MaiA ai-icon

Informasi

Api Jiwa: Omakase Farm-to-Flame di Capella Ubud yang Intim dan Dramatis

Pengalaman Utama: “Fire to the Soul” di Tengah Hutan Ubud

Berada di Capella Ubud, Api Jiwa (yang berarti “fire to the soul”) menghadirkan pengalaman omakase Asian-inspired dengan konsep open-air open-grill. Di sini, makan malam bukan hanya soal rasa, tetapi juga pengalaman yang terasa intimate dan penuh storytelling.

Karena formatnya omakase, alur makan malam mengikuti rangkaian kursus yang dibangun secara progresif. Nuansa alam Ubud memperkuat sensasi dramatis—membuat Api Jiwa terasa seperti ritual makan malam yang berbeda dari restoran lain.

Filosofi “Farm-to-Flame”: Bahan Segar Bertemu Teknik Api

Api Jiwa dipimpin Executive Chef Arvie Delvo, yang menekankan pendekatan “farm-to-flame”. Artinya, kualitas bahan dan kesegaran menjadi fondasi utama, lalu dieksekusi dengan teknik memasak yang menonjolkan karakter api.

Pendekatan ini tidak sekadar “grill”, tetapi benar-benar membuat aroma smoky, karamelisasi, dan kedalaman rasa menjadi bagian dari identitas restoran. Kamu akan merasakan bagaimana api bukan hanya alat memasak, tetapi bagian dari konsep pengalaman itu sendiri.

Awal Menu: Seafood, Nigiri, dan Chawanmushi yang Presisi

Perjalanan omakase Api Jiwa bisa dimulai dengan Lombok oysters yang dipadukan dengan watercress atau oyster mushrooms. Pembukaan ini terasa bersih dan segar, mempersiapkan lidah untuk rasa yang lebih kompleks.

Lalu ada, charcoal-grilled unagi nigiri dengan crispy nori dan avocado yang menawarkan kombinasi smokiness dan tekstur. Chawanmushi juga hadir sebagai elemen lembut yang bisa dipasangkan dengan crab, lobster, atau mushroom dan ponzu.

Bagian “Cerita”: Babi Guling Bun sampai Espresso Gulai

Salah satu momen yang membuat Api Jiwa terasa “Bali banget” adalah steamed buns berisi babi guling dan cured egg yolk. Ini seperti penghormatan pada kuliner lokal, tetapi disajikan dalam format yang lebih modern dan refined.

Ada juga menu unik seperti espresso gulai dengan chicken skewers yang memberikan karakter berbeda dan memorable. Di titik ini, kamu akan menyadari bahwa Api Jiwa tidak hanya bermain aman—mereka membangun pengalaman melalui kejutan rasa yang tetap punya logika.

Grill & Main Course: Udang Sungai, Tenderloin, sampai Cauliflower Bamboo

Saat masuk bagian grill, Api Jiwa menghadirkangrilled Sumatran river prawns bersama nasi goreng, lalu smoked Australian tenderloin dengan kimchi dan cabbage. Setiap hidangan memiliki karakter smoky yang kuat tetapi tetap rapi dan presisi. bersama nasi goreng, lalu smoked Australian tenderloin dengan kimchi dan cabbage. Setiap hidangan memiliki karakter smoky yang kuat tetapi tetap rapi dan presisi.

Bahkan menu sayur seperti cauliflower yang dipanggang dalam bambu lalu dipasangkan dengan green curry dan coconut cream menjadi bukti bahwa Api Jiwa memperlakukan sayuran sebagai bagian penting dari storytelling, bukan sekadar pendamping.

Penutup: Granita, Sorbet, dan Dessert dengan Twist Miso

Dessert di Api Jiwa ditutup dengan alur yang terasa lengkap. Ada pre-dessert segar seperti tangerine granita atau mangosteen sorbet, lalu dessert yang lebih dalam seperti dark chocolate dengan miso dan miso macadamia.

Petit fours dan mochi menjadi penutup yang halus, membuat keseluruhan omakase terasa seimbang. Api Jiwa berhasil membuat akhir makan malam tidak hanya manis, tapi juga tetap punya identitas.

Jika kamu mencari omakase yang intimate, unik, dan benar-benar mengandalkan elemen api sebagai identitas, Api Jiwa di Capella Ubud adalah pengalaman yang sulit disaingi. Ini bukan sekadar fine dining, tetapi sebuah pertunjukan rasa di tengah alam Bali.

INSIGHT

Ide Perjalanan

Sate Padang Mak Syukur

Sate Padang Mak Syukur

Lapo Porsea: Kuliner Batak Berkelas untuk Traveler Urban

Lapo Porsea: Kuliner Batak Berkelas untuk Traveler Urban

Cork & Screw: Destinasi Kuliner dan Wine di Jakarta

Cork & Screw: Destinasi Kuliner dan Wine di Jakarta