MaiA ai-icon

Informasi

10 Destinasi Ikonik Kota Tua Jakarta yang Penuh Sejarah

Image contributor: Muhammad Rizky Febriansyah/Jna P/Nexpher via ZUMA Press Wire/Shutterstock 

Jika ingin mengenal sejarah Jakarta sambil menikmati suasana kota yang berbeda, Kota Tua Jakarta menjadi salah satu destinasi yang layak dikunjungi. 

Kawasan cagar budaya ini merupakan bekas pusat pemerintahan dan perdagangan Batavia pada masa kolonial Belanda, sehingga masih mempertahankan deretan bangunan bersejarah dari abad ke-17 hingga awal abad ke-20. 

Sejarah Berdirinya Kota Tua Jakarta

Kawasan Kota Tua Jakarta berawal dari pelabuhan Sunda Kelapa, pelabuhan utama Kerajaan Sunda yang sejak abad ke-16 telah berkembang sebagai pusat perdagangan internasional. 

Pada tahun 1527, pasukan Fatahillah berhasil menguasai pelabuhan tersebut dan mengubah namanya menjadi Jayakarta, yang kemudian menjadi cikal bakal Kota Jakarta saat ini. 

Di abad ke-16, VOC Belanda tiba dan mengambil alih kekuasaan atas Jayakarta dan mengganti namanya menjadi Batavia. Lokasi tersebut kemudian dirancang sebagai pusat pemerintahan, perdagangan, dan administrasi VOC di Asia. 

Tata kota Batavia tersebut mengadopsi konsep kota-kota di Belanda dengan jaringan kanal, benteng pertahanan, alun-alun, balai kota (Stadhuis), gudang penyimpanan rempah, kantor dagang, gereja, serta kawasan permukiman yang terorganisasi. 

Lokasi Kota Tua Jakarta

Kota Tua berada di Kelurahan Pinangsia, Kecamatan Taman Sari, Jakarta Barat, dan sebagian kawasannya meluas hingga wilayah Roa Malaka (Tambora, Jakarta Barat) serta Penjaringan (Jakarta Utara). 

Lokasinya berdekatan dengan Stasiun Jakarta Kota, sehingga mudah dijangkau menggunakan transportasi umum seperti KRL Commuter Line, TransJakarta, maupun MRT yang terhubung melalui layanan lanjutan.

Daya Tarik Kota Tua Jakarta

  • Kawasan bersejarah bekas pusat pemerintahan Batavia.
  • Didominasi bangunan bergaya kolonial Belanda dari abad ke-17 hingga ke-20.
  • Terdapat berbagai museum bertema sejarah, seni, perbankan, dan maritim.
  • Ramah pejalan kaki setelah revitalisasi.
  • Sering jadi lokasi penyelenggaraan festival budaya, pameran, dan pertunjukan seni.

Daftar Tempat yang Wajib Dikunjungi

Berikut beberapa tempat utama yang layak masuk dalam itinerary Anda untuk pengalaman menjelajah Kota Tua yang lebih lengkap.

1. Taman Fatahillah

Pada masa kolonial Belanda, Taman Fatahillah berfungsi sebagai alun-alun utama (Stadhuisplein) yang berada tepat di depan Balai Kota Batavia. Kini, taman tersebut menjadi ruang publik yang sering digunakan untuk pertunjukan seni, festival budaya, kegiatan komunitas, hingga lokasi berfoto dengan latar bangunan-bangunan bersejarah.

Jam operasional: 24 jam

Harga tiket: Gratis

2. Museum Sejarah Jakarta

Museum Sejarah Jakarta menempati bekas Stadhuis van Batavia yang dibangun pada 1707–1712 sebagai balai kota Batavia. 

Museum ini menyimpan lebih dari 23.000 koleksi yang mendokumentasikan perkembangan Jakarta sejak masa prasejarah, Sunda Kelapa, Jayakarta, Batavia, hingga menjadi ibu kota Indonesia. 

Selain koleksi sejarah, pengunjung juga dapat melihat ruang sidang, penjara bawah tanah, dan berbagai artefak peninggalan kolonial.

Jam operasional: 

  • Selasa–Jumat, pukul 09.00–15.00 WIB
  • Sabtu–Minggu, pukul 09.00–20.00 WIB
  • Senin tutup.

Harga tiket: 

  • WNI, dewasa: Rp15.000, 
  • WNI, pelajar/mahasiswa: Rp5.000
  • WNA: Rp50.000

3. Museum Wayang

Museum Wayang menjadi pusat pelestarian seni pewayangan Indonesia dengan koleksi wayang kulit, wayang golek, wayang beber, wayang klitik, hingga boneka dari berbagai negara. 

Selain pameran permanen, museum ini juga rutin menyelenggarakan pertunjukan wayang, lokakarya, dan kegiatan edukasi untuk memperkenalkan warisan budaya tak benda Indonesia.

Jam operasional: 

  • Selasa–Kamis, pukul 09.00–15.00 WIB
  • Jumat, pukul 09.00–15.30 WIB
  • Sabtu–Minggu, pukul 09.00–20.00 WIB
  • Senin tutup.

