MaiA ai-icon

Informasi

Candi Borobudur: Warisan Budaya Dunia UNESCO di Indonesia

Candi Borobudur merupakan candi Buddha terbesar di dunia yang berada di Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah. Dibangun pada abad ke-8 hingga ke-9 Masehi pada masa Dinasti Syailendra, candi ini menjadi salah satu peninggalan arsitektur dan budaya terpenting di Indonesia.

Sejak tahun 1991, Candi Borobudur ditetapkan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO karena memiliki Outstanding Universal Value (OUV) sebagai mahakarya arsitektur Buddhis dan bukti perkembangan peradaban di Asia Tenggara. 

Sejarah Candi Borobudur

Berdasarkan kajian arkeologi, Candi Borobudur diperkirakan dibangun sekitar tahun 780–830 Masehi pada masa pemerintahan Dinasti Syailendra yang beragama Buddha Mahayana. Candi ini disusun menggunakan lebih dari dua juta balok batu andesit tanpa perekat semen, tetapi dengan sistem pengunci antar batu.

Setelah pusat pemerintahan di Jawa berpindah ke wilayah timur sekitar abad ke-10, Borobudur secara bertahap tidak lagi digunakan sebagai pusat kegiatan keagamaan. Aktivitas vulkanik Gunung Merapi dan perubahan lingkungan menyebabkan sebagian bangunan tertutup material vulkanik serta vegetasi selama berabad-abad.

Borobudur mulai dikenal kembali pada 1814 setelah Thomas Stamford Raffles menerima laporan mengenai keberadaan bangunan tersebut.

Restorasi terbesar berlangsung pada 1973–1983 melalui kerja sama Pemerintah Indonesia dan UNESCO. Program ini meliputi pembongkaran, perbaikan drainase, konservasi batu, dan penyusunan kembali struktur candi.

Status sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO

Pada tahun 1991, UNESCO menetapkan Candi Borobudur sebagai Situs Warisan Dunia dengan tiga kriteria, yaitu:

  • Menjadi mahakarya kreativitas manusia;
  • Menunjukkan pertukaran nilai budaya yang penting dalam perkembangan arsitektur dan seni monumental;
  • Menjadi bukti luar biasa terhadap tradisi budaya dan peradaban Buddha.

Status tersebut menegaskan Borobudur sebagai situs budaya bernilai universal. Selain menjadi destinasi wisata budaya, candi ini tetap digunakan sebagai tempat ibadah umat Buddha, terutama saat perayaan Tri Suci Waisak.

Arsitektur dan Tata Ruang Candi Borobudur

Borobudur dibangun dengan bentuk punden berundak yang terdiri atas sepuluh tingkat, yaitu enam teras berbentuk persegi dan tiga pelataran berbentuk lingkaran yang berakhir pada satu stupa utama di bagian puncak.

Susunan tersebut merepresentasikan tiga tingkatan kosmologi Buddha.

Kamadhatu

Kamadhatu merupakan bagian dasar candi yang melambangkan dunia nafsu atau kehidupan manusia yang masih terikat keinginan. 

Relief pada bagian ini dikenal sebagai Relief Karmawibhangga yang menggambarkan hukum sebab-akibat (karma).

Rupadhatu

Rupadhatu berada pada bagian tengah candi yang terdiri atas empat galeri berpagar relief. Area ini melambangkan dunia bentuk, yaitu tahap ketika manusia mulai melepaskan diri dari berbagai keinginan duniawi.

Pada bagian ini terdapat sebagian besar relief naratif Borobudur yang mengisahkan ajaran Buddha.

Arupadhatu

Arupadhatu merupakan tiga pelataran melingkar di bagian atas yang melambangkan dunia tanpa bentuk atau tingkat spiritual tertinggi dalam ajaran Buddha. 

Area ini dihiasi stupa-stupa berlubang yang mengelilingi stupa induk di puncak candi.

Relief dan Patung Buddha yang Ada di Candi Borobudur

Borobudur memiliki sekitar 2.672 panel relief naratif dan dekoratif dengan panjang sekitar lima kilometer jika disusun berjajar. Rangkaian ini merupakan salah satu relief Buddha terlengkap di dunia.

Beberapa kisah yang digambarkan antara lain:

  • Lalitavistara, yang menceritakan kehidupan Siddhartha Gautama hingga mencapai pencerahan.
  • Jataka dan Avadana, yang berisi kisah kehidupan Buddha pada masa lampau serta nilai-nilai moral.
  • Gandavyuha, yang mengisahkan perjalanan Sudhana dalam mencari kebijaksanaan.

Borobudur memiliki 504 arca Buddha. Di Arupadhatu terdapat 72 stupa berlubang yang mengelilingi stupa utama.

Fungsi Keagamaan Candi Borodubur

Selain sebagai situs warisan budaya, Borobudur masih digunakan sebagai tempat ibadah umat Buddha.

Setiap tahun, Borobudur menjadi pusat perayaan Tri Suci Waisak tingkat nasional yang dihadiri umat Buddha dari Indonesia dan mancanegara.

Museum di Kawasan Borobudur

Di kawasan Taman Wisata Borobudur terdapat dua museum yang dapat dikunjungi untuk melengkapi pemahaman mengenai sejarah dan budaya Borobudur.

Museum Karmawibhangga

Museum ini menampilkan dokumentasi proses restorasi Borobudur pada periode 1973–1983, foto-foto konservasi, serta panel Relief Karmawibhangga yang kini sebagian besar tertutup oleh struktur kaki candi.

Museum Samudra Raksa

Museum Samudra Raksa mengangkat sejarah maritim Nusantara melalui replika kapal berdasarkan relief Borobudur. Replika ini pernah digunakan dalam ekspedisi pelayaran dari Indonesia ke Afrika untuk meneliti jalur perdagangan maritim kuno.

Lokasi Candi Borobudur

Alamat: Jl. Badrawati, Borobudur, Kecamatan Borobudur, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah.

Lokasi Borobudur berjarak sekitar:

  • 40 km dari Kota Yogyakarta
  • 17 km dari pusat Kota Magelang
  • sekitar 85 km dari Kota Semarang

Jam Operasional

  • Setiap hari: 06.30–17.30 WIB
  • Hari Senin: Pengunjung hanya dapat mengakses area pelataran dan taman, sementara struktur candi tidak dibuka untuk kunjungan.

Jam operasional dapat berubah pada hari besar keagamaan, kegiatan konservasi, atau kebijakan pengelola.

Baca Juga: Aktivitas Seru dan Asyik Saat Berlibur ke Borobudur

Harga Tiket Masuk Candi Borobudur

Wisatawan Dalam Negeri

  • Dewasa: Rp50.000
  • Pelajar: Rp25.000

Wisatawan Mancanegara

  • Dewasa: US$25
  • Anak-anak: US$15

Untuk tiket naik ke struktur candi, kuota dan tarif dapat berubah sesuai kebijakan pengelola. Disarankan memesan tiket melalui kanal resmi sebelum berkunjung. 

Cara Menuju Candi Borobudur

Dari Yogyakarta

Borobudur dapat ditempuh sekitar 1–1,5 jam menggunakan kendaraan pribadi, bus, shuttle, atau transportasi daring. 

Dari Bandara Yogyakarta International Airport (YIA), perjalanan dapat dilanjutkan dengan shuttle atau kereta menuju Kota Yogyakarta.

Dari Semarang

Dari Semarang, perjalanan menuju Borobudur memerlukan waktu sekitar 2,5–3 jam melalui jalur darat.

Dari Kota Magelang

Dari Kota Magelang, Borobudur dapat ditempuh dalam waktu sekitar 30–40 menit.

Baca juga: 7 Tempat Indah untuk mengejar Matahari Terbit di Sekitar Borobudur

Akan ke Borobudur dalam waktu dekat? Segera Rencanakan Perjalanan Anda untuk mendapatkan itinerary yang sesuai durasi, minat, dan preferensi perjalanan Anda. 

Gunakan fitur MaiA dan sesuai durasi perjalanan, destinasi yang ingin dikunjungi, serta preferensi aktivitas. Itinerary juga dapat disesuaikan untuk menggabungkan kunjungan ke Borobudur dengan destinasi lain di Yogyakarta dan Magelang.

Konservasi dan Pelestarian

Pengelolaan kawasan dilakukan oleh berbagai lembaga, termasuk Kementerian Kebudayaan, Balai Konservasi Borobudur, dan PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan, dan Ratu Boko.

Sebagai bangunan yang berusia lebih dari 1.200 tahun, Borobudur menghadapi tantangan konservasi, seperti pelapukan batu, pertumbuhan mikroorganisme, perubahan cuaca, aktivitas vulkanik, dan tingginya jumlah pengunjung.

Balai Konservasi Borobudur secara berkala melakukan pemantauan kondisi batu, pembersihan biologis, penelitian material, hingga dokumentasi digital untuk mendukung pelestarian jangka panjang.

Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah juga menerapkan pembatasan jumlah pengunjung yang dapat naik ke struktur candi pada waktu tertentu sebagai bagian dari upaya menjaga kelestarian bangunan.

 

Referensi

INSIGHT

Ide Perjalanan

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

10 Peninggalan Kesultanan Banten dan Sejarah di Baliknya

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

11 Peninggalan Kerajaan Kediri, Ada Candi hingga Prasasti

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia

Sejarah dan Peninggalan Kerajaan Hindu Budha di Indonesia