Image contributor: Dmitry Shaposhnikov/Shutterstock
Gunung Kerinci merupakan gunung berapi tertinggi di Indonesia bagian barat dengan ketinggian 3.805 meter di atas permukaan laut (mdpl). Gunung ini berada di perbatasan Provinsi Jambi dan Sumatra Barat serta termasuk dalam rangkaian Pegunungan Bukit Barisan.
Selain dikenal karena jalur pendakiannya, kawasan Gunung Kerinci juga memiliki lanskap pegunungan, hutan hujan tropis, serta beragam flora dan fauna yang menjadi bagian dari Taman Nasional Kerinci Seblat.
Karakteristik Gunung Kerinci
Gunung Kerinci berada di jalur Cincin Api Pasifik sehingga masih memiliki aktivitas vulkanik. Kawah utamanya berukuran sekitar 400 × 120 meter dan secara berkala mengeluarkan asap belerang sebagai bagian dari aktivitas gunung api.
Sebagai gunung berapi aktif bertipe stratovolcano, Gunung Kerinci menjadi salah satu tujuan pendakian dan wisata alam di Indonesia, sekaligus kawasan penting untuk penelitian geologi dan konservasi keanekaragaman hayati.
Karena merupakan puncak tertinggi di Pulau Sumatra, Gunung Kerinci juga dikenal dengan julukan Atap Sumatra.
Keanekaragaman Hayati Gunung Kerinci
Gunung Kerinci berada di dalam kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat (TNKS), yang telah ditetapkan UNESCO sebagai Situs Warisan Dunia.
TNKS merupakan salah satu kawasan konservasi terbesar di Indonesia dan menjadi habitat berbagai flora serta fauna langka. Beberapa spesies tumbuhan yang dapat ditemukan di kawasan ini antara lain Rafflesia arnoldii, Amorphophallus titanum, dan berbagai jenis anggrek hutan.
Kawasan ini juga menjadi habitat satwa dilindungi seperti Harimau Sumatra, Gajah Sumatra, Tapir, dan Beruang Madu.
Cara Menuju Gunung Kerinci
Pendakian Gunung Kerinci umumnya dimulai dari Desa Kersik Tuo, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi. Kota terdekat adalah Sungai Penuh.
Terdapat dua jalur perjalanan yang paling umum menuju kawasan pendakian:
1. Melalui Padang
Rute ini menjadi pilihan yang paling banyak digunakan karena waktu perjalanan relatif lebih singkat.
- Terbang ke Bandara Internasional Minangkabau, Padang.
- Lanjut perjalanan darat menuju Kersik Tuo melalui Solok dan Muara Labuh.
- Waktu tempuh sekitar 8–9 jam.
2. Melalui Jambi
- Terbang ke Bandara Sultan Thaha, Jambi.
- Lanjut perjalanan darat menuju Sungai Penuh dan Kersik Tuo.
- Waktu tempuh sekitar 12–14 jam.
Sebelum berangkat, Anda juga dapat menggunakan fitur AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary sesuai preferensi, durasi perjalanan, dan aktivitas yang ingin dilakukan. Dengan perencanaan yang lebih terarah, Anda dapat mengatur waktu untuk mengeksplorasi berbagai spot sunset di Gunung Bromo sekaligus menikmati momen liburan dengan lebih maksimal.
Baca Juga: 8 Tempat Kuliner Pilihan di Jambi
Jalur Pendakian Gunung Kerinci
Jalur pendakian resmi Gunung Kerinci dimulai dari Pos R10 atau Pintu Rimba di Desa Kersik Tuo. Pendakian umumnya memerlukan waktu 2–3 hari untuk perjalanan pulang-pergi, tergantung kondisi fisik, cuaca, dan kecepatan pendaki.
Rute pendakian meliputi beberapa titik utama berikut:
- Pos R10 (Pintu Rimba) sebagai titik registrasi dan awal pendakian.
- Pos 1 (Batu Lumut), Pos 2 (Pondok Tengah), dan Pos 3 (Batu Gadang) yang didominasi jalur hutan tropis dengan tanjakan serta akar pohon.
- Shelter 1 dan Shelter 2 (Pos Macan) sebagai titik istirahat sebelum area perkemahan.
- Shelter 3 (Puncak Indah) yang menjadi lokasi berkemah utama sebelum pendakian menuju puncak.
- Puncak Kerinci (Tugu Yudha) pada ketinggian 3.805 mdpl.
Pendakian menuju puncak biasanya dimulai pada dini hari sekitar pukul 02.00–03.00 WIB dari Shelter 3. Jalur menuju puncak didominasi pasir vulkanis dan bebatuan lepas sehingga memerlukan kehati-hatian.
