MaiA ai-icon

Informasi

Pisang Epe Makassar: Kuliner Tradisional Berbahan Pisang Kepok

Image Contributor: antoni halim/Shutterstock

Pisang Epe merupakan makanan tradisional khas Kota Makassar, Sulawesi Selatan yang dibuat dari pisang kepok. Proses pembuatannya menjadi ciri utama hidangan ini: pisang dibakar hingga matang, kemudian ditekan atau dipipihkan sebelum disajikan dengan saus gula merah. Istilah epe merujuk pada proses menekan atau memipihkan pisang tersebut. Pemerintah melalui portal resmi pariwisata Indonesia mencatat Pisang Epe sebagai salah satu kuliner khas Sulawesi Selatan, khususnya Makassar.

Pisang Epe secara tradisional disajikan dengan saus gula merah cair. Dalam perkembangannya, penjual menawarkan berbagai tambahan seperti keju, cokelat, dan durian. Variasi tersebut memberikan pilihan rasa yang berbeda tanpa mengubah metode dasar pengolahan pisang.

Kuliner ini memiliki hubungan erat dengan kawasan Pantai Losari, salah satu ruang publik dan tujuan wisata yang dikenal di pusat Kota Makassar. Penjual Pisang Epe telah lama menjadi bagian dari aktivitas kuliner malam di sekitar kawasan tersebut.

Sejarah dan Perkembangan Pisang Epe

Kuliner khas Makassar

Pisang Epe berkembang sebagai makanan ringan yang memanfaatkan bahan pangan yang relatif mudah ditemukan di Sulawesi Selatan. Pisang kepok digunakan karena memiliki tekstur yang sesuai untuk dibakar dan dipipihkan. Setelah proses pembakaran, pisang memperoleh aroma khas dari pemanggangan, sedangkan saus gula merah memberikan rasa manis dan tekstur yang lebih basah.

Sejarah awal kemunculan Pisang Epe sebagai kuliner belum terdokumentasi secara pasti dalam sumber sejarah tertulis yang kuat. Karena itu, klaim mengenai tahun pertama kemunculan atau tokoh tertentu sebagai pencipta Pisang Epe perlu dibedakan dari informasi mengenai keberadaannya sebagai kuliner tradisional Makassar.

Perkembangan Pisang Epe kemudian berkaitan erat dengan kawasan wisata Pantai Losari. Portal Indonesia Travel menyebut Pisang Epe sebagai salah satu makanan lokal yang mudah ditemukan di kawasan tersebut, terutama sebagai camilan yang dikonsumsi pada malam hari.

Perkembangan sebagai kuliner wisata

Pantai Losari merupakan salah satu ruang rekreasi utama Kota Makassar yang ramai dikunjungi masyarakat dan wisatawan. Keberadaan penjual makanan di kawasan ini menjadikan kuliner lokal sebagai bagian dari aktivitas wisata perkotaan. Pisang Epe menjadi salah satu makanan yang memiliki keterkaitan kuat dengan kawasan tersebut.

Salah satu dokumentasi kuliner Indonesia Travel mencatat bahwa satu porsi Pisang Epe di kawasan Pantai Losari umumnya terdiri atas beberapa potong pisang dengan saus gula merah. Harga yang dicantumkan dalam sumber tersebut sekitar Rp15.000 per porsi pada saat artikel diterbitkan. Harga aktual dapat berubah mengikuti lokasi, ukuran porsi, dan pilihan topping.

Baca Juga: 14 Cemilan Khas Makassar yang Cocok untuk Buah Tangan

Daya Tarik dan Karakteristik Pisang Epe

Bahan dan proses pengolahan

Bahan utama Pisang Epe adalah pisang kepok matang, sedangkan saus dasarnya menggunakan gula merah dan air. Setelah pisang dibakar, buah ditekan hingga pipih menggunakan alat atau metode manual sebelum diberi saus.

Proses pembakaran menghasilkan aroma khas dan permukaan pisang yang lebih matang. Pemipihan membuat bentuk pisang menjadi lebih lebar dan tipis sehingga saus dapat menyebar pada permukaannya.

Karakteristik rasa Pisang Epe berasal dari perpaduan rasa manis pisang dan gula merah dengan aroma hasil pembakaran. Teksturnya cenderung kenyal dan lunak. Topping seperti cokelat, keju, atau durian merupakan variasi yang berkembang dalam penyajiannya.

Saus gula merah dan variasi topping

Saus gula merah merupakan komponen penting dalam penyajian tradisional Pisang Epe. Gula merah dicairkan dengan air hingga menghasilkan saus yang dapat dituangkan ke permukaan pisang.

Dalam perkembangannya, variasi topping digunakan untuk menyesuaikan hidangan dengan preferensi konsumen. Namun, keberadaan topping modern seperti keju atau cokelat bukan merupakan unsur yang menentukan identitas dasar Pisang Epe. Bentuk dasar hidangannya tetap berupa pisang kepok yang dibakar, dipipihkan, dan diberi saus gula merah.

Makna Budaya dan Fungsi Sosial

Pisang Epe dapat dipahami sebagai bagian dari identitas kuliner Kota Makassar. Keberadaannya di kawasan Pantai Losari menunjukkan hubungan antara makanan tradisional, ruang publik, dan kegiatan wisata perkotaan.

Sumber resmi Indonesia Travel menyebut Pisang Epe sebagai salah satu camilan lokal yang dapat dinikmati di sekitar Pantai Losari. Dengan demikian, nilai budayanya terutama dapat dilihat dari keberlanjutan praktik kuliner dan keterkaitannya dengan kehidupan masyarakat serta pariwisata Makassar.

Namun, tidak terdapat dasar yang cukup untuk menyatakan bahwa Pisang Epe memiliki satu filosofi tradisional yang baku mengenai kebersamaan atau kesederhanaan. Makna tersebut lebih tepat diposisikan sebagai interpretasi terhadap fungsi sosial makanan dan cara konsumsinya, bukan sebagai doktrin budaya yang terdokumentasi secara resmi.

Informasi Operasional dan Lokasi Kuliner

Kawasan Pantai Losari

Kawasan Pantai Losari merupakan salah satu lokasi yang paling dikenal untuk menemukan Pisang Epe. Penjual makanan di kawasan tersebut umumnya beroperasi pada sore hingga malam hari. Sumber Indonesia Travel mencatat kisaran waktu operasional penjual Pisang Epe sekitar 17.00–23.00 WITA, tetapi jam setiap pedagang dapat berbeda.

Pantai Losari berada di bagian barat Kota Makassar dan dapat dijangkau menggunakan kendaraan pribadi, transportasi umum, maupun layanan transportasi daring.

Pisang Epe Mandiri dan Pisang Epe Lamadukelleng

Beberapa tempat yang juga pernah didokumentasikan sebagai lokasi kuliner Pisang Epe antara lain Pisang Epe Mandiri di Jalan Ali Malaka dan Pisang Epe Lamadukelleng di Jalan Lamadukelleng, kawasan Ujung Pandang. Detik mencatat Pisang Epe Mandiri beroperasi sekitar pukul 18.10–00.00 WITA, sedangkan Pisang Epe Lamadukelleng sekitar pukul 18.00–00.00 WITA. Informasi jam operasional dapat berubah sehingga sebaiknya diperiksa sebelum berkunjung.

Pisang Epe Daeng Sollong

Pisang Epe Daeng Sollong juga tercatat dalam dokumentasi kuliner Makassar. Detik menyebut penjual tersebut telah menjajakan Pisang Epe sejak 1977 dan berlokasi di Jalan Pasar Ikan, kawasan Bulo Gading, Ujung Pandang. Informasi ini menunjukkan bahwa tradisi penjualan Pisang Epe telah berlangsung selama beberapa dekade di kawasan Makassar.

Cara Menikmati Pisang Epe

Pisang Epe umumnya dikonsumsi sebagai makanan ringan, terutama pada sore atau malam hari. Wisatawan dapat menikmatinya secara langsung setelah proses pemanggangan selesai untuk mendapatkan tekstur dan aroma khasnya.

Untuk mengenal bentuk tradisionalnya, pilihan yang paling representatif adalah Pisang Epe dengan saus gula merah tanpa tambahan topping. Variasi keju, cokelat, atau durian dapat dipilih untuk mencoba perkembangan penyajian kuliner tersebut.

AI Plan Your Trip dan MaiA

Wisata kuliner Makassar dapat direncanakan menggunakan AI Plan Your Trip, yang membantu menyusun itinerary berdasarkan durasi, minat, dan preferensi perjalanan. Pisang Epe dapat dimasukkan sebagai agenda kuliner dalam perjalanan yang juga mencakup Pantai Losari, Jalan Somba Opu, serta berbagai destinasi budaya dan sejarah di Kota Makassar.

Sementara itu, MaiA dapat digunakan untuk menjawab pertanyaan seputar destinasi, memberikan rekomendasi tempat makan dan aktivitas, serta menyediakan informasi dan tips perjalanan di Indonesia.

 

Referensi

  1. https://wikipangan.id/wiki/Pisang_Epe
  2. https://www.liputan6.com/regional/read/6015802/pisang-epe-cita-rasa-tradisional-makassar-yang-menggoda-lidah
  3. https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/kudapan-meriah-di-saat-kumpul-bersama/
  4. https://www.detik.com/sulsel/kuliner/d-7043848/menjajal-kuliner-pisang-epe-khas-makassar-di-pantai-losari

INSIGHT

Ide Perjalanan

Benteng Rotterdam Makassar: Sejarah, Daya Tarik, dan Panduan Kunjungan

Benteng Rotterdam Makassar: Sejarah, Daya Tarik, dan Panduan Kunjungan

Benteng Rotterdam: Benteng Tangguh yang Menyimpan Jejak Kolonial dan Cerita Bangsa

Benteng Rotterdam: Benteng Tangguh yang Menyimpan Jejak Kolonial dan Cerita Bangsa

Sarabba

Sarabba