Image Contributor: Shutterstock/Hendra Kashva
Papeda Ikan Kuah Kuning merupakan hidangan tradisional yang dikenal dalam kuliner masyarakat Maluku dan Papua.
Hidangan ini terdiri dari papeda, bubur berbahan pati sagu dengan tekstur kental dan kenyal, yang disajikan bersama ikan dalam kuah berwarna kuning.
Papeda memiliki cita rasa yang relatif netral, sedangkan kuah ikan memberikan rasa gurih, asam, dan aromatik melalui penggunaan kunyit serta berbagai rempah.
Keberadaan papeda tidak dapat dipisahkan dari pemanfaatan sagu sebagai salah satu sumber pangan lokal di Indonesia bagian timur.
Di Papua, pengolahan sagu telah menjadi bagian dari kehidupan masyarakat sejak masa prasejarah dan terus bertahan dalam berbagai bentuk pangan hingga sekarang.
Sejarah dan Asal Papeda
Papeda berkembang dalam masyarakat yang memanfaatkan sagu sebagai bahan pangan penting.
Penelitian mengenai budaya sagu di Papua menunjukkan bahwa pemanfaatan tanaman sagu telah berlangsung sejak masa prasejarah dan mencakup pengetahuan mengenai pengolahan bahan pangan serta berbagai aktivitas sosial dan budaya yang berkaitan dengan sagu.
Di Maluku Utara, papeda juga tercatat sebagai makanan tradisional berbahan tepung sagu. Proses pembuatan papeda juga telah menjadi bagian dari pengetahuan lokal yang diwariskan antargenerasi.
Papeda kemudian berkembang dalam berbagai konteks masyarakat di Maluku dan Papua. Karena wilayah persebarannya luas, bahan pendamping dan cara penyajiannya dapat berbeda menurut daerah.
Salah satu penyajian yang paling dikenal adalah papeda bersama ikan dalam kuah kuning berbumbu.
Karakteristik Papeda dan Ikan Kuah Kuning
Papeda memiliki warna putih hingga bening keabu-abuan dengan tekstur kental, lengket, dan elastis. Bahan utamanya berupa pati sagu yang dicampur dengan air panas, hingga menghasilkan bubur dengan konsistensi pekat.
Rasa papeda cenderung netral sehingga hidangan ini umumnya disantap bersama lauk dan kuah yang memiliki rasa lebih kuat.
Dalam Papeda Ikan Kuah Kuning, karakter rasa utama berasal dari ikan dan kuah berbumbu.
Warna kuningnya berasal dari penggunaan kunyit. Sementara itu, rempah yang digunakan terdiri dari jahe, serai, bawang, dan daun jeruk yang menciptakan aroma serta rasa pada hidangan tersebut.
Bahan asam seperti jeruk nipis atau belimbing wuluh juga dapat digunakan untuk menghasilkan rasa yang lebih segar. Komposisi bumbunya dapat berbeda-beda sesuai resep dan wilayah.
Begitu pun dengan jenis ikan yang digunakan, tidaklah selalu sama.
Cita Rasa Papeda Ikan Kuah Kuning
Perpaduan kedua komponen tersebut menjadi karakter utama hidangan.
Papeda memberikan tekstur yang khas dan rasa relatif netral, sedangkan ikan kuah kuning memberikan rasa gurih, aromatik, dan asam.
Dengan demikian, karakter Papeda Ikan Kuah Kuning terbentuk dari penyajian papeda dan lauk berkuah sebagai satu kesatuan.
Proses Pembuatan Papeda Ikan Kuah Kuning
Pembuatan papeda dimulai dengan mencampurkan pati sagu dan air. Air panas kemudian dituangkan secara bertahap sambil campuran terus diaduk hingga pati sagu berubah menjadi bubur yang kental dan bening.
Proses pengadukan ini menghasilkan konsistensi elastis yang menjadi ciri khas papeda.
Ikan kuah kuning dibuat secara terpisah dengan memasak ikan bersama bumbu rempah. Setelah ikan matang, kuah dan ikan disajikan bersama papeda.
Dalam penyajiannya, papeda biasanya ditempatkan dalam wadah terpisah dari ikan dan kuah. Teksturnya yang lengket membuat papeda tidak disantap dengan cara yang sama seperti nasi.
Di sejumlah wilayah, papeda diambil menggunakan dua alat makan berbahan kayu atau sumpit besar, kemudian digulung sebelum dipindahkan ke piring dan disantap bersama ikan serta kuah.
Baca Juga: Papeda, Sajian Lezat Khas Papua yang Telah Mendunia
Variasi Ikan dalam Papeda Ikan Kuah Kuning
Papeda Ikan Kuah Kuning tidak memiliki satu jenis ikan yang digunakan secara seragam di seluruh Maluku dan Papua.
Jenis ikan dapat menyesuaikan ketersediaan hasil perikanan setempat. Di Ambon, ikan kakap merupakan salah satu jenis ikan yang terdokumentasi digunakan dalam penyajian papeda dengan kuah kuning.
Di Papua, ikan tongkol juga terdokumentasi digunakan dalam sajian ikan kuah kuning yang disantap bersama papeda. Jenis ikannya juga dapat diganti dengan cakalang atau ikan lainnya.
Perbedaan tersebut menunjukkan bahwa jenis ikan dalam hidangan ini bukan merupakan ketentuan baku.
Penggunaannya dapat menyesuaikan bahan pangan yang tersedia dan kebiasaan kuliner setempat, sementara papeda berbahan sagu dan ikan berkuah kuning tetap menjadi dua komponen utama hidangan.
Papeda dalam Tradisi Budaya Maluku dan Papua
Menurut sejarahnya, papeda terkenal luas dalam masyarakat adat di Papua, seperti suku sentani dan Arso di Jayapura dan suku-suku di Manokwari, Papua Barat.
Bagi masyarakat di Papua dan Maluku, papeda merupakan sajian sakral yang kerap dihidangkan dalam upacara-upacara adat. Hal ini didasari dengan adanya mitologi sagu sebagai kisah penjelmaan manusia.
Salah satu momen sakral penyajian papeda adalah pada upacara Watani Kame, ritual adat yang menandai berakhirnya siklus kematian seseorang. Papeda akan dibagikan ke orang-orang yang membantu berjalannya upacara tersebut.
Baca Juga: Satu Hari di Ambon, Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini!
Selain itu, papeda juga menjadi sajian penting dalam kelahiran anak pertama di Inanwatan, Sorong Selatan. Olahan sagu ini juga kerap disantap wanita di Inanwatan sebagai penahan sakit saat membuat tato.
Di Pulau Seram, Maluku, papeda dijadikan sebagai hidangan dalam ritual perayaan masa pubertas seorang gadis.
Namun sebaliknya, suku Nuaulu dan suku Huaulu yang juga menempati wilayah Pulau Seram justru melarang wanita yang sedang dalam masa haid untuk memasak papeda karena dianggap tabu.
Rekomendasi Restoran yang Menyajikan Papeda Kuah Ikan Kuning
Bila Anda tertarik untuk mencoba sajian Papeda Kuah Ikan Kuning langsung dari tempat asalnya, berikut beberapa rekomendasi tempat yang bisa Anda kunjungi di Papua atau Maluku:
-
Yougwa Restaurant, Jayapura
Yougwa Restaurant merupakan salah satu rumah makan yang berada di kawasan Danau Sentani, Kabupaten Jayapura, dan dikenal sebagai tempat yang menyajikan hidangan khas Papua serta berbagai olahan ikan. Salah satu menu yang banyak dipesan di Yougwa Restaurant adalah Papeda Kuah Ikan Kuning yang diolah dari ikan mubara atau tongkol.
Alamat: Jl. Raya Abepura - Sentani, Asei Kecil, Kec. Sentani Tim., Kabupaten Jayapura, Papua 99351
Jam operasional:
Senin-Sabtu, pukul 10.00-18.00 WIT
Minggu, pukul 11.00-17.00 WIT
-
Rumah Laut, Jayapura
Rumah Laut merupakan restoran yang berfokus pada hidangan laut di Kota Jayapura. Anda bisa memilih beragam menu ikan, mulai dari ikan kakap kuah kuning dengan papeda, ikan bos-bos, ikan nyonya bos-bos, cumi, udang, kepiting, hingga sop kimlo.
Alamat: Jl. Koti, Numbai, Distrik Jayapura Selatan, Kota Jayapura, Papua 99222
Jam operasional: Setiap hari, pukul 09.00-22.00 WIT
-
Resto 88, Ambon
Resto 88 merupakan rumah makan yang berada di Desa Poka, Kecamatan Teluk Ambon, Kota Ambon, dan telah menyajikan kuliner khas Maluku selama lebih dari satu dekade.
Salah satu hidangan yang menjadi bagian dari menu restoran ini adalah papeda ikan kuah kuning yang menggunakan sagu tumang sebagai bahan papeda. Resto 88 memiliki ciri penyajian tersendiri pada kuah ikannya dengan menambahkan kenari dan belimbing wuluh ke dalam bumbu.
Jenis ikan yang digunakan biasanya berupa kakap putih, kakap merah, kerapu, tuna, atau cakalang.
Alamat: Jl. Y. Syaranamual, Poka, Kec. Tlk. Ambon, Kota Ambon, Maluku
Jam operasional:
Kamis-Selasa, pukul 10.00-22.00 WIT
Rabu, pukul 10.00-20.00 WIT
-
Wailela Cafe & Resto, Ambon
Wailela Cafe & Resto berada di kawasan Rumah Tiga, Kecamatan Teluk Ambon, dan merupakan tempat makan yang menawarkan berbagai hidangan khas Maluku serta olahan makanan laut.
Salah satu hidangan yang populer adalah papeda dengan ikan kuah kuning, dengan pilihan ikan seperti bubara, mahua, sikuda, dan garopa.
Alamat: Jl. Ir. M. Putuhena, Rumah Tiga, Kec. Tlk. Ambon, Kota Ambon, Maluku
Jam operasional: Setiap hari, pukul 11.00-21.30 WIT
Jika ingin mencicipi Papeda Ikan Kuah Kuning langsung di Maluku atau Papua, Anda dapat memanfaatkan MaiA untuk mencari informasi dan inspirasi perjalanan sesuai kebutuhan.
Setelah menentukan destinasi kuliner yang ingin dikunjungi, gunakan juga fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk membantu menyusun rencana perjalanan dan mengeksplorasi berbagai destinasi lain di sekitarnya.
Referensi
- RRI — “Mengenal Sejarah Papeda, Makanan Khas Papua dan Maluku”. https://rri.co.id/manokwari/kuliner/550395/mengenal-sejarah-papeda-makanan-khas-papua-dan-maluku
- Pemerintah Kota Ambon — “Papeda dan Ikan Kuah Kuning”. https://papeda.ambon.go.id/what-to-eat/papeda-dan-ikan-kuah-kuning/
- Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) — “Budaya Sagu di Papua dari Masa Prasejarah hingga Masa Kini”. https://ejournal.brin.go.id/nw/article/view/5632
- Journal of Tropical Chemistry Research and Education — penelitian tentang papeda dan pengetahuan lokal masyarakat Maluku Utara. https://ejournal.uin-suka.ac.id/tarbiyah/jtcre/article/view/8649
- ANTARA News — “Sedapnya Papeda Ikan Kuah Kuning, Kuliner Khas Maluku”. https://ambon.antaranews.com/berita/168903/sedapnya-papeda-ikan-kuah-kuning-kuliner-khas-maluku
- RRI — “Nikmatnya Setiap Sendok: Resep Ikan Kuah Kuning Khas Papua”. https://rri.co.id/bukittinggi/features/1153361/nikmatnya-setiap-sendok-resep-ikan-kuah-kuning-khas-papua