Tingkat Kesulitan Pendakian
Gunung Kerinci dikenal memiliki jalur pendakian yang menantang karena:
- Jalur pendakian relatif panjang.
- Perbedaan elevasi cukup besar.
- Medan didominasi tanjakan, akar pohon, pasir vulkanis, dan bebatuan lepas.
- Perubahan cuaca dapat terjadi dalam waktu singkat.
Pendaki disarankan menggunakan perlengkapan pendakian yang memadai, menjaga kondisi fisik, serta mematuhi aturan dan etika pendakian.
Waktu Terbaik Mendaki Gunung Kerinci
Musim kemarau, umumnya antara April hingga Oktober, menjadi periode yang paling sering dipilih untuk mendaki Gunung Kerinci.
Pada periode ini curah hujan cenderung lebih rendah sehingga kondisi jalur lebih kering dan cuaca relatif lebih stabil dibanding musim hujan.
Harga Tiket Masuk Gunung Kerinci
Berdasarkan tarif Pendapatan Negara Bukan Pajak (PNBP), harga tiket masuk kawasan pendakian Gunung Kerinci adalah:
- WNI: Rp20.000 per orang
- WNA: Rp20.000 per orang
Selain tiket masuk, pendaki perlu melakukan registrasi sesuai ketentuan pengelola dan menyiapkan dokumen maupun perlengkapan pendakian yang dipersyaratkan sebelum memulai perjalanan.
Setelah mendaki Gunung Kerinci, Anda juga dapat mengunjungi berbagai destinasi menarik di sekitarnya. Mulai dari danau, hingga air terjun, berikut tiga tempat wisata yang dapat menjadi pilihan selama berada di kawasan Kerinci.
Destinasi Wisata di Sekitar Gunung Kerinci
1. Danau Gunung Tujuh
Danau Gunung Tujuh merupakan danau vulkanik yang berada di ketinggian sekitar 1.950 mdpl dan dikenal sebagai salah satu danau vulkanik tertinggi di Asia Tenggara. Danau ini dikelilingi tujuh puncak gunung dan berada di kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat.
Danau ini dapat dicapai dengan trekking sekitar 2–3 jam dari pintu masuk. Aktivitas yang umum dilakukan meliputi trekking, berkemah, dan menikmati panorama alam.
- Lokasi: Desa Pelompek, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci, Jambi
- Jam operasional: 06:00-17:00
- Harga tiket: Rp7.000-20.000, belum termasuk biaya parkir atau pemandu
2. Danau Kerinci
Danau Kerinci merupakan danau air tawar terbesar di Provinsi Jambi sekaligus salah satu destinasi wisata utama di Kabupaten Kerinci. Lokasinya mudah dijangkau dan menawarkan pemandangan perbukitan dengan latar Gunung Kerinci.
Selain menikmati panorama danau, pengunjung dapat menyaksikan Festival Danau Kerinci yang rutin menampilkan seni, budaya, dan kuliner lokal. Danau ini berada di
- Lokasi: Kecamatan Danau Kerinci, Kabupaten Kerinci
- Jam operasional: 24 jam
- Harga tiket: Biaya retribusi sekitar Rp5.000-Rp10.000
3. Air Terjun Telun Berasap
Air Terjun Telun Berasap menjadi salah satu air terjun yang paling banyak dikunjungi di kawasan Kerinci.
Nama "Telun Berasap" berasal dari kabut air yang terbentuk akibat derasnya aliran air dari ketinggian. Air terjun ini memiliki akses yang relatif mudah dan telah dilengkapi fasilitas dasar.
- Lokasi: Desa Telun Berasap, Kecamatan Kayu Aro, Kabupaten Kerinci
- Jam operasional: 08:00-17:00
- Harga tiket: Rp10.000-Rp15.000 per orang
Agar perjalanan semakin nyaman, Anda dapat memanfaatkan MaiA sebagai asisten virtual untuk mendapatkan informasi seputar destinasi wisata, rekomendasi spot terbaik menikmati matahari terbenam, serta berbagai tips perjalanan di kawasan Bromo dan sekitarnya.
Sumber:
- https://www.cnnindonesia.com/gaya-hidup/20190731145343-269-417112/8-objek-wisata-favorit-turis-di-gunung-kerinci
- https://hubud.kemenhub.go.id/upbu/depati-parbo/liburan-pariwisata/tempat-wisata/37C4078F-DD42-4FE6-8CC1-F4E80D0019C8
- https://www.traveloka.com/id-id/explore/activities/menyusuri-keindahan-wisata-kerinci-ta/1005985