Harga tiket: 

  • Selasa–Jumat: Rp10.000
  • Sabtu–Minggu: Rp15.000

Baca Juga: Galeri Nasional Indonesia

4. Museum Seni Rupa dan Keramik

Museum Seni Rupa dan Keramik menempati bekas gedung Raad van Justitie yang dibangun pada abad ke-19 dengan gaya arsitektur Neo Klasik. 

Museum ini memiliki koleksi lukisan, patung, grafis, hingga keramik dari berbagai daerah di Indonesia dan mancanegara, sehingga menjadi salah satu pusat dokumentasi perkembangan seni rupa Indonesia.

Jam operasional: 

  • Selasa–Jumat, pukul 09.00–15.00 WIB
  • Sabtu–Minggu, pukul 09.00–20.00 WIB
  • Senin tutup.

Harga tiket: 

  • WNI, dewasa: Rp15.000, 
  • WNI, pelajar/mahasiswa: Rp5.000
  • WNA: Rp50.000

Untuk membantu merencanakan kunjungan Anda, MaiA siap memberikan rekomendasi waktu terbaik, aktivitas menarik, hingga destinasi lain di sekitar Kota Tua. 

5. Museum Bank Indonesia

Museum Bank Indonesia berada di bekas kantor De Javasche Bank, bank sentral Hindia Belanda yang didirikan pada 1828. 

Museum ini menyajikan sejarah sistem moneter Indonesia melalui diorama, koleksi uang, arsip, serta teknologi multimedia interaktif yang menjelaskan perkembangan ekonomi nasional dari masa kolonial hingga era modern.

Jam operasional: 

  • Selasa–Jumat, pukul 08.00–15.30 WIB
  • Sabtu–Minggu, pukul 08.00–16.00 WIB
  • Senin dan hari libur nasional tutup.

Harga tiket: Gratis

6. Museum Bank Mandiri

Museum Bank Mandiri menempati bekas kantor pusat Nederlandsche Handel-Maatschappij (NHM) yang dibangun pada 1929. Museum ini menampilkan sejarah perkembangan industri perbankan di Indonesia melalui koleksi mesin hitung, brankas, dokumen, serta interior asli ruang pelayanan bank yang masih dipertahankan.

Jam operasional: 

  • Selasa–Minggu, pukul 08.00–15.00 WIB
  • Senin dan hari libur nasional tutup.

Harga tiket: Rp5.000

Baca Juga: 10 Wisata Edukasi di Jakarta untuk Liburan Bersama

7. Café Batavia

Berdiri di salah satu bangunan kolonial abad ke-19 yang menghadap langsung ke Taman Fatahillah, Café Batavia dikenal karena mempertahankan interior bergaya klasik dengan koleksi foto dan perabot antik. 

Jam operasional: Setiap hari, pukul 08.00–00.00 WIB.

Harga tiket: Tidak ada tiket masuk. Pengunjung hanya perlu memesan makanan atau minuman.

8. Toko Merah

Toko Merah merupakan salah satu bangunan kolonial tertua di Jakarta yang dibangun sekitar tahun 1730 dan pernah menjadi kediaman Gubernur Jenderal VOC, Gustaaf Willem van Imhoff.Dalam perjalanannya, Toko Merah pernah difungsikan sebagai rumah tinggal, kantor dagang, hotel, hingga gedung perkantoran.

Kini, sebagian bangunan Toko Merah dimanfaatkan sebagai Rode Winkel Coffee & Savoury yang bisa Anda kunjungi saat menyambangi kawasan Kota Tua.

Jam operasional: 

  • Senin–Jumat, pukul 10.00–22.00 WIB
  • Sabtu–Minggu, pukul 07.00–22.00 WIB.

Harga tiket: Gratis. Pengunjung hanya perlu memesan makanan atau minuman.

9. Museum Bahari dan Menara Syahbandar

Museum Bahari berada di bekas gudang penyimpanan rempah milik VOC yang dibangun pada abad ke-17. Museum ini menampilkan sejarah maritim Indonesia, mulai dari pelayaran tradisional, perdagangan rempah, hingga perkembangan teknologi pelayaran. 

Di kompleks yang sama berdiri Menara Syahbandar, menara pengawas pelabuhan yang dibangun pada 1839 dan dahulu digunakan untuk mengawasi lalu lintas kapal di Pelabuhan Sunda Kelapa.

Jam operasional: Selasa–Jumat 09.00–15.00 WIB; Sabtu–Minggu 09.00–20.00 WIB; Senin tutup.

Harga tiket: 

  • Selasa–Jumat: Rp10.000; 
  • Sabtu–Minggu: Rp15.000 (sudah termasuk akses ke Menara Syahbandar).

Jelajahi Kota Tua tanpa pusing mengatur itinerary dengan fitur Rencanakan Perjalanan Anda. Dapatkan itinerary yang dipersonalisasi sesuai dengan durasi, minat, dan preferensi perjalanan Anda. 

Siap untuk eksplorasi?

 

Referensi:

INSIGHT

Ide Perjalanan

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia