MaiA ai-icon

Informasi

Rumah Adat Sasadu: Serba-Serbi, Sejarah, Ciri Khas, dan Filosofinya

Salah satu rumah adat yang ada di Indonesia adalah Rumah Adat Sasadu khas Suku Sahu dari Maluku Utara

Rumah adat ini memiliki peranan penting dalam kehidupan masyarakat Suku Sahu sehingga masih dilestarikan hingga kini. 

Serba-Serbi Rumah Adat Sasadu

Rumah Adat Sasadu merupakan bangunan tradisional masyarakat Suku Sahu di Kabupaten Halmahera Barat, Maluku Utara. 

Bangunan ini memiliki fungsi sebagai balai adat dan ruang komunal untuk pertemuan masyarakat, musyawarah, pelaksanaan upacara, dan berbagai kegiatan sosial budaya lainnya.

Salah satu Sasadu yang bisa Anda kunjungi berada di Desa Gamtala, Kecamatan Sahu. 

Melansir Balai Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara, Rumah Adat Sasadu Gamtala pertama kali dibangun pada tahun 1920 dan memiliki sejarah perpindahan lokasi yang berkaitan dengan perpindahan pemukiman masyarakat Suku Sahu pada masa itu. 

Sejarah dan Fungsi Rumah Sasadu

Rumah Sasadu berkembang dalam lingkungan masyarakat Sahu yang bertempat di wilayah Jailolo dan Sahu, Halmahera Barat. 

Salah satu kajian arsitektur dari Universitas Sam Ratulangi menyebutkan Sasadu adalah bangunan tradisional yang berfungsi sebagai tempat pertemuan masyarakat desa. 

Bangunan ini tidak diperuntukkan sebagai hunian keluarga melainkan ruang bersama untuk kegiatan adat dan sosial. Berikut penjelasannya. 

Pusat kegiatan adat

Seperti yang telah disinggung sebelumnya, fungsi utama rumah adat ini adalah sebagai pusat pelaksanaan musyawarah dan kegiatan adat. 

Dalam masyarakat Suku Sahu, Rumah Adat Sasadu adalah ruang yang mempertemukan pemimpin adat, kepala keluarga, anggota masyarakat, dan tamu dalam kegiatan bersama. 

Salah satu kegiatan yang umumnya dilakukan di bangunan ini adalah acara Orom Sasadu, sebuah ritual atau pesta adat yang ditujukan untuk mengungkapkan rasa syukur untuk hasil panen.

Selain bentuk ucapan syukur, pelaksanaan acara ini juga menjadi upaya pemeliharaan nilai dan tradisi masyarakat setempat. 

Simbol kehidupan komunal

Bentuk dan pembagian ruang dalam Rumah Sasadu juga menggambarkan struktur sosial masyarakat Sahu. 

Sebuah penelitian tentang fungsi ruang dalam rumah ini menunjukkan terdapat pembagian area berdasarkan kelompok laki-laki dan perempuan, hingga posisi untuk ketua adat, kepala keluarga, hingga tamu. 

Baca Juga: Baileo: Rumah Adat Masyarakat Maluku

Ciri Khas Rumah Sasadu

Bangunan terbuka tanpa dinding

Ciri utama dari Rumah Sasadu adalah bangunannya yang terbuka dan tidak memiliki dinding. 

Seluruh sisi bangunan bisa digunakan sebagai akses masuk sehingga rumah ini berfungsi sebagaimana mestinya, yaitu sebagai tempat berkumpul masyarakat dalam jumlah besar. 

Struktur tiang dan konstruksi

Rumah Sasadu memiliki 8 tiang utama, 12 tiang pinggir, dan 12 tiang lain yang berdiri di antara tiang utama dan tiang pinggir. 

Fungsi tiang-tiang tersebut adalah untuk menopang struktur bangunan dan atap. 

Pada beberapa rumah, sambungan konstruksi menggunakan sistem pasak, sambungan kayu, dan bahan pengikat alami. 

Bahan bangunan juga secara umum memanfaatkan sumber daya alam seperti kayu dan anyaman daun sagu untuk bagian atap. 

Bentuk rumah yang menyerupai perahu

Rumah Sasadu memiliki bentuk memanjang yang menyerupai perahu. Hal ini terlihat dari denah rumah serta bagian ujung atap yang terlihat seperti haluan dan buritan perahu.

Balai Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara menyebutkan bahwa bangunan tradisional ini adalah lambang perahu terbalik atau Kangunga Tego-Tego

Bentuk perahu terbalik ini juga turut menunjukkan adanya keterkaitan antara arsitektur Rumah Sasadu dengan kehidupan dan pengetahuan masyarakat Suku Sahu. 

Tata ruang yang tidak ada kamar

Rumah Sasadu merupakan bangunan tradisional yang tidak memiliki kamar. 

Bagian utama rumah yang berada di area tengah digunakan untuk kegiatan adat dan penempatan perlengkapan upacara. 

Lalu, bagian lainnya digunakan oleh kelompok masyarakat sesuai kedudukan dan fungsinya dalam kegiatan adat yang berlangsung. 

Cerminan Rumah Sasadu dalam Masyarakat Sahu

Dalam masyarakat Sahu, Rumah Sasadu melambangkan keterbukaan masyarakat serta menekankan fungsi musyawarah saat membahas kepentingan bersama. 

Tak hanya itu, bentuk bangunan yang mirip seperti perahu juga turut menunjukkan pengaruh budaya bahari dalam arsitekturnya. 

Tingginya nilai kebersamaan dalam masyarakat Suku Sahu juga terlihat dari fungsi utama Rumah Sasadu sebagai ruang komunal yang mempertemukan berbagai kelompok masyarakat. 

Lokasi Rumah Sasadu

Rumah Adat Sasadu adalah bagian dari budaya masyarakat Sahu yang menetap di Kabupaten Halmahera Barat, Provinsi Maluku Utara. 

Salah satu Sasadu yang didokumentasikan oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Maluku Utara bertempat di Desa Gamtala, Kecamatan Sahul.

Anda bisa datang ke wilayah Halmahera Barat dengan melakukan perjalanan lewat Ternate. Kemudian, gunakan transportasi laut ke wilayah Halmahera dan lanjutkan denagn perjalanan darat ke Kecamatan Sahu. 

Baca Juga: Sejarah dan Makna Baju Cele dari Maluku

Jam Operasional Rumah Sasadu

Karena fungsinya yang berupa bangunan adat dan ruang budaya masyarakat, Rumah Sasadu bukanlah objek wisata yang memiliki jam operasional seragam. 

Karena itu, jam kunjungan, akses, dan kemungkinan menyaksikan kegiatan adat dapat berbeda-beda tergantung lokasi serta aktivitas Suku Sahu di saat itu. 

Ada baiknya bagi Anda untuk memperhatikan aturan masyarakat dan meminta informasi ke pemerintah desa setempat, terlebih jika bangunan sedang digunakan untuk kegiatan adat. 

Apabila Anda ingin mengunjungi Maluku untuk melihat Rumah Adat Sasadu, Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel untuk menyusun itinerary sesuai dengan destinasi dan durasi liburan yang diinginkan.

Manfaatkan juga MaiA, asisten perjalanan dari Indonesia Travel, untuk mendapatkan rekomendasi tempat wisata, aktivitas, hingga tips perjalanan ke Maluku sehingga pengalaman menjelajahi Indonesia menjadi lebih mudah dan berkesan.

 

Referensi

INSIGHT

Ide Perjalanan

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia