional Komodo.

Perairan di sekitar sini relatif tenang dan jernih sehingga memudahkan Anda melihat terumbu karang dan anemon laut. Anda juga bisa menikmati pemandangan teluk Labuan Bajo beserta gugusan kapal wisata di sekitarnya

Pulau Kalong

Sesuai namanya, Pulau Kalong dikenal karena menjadi habitat koloni kelelawar buah (flying fox) berukuran besar. Mamalia nokturnal ini bersarang di pepohonan bakau sepanjang pesisir pulau. 

Pulau kecil tak berpenghuni ini umumnya dikunjungi menjelang senja karena atraksi utamanya adalah ribuan kelelawar yang terbang keluar dari sarang mencari makan pada sekitar pukul 18.00–19.00 WITA.

Selain fenomena kelelawar, panorama matahari terbenam dengan latar laut Flores dan perbukitan sabana turut menjadi karakter lanskap yang ditawarkan Pulau Kalong.

Baca Juga: 6 Hal Unik yang Cuma Bisa Ditemuin di Labuan Bajo, NTT!

Pulau Kanawa

Memiliki waktu tempuh sekitar satu jam dari Pelabuhan Pulau Bajo, Kanawa menawarkan pantai berpasir putih yang landai serta perairan dangkal berwarna biru kehijauan yang cocok untuk berenang maupun snorkeling. 

Pulau Kanawa sudah dilengkapi dengan fasilitas akomodasi wisata sehingga memungkinkan pengunjung bermalam di lokasi. Di sini, Anda bisa melihat terumbu karang tepi (fringing reef) dan berbagai jenis ikan tropis. Dermaga kayu di pulau ini juga menjadi salah satu spot favorit.

Pulau Taka Makassar

Muncul sebagai gugusan pasir putih kecil (sandbar) di tengah laut, Pulau Taka terbentuk dari endapan pasir dan pecahan karang yang terbawa oleh arus pasang surut di kawasan Labuan Bajo. 

Karena fenomena tersebut, pulau berbentuk pulau sabit ini hanya akan terlihat utuh ketika air laut di sekitar surut. Daya tarik lain dari pulau ini adalah warna pasirnya yang berubah dari putih cerah menjadi semburat merah muda di tepi air akibat campuran serpihan karang merah di sekitar.

Pulau Kukusan

Meski ukurannya relatif kecil, Pulau Kukusan termasuk dalam gugusan pulau di Labuan Bajo yang berpenghuni. Sebagian besar profesi penduduk di sini adalah nelayan. 

Daya tarik pulau ini ada pada kesempatan berinteraksi langsung dengan penduduk setempat dan melihat aktivitas harian mereka. Dari Pelabuhan Labuan Bajo, Anda bisa naik perahu atau speedboat selama 30–45 menit untuk sampai Pulau Kukusan. 

Pink Beach 

Terletak di sisi timur Pulau Komodo, Pink Beach merupakan salah satu dari sekitar tujuh pantai berpasir merah muda yang tercatat di dunia. Warna ini berasal dari campuran pasir putih berkalsium karbonat, pecahan koral merah, serta cangkang organise laut foraminifera.

Selain keunikan warna pasirnya, Pink Beach memiliki setidaknya 1.000 spesies ikan dan sekitar 260 spesies terumbu karang. Kondisi air yang jernih memudahkan Anda menikmati keindahan alam bawah lautnya.

Karena sebagian besar pulau di sekitar Labuan Bajo berada dalam kawasan Taman Nasional Komodo, pengelolaannya merujuk pada sejumlah regulasi, seperti Undang-Undang Nomor 5 Tahun 1990 tentang Konservasi Sumber Daya Alam Hayati dan Ekosistem dan Surat Keputusan Direktur Jenderal KSDAE Nomor 212/KSDAE/SET.3/KSA.0/11/2020 tentang Zonasi Taman Nasional Komodo.

UNESCO juga turut memantau kondisi konservasi di sekitaran Labuan Bajo melalui laporan State of Conservation, termasuk pengawasan rencana pengembangan wisata agar tidak mengganggu Outstanding Universal Value (OUV) yang menjadi dasar penetapan Taman Nasional Komodo sebagai Situs Warisan Dunia.

 

Referensi

INSIGHT

Ide Perjalanan

Andau Dive Resort, Solusi Liburan Eksklusif di Raja Ampat

Andau Dive Resort, Solusi Liburan Eksklusif di Raja Ampat

Pinisi Sulawesi Selatan: Sejarah, Budaya, dan Wisata Bahari

Pinisi Sulawesi Selatan: Sejarah, Budaya, dan Wisata Bahari

5 Spot Sunset di Labuan Bajo: Lokasi dan Daya Tariknya

5 Spot Sunset di Labuan Bajo: Lokasi dan Daya Tariknya