MaiA ai-icon

Informasi

Desa Panglipuran: Pesona Desa Terbersih dan Budaya Bali

Desa Panglipuran merupakan destinasi wajib yang harus masuk ke dalam bucket list Anda saat berlibur ke Bali. Desa adat yang menjadi primadona pariwisata Bali ini menawarkan pesona autentik yang tetap terjaga.

Simak ulasan berikut untuk mengetahui lebih dalam mengenai keunikan dan daya tarik istimewa yang dimiliki Desa Panglipuran. Dari tradisi leluhur, keramahan penduduk, hingga hal-hal yang perlu diperhatikan saat menjelajahi desa ini.

Mengenal Apa itu Desa Panglipuran dan Sejarahnya

Desa Wisata Panglipuran di Kabupaten Bangli dikenal secara global sebagai salah satu desa terbersih di dunia, dan dinobatkan UNWTO (badan khusus PBB) sebagai menjadi salah satu dari 54 desa di dunia.

Memiliki luas wilayah 112 hektare, desa wisata ini mengalokasikan lahannya secara proporsional untuk pemukiman, fasilitas umum, serta area hijau. Sebagian besar wilayahnya masih berupa lahan pertanian dan hutan bambu yang sangat terjaga.

Ketertiban lingkungannya dijaga sangat ketat. Tersedia tempat sampah setiap 30 meter agar tidak ada sampah yang berserakan. Hal ini sejalan dengan komitmen masyarakat setempat untuk mempertahankan keasrian desa yang rapi dan nyaman bagi siapa saja.

Kepopuleran desa ini bukan tanpa alasan, karena tata ruang dan arsitektur tradisionalnya sangat unik dan rapi. Pengunjung akan disambut dengan deretan rumah adat yang seragam serta suasana lingkungan asri dan bebas dari polusi kendaraan.

Tata ruang desa ini menerapkan konsep Tri Mandala, yaitu pembagian wilayah menjadi Utama Mandala untuk area suci, Madya Mandala sebagai pemukiman penduduk, dan Nista Mandala yang dikhususkan sebagai area pemakaman.

Selain itu, terdapat hutan bambu seluas 45 hektare yang berfungsi sebagai pelindung desa sekaligus kawasan resapan air. Masyarakat melestarikan hutan ini sebagai warisan leluhur yang menjadi simbol keseimbangan antara manusia dengan alam.

Baca Juga: Intip Yuk, Daya Tarik yang Ditawarkan Desa Penglipuran Bali!

Apa Saja yang Bisa Dilakukan di Desa Panglipuran?

Ada banyak hal menarik yang bisa Anda lakukan ketika mengunjungi Desa Adat Panglipuran yang terkenal ini, antara lain:

1. Mempelajari Budaya dan Kerajinan Lokal

Pengunjung bisa berkeliling desa untuk mempelajari sejarah serta tatanan budaya masyarakat yang masih kental. Udara bersih dan sejuk menjamin pengalaman berjalan kaki menyusuri setiap sudut desa terasa menyenangkan.

Terdapat sentra wirausaha yang memungkinkan Anda belajar langsung cara menganyam bambu sambil berinteraksi dengan pengrajin lokal sekaligus menciptakan karya tangan sendiri sebagai kenang-kenangan.

2. Pengalaman Menginap di Desa 

Fasilitas di desa ini sangat lengkap, mulai dari homestay yang dikelola penduduk hingga kesempatan tinggal langsung bersama warga lokal. Nikmati suasana pedesaan Bali yang tenang dan harmonis saat menginap di Desa Panglipuran.

Bagi pecinta alam, tersedia pula area khusus di sekitar hutan bambu untuk mendirikan tenda. Berkemah di bawah rimbunnya pohon bambu menawarkan suasana petualangan yang damai dan jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.

3. Mencicipi Kuliner Khas yang Menyehatkan

Menjelajahi kuliner lokal adalah agenda wajib, terutama mencicipi Tipat Cantok, yaitu hidangan ketupat dengan sayuran rebus dan bumbu kacang khas yang sekilas mirip ketoprak namun memiliki perpaduan rempah yang sangat unik di lidah.

Sebagai pelengkap, coba juga Loloh Cemcem, minuman legendaris berwarna hijau yang terbuat dari daun kloncing. Selain menyegarkan, minuman ini dipercaya masyarakat setempat sangat berkhasiat untuk menjaga kesehatan pencernaan.

4. Berkunjung ke Kawasan Karang Memadu

Tempat ini merupakan bagian dari kearifan lokal yang menarik karena berkaitan dengan hukum adat yang melarang laki-laki dan perempuan untuk poligami atau poliandri. 

Karang Memadu yang terletak di ujung desa dipersiapkan bagi pelanggar aturan tersebut, meskipun hingga saat ini area tersebut tetap kosong dan menjadi simbol komitmen warga dalam menjaga kesetiaan dan nilai moral dalam rumah tangga.

5. Bersepeda Keliling Desa dan Hutan Bambu

Anda juga bisa menjelajah desa lebih jauh tanpa lelah dengan naik sepeda sewa untuk berkeliling kawasan pemukiman. Jalur yang bersih tanpa kendaraan bermotor menjadikan aktivitas bersepeda terasa sangat aman dan nyaman bagi siapa saja. 

Eksplorasi dapat dilanjutkan hingga ke dalam hutan bambu yang luasnya mencakup hampir setengah wilayah desa. Menyusuri jalur hutan yang asri dengan sepeda akan memberikan pemandangan hijau yang menenangkan mata dan pikiran.

6. Menyaksikan Kemeriahan Festival Panglipuran

Bagi yang berkunjung di akhir tahun, biasanya pada bulan Desember, Anda berkesempatan menyaksikan Festival Desa Panglipuran yang meriah.

Acara tahunan ini menampilkan berbagai pertunjukan seni budaya serta pameran potensi lokal yang sangat menarik. Pengunjung juga bisa menyaksikan upacara adat yang sakral dan penuh makna spiritual.

Baca Juga: Ukiran Kayu Khas Bali

Bagaimana Cara Menuju Desa Adat Panglipuran?

Jika Anda berangkat dari Bandara Ngurah Rai, perjalanan menuju Desa Panglipuran lebih efisien melalui Tol Bali Mandara yang tersambung ke Bypass Ida Bagus Mantra. 

Setelah itu, Anda bisa menuju perempatan Banjar Siyut, kemudian berbelok ke arah Gianyar yang memangkas waktu tempuh secara signifikan. Dari Gianyar, Anda cukup mengikuti jalur utama Jalan Raya Tulikup hingga memasuki Kota Bangli.

Jalur ini sudah dilengkapi infrastruktur memadai dan rambu penunjuk arah yang jelas. Wisatawan pun bisa dengan mudah mengakses Desa Panglipuran menggunakan kendaraan pribadi maupun jasa transportasi online.

Setibanya di Kota Bangli, arahkan kendaraan ke Jalan Nusantara hingga menemukan pertigaan untuk berbelok kiri sesuai petunjuk arah "Desa Wisata Panglipuran". Anda akan sampai di gerbang utama desa melalui akses jalan yang mulus dan nyaman.

Hal yang Perlu Diperhatikan Sebelum Berkunjung

Desa Adat Panglipuran selalu terbuka dan bisa dikunjungi oleh siapa saja. Namun, ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan sebelum benar-benar menginjakkan kaki ke dalam area desa, antara lain:

  • Membeli tiket masuk: Syarat utama untuk berwisata di Desa Panglipuran adalah membeli tiket masuk di gerbang kedatangan. Wisatawan dikenakan biaya sebesar Rp25.000 per orang sebagai kontribusi pengelolaan dan pemeliharaan desa.
  • Jam operasional: Desa Panglipuran buka setiap hari (kecuali saat Hari Raya Nyepi) mulai pukul 08.15-18.30 WITA. Pengunjung desa ini rata-rata menghabiskan waktu antara 1-1,5 jam untuk berkunjung menelusuri desa.
  • Selalu berpakaian sopan: Meskipun tidak ada aturan seragam tertentu, pengunjung disarankan untuk mengenakan pakaian yang sopan sebagai bentuk penghormatan terhadap norma sosial masyarakat setempat.
  • Selalu menjaga kebersihan: Sebagai salah satu desa terbersih di dunia, setiap pengunjung wajib berkontribusi menjaga keasrian lingkungan. Wisatawan dilarang keras mengotori area desa serta harus berhati-hati agar tidak merusak rumput atau tanaman hias milik warga.
  • Patuhi petunjuk dan peringatan di seluruh penjuru desa: Pahami setiap papan petunjuk yang terpasang, terutama larangan membuang sampah sembarangan dan larangan membawa kendaraan bermotor ke dalam desa. Perhatikan pula batas wilayah yang boleh dimasuki agar tidak mengganggu ketertiban umum.
  • Dilarang merokok: Sesuai aturan pelestarian lingkungan, pengunjung dilarang keras merokok setelah memasuki area utama desa. Jika ingin merokok, wisatawan hanya diperbolehkan melakukannya di area parkir kendaraan atau lokasi tertentu di luar batas pemukiman adat.
  • Larangan menerbangkan drone: Wisatawan tidak diizinkan untuk menerbangkan drone di Desa Panglipuran untuk menjaga ketenangan warga. Pastikan Anda menyiapkan perangkat dokumentasi lain yang diizinkan, seperti dari kamera smartphone maupun kamera digital profesional.
  • Hormati privasi dan area suci: Jaga etika dengan selalu meminta izin sebelum mengambil foto di dalam rumah warga serta menghormati privasi mereka. Selain itu, pengunjung dilarang keras memasuki area dalam pura atau menyentuh bagian kepala patung yang dianggap sakral oleh masyarakat.

Baca Juga: Bali’s Spiritual Cleansing

Yuk, eksplorasi Desa Panglipuran untuk menemukan suasana pedesaan yang syahdu, bersih, dan tertata rapi. Selalu perhatikan peraturan yang ditetapkan di desa tersebut agar lingkungan tetap aman dan nyaman.

Jangan lupa untuk jelajahi desa penting ini di Bali bersama orang terdekat selama di Bali. Gunakan fitur AI Plan Your Trip untuk mendapatkan itinerary yang sesuai dengan minat, waktu, dan gaya liburanmu.


Jika kamu butuh inspirasi tambahan, MaiA siap menemani dan menjawab semua pertanyaanmu seputar destinasi, aktivitas, hingga tips perjalanan di Indonesia. Siapkan diri untuk liburan menyenangkan dan tak terlupakan di Pulau Dewata.

INSIGHT

Ide Perjalanan

TAMAN SARI GUHA SUNYARAGI

TAMAN SARI GUHA SUNYARAGI

Keris

Keris

Kolintang

Kolintang