Image Contributor: Daniel_Ferryanto/Shutterstock
Keraton Surakarta Hadiningrat, atau yang lebih dikenal sebagai Keraton Solo, merupakan kompleks istana Kesunanan Surakarta yang berada di Kota Surakarta, Jawa Tengah. Keraton ini merupakan salah satu pusat penting dalam perkembangan sejarah dan kebudayaan Jawa serta menjadi bagian dari warisan Kesultanan Mataram setelah pusat kerajaan dipindahkan dari Kartasura ke Surakarta.
Kompleks Keraton Surakarta berada di kawasan Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon. Data Kebudayaan Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah mencatat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai bangunan cagar budaya dengan nomor SK 646/1-R/1/2013. Lokasinya berada di kawasan pusat kota dan berdekatan dengan sejumlah situs bersejarah, termasuk Alun-Alun Lor dan Pasar Klewer.
Keraton tidak hanya memiliki fungsi historis sebagai bekas pusat pemerintahan kerajaan, tetapi juga berperan dalam pelestarian berbagai unsur kebudayaan Jawa. Kompleks ini berkaitan dengan tradisi keraton, kesenian, upacara adat, tata ruang tradisional, serta penyimpanan berbagai benda pusaka dan koleksi sejarah.
Sejarah Keraton Surakarta Hadiningrat
Perpindahan dari Kartasura
Sejarah Keraton Surakarta berkaitan erat dengan perkembangan Kerajaan Mataram Islam. Sebelum berada di Surakarta, pusat kerajaan berada di Kartasura. Pada 1742 terjadi Geger Pacinan, konflik yang menyebabkan kerusakan serius pada Keraton Kartasura. Kondisi tersebut menjadi salah satu faktor yang mendorong perpindahan pusat kerajaan ke wilayah baru.
Pada masa pemerintahan Pakubuwono II, pusat kerajaan kemudian dipindahkan ke Desa Sala. Proses perpindahan tersebut berlangsung pada pertengahan abad ke-18 dan menjadi dasar berdirinya pusat pemerintahan baru yang kemudian dikenal sebagai Surakarta Hadiningrat. Sumber Pemerintah Kota Surakarta mencatat bahwa pada 1745 terjadi perpindahan pusat kerajaan dari Kartasura menuju wilayah Sala setelah keraton lama mengalami kerusakan akibat Geger Pacinan.
Karena itu, tahun 1745 sering digunakan sebagai tahun berdirinya Keraton Surakarta dalam sumber pariwisata, termasuk Indonesia Travel. Secara historis, tahun tersebut terutama berkaitan dengan perpindahan pusat kerajaan dan berdirinya Keraton Surakarta sebagai pusat pemerintahan baru.
Perkembangan Kesunanan Surakarta
Keraton Surakarta kemudian menjadi pusat pemerintahan Kasunanan Surakarta. Perkembangan politik kerajaan mengalami perubahan besar setelah Perjanjian Giyanti pada 1755, yang membagi wilayah kekuasaan Mataram antara Kasunanan Surakarta dan Kesultanan Yogyakarta. Perubahan tersebut menjadi salah satu tahap penting dalam sejarah politik Jawa pada abad ke-18.
Pada masa berikutnya, Keraton Surakarta berada dalam hubungan politik dengan pemerintah kolonial Belanda. Hubungan tersebut memengaruhi sistem pemerintahan dan kedudukan politik kerajaan hingga masa pendudukan Jepang dan periode awal kemerdekaan Indonesia. Pemerintah Kota Surakarta mencatat bahwa setelah Proklamasi Kemerdekaan, Pakubuwono XII mengeluarkan maklumat pada 1 September 1945 yang menyatakan Negeri Surakarta Hadiningrat berdiri di belakang pemerintahan Republik Indonesia.
Arsitektur dan Tata Ruang Keraton
Keraton Surakarta memiliki tata ruang yang mencerminkan konsep arsitektur tradisional Jawa. Kompleksnya terdiri atas sejumlah halaman, bangunan, serta ruang yang memiliki fungsi berbeda berdasarkan kedudukannya dalam lingkungan keraton.
Salah satu karakteristiknya adalah keberadaan alun-alun sebagai bagian dari tata ruang kawasan keraton. Bangunan-bangunan di dalam kompleks memiliki bentuk dan ornamen yang berkaitan dengan tradisi arsitektur Jawa, termasuk penggunaan struktur kayu, pendapa, serta elemen dekoratif tradisional.
Indonesia Travel mencatat bahwa kompleks Keraton Surakarta memiliki arsitektur khas Jawa dengan pengaruh kolonial serta ornamen dan ukiran kayu. Karakter tersebut mencerminkan perkembangan keraton dalam lingkungan politik dan budaya yang mengalami perubahan selama berabad-abad.
Koleksi dan Daya Tarik Keraton
Museum dan Benda Pusaka
Salah satu bagian yang dapat dikunjungi masyarakat adalah area museum yang menyimpan berbagai benda bersejarah. Koleksi yang berkaitan dengan keraton antara lain keris, gamelan, dan benda pusaka lainnya. Koleksi tersebut memberikan informasi mengenai kehidupan istana, kesenian, serta tradisi yang berkembang dalam lingkungan Kasunanan Surakarta.
