MaiA ai-icon

Informasi

Keraton Yogyakarta, Singgasana Sultan di Yogyakarta: Sejarah, Daya Tarik Wisata, Keunikan, Informasi Lengkap, dan Tips Berwisata

Image contributor: https://www.shutterstock.com/g/ferryelegant 

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat merupakan pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta sekaligus salah satu kawasan cagar budaya penting di Daerah Istimewa Yogyakarta. Kompleks keraton tidak hanya berfungsi sebagai tempat tinggal Sultan dan keluarga kerajaan, tetapi juga menjadi ruang pelestarian tradisi, seni, arsitektur, dan berbagai peninggalan sejarah Kasultanan Yogyakarta.

Bagi wisatawan, sejumlah bagian kompleks Keraton Yogyakarta dibuka sebagai destinasi wisata budaya. Pengunjung dapat melihat bangunan bersejarah, koleksi museum, pertunjukan seni, serta mempelajari berbagai tradisi yang masih dijalankan hingga saat ini.

Sejarah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Sejarah Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat berkaitan erat dengan Perjanjian Giyanti pada 13 Februari 1755. Perjanjian tersebut membagi Kerajaan Mataram Islam menjadi dua wilayah utama, yaitu Kasunanan Surakarta di bawah Paku Buwana III dan wilayah yang dipimpin Pangeran Mangkubumi. Pangeran Mangkubumi kemudian bergelar Sultan Hamengku Buwana I dan mendirikan Kasultanan Yogyakarta.

Pembangunan keraton dimulai pada 9 Oktober 1755 di kawasan Pacethokan, dekat hutan Beringan. Lokasi tersebut berada di antara Sungai Code dan Sungai Winongo. Sultan Hamengku Buwana I memimpin langsung pembangunan kompleks keraton beserta sejumlah sarana pendukungnya.

Pada 7 Oktober 1756, Sultan Hamengku Buwana I beserta keluarga dan pengikutnya mulai menempati keraton. Pembangunan berbagai bagian kompleks kemudian berlangsung secara bertahap. Selain keraton, dibangun pula benteng pertahanan, Tamansari, Masjid Gedhe, dan Pasar Gedhe sebagai bagian dari perkembangan pusat pemerintahan Kasultanan Yogyakarta.

Daya Tarik Wisata Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Keraton Yogyakarta menawarkan wisata yang berfokus pada sejarah dan kebudayaan Jawa. Salah satu area yang dapat dikunjungi adalah Kagungan Dalem Kedhaton. Di kawasan ini terdapat ruang pamer dan bagian-bagian keraton yang memperkenalkan sejarah, seni, tradisi, serta kehidupan Kasultanan Yogyakarta.

Daya tarik lainnya adalah pertunjukan seni di Bangsal Srimanganti. Program pertunjukan dapat mencakup karawitan, macapat, tari, wayang, dan bentuk kesenian tradisional lainnya sesuai jadwal yang ditetapkan keraton.

Wisatawan juga dapat mengunjungi Kagungan Dalem Wahanarata yang menyimpan berbagai koleksi kereta kuda pusaka dan bersejarah yang digunakan Sultan beserta keluarga kerajaan.

Selain itu, tata ruang Keraton Yogyakarta memiliki keterkaitan dengan konsep Catur Gatra Tunggal, yaitu keterhubungan antara pusat pemerintahan, ruang kegiatan masyarakat, aspek ekonomi, dan aspek religius dalam tata kota kerajaan. Keraton menjadi pusat pemerintahan, sementara Alun-Alun Lor dan Alun-Alun Kidul menjadi bagian penting dalam struktur ruang tersebut.

Baca juga: 11 Tempat Bersejarah di Yogyakarta untuk Wisata Edukatif

Keunikan Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

1. Keraton sebagai Pusat Kasultanan Yogyakarta

Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat bukan hanya bangunan bersejarah. Kompleks ini merupakan kediaman Sultan beserta keluarga sekaligus simbol pusat kekuasaan Kasultanan Yogyakarta. Fungsi tersebut membuat keraton memiliki kedudukan berbeda dibandingkan objek wisata sejarah pada umumnya.

2. Tata Ruang Berlandaskan Konsep Catur Gatra Tunggal

Tata ruang kawasan Yogyakarta pada masa awal Kasultanan disusun berdasarkan konsep Catur Gatra Tunggal. Konsep tersebut menghubungkan unsur pemerintahan, kehidupan sosial, ekonomi, dan keagamaan dalam satu kesatuan tata ruang. Keraton menjadi salah satu unsur utamanya.

3. Memiliki Fungsi Pertahanan

Keraton pada awal pembangunannya juga dirancang sebagai kawasan pertahanan. Kompleks ini dilengkapi benteng keliling dengan dinding yang tebal dan tinggi serta parit atau jagang di bagian luarnya. Struktur tersebut menunjukkan bahwa keraton pada masa awal tidak hanya berfungsi sebagai pusat pemerintahan dan tempat tinggal raja.

4. Tradisi dan Kesenian Masih Dijalankan

Keraton Yogyakarta tetap menjadi tempat berlangsungnya berbagai kegiatan budaya. Pertunjukan tari, karawitan, macapat, wayang, serta sejumlah upacara dan prosesi tradisional masih diselenggarakan pada waktu tertentu. Jadwal kegiatan dapat berubah sehingga pengunjung perlu memeriksa informasi resmi sebelum berkunjung.

