MaiA ai-icon

Informasi

Menjelajahi 7 Tempat Bersejarah di Balik Kota Jakarta

Image Contributor: RiSl_89/imageBROKER/Shutterstock

Jakarta, ibu kota Indonesia, memiliki sejumlah kawasan dan bangunan bersejarah yang merekam perkembangan kota ini dari pusat perdagangan pelabuhan pada abad ke-16, masa kolonial Hindia Belanda, hingga periode pergerakan dan kemerdekaan nasional pada abad ke-20. Situs-situs tersebut kini berfungsi sebagai kawasan cagar budaya, museum, dan tempat ibadah yang sebagian besar dikelola oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, serta Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia.

Latar Belakang Sejarah

Wilayah yang kini menjadi Jakarta dikenal sebagai pelabuhan Sunda Kelapa pada masa Kerajaan Sunda, sebelum direbut oleh Fatahillah pada 1527 dan berganti nama menjadi Jayakarta. Pada 1619, Vereenigde Oostindische Compagnie (VOC) menguasai kota tersebut dan membangun Batavia sebagai pusat administrasi dan perdagangan di Hindia Timur.

Batavia berkembang menjadi kota kolonial dengan arsitektur bergaya Eropa yang kini dikenal sebagai kawasan Kota Tua. Selama abad ke-20, sejumlah bangunan di Jakarta menjadi lokasi peristiwa penting pergerakan nasional Indonesia, termasuk berdirinya Boedi Oetomo pada 1908, dan pengucapan Sumpah Pemuda pada 1928.

Situs dan Bangunan Bersejarah Utama

Kota Tua Jakarta

Kota Tua merupakan kawasan bekas pusat pemerintahan dan perdagangan Batavia pada masa kolonial Belanda, berlokasi di Taman Sari, Jakarta Barat. Kawasan ini mencakup Taman Fatahillah serta beberapa museum, antara lain Museum Sejarah Jakarta (Museum Fatahillah), Museum Wayang, dan Museum Seni Rupa dan Keramik.

Museum Sejarah Jakarta menempati bekas gedung Balai Kota Batavia (Stadhuis) yang dibangun pada 1710. Museum-museum di Kota Tua tutup setiap hari Senin dan umumnya buka pada pukul 09.00–15.00 WIB (lebih panjang pada akhir pekan di sejumlah museum), dengan harga tiket sekitar Rp 5.000–Rp 15.000 untuk pengunjung domestik, dan sekitar Rp 50.000 untuk wisatawan mancanegara. Akses ke area lapangan Kota Tua tidak dipungut biaya.

Monumen Nasional (Monas)

Monumen Nasional adalah tugu peringatan perjuangan kemerdekaan Indonesia yang terletak di Lapangan Medan Merdeka, Gambir, Jakarta Pusat. Monumen ini memiliki tinggi 132 meter dan dilengkapi museum sejarah nasional di bagian dasar, serta pelataran puncak yang dapat diakses pengunjung.

Kawasan taman Monas tutup setiap hari Senin untuk perawatan. Pada hari lain, kawasan buka mulai pukul 06.00 WIB, sementara loket museum dan pelataran puncak beroperasi mulai pukul 08.00 WIB hingga sore atau malam hari tergantung hari kunjungan.

Tiket pelataran puncak berkisar Rp 6.000–Rp 24.000, sedangkan tiket museum berkisar Rp 3.000–Rp 8.000, tergantung kategori pengunjung. Pembayaran tiket dilakukan secara nontunai menggunakan kartu JakCard atau kartu Bank DKI.

Museum Kebangkitan Nasional

Museum ini menempati bekas gedung STOVIA (School tot Opleiding van Inlandsche Artsen), sekolah kedokteran bagi penduduk pribumi yang didirikan pemerintah Hindia Belanda pada 1851, di Jalan Abdul Rahman Saleh Nomor 26, Senen, Jakarta Pusat. Gedung ini merupakan tempat berdirinya organisasi Boedi Oetomo pada 20 Mei 1908.

Museum Kebangkitan Nasional menyimpan lebih dari 2.000 koleksi, termasuk replika ruang kelas, asrama, dan peralatan kedokteran masa kolonial. Museum ini buka setiap Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB, dengan harga tiket sekitar Rp 2.000–Rp 5.000.

Pelabuhan Sunda Kelapa

Pelabuhan Sunda Kelapa merupakan pelabuhan tertua di Jakarta yang telah berfungsi sejak masa Kerajaan Sunda, dan menjadi pusat perdagangan rempah pada masa kolonial. Pelabuhan ini terletak di Penjaringan, Jakarta Utara, dan masih digunakan sebagai tempat bersandar kapal pinisi tradisional bertiang layar untuk aktivitas bongkar muat barang antarpulau.

Kawasan ini dapat diakses sepanjang hari, dan pengunjung dikenakan biaya masuk kawasan pelabuhan sekitar Rp 5.000–Rp 10.000.

Glodok

Glodok adalah kawasan permukiman etnis Tionghoa tertua di Jakarta yang terletak di Taman Sari, Jakarta Barat. Kawasan ini terbentuk setelah peristiwa Geger Pecinan pada 1740, ketika pemerintah kolonial Belanda memindahkan sisa penduduk keturunan Tionghoa ke area di luar tembok kota Batavia.

Salah satu bangunan penting di kawasan ini adalah Vihara Dharma Bhakti (Kim Tek Ie), klenteng tertua di Jakarta yang pertama kali dibangun pada 1650. Klenteng ini dibakar pada peristiwa Geger Pecinan, dan dibangun kembali pada 1755, serta kembali direstorasi setelah kebakaran pada 2015.

Kawasan ini juga dikenal sebagai pusat kuliner Tionghoa-Indonesia, terutama di area Petak Sembilan dan Gang Gloria.

Museum Sumpah Pemuda

Museum Sumpah Pemuda berlokasi di Jalan Kramat Raya Nomor 106, Kwitang, Jakarta Pusat, menempati bekas gedung indekos pelajar STOVIA dan Rechtshoogeschool (sekolah tinggi hukum). Gedung ini merupakan lokasi Kongres Pemuda II pada 27–28 Oktober 1928, tempat Sumpah Pemuda diikrarkan dan lagu Indonesia Raya karya Wage Rudolf Supratman diperdengarkan untuk pertama kalinya.

Gedung ini ditetapkan sebagai cagar budaya pada 1973. Museum Sumpah Pemuda menyimpan lebih dari 2.800 koleksi benda bersejarah.

Museum ini buka setiap Selasa–Minggu pukul 08.00–16.00 WIB, dengan harga tiket sekitar Rp 1.000–Rp 5.000 untuk pengunjung domestik, dan mulai Rp 10.000 untuk wisatawan mancanegara.

Museum Joang 45

Museum Joang 45 berlokasi di Jalan Menteng Raya Nomor 31, Jakarta Pusat, menempati bangunan yang pernah digunakan sebagai tempat berkumpulnya aktivis pemuda pada masa persiapan kemerdekaan Indonesia. Museum ini menyimpan koleksi terkait perjuangan kemerdekaan, termasuk kendaraan dan dokumentasi tokoh nasional.

Harga tiket masuk berkisar Rp 2.000 untuk anak-anak, Rp 3.000 untuk mahasiswa, dan Rp 5.000 untuk dewasa. Adapun Museum Joang 45 buka mulai pukul 09.00 WIB.

Lokasi dan Aksesibilitas

Sebagian besar situs bersejarah di atas tersebar di wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, dan Jakarta Utara. Kota Tua dan Glodok berada berdekatan di Jakarta Barat, serta dapat dijangkau melalui Stasiun KRL Jakarta Kota.

Monas, Museum Kebangkitan Nasional, Museum Sumpah Pemuda, dan Museum Joang 45 berada di Jakarta Pusat, dan dapat diakses melalui moda transportasi umum, seperti TransJakarta dan KRL Commuter Line, dengan titik turun terdekat di antaranya Stasiun Gondangdia dan Stasiun Gambir. Pelabuhan Sunda Kelapa berada di Jakarta Utara, sekitar 2 kilometer dari kawasan Kota Tua.

Harga Tiket dan Fasilitas

Harga tiket masuk situs-situs bersejarah di Jakarta pada umumnya tergolong terjangkau, berkisar antara Rp 1.000 hingga Rp 30.000 untuk pengunjung domestik. Sementara wisatawan mancanegara umumnya dikenakan tarif lebih tinggi, yaitu berkisar Rp 10.000 hingga Rp 50.000.

Sebagian besar museum menyediakan fasilitas dasar, seperti toilet, area parkir, dan pemandu, sementara Monas menerapkan sistem pembayaran nontunai menggunakan kartu JakCard. Sebagian besar museum di Jakarta juga tutup pada hari Senin dan hari libur nasional, kecuali kawasan terbuka seperti Kota Tua, Pelabuhan Sunda Kelapa, dan Glodok yang dapat dikunjungi setiap hari.

Baca juga: 10 Destinasi Ikonik Kota Tua Jakarta yang Penuh Sejarah

Tips Berkunjung

Sementara itu, sebelum berwisata ke tempat-tempat bersejarah tersebut, ada beberapa hal yang sebaiknya Anda perhatikan, agar pengalaman berlibur semakin menyenangkan. Berikut tipsnya:

  • Periksa jam operasional dan hari tutup masing-masing lokasi, karena sebagian besar museum tutup pada hari Senin.
  • Siapkan kartu pembayaran nontunai untuk kunjungan ke Monas.
  • Siapkan rute, karena lokasi situs tersebar di beberapa wilayah administrasi Jakarta.

Jakarta memiliki berbagai tempat bersejarah yang menyimpan cerita dan peninggalan penting dari perjalanan kota ini. Jika Anda ingin mengunjungi 7 tempat bersejarah tersebut sekaligus mengenal lebih jauh sejarah dan budaya Jakarta, manfaatkan AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary sesuai durasi dan preferensi perjalanan. Informasi mengenai lokasi, akses, waktu terbaik berkunjung, serta berbagai destinasi menarik di Jakarta juga dapat ditanyakan kepada Maia sehingga perjalanan Anda dapat direncanakan dengan lebih mudah dan nyaman.


Referensi:

INSIGHT

Ide Perjalanan

10 Masjid Unik di Indonesia dan Keistimewaan Arsitekturnya

10 Masjid Unik di Indonesia dan Keistimewaan Arsitekturnya

Desa Wisata Sesaot: Pesona Alam dan Budaya di Lombok Barat

Desa Wisata Sesaot: Pesona Alam dan Budaya di Lombok Barat

5 Tempat Wisata Sejarah Kemerdekaan RI Di Jakarta yang Bisa Dikunjungi

5 Tempat Wisata Sejarah Kemerdekaan RI Di Jakarta yang Bisa Dikunjungi