MaiA ai-icon

Informasi

Panduan Melihat Hiu Paus di Indonesia: Lokasi, Waktu, dan Etika Wisata

Hiu paus (Rhincodon typus) merupakan spesies ikan terbesar yang masih hidup. Meskipun berukuran sangat besar, hiu paus merupakan ikan penyaring (filter feeder) yang memakan plankton, ikan-ikan berukuran kecil, dan organisme laut berukuran kecil lainnya. Spesies ini dapat ditemukan di perairan tropis dan subtropis di berbagai wilayah dunia, termasuk Indonesia. Pemerintah Indonesia memasukkan hiu paus dalam Rencana Aksi Nasional Hiu Paus sebagai spesies yang perlu dikelola dan dilindungi.

Indonesia memiliki sejumlah lokasi yang dikenal sebagai tempat kemunculan hiu paus. Beberapa di antaranya telah berkembang menjadi destinasi wisata bahari, terutama Taman Nasional Teluk Cenderawasih di Papua, Botubarani di Gorontalo, Talisayan di Kalimantan Timur, dan Teluk Saleh di Sumbawa. Pola kemunculan hiu paus berbeda di setiap lokasi sehingga tidak ada jaminan satwa akan terlihat pada setiap kunjungan.

Dalam konteks wisata alam, pengamatan hiu paus perlu dilakukan dengan memperhatikan perilaku satwa, kondisi ekosistem, serta aturan yang ditetapkan pengelola kawasan atau operator lokal.

Daya Tarik dan Lokasi Melihat Hiu Paus

1. Taman Nasional Teluk Cenderawasih, Papua

Taman Nasional Teluk Cenderawasih (TNTC) merupakan salah satu lokasi utama pengamatan hiu paus di Indonesia. Kawasan ini memiliki ekosistem laut yang luas dan dilindungi, dengan terumbu karang serta berbagai jenis biota laut. Indonesia Travel mencatat perairan Teluk Cenderawasih sebagai habitat hiu paus yang dilindungi.

Salah satu kawasan yang penting untuk pengamatan adalah perairan Kwatisore di sekitar Nabire. Penelitian mengenai kemunculan hiu paus di Kwatisore menunjukkan bahwa hiu paus dapat ditemukan sepanjang tahun, meskipun frekuensi dan lama keberadaannya berubah-ubah.

Kemunculan hiu paus di kawasan ini berkaitan antara lain dengan aktivitas mencari makan di sekitar bagan atau platform penangkapan ikan. Penelitian dan program konservasi sebelumnya juga menggunakan penandaan satelit dan akustik untuk mempelajari pergerakan hiu paus.

Aktivitas: snorkeling, menyelam, pengamatan satwa, dan eksplorasi ekosistem laut.

2. Botubarani, Gorontalo

Botubarani berada di Kabupaten Bone Bolango, Provinsi Gorontalo, dan merupakan salah satu lokasi wisata pengamatan hiu paus yang relatif mudah dijangkau dari Kota Gorontalo. Keberadaan hiu paus di kawasan ini telah menjadi daya tarik wisata sejak 2016.

Penelitian Kementerian Kelautan dan Perikanan menemukan bahwa 21 individu hiu paus telah berhasil diidentifikasi dalam penelitian pada periode 2016–2018. Lama keberadaan individu berbeda berdasarkan ukuran; hiu paus berukuran lebih dari 3,5 meter tercatat tinggal rata-rata sekitar 10 hari, sedangkan individu berukuran lebih kecil berada sekitar 1–7 hari.

Kemunculan satwa di Botubarani tidak berlangsung setiap bulan. Faktor seperti arus, pasang surut, plankton, dan ketersediaan ikan kecil dapat memengaruhi keberadaannya.

Aktivitas: pengamatan dari perahu, snorkeling sesuai ketentuan pengelola, dan wisata bahari.

3. Talisayan, Berau, Kalimantan Timur

Talisayan di Kabupaten Berau merupakan salah satu kawasan di Kalimantan Timur yang dikenal dengan kemunculan hiu paus. Indonesia Travel menyebut perairan Talisayan sebagai salah satu lokasi pengamatan hiu paus dan mencatat bahwa kemunculannya berkaitan dengan aktivitas nelayan setempat.

Akses menuju Talisayan umumnya dilakukan melalui Bandar Udara Kalimarau di Berau, kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju Talisayan dan perjalanan menggunakan perahu menuju lokasi pengamatan. Indonesia Travel mencatat perjalanan darat dari kawasan bandara menuju Talisayan membutuhkan waktu sekitar empat jam, meskipun durasi aktual dapat berubah berdasarkan kondisi jalan dan lalu lintas.

Kemunculan hiu paus di lokasi ini memiliki karakter musiman. Karena itu, waktu perjalanan sebaiknya disesuaikan dengan informasi terbaru dari operator lokal dan masyarakat setempat.

Aktivitas: snorkeling, penyelaman, dan pengamatan hiu paus dari perahu.

Baca Juga: Museum Negeri Mulawarman Provinsi Kalimantan Timur

4. Teluk Saleh, Sumbawa, Nusa Tenggara Barat

Teluk Saleh merupakan kawasan perairan di Sumbawa yang juga dikenal sebagai lokasi pengamatan hiu paus. Salah satu titik yang berkaitan dengan wisata hiu paus adalah Labuan Jambu, desa yang berada di sekitar Teluk Saleh. Indonesia Travel merekomendasikan kawasan ini sebagai lokasi wisata konservasi hiu paus.

Sumber resmi pariwisata Indonesia menyebut periode Agustus hingga November sebagai waktu yang direkomendasikan untuk mengunjungi Teluk Saleh. Namun, kemunculan satwa tetap merupakan fenomena alami sehingga tidak dapat dipastikan hanya berdasarkan kalender wisata.

Akses dapat dilakukan melalui Bandar Udara Sultan Muhammad Kaharuddin III di Sumbawa Besar, kemudian dilanjutkan perjalanan darat menuju Labuan Jambu. Jarak dari bandara menuju kawasan tersebut sekitar 100 kilometer menurut Indonesia Travel.

Aktivitas: snorkeling, pengamatan hiu paus, serta eksplorasi kawasan pesisir dan pulau-pulau di sekitar Teluk Saleh.

Ide Aktivitas

Pengamatan hiu paus tidak terbatas pada aktivitas menyelam. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan meliputi:

  • Pengamatan dari perahu, terutama bagi wisatawan yang tidak memiliki kemampuan berenang atau menyelam.
  • Snorkeling, jika kondisi perairan dan aturan lokasi memungkinkan.
  • Scuba diving, khususnya di kawasan yang memiliki operator selam resmi.
  • Fotografi bawah air, dengan tetap memperhatikan jarak dan tidak menggunakan peralatan yang dapat mengganggu satwa.
  • Edukasi konservasi, termasuk mempelajari habitat, pola migrasi, serta hubungan hiu paus dengan ekosistem laut.
  • Wisata masyarakat, seperti mengunjungi desa pesisir dan mengikuti kegiatan ekonomi lokal yang berkaitan dengan wisata bahari.

Cara Menuju Lokasi

Akses menuju lokasi hiu paus berbeda-beda. Botubarani relatif mudah dicapai dari Kota Gorontalo, sedangkan Talisayan membutuhkan perjalanan darat dan laut dari Berau. Untuk Teluk Saleh, perjalanan dapat dimulai dari Sumbawa Besar menuju Labuan Jambu. Sementara itu, Teluk Cenderawasih, terutama kawasan Kwatisore, memerlukan perencanaan perjalanan yang lebih kompleks dan dapat melibatkan transportasi laut atau layanan operator wisata lokal.

Karena kondisi cuaca, transportasi laut, dan kemunculan satwa dapat berubah, informasi akses dan jadwal sebaiknya dikonfirmasi sebelum keberangkatan.

Informasi Operasional dan Etika Wisata

Tidak ada jadwal kemunculan hiu paus yang dapat menjamin keberadaan satwa. Bahkan di lokasi yang dikenal memiliki kemunculan rutin, hiu paus dapat tidak terlihat karena faktor lingkungan dan perilaku alami.

Beberapa prinsip utama ketika berinteraksi dengan hiu paus adalah tidak menyentuh, mengejar, menunggangi, atau menghalangi jalur berenangnya. Panduan Indonesia Travel juga menyarankan menjaga jarak minimal tiga meter, menghindari penggunaan lampu kilat kamera yang kuat, dan mengikuti arahan pemandu.

Di Teluk Cenderawasih, keberadaan aturan interaksi menjadi aspek penting karena penelitian sebelumnya menemukan adanya pelanggaran terhadap SOP wisata hiu paus, termasuk menyentuh atau mengejar satwa, penggunaan lampu kilat, serta interaksi yang berlangsung terlalu lama.

Tips Berwisata

  • Pilih operator yang memiliki izin dan mengikuti aturan kawasan.
  • Ikuti briefing sebelum masuk ke air.
  • Jangan memberi makan hiu paus kecuali terdapat program resmi yang secara eksplisit mengaturnya.
  • Jangan menyentuh kulit atau sirip hiu paus.
  • Hindari berenang tepat di depan kepala satwa.
  • Gunakan peralatan fotografi tanpa mengganggu perilaku alami.
  • Jangan membuang sampah ke laut.
  • Periksa kondisi cuaca dan laut sebelum berangkat.
  • Siapkan perjalanan alternatif karena kemunculan satwa tidak dapat dijamin.

AI Plan Your Trip dan MaiA

AI Plan Your Trip dapat digunakan untuk menyusun itinerary perjalanan yang dipersonalisasi berdasarkan durasi, minat, dan preferensi perjalanan, termasuk perjalanan wisata bahari untuk mengamati hiu paus.

Sementara itu, MaiA dapat membantu menjawab pertanyaan mengenai destinasi, memberikan rekomendasi lokasi dan aktivitas, serta menyediakan tips dan informasi perjalanan di Indonesia.

 

Referensi

  1. https://www.wwf.id/id/blog/mengenal-hiu-paus-dari-sudut-pandang-masyarakat-lokal-indonesia
  2. https://destinasian.co.id/4-destinasi-wisata-bertemu-hiu-paus-di-indonesia
  3. https://id.wikipedia.org/wiki/Hiu_paus
  4. https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/panduan-wisata-hiu-paus-botubarani-acc/432158

INSIGHT

Ide Perjalanan

Andau Dive Resort, Solusi Liburan Eksklusif di Raja Ampat

Andau Dive Resort, Solusi Liburan Eksklusif di Raja Ampat

Pinisi Sulawesi Selatan: Sejarah, Budaya, dan Wisata Bahari

Pinisi Sulawesi Selatan: Sejarah, Budaya, dan Wisata Bahari

9 Gugusan Pulau di Labuan Bajo, Rumah Satwa Langka dan Hewan Endemik

9 Gugusan Pulau di Labuan Bajo, Rumah Satwa Langka dan Hewan Endemik