5. Koleksi Pusaka dan Kereta Bersejarah

Keraton menyimpan berbagai benda peninggalan yang berkaitan dengan sejarah Kasultanan, termasuk kereta kuda pusaka. Koleksi tersebut menjadi bagian dari upaya memperkenalkan sejarah dan kebudayaan keraton kepada masyarakat melalui kegiatan wisata dan museum.

Informasi Lengkap Mengenai Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Lokasi

Kawasan wisata Keraton Yogyakarta berada di sekitar Jl. Rotowijayan Blok No. 1, Panembahan, Kecamatan Kraton, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta. Salah satu unit wisata utama, Kagungan Dalem Kedhaton, menggunakan alamat tersebut.

Lokasinya berada di kawasan pusat Kota Yogyakarta sehingga dapat dijangkau dari berbagai kawasan wisata kota. Wisatawan juga dapat mengombinasikan kunjungan ke keraton dengan destinasi budaya lain di kawasan Kraton.

Jam Operasional dan Harga Tiket Masuk

Jam operasional Kagungan Dalem Kedhaton saat ini adalah Selasa–Minggu pukul 08.30–14.30 WIB, sedangkan Senin tutup. Pengelola menyarankan pengunjung datang satu jam lebih awal dan mengikuti ketentuan yang berlaku.

Harga tiket dapat berbeda berdasarkan unit wisata dan jenis kunjungan. Sebagai acuan, informasi resmi Keraton Yogyakarta mencantumkan tarif area Kedhaton sebesar Rp15.000 untuk wisatawan domestik dewasa, Rp10.000 untuk anak-anak, Rp25.000 untuk wisatawan mancanegara dewasa, dan Rp20.000 untuk anak-anak mancanegara. Karena tarif dapat berubah, sebaiknya periksa harga terbaru melalui kanal resmi sebelum berkunjung.

Tiket dapat dibeli langsung melalui loket masing-masing unit wisata atau secara online melalui situs resmi pariwisata Keraton Yogyakarta.

Peraturan Saat Memasuki Area Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

Pengunjung diwajibkan mengenakan pakaian yang sopan, nyaman, dan berlengan. Rok atau celana pendek tidak diperbolehkan pada sejumlah area wisata. Pengunjung juga perlu memperhatikan ketentuan mengenai motif batik karena motif batik awisan tidak diperkenankan.

Dokumentasi diperbolehkan di area tertentu sesuai arahan petugas. Pengunjung tidak diperkenankan menyentuh atau merusak bangunan maupun koleksi bersejarah, membuang sampah sembarangan, atau membuat kegaduhan. Pada area pertunjukan tertentu, pengambilan foto juga hanya diperbolehkan di lokasi yang ditentukan dan tanpa menggunakan lampu kilat.

Pengunjung juga perlu mengikuti arahan Abdi Dalem dan petugas selama berada di kawasan keraton.

Tips Berwisata ke Keraton Ngayogyakarta Hadiningrat

  1. Periksa jadwal sebelum datang. Jam operasional dan program pertunjukan dapat berbeda antarunit wisata.
  2. Gunakan pakaian yang sesuai. Pilih pakaian sopan, nyaman, dan berlengan untuk mengikuti ketentuan kawasan keraton.
  3. Datang lebih awal. Selain menghindari kepadatan, waktu tambahan diperlukan untuk proses masuk dan pembelian tiket.
  4. Ikuti batas area kunjungan. Tidak semua bagian kompleks keraton terbuka untuk wisatawan.
  5. Perhatikan aturan fotografi. Jangan menggunakan flash atau mengambil gambar di area yang tidak diperbolehkan.
  6. Pertimbangkan menggunakan pemandu. Keraton menyediakan layanan tur pemandu dalam beberapa bahasa untuk memberikan penjelasan mengenai sejarah dan kebudayaan keraton.
  7. Cek agenda budaya. Jika ingin menyaksikan pertunjukan atau prosesi tertentu, periksa jadwal terbaru melalui kanal resmi Keraton Yogyakarta.

Baca juga: Lagi di Yogyakarta? Borong Oleh-Oleh dari 7 Jenama Lokal ini Aja!

Setelah mengunjungi Keraton Yogyakarta, wisatawan dapat menyusun destinasi berikutnya menggunakan fitur AI Plan Your Trip dan MaiA dari Indonesia.travel. Fitur Maia dapat membantu membuat rencana perjalanan berdasarkan destinasi, tanggal perjalanan, jumlah peserta, anggaran, minat, preferensi makanan, dan pilihan akomodasi.

 

Referensi

  1. https://www.kratonjogja.id/en/ 
  2. https://indonesiavirtualtour.com/wisata-virtual/keraton-yogyakarta 
  3. https://kebudayaan.jogjakota.go.id/page/index/kawasan-kraton 
  4. https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/keraton-yogyakarta-singgasana-sultan-yang-penuh-makna-filosofis/ 
  5. https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/pl-keraton-yogyakarta/187042

INSIGHT

Ide Perjalanan

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia