Image Contributor: Jeda kata/Shutterstock
Selain dikenal sebagai salah satu surga bahari dan surga kuliner nikmat, Sulawesi Selatan punya magnet lain yang tak kalah menarik untuk dikunjungi. Salah satunya adalah Desa Wisata Rammang-Rammang yang terletak di Kabupaten Maros. Apa saja yang bisa dilakukan di desa wisata yang satu ini? Simak informasi selengkapnya berikut ini.
Sejarah dan Lokasi Desa Wisata Rammang-Rammang
Desa Wisata Rammang-Rammang berjarak 32 kilometer atau sekitar 1 jam perjalanan dari Bandar Udara Internasional Sultan Hasanuddin, Makassar. Dalam bahasa Makassar, "rammang-rammang" berarti awan atau kabut, sebutan yang muncul karena kawasan ini kerap diselimuti kabut tipis, terutama pada pagi hari.
Kawasan karst Rammang-Rammang merupakan bagian dari gugusan yang membentang di Kabupaten Maros dan Pangkajene Kepulauan. Pada Mei 2023, kawasan ini resmi ditetapkan UNESCO sebagai bagian dari Geopark Maros Pangkep, menjadikannya geopark dunia ke-8 asal Indonesia berkat kekayaan geologi, biodiversitas, dan budayanya.
Sebagai desa wisata yang dikelola langsung oleh masyarakat, Rammang-Rammang dihuni warga yang mayoritas bekerja sebagai petani, nelayan tambak, dan pelaku UMKM wisata. Sebagian besar (94%) hasil pengelolaan wisata kembali dinikmati langsung oleh masyarakat setempat, sementara sisanya dialokasikan untuk anggaran desa dan kelompok sadar wisata (Pokdarwis).
Berkat pesona alam karst dan kekayaan budayanya, Rammang-Rammang kini menjadi salah satu destinasi unggulan Sulawesi Selatan dan sempat masuk 75 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2023, lengkap dengan beragam atraksi alam, situs prasejarah, hingga kuliner khas yang siap dinikmati wisatawan.
Lokasi: Salenrang, Bontoa, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan
Kontak: +62 813 4272 5285
6 Aktivitas di Desa Wisata Rammang-Rammang
Setelah menyandang status desa wisata, Rammang-Rammang menawarkan beragam aktivitas yang memadukan alam, budaya, dan keseharian warga desa. Berikut enam di antaranya.
1. Menikmati Panorama Deretan Pegunungan Karst
Daya tarik utama Rammang-Rammang adalah gugusan pegunungan karst yang disebut-sebut sebagai kawasan karst terluas ketiga di dunia setelah China Selatan dan Vietnam. Bentang karst ini terbentuk dari proses pelarutan batuan karbonat selama ribuan tahun, menghasilkan tebing-tebing kapur menjulang yang dikelilingi hamparan sawah, tambak, dan permukiman warga.
Wisatawan bisa menikmati panorama ini sambil menyusuri sungai dengan perahu, berjalan kaki melewati pematang sawah, atau sekadar bersantai di spot foto dengan latar deretan bukit kapur. Pagi hari, saat kabut tipis masih menyelimuti lembah, menjadi waktu favorit banyak pengunjung untuk berburu foto terbaik.
2. Berwisata Alam di Gua Berlian
Salah satu titik wajib dikunjungi adalah Gua Berlian atau Leang Berlian di Kampung Berua. Gua ini dihiasi stalaktit dan stalagmit yang terbentuk selama jutaan tahun. Bebatuan di dalamnya berkilau seperti berlian saat terkena pantulan cahaya matahari dan momen terbaik untuk melihatnya yakni sekitar pukul 15.00–17.00 waktu setempat.
Selain berburu foto kilauan batu, pengunjung juga bisa menjelajahi lorong gua sambil ditemani pemandu lokal yang menjelaskan proses terbentuknya formasi karst ini. Wisatawan dilarang menyentuh bebatuan tersebut karena berdasarkan penelitian, formasi ini bisa berhenti tumbuh bila tersentuh tangan manusia.
3. Membelah Karst dengan Wisata Susur Sungai
Aktivitas ini mengajak wisatawan menyusuri sungai yang membelah kawasan karst menggunakan perahu jolloro. Sepanjang perjalanan pengunjung akan disuguhi panorama pepohonan nipah dan bakau yang rimbun, celah-celah batu karst, hingga formasi unik bernama sosokeng dan sepa'labbua yang menambah kesan eksotis.
Perahu biasanya berangkat dari Dermaga 1 atau Dermaga 2 dan menjadi akses utama menuju Kampung Berua, permukiman warga di tengah kawasan karst yang juga jadi titik awal sejumlah aktivitas lain di desa ini.
4. Mengunjungi Padang Amarrung
Padang Ammarung adalah dataran di puncak bukit karst yang menjadi salah satu spot terbaik untuk menikmati panorama Kampung Berua dan gugusan karst dari ketinggian. Untuk sampai ke sini, wisatawan perlu berjalan kaki melewati pematang sawah, menyeberangi jembatan kecil, lalu mendaki bukit batu hingga tiba di puncaknya.
Di area puncak ini terdapat sejumlah gubuk kecil milik warga yang bisa digunakan untuk bersantai sambil menikmati pemandangan, sekaligus menjadi salah satu bentuk pemberdayaan ekonomi warga sekitar Kampung Berua.
5. Mengamati Batu Kingkong yang Unik
Di antara tebing-tebing karst, ada satu formasi batu kapur menonjol yang bentuknya menyerupai wajah kingkong, lengkap dengan lekukan menyerupai mata, hidung, dan mulut. Batu yang diyakini terbentuk secara alami tanpa campur tangan manusia ini menjadi salah satu spot foto favorit wisatawan yang berkunjung ke kawasan tersebut.
Situs ini juga dikenal sebagai Situs Pasaung Kingkong Stone, kawasan prasejarah yang di dindingnya masih bisa ditemukan lukisan cap tangan berwarna merah peninggalan manusia purba. Untuk mencapai lokasi ini, pengunjung perlu berjalan kaki sekitar 10 menit dari dermaga di Kampung Berua melewati jalan setapak di antara sawah.
6. Mencicipi Kuliner Khas
Setelah puas menjelajah, jangan lewatkan kuliner khas buatan warga desa. Ada jus buah nipah yang menyegarkan, keripik mujair gurih hasil olahan ikan tangkapan warga, hingga sayur pappa, hidangan sayur khas lokal yang kerap disajikan sebagai menu makan siang bagi wisatawan.
Semua kuliner ini merupakan produk UMKM warga setempat, sehingga membeli oleh-oleh khas ini juga turut membantu perekonomian desa.
Semakin tertarik menjelajahi berbagai destinasi wisata di Sulawesi Selatan? Ini waktunya menyusun rencana perjalanan menggunakan AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary perjalanan di Lombok sesuai minat dan durasi liburan Anda.
Tips Sebelum Mengunjungi Desa Wisata
Agar kunjungan semakin nyaman dan berkesan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum mengunjungi desa wisata secara umum. Berikut di antaranya.
- Cari tahu informasi seputar desa wisata yang akan dikunjungi sebelum berangkat. Hubungi warga pemandu yang menjadi kontak utama kunjungan bila diperlukan.
- Hormati aturan dan norma setempat. Tanyakan kepada pemandu hal-hal yang boleh dan tidak boleh dilakukan atau dikenakan selama berkunjung.
- Bersikaplah ramah kepada warga sekitar dengan menyapa atau tersenyum. Hindari bertingkah semaunya atau bercanda berlebihan.
- Jangan merusak atau mencoret bangunan bersejarah maupun rumah warga. Mintalah izin bila ingin mengambil tanaman yang tumbuh di sana.
- Jaga kebersihan lingkungan dan jangan membuang sampah sembarangan.
Itulah informasi mengenai berbagai aktivitas menarik yang bisa dilakukan di Desa Wisata Rammang-Rammang di Kab. Maros, Sulawesi Selatan. Yuk, jadikan desa ini destinasi wisata berikutnya!
Masih membutuhkan inspirasi tambahan mengenai destinasi lain untuk dikunjungi, waktu terbaik untuk datang, atau aktivitas yang paling sesuai dengan gaya perjalanan Anda? Jangan khawatir, tanyakan semuanya pada MaiA yang siap membantu menjawab pertanyaan secara cepat dan tepat.
Sumber/Referensi:
- https://travel.kompas.com/read/2022/02/21/175151727/menjelajah-gua-berlian-gua-kapur-terluas-ketiga-di-dunia-yang-punya-interior
- https://www.antaranews.com/berita/3555000/geopark-maros-pangkep-ditetapkan-jadi-global-geopark-unesco
- https://jadesta.kemenpar.go.id/desa/rammangrammang
- https://apkasi.org/nasional/selamat-inilah-pemenang-anugerah-desa-wisata-indonesia-adwi-2023/
- https://jadesta.kemenpar.go.id/atraksi/goa_kunangkunang_dan_berlian
- https://www.detik.com/sulsel/wisata/d-6362118/rammang-rammang-wisata-pegunungan-karst-terbesar-di-dunia-ada-di-maros
- https://travel.detik.com/domestic-destination/d-3174098/batu-kingkong-yang-unik-di-rammang-rammang-sulsel
- https://jadesta.kemenpar.go.id/atraksi/situs_pasaung_kingkong_stone
- https://travel.detik.com/travel-tips/d-2525015/tips-berlibur-ke-desa-wisata