Image Contributor: Shutterstock/Sony Herdiana
Likupang merupakan kawasan pesisir di Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara, yang menghadap Laut Maluku. Lanskapnya terdiri dari perbukitan, dataran rendah, pantai, pulau-pulau kecil, serta ekosistem pesisir seperti mangrove dan terumbu karang.
Di balik lanskap tersebut, Likupang juga memiliki sejarah panjang masyarakat pesisir dan keragaman budaya yang berkembang melalui pertemuan berbagai kelompok masyarakat.
Dalam perkembangannya, Likupang menjadi salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas dan memiliki Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) yang diarahkan untuk pengembangan pariwisata, termasuk wisata bahari dan kegiatan berbasis konservasi.
Sejarah Likupang
Jejak Kehidupan di Pesisir
Wilayah Likupang dulunya merupakan bagian dari kawasan yang secara historis dihuni masyarakat Tonsea, salah satu subetnik Minahasa yang berkembang di bagian timur laut Minahasa.
Wilayah persebarannya mencakup kawasan yang kini berada di Kabupaten Minahasa Utara, termasuk Likupang. Kehidupan mereka secara historis berkembang melalui permukiman, pertanian, serta hubungan dengan kawasan pesisir.
Dalam perkembangannya, kawasan pesisir Likupang juga menjadi tempat bertemunya masyarakat lokal dengan kelompok dari berbagai wilayah kepulauan. Kedatangan masyarakat dari Sangihe dan sejumlah wilayah lain kemudian menambah keragaman sosial dan budaya di kawasan ini.
Daya Tarik Likupang
1. Pantai dan Lanskap Pesisir
Lanskap pesisir menjadi salah satu daya tarik utama Likupang. Garis pantai bertemu dengan perbukitan dan perairan Laut Maluku, menciptakan bentang alam yang tidak hanya menarik dari tepi laut, tetapi juga dari kawasan yang lebih tinggi.
Pantai Pulisan merupakan salah satu kawasan yang memperlihatkan perpaduan tersebut. Di sekitarnya terdapat perbukitan, dataran rendah, pantai, serta pulau-pulau kecil yang membentuk lanskap khas pesisir utara Minahasa.
Karakter geografis ini membuat Likupang menawarkan pengalaman yang cukup beragam dalam satu kawasan, mulai dari menikmati pantai hingga menjelajahi perbukitan dan desa-desa di sekitarnya.
2. Pulau-Pulau Kecil dan Wisata Bahari
Perairan Likupang dikelilingi sejumlah pulau kecil yang menjadi bagian dari lanskap kawasan. Perairannya juga memiliki potensi untuk aktivitas wisata bahari seperti snorkeling, menyelam, dan perjalanan menggunakan perahu.
3. Terumbu Karang dan Kehidupan Laut
Kekayaan bawah laut menjadi bagian penting dari daya tarik Likupang. Terumbu karang menyediakan habitat bagi berbagai jenis ikan dan biota laut sekaligus mendukung kehidupan masyarakat pesisir.
Di Desa Bahoi, Likupang Barat, terumbu karang juga memiliki nilai ekonomi karena menjadi bagian dari sumber daya perikanan yang dimanfaatkan masyarakat.
4. Mangrove dan Ekowisata Bahoi
Selain terumbu karang, kawasan pesisir Likupang memiliki ekosistem mangrove yang penting. Desa Bahoi merupakan salah satu contoh kawasan yang mengembangkan mangrove sebagai bagian dari ekowisata.
Hutan mangrove Bahoi terdiri atas berbagai jenis mangrove, termasuk Rhizophora, Bruguiera, Sonneratia, dan Avicennia. Ekosistem tersebut berfungsi sebagai habitat biota perairan sekaligus membantu melindungi garis pantai dari abrasi.
5. Waruga dan Peninggalan Sejarah
Daya tarik Likupang tidak hanya berada di kawasan pantai. Wilayah daratan Minahasa Utara juga memiliki peninggalan sejarah berupa waruga, yaitu makam batu tradisional masyarakat Minahasa.
Salah satu situs yang dikenal di wilayah sekitar Likupang adalah Waruga Sawangan, kompleks makam batu megalitikum peninggalan suku Minahasa
6. Budaya dan Kehidupan Masyarakat
Sejarah kedatangan berbagai kelompok dari wilayah kepulauan membuat kawasan Likupang memiliki latar budaya yang beragam.
Di sejumlah desa, kehidupan masyarakat masih berkaitan dengan aktivitas nelayan, pertanian, serta pemanfaatan sumber daya pesisir. Tradisi dan kesenian Minahasa juga menjadi bagian dari kehidupan budaya kawasan, termasuk musik kolintang dan cerita rakyat yang diwariskan secara turun-temurun.
Baca Juga: Pantai Likupang
Likupang sebagai Kawasan Pariwisata Super Prioritas
Perkembangan pariwisata Likupang semakin kuat setelah kawasan ini ditetapkan sebagai salah satu Destinasi Pariwisata Super Prioritas. Pemerintah kemudian menetapkan KEK Likupang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2019.
KEK tersebut dikembangkan dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Rencananya mencakup marina, waterfront city, akomodasi, fasilitas rekreasi, serta kawasan konservasi.
Cara Menuju Likupang
Melalui Bandara Sam Ratulangi
Bila Anda berangkat dari luar Sulawesi Utara, cara paling praktis menuju Likupang adalah terbang ke Bandara Internasional Sam Ratulangi di Manado.
Dari bandara, perjalanan ke kawasan Likupang dapat dilanjutkan menggunakan kendaraan darat dengan waktu tempuh sekitar 60–90 menit, tergantung kondisi lalu lintas, cuaca, dan lokasi tujuan.
Pilihan transportasinya cukup beragam. Anda bisa menggunakan jasa taksi daring dari bandara menuju kawasan Pantai Paal, Pulisan, atau penginapan di sekitarnya. Kisaran tarif sekitar Rp150.000–Rp200.000 sekali jalan, meski harga dapat berubah mengikuti jarak, waktu, dan kondisi permintaan.
Menggunakan DAMRI
Alternatif yang lebih ekonomis adalah menggunakan bus DAMRI yang menghubungkan Bandara Sam Ratulangi dengan kawasan Likupang. Rute yang disebutkan melayani perjalanan menuju Pantai Paal atau Pantai Pulisan, dengan keberangkatan dari bandara pada pagi hari dan perjalanan kembali pada sore hari.
Namun, jadwal DAMRI tidak berlangsung sepanjang hari sehingga Anda perlu mengecek jadwal terbaru sebelum berangkat. Pilihan ini lebih cocok bagi Anda yang sudah menentukan tujuan dan menyesuaikan waktu kedatangan pesawat dengan jadwal bus.
Menyewa Kendaraan
Jika ingin menjelajahi beberapa kawasan sekaligus, menyewa kendaraan menjadi pilihan yang lebih fleksibel. Likupang memiliki wilayah yang cukup luas dan sebagian lokasi wisata berada di desa-desa yang berjauhan, sementara transportasi umum di kawasan tersebut masih terbatas.
Sepeda motor dapat menjadi pilihan untuk perjalanan jarak dekat. Sementara itu, bila Anda datang bersama keluarga atau kelompok dapat mempertimbangkan mobil dengan pengemudi lokal.
Menggunakan jasa pengemudi atau pemandu lokal juga dapat membantu jika ingin mengunjungi beberapa pantai, desa, atau kawasan yang aksesnya tidak terlalu familiar bagi wisatawan luar daerah. Selain mempermudah perjalanan, pilihan ini memungkinkan rute disesuaikan dengan waktu yang tersedia.
Memilih Penginapan Berdasarkan Lokasi
Pilihan transportasi juga sebaiknya disesuaikan dengan lokasi menginap. Kawasan sekitar Pantai Pulisan, Pantai Paal, dan Pantai Kinunang memiliki homestay yang berada di lingkungan desa sehingga wisatawan dapat lebih mudah mencapai pantai dan kawasan sekitarnya dengan berjalan kaki atau menggunakan kendaraan lokal.
Jika ingin menjelajahi Likupang Barat atau pulau-pulau di sekitarnya, waktu perjalanan perlu diperhitungkan lebih banyak.
Beberapa pulau seperti Pulau Talise, Pulau Gangga, dan Pulau Bangka membutuhkan perjalanan menggunakan kapal.
Waktu penyeberangan ke sejumlah pulau tersebut dapat berkisar antara 45–60 menit, tergantung lokasi dan kondisi perjalanan.
Baca Juga: Bahoi Ecotourism Village: Desa Wisata Ekowisata di Likupang yang Wajib Dikunjungi
Tips Berkunjung ke Likupang
- Tentukan kawasan yang ingin dikunjungi sejak awal
Likupang memiliki wilayah yang cukup luas, jadi tentukan area tujuan terlebih dahulu agar waktu perjalanan lebih efisien, terutama karena transportasi umum di beberapa kawasan masih terbatas.
- Periksa kondisi cuaca sebelum beraktivitas di laut
Cek prakiraan cuaca dan kondisi gelombang sebelum snorkeling, menyelam, atau menyeberang ke pulau-pulau kecil karena kondisi laut dapat berubah.
- Siapkan perlengkapan untuk aktivitas luar ruang
Bawa pakaian ringan, tabir surya, topi, alas kaki yang nyaman, dan pakaian ganti, terutama jika berencana menghabiskan banyak waktu di pantai atau melakukan aktivitas air.
- Sediakan waktu untuk perjalanan antarkawasan
Jangan membuat jadwal terlalu padat karena beberapa lokasi membutuhkan perjalanan darat yang cukup jauh atau penyeberangan menggunakan perahu.
- Pilih penginapan sesuai kawasan tujuan
Jika ingin menjelajahi beberapa pantai atau mengikuti aktivitas laut sejak pagi, menginap di sekitar kawasan tujuan akan lebih praktis daripada bolak-balik dari Manado.
- Jaga ekosistem pesisir
Hindari menginjak terumbu karang, mengambil biota laut, atau membuang sampah sembarangan, terutama saat mengunjungi kawasan konservasi dan ekowisata seperti Bahoi.
- Hormati masyarakat dan aturan setempat
Sebagian kawasan Likupang merupakan desa pesisir yang masih menjadi tempat tinggal masyarakat. Ikuti aturan lokal dan minta izin sebelum memotret aktivitas pribadi warga.
- Jelajahi Likupang lebih dari sekadar pantai
Luangkan waktu untuk mengenal mangrove, kehidupan bawah laut, desa pesisir, serta sejarah dan budaya masyarakat Minahasa dan Sangihe agar pengalaman di Likupang lebih lengkap.
Ingin mengenal lebih banyak destinasi dan aktivitas di Likupang? Fitur MaiA siap memberikan informasi dan inspirasi perjalanan yang sesuai dengan minat Anda.
Setelah menentukan tujuan, gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk menyusun rute dan itinerary agar perjalanan di Likupang lebih praktis dan terarah.
Referensi:
- Likupang – Kementerian Pariwisata
https://kemenpar.go.id/dsp/likupang - KEK Likupang Siap Hadirkan Sustainable Tourism dengan Kekayaan Alam dan Budaya Minahasa Utara – Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian
https://www.ekon.go.id/publikasi/detail/5674/kek-likupang-siap-hadirkan-sustainable-tourism-dengan-kekayaan-alam-dan-budaya-minahasa-utara - Peraturan Pemerintah Nomor 84 Tahun 2019 tentang Kawasan Ekonomi Khusus Likupang
https://peraturan.bpk.go.id/Details/127705/pp-no-84-tahun-2019 - Strategi Pengembangan Ekowisata Hutan Mangrove di Desa Bahoi Kecamatan Likupang Barat Kabupaten Minahasa Utara
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/agrirud/article/download/24455/24132/0 - Profil Ekosistem Mangrove di Desa Bahoi Kabupaten Minahasa Utara
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/platax/article/download/13227/12813/0 - Jurnal Pesisir dan Laut Tropis – Ekosistem Perairan Desa Bahoi, Likupang Barat
https://ejournal.unsrat.ac.id/v3/index.php/jplt/article/download/65927/52391/175067 - DAMRI Transportasi Darat Menuju DPSP Likupang – RRI
https://rri.co.id/manado/regional/528962/damri-transportasi-darat-menuju-dpsp-likupang - Backpacker ke Destinasi Wisata Likupang? Berikut Tipsnya – BeritaManado
https://beritamanado.com/backpacker-ke-destinasi-wisata-likupang-berikut-tipsnya/