MaiA ai-icon

Informasi

Gedung Sate, Ikon Bersejarah Kota Bandung

Image Contributor: Pambudi Yoga Perdana/imageBROKER/Shutterstock

Bandung memiliki salah satu bangunan ikonik yang sudah menjadi landmark dan ikon wisata, yaitu Gedung Sate. Bangunan bersejarah ini dibangun pada masa pemerintahan kolonial Hindia Belanda, dan kini berfungsi sebagai kantor pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, termasuk kantor Gubernur dan Wakil Gubernur.

Pada masa pembangunannya, Gedung Sate memiliki nama resmi Gouvernements Bedrijven (disingkat GB), yang berarti Departemen Perusahaan-perusahaan Pemerintah. Sedangkan sebutan "Gedung Sate" merupakan julukan populer yang lahir dari masyarakat setempat.

Awal Mula Gedung Sate Berdiri

Latar Belakang Pembangunan

Pembangunan Gedung Sate berkaitan dengan rencana pemerintah kolonial Hindia Belanda untuk memindahkan pusat pemerintahan dari Batavia (kini Jakarta) ke Bandung. 

Rencana pemindahan tersebut pada akhirnya tidak terealisasi, akibat resesi ekonomi global pada awal dekade 1930-an. 

Meski demikian, bangunan ini tetap difungsikan sebagai pusat administrasi Departemen Pekerjaan Umum dan Perhubungan (Departement van Gouvernements Bedrijven) pada masanya.

Proses Pembangunan

Peletakan batu pertama pembangunan Gedung Sate dilakukan pada 27 Juli 1920, dan bangunan ini selesai dibangun pada tahun 1924. 

Arsitek utama yang merancang Gedung Sate adalah Ir. J. Gerber, yang berasal Belanda. Dalam proses perancangannya, Gerber didampingi oleh sejumlah arsitek dan insinyur lain, termasuk Ir. Eh. de Roo, G. Hendriks, serta tim pekerjaan umum yang dipimpin oleh V.L. Slors.

Asal Usul Nama Gedung Sate, Simbol dari Biaya Pembangunan

Nama "Gedung Sate" berasal dari ornamen berbentuk enam bulatan yang menyerupai tusuk sate, terletak di puncak menara sentral bangunan. 

Enam bulatan tersebut merupakan simbol dari biaya pembangunan gedung yang mencapai sekitar 6 juta gulden pada masa itu.

Sebutan "Gedung Sate" kemudian lebih populer, dan mudah diingat oleh masyarakat dibandingkan nama resminya, Gouvernements Bedrijven.

Akhirnya, nama tersebut bertahan hingga saat ini sebagai identitas utama bangunan Gedung Sate.

Baca Juga: Sepenggal Kisah di Selatan Kota Bandung Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung Selatan

Ciri Khas Gaya Arsitektur Gedung Sate

Gedung Sate dirancang dengan gaya arsitektur yang memadukan unsur-unsur Eropa dan elemen tradisional Nusantara. Gaya ini secara umum dikategorikan sebagai gaya Indisch Empire dengan pengaruh Art Deco dan sentuhan neoklasik.

Detail lengkungan, kolom-kolom kokoh, dan fasad simetris pada bangunan ini mencerminkan pengaruh arsitektur Eropa. Kemudian, bentuk atap yang menyerupai atap bangunan tradisional Indonesia, serta sejumlah ornamen relief yang terinspirasi dari candi-candi di Jawa menunjukkan unsur lokal Nusantara.

Ciri paling mencolok dari bangunan Gedung Sate adalah menara sentralnya yang dikenal dengan sebutan turret. Menara ini memiliki enam ornamen bulatan melengkung menyerupai tusuk sate di puncaknya.

Di Mana Lokasi Gedung Sate?

Gedung Sate beralamat di Jalan Diponegoro Nomor 22, Kelurahan Citarum, Kecamatan Bandung Wetan, Kota Bandung, Jawa Barat. Lokasinya berada di kawasan pusat kota yang strategis, tepat di seberang Lapangan Gasibu. 

Untuk mencapai Gedung Sate, ada beberapa titik awal dan pilihan transportasi yang bisa Anda pilih. 

Dari Pusat Kota Bandung

  • Dengan Kendaraan Pribadi/Taksi (Online/Konvensional): Gunakan aplikasi peta Google Maps, dan cari "Gedung Sate" untuk menuju ke sana. Perjalanan dapat ditempuh sekitar 15-30 menit, tergantung kepadatan lalu lintas.
  • Angkutan Umum: Dari Stasiun Bandung, Anda bisa berjalan kali sedikit ke Jalan Kebon Kawung atau Otto Iskandar Dinata. Kemudian, cari angkot yang melewati Jalan Diponegoro, lalu turun di dekat gedung pemerintahan ini.

Dari Luar Kota Bandung

  • Kereta Api: Naik kereta dari Stasiun Gambir (Jakarta) atau stasiun kereta di kota Anda dengan tujuan Stasiun Bandung. Begitu tiba di Stasiun Bandung, Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Gedung Sate dengan menggunakan taksi online atau angkutan umum.
  • Bus atau Travel: Kini sudah banyak tersedia bus atau travel yang menuju Kota Bandung. Jika Anda naik bus atau Travel, dari titik turun Anda bisa melanjutkan perjalanan ke Gedung Sate menggunakan taksi online atau angkutan umum.

Alih Fungsi Gedung Sate Menjadi Pusat Pemerintahan

Pada masa kolonial, Gedung Sate berfungsi sebagai kantor pusat Departemen Pekerjaan Umum dan Perhubungan Pemerintah Hindia Belanda. 

Setelah kemerdekaan Indonesia dan berbagai perubahan struktur pemerintahan, fungsi bangunan ini beralih menjadi kantor pusat pemerintahan Provinsi Jawa Barat, termasuk kantor Gubernur dan Wakil Gubernur Jawa Barat.

Selain fungsi administratifnya, di dalam kompleks Gedung Sate juga terdapat Museum Gedung Sate, yang menampilkan sejarah pembangunan gedung dan sejarah Kota Bandung. 

Ada pula informasi mengenai teknologi dan perkembangan Jawa Barat yang dihadirkan melalui sarana edukasi berbasis teknologi, seperti diorama, ruang lini masa (timeline), teater pemutaran film sejarah, interactive glass, dan visualisasi virtual reality tiga dimensi.

Peran Sosial dan Budaya Gedung Sate

Selain sebagai pusat pemerintahan, Gedung Sate juga dikenal luas sebagai penanda kota (landmark) Kota Bandung dan Jawa Barat. 

Taman di sekitar gedung, yang berhadapan langsung dengan Lapangan Gasibu, menjadi ruang publik yang digunakan masyarakat untuk beraktivitas santai maupun berkumpul dalam berbagai acara, termasuk perayaan hari besar nasional, hingga kegiatan kebudayaan.

Makna dan Filosofi Gedung Sate

Budaya dan Kepercayaan

Rancangan Gedung Sate mencerminkan semangat sinkretisme budaya pada masa kolonial, yaitu perpaduan antara unsur arsitektur Eropa dan elemen tradisional Nusantara dalam satu bangunan.

Sejumlah sumber sejarah menyebutkan bahwa perpaduan ini dimaksudkan tidak hanya sebagai pertimbangan estetika, tetapi juga representasi kekuasaan dan kemegahan pemerintah kolonial pada masanya, sekaligus penyesuaian terhadap konteks iklim dan lingkungan tropis Hindia Belanda.

Seni dan Kerajinan

Unsur ornamen relief pada Gedung Sate banyak terinspirasi dari motif candi-candi di Pulau Jawa, yang dipadukan dengan elemen arsitektur klasik Eropa, seperti pilaster dan lengkungan.

Ornamen enam bulatan di puncak menara menjadi elemen dekoratif yang paling dikenal luas, dan telah menjadi ikon visual yang identik dengan Kota Bandung dalam berbagai bentuk representasi budaya populer, mulai dari suvenir, ilustrasi, hingga materi promosi pariwisata daerah.

Informasi Tiket, Jam Kunjungan, dan Lokasi Museum Gedung Sate

Tak hanya sekadar bangunan pemerintahan, Gedung Sate juga memiliki museum yang terbuka untuk umum. Anda bisa berkunjung ke museum ini untuk melihat lebih lanjut sejarah Kota Bandung dan Gedung Sate, dengan detail berikut:

1. Jam Kunjungan

Museum Gedung Sate terbuka untuk umum pada hari Selasa hingga Minggu, dengan jam operasional pukul 09.30-16.00 WIB. Museum ini tutup pada hari Senin, serta hari libur nasional.

2. Harga Tiket

Harga tiket masuk ke museum berkisar mulai Rp 5.000 per orang, berdasarkan informasi dari akun resmi Instagram @museumgedungsate. 

Pengunjung disarankan melakukan reservasi terlebih dahulu, baik untuk kunjungan perorangan maupun kelompok, melalui saluran resmi yang disediakan pengelola museum.

3. Area Publik

Karena bangunan utama Gedung Sate masih berfungsi aktif sebagai kantor pemerintahan, kunjungan ke area di luar museum umumnya memerlukan izin khusus dari pihak pengelola.

Area taman di sekitar Gedung Sate dapat diakses secara terbuka oleh publik tanpa dipungut biaya.

Untuk memudahkan perjalanan, manfaatkan fitur MaiA sebagai asisten virtual yang dapat membantu menemukan informasi mengenai lokasi Gedung Sate, rekomendasi tempat wisata di sekitarnya, serta berbagai tips perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

Agar rencana wisata semakin terorganisir, gunakan juga fitur Rencanakan Perjalanan Anda di website indonesia.travel untuk menyusun itinerary berdasarkan minat, lama perjalanan, dan destinasi yang ingin dikunjungi. Dengan perencanaan yang matang, pengalaman menjelajahi Gedung Sate dan berbagai daya tarik wisata di Bandung akan terasa lebih nyaman, efisien, dan berkesan.

 

Referensi

https://www.bandung.go.id/citizen/detail/82/sejarah-singkat-nama-gedung-sate-yang-kini-jadi-kantor-gubernur-jawa-barat-1713955153

https://jabarprov.go.id/layanan/museumgedungsate

https://fbm.isbi.ac.id/program-studi/karya-dosen/galeri-cbb-4/gedung-sate/

INSIGHT

Ide Perjalanan

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia