Nasi Bekepor merupakan hidangan nasi tradisional masyarakat Kutai di Kalimantan Timur yang secara historis berkaitan dengan Kesultanan Kutai Kartanegara.
Hidangan ini berupa nasi berbumbu yang secara tradisional dimasak menggunakan teknik bekepor dan disajikan bersama lauk serta pelengkap khas Kutai.
Dalam perkembangannya, Nasi Bekepor yang dahulu dikaitkan dengan lingkungan bangsawan kerajaan, kemudian kini dikenal sebagai bagian dari kuliner masyarakat Kutai dan Kalimantan Timur.
Sejarah Nasi Bekepor
Nasi Bekepor menjadi salah satu warisan kuliner etnis Kutai yang memiliki hubungan historis dengan Kesultanan Kutai Kartanegara.
Pada zaman dahulu, hidangan nasi ini tidak disantap oleh masyarakat umum, akan tetapi sebuah hidangan istimewa yang disajikan khusus untuk raja dan tamu-tamu kehormatan.
Nasi bekepor dimakan bersama hidangan Sambal Raja, yang konon hanya disantap oleh para raja.
Tak hanya itu, Nasi Bekepor juga diduga menjadi salah satu media dalam penyebaran ajaran Islam. Pada masa tersebut, Sultan Kutai Kartanegara telah memeluk agama Islam, sehingga hidangan ini disuguhkan kepada para tamunya untuk memperkenalkan dan mengakulturasi nilai-nilai Islam ke dalam tradisi lokal.
Seiring perubahan sosial dan proses difusi budaya, Nasi Bekepor kemudian dikenal dan dikonsumsi oleh masyarakat di luar lingkungan kerajaan.
Karakteristik Nasi Bekepor
Nasi Bekepor terdiri dari nasi berbumbu yang dimasak bersama ikan asin, minyak sayur, dan rempah-rempah, kemudian disajikan bersama sayuran serta sambal. Hampir mirip dengan nasi liwet, namun rempah yang digunakan sedikit berbeda.
Beras yang digunakan seringkali dicampur sedikit dengan ketan agar teksturnya lebih pulen.
Selain itu, penggunaan minyak sayur atau minyak kelapa menghasilkan tekstur nasi yang lebih terpisah dan aroma rempah yang lebih menonjol.
Isian khas pada Nasi Bekepor biasanya terdiri dari suwiran ikan asin, umumnya dari ikan gabus
(haruan), yang dipadukan dengan daun kemangi dan cabai rawit utuh untuk memberikan sentuhan segar dan pedas.
Teknik Memasak Nasi Bekepor
Kuliner khas Kalimantan Timur ini dimasak menggunakan kendil (periuk dari tanah liat) atau kenceng (periuk dari logam seperti perunggu). Keduanya mampu menghantarkan panas bara api secara merata, sehingga mencegah nasi menjadi gosong saat dimasak dalam waktu lama.
Selain itu, penggunaan kendil dan kenceng untuk memasak juga menghasilkan cita rasa yang khas.
Nama “bekepor” sendiri berkaitan dengan teknik memasak nasi menggunakan wadah yang diputar ketika diletakkan di atas bara. Terdapat tiga tahapan penting dalam proses tradisionalnya, yaitu mengaron, mengepor, dan pembentukan kerak nasi yang aromatik.
Mengaron
Mengaron merupakan tahap awal ketika beras dimasak hingga setengah matang bersama bumbu dan minyak sayur. Tahap ini dilakukan sebelum nasi menjalani proses pemasakan menggunakan bara dalam teknik mengepor.
Mengepor
Pada tahap mengepor, wadah berisi nasi dimasak di atas bara sambil diputar secara berkala selama sekitar 45–60 menit. Teknik tersebut membutuhkan pengaturan panas dan waktu karena nasi harus matang secara bertahap di atas sumber panas dari bara.
Oleh karena itu, teknik memasak Nasi Bekepor sarat akan nilai kesabaran, mengingat proses pemasakan dilakukan secara bertahap dan membutuhkan pengaturan panas hingga nasi matang serta membentuk kerak pada bagian dasarnya.
Pembentukan Kerak (Intip)
Pada tahap ini, dibutuhkan kontrol panas yang cermat untuk membentuk lapisan kerak yang kering, renyah, dan harum pada bagian dasar nasi. Bagian ini memiliki konsentrasi rasa dan aroma yang intens dan menjadi salah satu karakteristik Nasi Bekepor tradisional.
Penyajian Nasi Bekepor
Nasi Bekepor umumnya disajikan sebagai hidangan utama bersama lauk, sayuran, dan sambal.
Ikan asin merupakan salah satu bahan yang digunakan dalam proses pemasakan nasi, sedangkan lauk pendamping dapat berupa berbagai hidangan khas Kutai.
Sambal juga menjadi bagian penting dalam penyajian karena hidangan Nasi Bekepor secara tradisional disertai pelengkap bercita rasa kuat.
Baca Juga: 5 Resto dengan Menu Unik di Kalimantan Timur
Sambal Raja sebagai Ciri Khas
Salah satu ciri khas penyajian Nasi Bekepor adalah kehadiran Sambal Raja, sambal tradisional yang berasal dari Kutai, Kalimantan Timur.
Bahan yang digunakan dalam Sambal Raja antara lain cabai merah, cabai rawit, terasi, gula, garam, dan perasan jeruk, sementara sayuran seperti kacang panjang, terung, dan bawang merah menjadi pelengkapnya.
Kombinasi tersebut membuat Sambal Raja memiliki karakter pedas, gurih, dan asam yang melengkapi nasi berbumbu serta lauk dalam hidangan Nasi Bekepor.
Kehadiran Sambal Raja menjadi salah satu unsur yang membedakan penyajian Nasi Bekepor dari hidangan nasi berbumbu lain, meskipun Nasi Bekepor juga memiliki kemiripan dengan nasi liwet dalam hal teknik memasak nasi bersama bumbu.
Nasi Bekepor dalam Tradisi Kuliner Kutai
Nasi Bekepor memiliki kaitan yang erat dengan konteks sosial masyarakat Kutai, terutama melalui tradisi makan bersama yang dikenal sebagai Beseprah atau Bekerobok.
Penelitian etnografis mengenai Beseprah menunjukkan bahwa tradisi makan bersama tersebut memiliki nilai kebersamaan, penguatan hubungan sosial, dan ungkapan rasa syukur.
Beseprah juga berfungsi sebagai ruang untuk memperkenalkan makanan tradisional Kutai dan mengurangi sekat sosial antarkelompok masyarakat.
Kehadiran Nasi Bekepor dalam jamuan tersebut menunjukkan perubahan fungsi hidangan dari makanan yang dahulu dikaitkan dengan lingkungan bangsawan menjadi bagian dari tradisi makan bersama yang melibatkan berbagai lapisan masyarakat.
Baca Juga: Erau Adat Kutai
Rekomendasi Restoran Nasi Bekepor
Nasi Bekepor memang tidak sepopuler makanan lain dari Kalimantan seperti soto Banjar atau ketupat Kandangan dari Kalimantan Selatan. Ini karena nasi ini sulit ditemukan di daerah lain selain di Kalimantan Timur.
Keberadaan restoran atau tempat makan yang menyajikan hidangan ini juga relatif sulit ditemukan. Namun, ada salah satu tempat yang masih terdokumentasi menyajikan Nasi Bekepor, yakni Acil Inun Corner di Samarinda.
Tempat ini berada di Jalan Sungai Kalian No. 100, Samarinda Kota, dan merupakan bagian dari upaya keluarga Acil Inun dalam mempertahankan kuliner khas Kutai yang sebelumnya disajikan di Warung Selera Acil Inun.
Alamat: Jl. Sungai Kalian No.100, Pelabuhan, Kec. Samarinda Kota, Kota Samarinda, Kalimantan Timur 75242
Jam operasional:
Senin, pukul 11.00-21.00 WITA
Selasa, Rabu, Kamis, Minggu, pukul 11.30-20.00 WITA
Jumat, Sabtu, pukul 10.30-20.00 WITA
Ingin mencoba sajian Nasi Bekepor di tempat asalnya langsung?
Agar perjalanan kuliner di Kalimantan Timur semakin praktis, manfaatkan fitur MaiA untuk mendapatkan rekomendasi destinasi, kuliner, hingga aktivitas sesuai minat Anda.
Setelah itu, jangan lupa gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk menyusun itinerary perjalanan Anda sehingga kunjungan ke berbagai tempat makan dan destinasi wisata dapat dilakukan dengan lebih efisien.
Referensi:
- ResearchGate. Kajian Nasi Bekepor: Sejarah, Identitas Budaya dan Potensi Pengembangan sebagai Kuliner Etnis Kutai. https://www.researchgate.net/publication/397915129_Kajian_Nasi_Bekepor_Sejarah_Identitas_Budaya_Dan_Potensi_Pengembangan_Sebagai_Kuliner_Etnis_Kutai
- Wicaksono, A., & Marwanti. (2025). Kajian Nasi Bekepor: Sejarah, Identitas Budaya, dan Potensi Pengembangan sebagai Kuliner Etnis Kutai. Jurnal Pendidikan Indonesia. https://japendi.publikasiindonesia.id/index.php/japendi/article/view/8775
- Lentera: Jurnal Ilmu Dakwah dan Komunikasi. (2025). Kajian mengenai tradisi Beseprah/Bekerobok dan nilai sosial-budaya masyarakat Kutai. https://journal.uinsi.ac.id/index.php/lentera/article/view/10591
- Pemerintah Kota Samarinda. Kuliner Khas Samarinda. Informasi mengenai Nasi Bekepor sebagai salah satu kuliner khas daerah.
https://samarindakota.go.id/laman/kuliner-khas-samarinda - ANTARA News. (2025). Mengenal Tradisi Nasi Bekepor Khas Kutai Kartanegara.
https://www.antaranews.com/video/4930449/mengenal-tradisi-nasi-bekepor-khas-kutai-kertanegara - detikFood. (2024). Kuliner Khas Kerajaan Kutai: Nasi Bekepor dan Sambal Raja yang Nikmat.
https://food.detik.com/info-kuliner/d-7189869/kuliner-khas-kerajaan-kutai-nasi-bekepor-dan-sambal-raja-yang-nikmat