MaiA ai-icon

Informasi

10 Aktivitas Seru yang Bisa Dilakukan di Raja Ampat

Image Contributor: Dzaky's background/Shutterstock

Sungai merupakan bagian penting dari kehidupan masyarakat Kalimantan Selatan. Sebelum ada jalan penghubung antar lokasi seperti saat ini, sungai menjadi jalur utama transportasi, perdagangan, dan aktivitas sosial. 

Hingga kini, kelotok yang merupakan perahu bermotor masih digunakan sebagai transportasi sekaligus sarana wisata untuk menyusuri Sungai Martapura, Sungai Barito, dan anak-anak sungai lainnya. 

Perjalanan menggunakan kelotok memungkinkan pengunjung melihat permukiman tepian sungai, kawasan konservasi, pasar terapung, hingga desa wisata yang berkembang di sepanjang aliran sungai.

Daya Tarik Sungai Kalimantan Selatan

Selama Anda berada di sungai Kalimantan Selatan seperti Sungai Martapura dan Sungai Barito, Anda akan melihat beragam aktivitas ekonomi, permukiman, serta pusat perdagangan wilayah tersebut. 

Anda bisa menyusuri sungai dengan menggunakan perahu kelotok yang masih digunakan masyarakat untuk mobilitas sehari-hari maupun wisata. 

Perahu yang bergerak menggunakan mesin ini memperoleh namanya dari suara mesin diesel yang menghasilkan bunyi "tok-tok-tok" saat beroperasi. 

Wisata menyusuri sungai umumnya dimulai dari kawasan Siring Banjarmasin menuju berbagai destinasi di sepanjang Sungai Martapura maupun Sungai Barito.

Waktu terbaik untuk menikmati perjalanan adalah pagi hari ketika aktivitas sungai mulai berlangsung, termasuk kegiatan pasar terapung dan lalu lintas perahu tradisional.

Jika Anda ingin merasakan pengalaman ini secara langsung, Anda bisa menggunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia.travel untuk menyusun itinerary yang dipersonalisasi sesuai durasi, minat, dan rute perjalanan di Kalimantan Selatan. 

Pulau Bakut

Taman Wisata Alam (TWA) Pulau Bakut merupakan kawasan konservasi yang berada di tengah Sungai Barito, tepat di bawah Jembatan Barito yang menghubungkan Provinsi Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah. Kawasan ini memiliki luas sekitar 15,58 hektare dan menjadi habitat penting bagi bekantan (Nasalis larvatus), satwa endemik Kalimantan yang juga menjadi fauna identitas Provinsi Kalimantan Selatan.

TWA Pulau Bakut ditetapkan sebagai kawasan pelestarian alam pada 2003 dan sejak 2012 menjadi lokasi pemantauan populasi bekantan sebagai salah satu spesies prioritas konservasi. Selain bekantan, kawasan ini didominasi ekosistem mangrove yang mendukung berbagai jenis burung, reptil, dan satwa lain.

Wisatawan dapat mengakses Pulau Bakut menggunakan kelotok dari Banjarmasin atau dermaga di sekitar Jembatan Barito. Di dalam kawasan tersedia jalur titian kayu, menara pengamatan, serta fasilitas interpretasi untuk kegiatan wisata edukasi. Selama berada di kawasan konservasi, pengunjung diharapkan tidak memberi makan atau mengganggu satwa liar.

Desa Wisata Muara Kanoco Barito Kuala

Desa Wisata Muara Kanoco berada di Kabupaten Barito Kuala dan dapat dicapai melalui perjalanan sungai dari kawasan Jembatan Barito. Desa ini mengembangkan wisata berbasis sungai dan konservasi.

Beberapa daya tarik utama di desa ini meliputi Taman Buah Lokal Mekar Lestari, Taman Mangrove Rambai, dan Pulau Curiak, yang dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi bekantan di Sungai Barito. Desa ini juga memiliki pasar terapung yang menjual hasil tangkapan nelayan, seperti ikan patin, haruan, lais, pepuyu, seluang, dan udang air tawar. Pasar biasanya berlangsung pada pagi hari sehingga waktu kunjungan perlu disesuaikan.

Desa Wisata Muara Kanoco memperlihatkan hubungan antara aktivitas ekonomi masyarakat dengan ekosistem sungai yang masih menjadi bagian penting kehidupan sehari-hari.

Kampung Biru dan Kampung Hijau

Kampung Biru dan Kampung Hijau merupakan kawasan permukiman tematik yang berada di tepian Sungai Martapura, Kota Banjarmasin. Kedua kampung ini dikembangkan melalui penataan lingkungan dengan pengecatan rumah-rumah menggunakan warna dominan biru dan hijau sehingga menjadi salah satu titik yang sering dilalui wisata sungai menggunakan kelotok.

Selain menampilkan pemandangan permukiman di sekitar sungai, kawasan ini juga memperlihatkan kehidupan masyarakat yang masih memanfaatkan sungai sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari. 

Anda juga bisa menemukan beberapa warung dan rumah makan di sekitar kampung menyajikan kuliner khas Banjar, termasuk olahan ikan sungai, pundut, dan buras.

Keberadaan Kampung Biru dan Kampung Hijau juga menjadi contoh penataan kawasan permukiman berbasis sungai yang mendukung aktivitas wisata tanpa menghilangkan fungsi permukiman sebagai ruang hidup masyarakat.

Selama berada di Banjarmasin, MaiA dapat membantu menemukan informasi mengenai rute kelotok, rekomendasi kuliner Banjar, objek wisata di sekitar Sungai Martapura dan Sungai Barito, serta destinasi lain yang sesuai dengan rencana perjalanan Anda.

 

Referensi

  1. Balai Konservasi Sumber Daya Alam Kalimantan Selatan. Taman Wisata Alam Pulau Bakut. https://bksdakalsel.com/taman-wisata-alam-pulau-bakut/
  2. Kementerian Kehutanan Republik Indonesia (KSDAE). Peresmian Kantor Resort TWA Pulau Bakut. https://ksdae.kehutanan.go.id/publikasi/artikel/peresmian-kantor-resort-twa-pulau-bakut-o0DwStZQ/
  3. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan. Wakil Menteri Kehutanan Kunjungi TWA Pulau Bakut Kawasan Konservasi Bekantan. https://balaikliringkehati.kemenlh.go.id/2025/01/26/wakil-menteri-kehutanan-kunjungi-twa-pulau-bakut-kawasan-konservasi-bekantan/
  4. ANTARA Kalimantan Selatan. Pengembangan TWA Pulau Bakut. https://kalsel.antaranews.com/berita/335113/pengembangan-twa-pulau-bakut
  5. Liputan6. Mengarungi Keindahan Banjarmasin dengan Perahu Kelotok. https://www.liputan6.com/regional/read/5531490/mengarungi-keindahan-banjarmasin-dengan-perahu-kelotok

INSIGHT

Ide Perjalanan

Andau Dive Resort, Solusi Liburan Eksklusif di Raja Ampat

Andau Dive Resort, Solusi Liburan Eksklusif di Raja Ampat

Pinisi Sulawesi Selatan: Sejarah, Budaya, dan Wisata Bahari

Pinisi Sulawesi Selatan: Sejarah, Budaya, dan Wisata Bahari

9 Gugusan Pulau di Labuan Bajo, Rumah Satwa Langka dan Hewan Endemik

9 Gugusan Pulau di Labuan Bajo, Rumah Satwa Langka dan Hewan Endemik