Benda-benda pusaka dalam tradisi keraton tidak hanya memiliki nilai material. Sebagian memiliki hubungan dengan sejarah keluarga kerajaan, upacara adat, dan sistem simbolik dalam kebudayaan Jawa. Penjelasan mengenai nilai spiritual atau simbolik suatu pusaka perlu ditempatkan berdasarkan konteks tradisi dan sumber sejarah yang berkaitan.
Pusat Pelestarian Budaya Jawa
Keraton Surakarta juga berperan sebagai salah satu pusat pelestarian kesenian dan tradisi Jawa. Salah satu contohnya adalah karawitan, yaitu seni musik tradisional Jawa yang menggunakan perangkat gamelan.
Kajian mengenai karawitan Keraton Kasunanan Surakarta menunjukkan bahwa penciptaan dan perkembangan gending berlangsung dalam berbagai periode pemerintahan raja. Pada masa Pakubuwono IV, misalnya, kehidupan karawitan keraton mengalami perkembangan yang signifikan dengan munculnya berbagai karya gending.
Selain musik, tradisi keraton juga berkaitan dengan upacara adat, busana, bahasa, tata krama, seni pertunjukan, dan berbagai bentuk pengetahuan budaya Jawa.
Makna dan Nilai Budaya
Keraton Surakarta memiliki nilai budaya sebagai salah satu institusi yang mempertahankan kesinambungan tradisi Jawa. Nilainya tidak hanya terletak pada bangunan fisik, tetapi juga pada pengetahuan, kesenian, ritual, benda pusaka, dan tata kehidupan yang berkembang di lingkungan keraton.
Statusnya sebagai cagar budaya menunjukkan bahwa kompleks tersebut memiliki nilai penting yang perlu dilestarikan. Data resmi kebudayaan mencatat Keraton Kasunanan Surakarta Hadiningrat sebagai bangunan cagar budaya di Kota Surakarta.
Dalam konteks sejarah Indonesia, keraton juga menjadi sumber informasi mengenai perubahan politik Jawa, hubungan kerajaan dengan pemerintah kolonial, serta transformasi kedudukan kerajaan setelah terbentuknya Republik Indonesia.
Baca Juga: 10 Tempat Bersejarah di Solo yang Sarat Nilai Budaya
Informasi Operasional
Informasi pariwisata resmi Indonesia Travel mencantumkan Keraton Surakarta beralamat di Baluwarti, Kecamatan Pasar Kliwon, Kota Surakarta, Jawa Tengah 57144. Sumber tersebut mencatat waktu kunjungan pukul 09.00–14.00 WIB dan tutup pada hari Jumat. Tarif yang tercantum adalah Rp15.000 untuk dewasa, Rp10.000 untuk anak-anak, Rp30.000 untuk wisatawan asing, serta tambahan Rp2.000 untuk izin fotografi. Informasi tersebut dapat berubah berdasarkan kebijakan pengelola sehingga pengunjung sebaiknya melakukan pengecekan sebelum datang.
Fasilitas yang tercantum meliputi area museum, tempat parkir, pemandu, dan toko suvenir. Karena keraton juga merupakan lingkungan yang berkaitan dengan kegiatan budaya dan keagamaan, sebagian area dapat memiliki ketentuan kunjungan tertentu.
Cara Menuju Keraton Surakarta
Keraton Surakarta berada di kawasan pusat Kota Solo sehingga dapat dijangkau dari berbagai titik kota menggunakan kendaraan pribadi, transportasi daring, becak, andong, maupun angkutan umum. Dari Bandara Internasional Adi Soemarmo, perjalanan menuju kawasan keraton dapat dilakukan menggunakan kendaraan pribadi, taksi, atau transportasi daring dengan waktu tempuh sekitar 30 menit, bergantung kondisi lalu lintas.
Lokasinya juga berdekatan dengan sejumlah tujuan wisata perkotaan seperti Pasar Klewer dan Alun-Alun Lor, sehingga kawasan keraton dapat menjadi bagian dari rute kunjungan sejarah dan budaya di pusat Surakarta.
Feature: AI Plan Your Trip
AI Plan Your Trip membantu menyusun itinerary yang dipersonalisasi berdasarkan durasi, minat, dan preferensi perjalanan. Fitur ini dapat digunakan untuk mengatur kunjungan ke Keraton Surakarta bersama destinasi budaya lain di Kota Solo, termasuk museum, kawasan bersejarah, dan pusat kesenian.
Feature: MaiA
Maia membantu menjawab pertanyaan perjalanan, memberikan rekomendasi destinasi, serta menyediakan tips dan informasi perjalanan. Untuk kunjungan ke Keraton Surakarta, MaiA dapat membantu mencari rekomendasi destinasi budaya di sekitar keraton, informasi aktivitas, serta menyusun pilihan perjalanan berdasarkan waktu yang tersedia.
Referensi
- https://bappeda.surakarta.go.id/uploads/dokumen_publik/126/ddf982db9c291b87d156465f43b2b9fd.pdf
- https://bappeda.surakarta.go.id/uploads/dokumen_publik/128/e61e5e0096283ceef234db11a54d50b8.pdf
- https://id.wikipedia.org/wiki/Keraton_Surakarta_Hadiningrat
- https://rootetrails.com/blog/detail/keraton-surakarta-jejak-dan-upaya-ngurip-urip-budaya-jawa
- https://www.traveloka.com/id-id/explore/destination/keraton-surakarta-hadiningrat-acc/422855