MaiA ai-icon

Informasi

Tanjung Kelayang Belitung: Daya Tarik Hingga Destinasinya

Image Contributor: Enung Sri Oktaviani/imageBROKER/Shutterstock

Tanjung Kelayang merupakan kawasan wisata pesisir di Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.

Kawasan ini dikenal melalui pantai berpasir putih, formasi batu granit berukuran besar, perairan relatif jernih, serta fungsinya sebagai salah satu titik keberangkatan utama untuk perjalanan antarpulau di perairan Belitung.

Tanjung Kelayang juga menjadi bagian dari Belitong UNESCO Global Geopark, yang ditetapkan UNESCO pada 2021. Kawasan geopark tersebut dikenal melalui bentang granit tor, ekosistem laut, sejarah pertambangan timah, serta budaya masyarakat pesisir.

Perkembangan Tanjung Kelayang

Pantai Tanjung Kelayang berada sekitar 27 kilometer dari Kota Tanjungpandan. Selain berfungsi sebagai destinasi pantai, kawasan ini merupakan pintu menuju sejumlah pulau kecil, termasuk Pulau Lengkuas, Pulau Kelayang, Pulau Batu Berlayar, dan Pulau Pasir.

Kawasan ini ditetapkan sebagai Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Tanjung Kelayang melalui Peraturan Pemerintah Nomor 6 Tahun 2016. Data Dewan Nasional KEK mencatat luasnya sekitar 324,4 hektare dengan sektor utama pariwisata.

Pembangunan kawasan mencakup fasilitas wisata, jalur pedestrian, ruang publik, sanitasi, dan infrastruktur pendukung. Namun, karakter utama Tanjung Kelayang tetap ditentukan oleh lingkungan pantai dan gugusan batu granit yang menjadi bagian dari bentang geologi Belitung.

Daya Tarik Tanjung Kelayang dan Sekitarnya

Tanjung Kelayang menjadi titik awal yang umum digunakan untuk kegiatan island hopping. Perjalanan laut perlu menggunakan operator dan kapal yang memenuhi ketentuan keselamatan, khususnya terkait kapasitas penumpang dan perlengkapan pelayaran.

1. Kampung Nelayan Tanjung Binga

Tanjung Binga merupakan desa pesisir di Kecamatan Sijuk yang berkembang dari aktivitas perikanan. Pemerintah Kabupaten Belitung mencatat desa ini memiliki potensi berupa kampung nelayan, budidaya dan pengolahan hasil perikanan, serta homestay.

Kehidupan masyarakatnya berkaitan erat dengan penangkapan serta pengolahan hasil laut. Produk ikan, makanan laut, dan kegiatan perikanan menjadi bagian dari ekonomi desa sekaligus memberikan gambaran mengenai kehidupan masyarakat pesisir Belitung.

2. Pantai Tanjung Tinggi

Pantai Tanjung Tinggi berada di Kecamatan Sijuk dan dikenal melalui pasir putih, perairan berwarna biru kehijauan, serta batu granit besar yang tersebar di garis pantai. Kawasan ini merupakan salah satu lanskap granit pesisir yang menjadi ciri khas Belitung.

Pantai Tanjung Tinggi juga dikenal sebagai salah satu lokasi pengambilan gambar film “Laskar Pelangi”. Keterkaitan tersebut ikut memperkuat posisinya dalam identitas pariwisata kontemporer di Pulau Belitung.

3. Pulau Batu Berlayar

Pulau Batu Berlayar merupakan pulau kecil di Kecamatan Sijuk yang dapat dicapai dengan perahu dari Tanjung Kelayang. Nama tersebut berkaitan dengan susunan batu granit di tengah pulau yang ketika air pasang tampak menyerupai objek yang sedang berlayar.

Daya tarik utamanya adalah formasi granit, pasir, dan perairan dangkal di sekelilingnya. Kondisi permukaan pulau dapat berubah mengikuti pasang surut sehingga jadwal kunjungan sebaiknya mempertimbangkan keadaan laut.

4. Pulau Kepayang

Pulau Kepayang merupakan bagian dari gugusan pulau kecil yang dapat dimasukkan dalam rute perjalanan laut dari Tanjung Kelayang. Aktivitas yang umum dilakukan di kawasan pulau-pulau ini meliputi menikmati pantai, berenang pada lokasi yang aman, dan snorkeling.

Klaim lama mengenai pusat penangkaran penyu di Pulau Kepayang perlu digunakan secara hati-hati. Informasi konservasi penyu terbaru dari Kementerian Kelautan dan Perikanan pada 2026 justru mencatat Pulau Cina di kawasan konservasi Belitung sebagai lokasi penguatan program penyelamatan dan penetasan penyu.

5. Pulau Lengkuas

Pulau Lengkuas berada di sebelah utara Tanjung Kelayang dan dapat dicapai menggunakan perahu. Daya tarik utamanya adalah mercusuar kolonial yang dibangun pada 1882 dan masih berfungsi sebagai fasilitas navigasi pelayaran.

Data Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menyebut tinggi mercusuar sekitar 52 meter. Akses ke bagian mercusuar dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola dan otoritas navigasi. Pulau ini juga memiliki batu granit, pasir putih, serta perairan yang digunakan untuk kegiatan snorkeling.

Baca Juga: 10 Makanan Khas Bangka Belitung yang Lezat dan Autentik

Lokasi dan Akses Tanjung Kelayang

Tanjung Kelayang berada di Desa Keciput, Kecamatan Sijuk, Kabupaten Belitung. Jarak dari Tanjungpandan sekitar 27 kilometer, sedangkan Bandara H.A.S. Hanandjoeddin berada sekitar 30 kilometer dari kawasan KEK.

Perjalanan darat dapat dilakukan menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewa, atau transportasi lokal. Untuk menuju pulau-pulau sekitar, Tanjung Kelayang menjadi salah satu titik utama penyewaan perahu wisata.

Makna Budaya dan Filosofi Kawasan

Di samping nilai wisata, kawasan Tanjung Kelayang dan sekitarnya menyimpan makna budaya yang erat dengan kehidupan masyarakat pesisir Belitung. Hubungan antara laut, tradisi, dan warisan geologi membentuk identitas kawasan ini sebagai bagian penting dari Belitong UNESCO Global Geopark.

1. Budaya Maritim Belitung

Kehidupan masyarakat Belitung memiliki hubungan panjang dengan laut. UNESCO mencatat bahwa secara historis wilayah Belitung berada pada jalur perdagangan maritim dan perikanan masih menjadi salah satu mata pencaharian penting masyarakat pesisir Belitung.

Tradisi perahu, kegiatan menangkap ikan, serta desa nelayan seperti Tanjung Binga menunjukkan bahwa kawasan laut tidak hanya memiliki fungsi wisata, tetapi juga ekonomi dan sosial.

2. Warisan Geologi dan Kepercayaan Lokal

Formasi granit Tanjung Kelayang dan pulau-pulau sekitarnya merupakan bagian penting dari identitas geologi Belitong UNESCO Global Geopark.

Pelestarian batuan, pantai, terumbu karang, dan habitat pesisir menjadi bagian dari konsep geopark yang menghubungkan konservasi dengan kehidupan masyarakat.

UNESCO juga mencatat sejumlah tradisi Belitung, seperti Muang Jong dan Maras Taun, yang menunjukkan hubungan masyarakat dengan laut, hasil bumi, keselamatan, dan rasa syukur.

Baca Juga: Pulau Kepayang Belitung: Wisata Pantai dan Konservasi Penyu

Hal yang Perlu Diperhatikan

Pengunjung yang melakukan island hopping perlu memastikan kapal memiliki perlengkapan keselamatan dan mengikuti kondisi cuaca serta gelombang. Penggunaan pelampung perlu diprioritaskan selama perjalanan laut.

Aktivitas snorkeling sebaiknya tidak dilakukan dengan menginjak atau menyentuh terumbu karang. Sampah juga perlu dibawa kembali ke daratan, terutama ketika mengunjungi pulau kecil yang tidak memiliki sistem pengelolaan sampah lengkap.

Rencanakan rute island hopping Tanjung Kelayang menuju Pulau Batu Berlayar, Pulau Lengkuas, Tanjung Tinggi, dan kawasan pesisir Belitung berdasarkan durasi perjalanan melalui AI Plan Your Trip di Indonesia.travel.

Untuk mengetahui kondisi cuaca, pilihan aktivitas laut, akses perahu, atau rekomendasi destinasi lain di Belitung, gunakan MaiA sebagai sumber informasi sebelum melakukan perjalanan.

 

Referensi:

INSIGHT

Ide Perjalanan

Andau Dive Resort, Solusi Liburan Eksklusif di Raja Ampat

Andau Dive Resort, Solusi Liburan Eksklusif di Raja Ampat

Pinisi Sulawesi Selatan: Sejarah, Budaya, dan Wisata Bahari

Pinisi Sulawesi Selatan: Sejarah, Budaya, dan Wisata Bahari

9 Gugusan Pulau di Labuan Bajo, Rumah Satwa Langka dan Hewan Endemik

9 Gugusan Pulau di Labuan Bajo, Rumah Satwa Langka dan Hewan Endemik