Indonesia memiliki ratusan bahasa daerah yang menjadi bagian penting dari kekayaan budaya bangsa. Salah satunya adalah bahasa Dayak Ngaju, bahasa yang dituturkan oleh masyarakat Dayak Ngaju di Kalimantan Tengah. Selain digunakan dalam komunikasi sehari-hari, bahasa ini juga memiliki peran dalam berbagai kegiatan adat serta sebagai sarana untuk mewariskan tradisi dan pengetahuan leluhur secara turun-temurun.
Apa Itu Bahasa Dayak Ngaju?
Bahasa Dayak Ngaju atau bahasa Ngaju merupakan bahasa daerah yang digunakan oleh masyarakat Dayak Ngaju, salah satu subetnis Dayak di Kalimantan Tengah.
Berdasarkan informasi dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, bahasa ini dituturkan oleh masyarakat di berbagai wilayah Kalimantan Tengah, terutama di kawasan sepanjang aliran sungai.
Wilayah penggunaan bahasa Dayak Ngaju cukup luas, antara lain mencakup bagian tengah Kabupaten Kapuas, Gunung Mas, Pulang Pisau, Kota Palangka Raya, sebagian wilayah Sungai Mentaya, bagian selatan Barito Selatan, serta bagian hilir Kabupaten Katingan.
Bahasa ini juga terkadang disebut sebagai bahasa Kapuas karena banyak digunakan di sepanjang aliran Sungai Kapuas.
Dalam kehidupan sehari-hari, masyarakat Dayak Ngaju juga dapat menggunakan bahasa Indonesia dan bahasa Banjar sebagai bahasa pengantar, terutama ketika berkomunikasi dengan masyarakat dari kelompok yang berbeda.
Baca Juga: Sungai Kahayan
Ragam Dialek Bahasa Dayak Ngaju
Bahasa Dayak Ngaju memiliki 32 dialek yang tersebar di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.
Perbedaan dialek tersebut umumnya berkaitan dengan wilayah tempat bahasa digunakan. Berikut beberapa wilayah persebarannya:
- Dialek Kandan, dituturkan di Desa Kandan, Kecamatan Kota Besi, Kabupaten Kotawaringin Timur.
- Dialek Rantau Tampang, digunakan di sejumlah wilayah di Kabupaten Kotawaringin Timur, termasuk Rantau Tampang dan Kuala Kuayan.
- Dialek Parebok, dituturkan di Desa Parebok, Kecamatan Teluk Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur.
- Dialek Mandomai, digunakan di Kelurahan Mandomai, Kecamatan Kapuas Barat, Kabupaten Kapuas.
- Dialek Kalumpang, dituturkan di Desa Kalumpang, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.
- Dialek Tumbang Makutup, dituturkan di Desa Tumbang Mangkutup, Kecamatan Mantangai, Kabupaten Kapuas.
- Dialek Pangkoh Tengah, digunakan di wilayah Pangkoh Tengah, Kabupaten Pulang Pisau.
- Dialek Pulang Pisau, dituturkan di Desa Anjir Pulang Pisau, Kecamatan Kahayan Hilir.
- Dialek Tumbang Nusa, dituturkan di Desa Tumbang Nusa, Kecamatan Jabiren Raya.
- Dialek Timpah, digunakan di Desa Timpah, Kecamatan Timpah, Kabupaten Kapuas.
- Dialek Lawang Kamah, dituturkan di Desa Lawang Kamah, Kecamatan Timpah.
- Dialek Batu Puter, digunakan di Desa Batu Puter, Kecamatan Rungan, Kabupaten Gunung Mas.
- Dialek Luwuk Langkuas, dituturkan di Desa Luwuk Langkuas, Kecamatan Rungan.
- Dialek Tumbang Jutuh, digunakan di Desa Tumbang Jutuh, Kecamatan Rungan.
- Dialek Bereng Rambang, dituturkan di Desa Bereng Rambang, Kabupaten Gunung Mas.
- Dialek Bawan, digunakan di Desa Bawan, Kecamatan Banama Tingang.
- Dialek Sepang Simin, dituturkan di Kelurahan Sepang Simin, Kecamatan Sepang.
- Dialek Kuala Kurun, digunakan di Kelurahan Kuala Kurun, Kecamatan Kurun.
- Dialek Tewah, dituturkan di Kelurahan Tewah, Kecamatan Tewah.
- Dialek Kasongan, digunakan di wilayah Kasongan, Kecamatan Katingan Hilir, Kabupaten Katingan.
- Dialek Petak Bahandang, dituturkan di Desa Petak Bahandang, Kecamatan Tasik Payawan.
- Dialek Baun Bango, digunakan di Desa Baun Bango, Kecamatan Kamipang.
- Dialek Pilang, dituturkan di Desa Pilang, Kecamatan Kahayan Hilir.
- Dialek Saka Kajang, digunakan di Desa Saka Kajang, Kecamatan Kahayan Hilir.
- Dialek Gohong, dituturkan di Desa Gohong, Kecamatan Kahayan Hilir.
- Dialek Mangkatip, digunakan di Kelurahan Mengkatip, Kecamatan Dusun Hilir, Kabupaten Barito Selatan.
- Dialek Tangkiling, dituturkan di Kelurahan Tangkiling, Kecamatan Bukit Batu, Kota Palangka Raya.
- Dialek Kalampangan, digunakan di Kelurahan Kalampangan, Kecamatan Sebangau, Kota Palangka Raya.
- Dialek Bukit Rawi, dituturkan di Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah.
- Dialek Mungku Baru, digunakan di Kelurahan Mungku Baru, Kecamatan Rakumpit, Kota Palangka Raya.
- Dialek Tumbang Talaken, dituturkan di Kelurahan Tumbang Talaken, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.
- Dialek Takaras, digunakan di Desa Takaras, Kecamatan Manuhing, Kabupaten Gunung Mas.
Keberagaman dialek tersebut menunjukkan luasnya persebaran bahasa Dayak Ngaju sekaligus memperlihatkan kekayaan variasi bahasa di tengah masyarakat Kalimantan Tengah.
Meski memiliki perbedaan berdasarkan wilayah penuturnya, berbagai dialek tersebut tetap menjadi bagian dari warisan bahasa dan budaya masyarakat Dayak Ngaju.
Jika Anda ingin mengenal lebih jauh budaya dan destinasi di Kalimantan Tengah, gunakan fitur Maia untuk mendapatkan informasi dan rekomendasi perjalanan sesuai minat Anda.
Baca Juga: Juhu Umbut Rotan: Makanan Tradisional Suku Dayak di Kalimantan Tengah
Contoh Bahasa Dayak Ngaju
Bahasa Dayak Ngaju memiliki sejumlah kosakata dan ungkapan yang digunakan dalam percakapan sehari-hari. Berikut beberapa contoh bahasa Dayak Ngaju beserta artinya dalam bahasa Indonesia.
Ungkapan sehari-hari:
- Salamat hanjewu = Selamat pagi
- Salamat bentuk andau = Selamat siang
- Salamat halemei = Selamat sore
- Salamat hamalem = Selamat malam
- Dumah kareh lah! = Datang nanti, ya!
- Narai kabar tuh pahari? = Apa kabar, saudara?
- Aku kanahuang dengam = Aku cinta padamu
Kosakata umum:
- Aku = aku, saya
- Ikau = kamu
- Dengam = padamu
- Ie = dia
- Itah = kita
- Ikei = kami
- Ewen = mereka
- Atawa = atau
- Dengan = bersama
- Hung = di
- Akan = ke
- Bara = dari
- Jadi = sudah
- Te = itu
- Tuh = ini
- Iyoh = iya
- Dia = tidak
Kosakata hubungan keluarga:
- Apang = ayah, bapak
- Indu = ibu
- Kabali = suami/istri
- Andi = adik
- Kaka = kakak
- Bue = kakek
- Tambi = nenek
- Datu = kakek/nenek buyut
- Ma = paman
- Mina = bibi
Angka dalam Bahasa Dayak Ngaju:
- Ije = satu
- Due = dua
- Badue = berdua
- Telu = tiga
- Epat = empat
- Lime = lima
- Jawahen = enam
- Uju = tujuh
- Hanya = delapan
- Jalatien = sembilan
- Sapuluh = sepuluh
Penggunaan Bahasa Dayak Ngaju tidak hanya berfungsi sebagai alat komunikasi, tapi juga bagian dari identitas budaya masyarakat Dayak Ngaju. Bahasa ini digunakan dalam kehidupan sehari-hari, sekaligus berkaitan dengan adat, tradisi, dan pengetahuan yang diwariskan antargenerasi.
Mengenal kosakata dan ungkapan Bahasa Dayak Ngaju dapat menjadi salah satu cara untuk memahami keberagaman budaya yang berkembang di Kalimantan Tengah.
Jangan ragu untuk Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia.travel untuk menyusun itinerary liburan di Kalimantan Tengah yang sesuai dengan waktu dan kebutuhan perjalanan.
Referensi:
- Repository BKG (Brawijaya Knowledge Garden). https://repository.ub.ac.id/id/eprint/183771/
- Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah. https://petabahasa.kemendikdasmen.go.id/infobahasa.php?idb=88
- Detik. https://www.detik.com/kalimantan/budaya/d-8542979/contoh-kosakata-bahasa-dayak-ngaju-frasa-hingga-kalimat-majemuk
- Detik. https://www.detik.com/kalimantan/budaya/d-7982219/kamus-dayak-ngaju-kosakata-sehari-hari-dan-contoh-kalimat