MaiA ai-icon

Informasi

Menelusuri Jejak Kerajaan Majapahit di Desa Wisata Kampung Majapahit Mojokerto

Image Contributor: Enung Sri Oktaviani/imageBROKER/Shutterstock

Desa Wisata Kampung Majapahit adalah kawasan wisata budaya dan sejarah di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur. Kawasan ini mencakup tiga desa, yaitu Desa Bejijong, Desa Sentonorejo, dan Desa Jatipasar, yang berada di bekas wilayah pusat pemerintahan Kerajaan Majapahit pada abad ke-13 hingga ke-16 Masehi.

Awal Mula Kampung Majapahit Berdiri

Program pembangunan Kampung Majapahit dimulai oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur pada 2014, dengan tujuan mengubah tampilan luar rumah warga menjadi bergaya arsitektur permukiman era Majapahit. Rancangan rumah mengacu pada tiga sumber sejarah, yaitu naskah Negarakertagama, relief candi, dan temuan artefak kuno di situs Trowulan.

Pembangunan tahap pertama pada 2015 menghasilkan 296 unit rumah bergaya Majapahit, dengan rincian 200 unit di Bejijong, 50 unit di Jatipasar, dan 46 unit di Sentonorejo, dengan anggaran sekitar Rp16,3 miliar. Pada 2016, pembangunan diperluas 300 unit di Desa Trowulan, Temon, dan Watesumpak, sehingga total rumah bergaya Majapahit di Kecamatan Trowulan mencapai 596 unit. Desain rumah merujuk pada rekonstruksi rumah masyarakat biasa (kawulo) zaman Majapahit, dengan dinding bata merah, pondasi batu, pintu kembar kayu, dan atap genting berhias ukel.

Di antara ketiga desa, pengembangan wisata paling intensif terjadi di Desa Bejijong, yang memiliki kepadatan rumah bergaya Majapahit tertinggi, sementara Desa Jatipasar dan Desa Sentonorejo diarahkan sebagai desa penyangga sarana dan prasarana pariwisata. Kawasan Kampung Majapahit Bejijong telah memperoleh dua predikat nasional dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI, yaitu status Kawasan Cagar Budaya Nasional (KCBN) dan Kawasan Strategis Pariwisata Nasional (KSPN). Desa ini juga masuk 50 besar Anugerah Desa Wisata Indonesia (ADWI) 2021.

Objek dan Daya Tarik

Kawasan ini menawarkan wisata berbasis seni budaya, sejarah, alam, dan industri kreatif dengan konsep "satu desa, banyak produk" (one village multi product). Objek wisata yang dapat dikunjungi antara lain replika arca Buddha tidur di kompleks Maha Vihara Majapahit yang memiliki ukuran panjang sekitar 22 meter, lebar 6 meter, dan tinggi 4,5 meter. Replika ini disebut sebagai salah satu patung Buddha tidur terbesar di Asia setelah Thailand. Ada pula sejumlah patung Buddha lainnya, miniatur Candi Borobudur, dan pohon maja yang dikaitkan dengan asal-usul nama Majapahit.

Objek arkeologis lain di dalam maupun sekitar kawasan meliputi Candi Brahu, Candi Gentong, dan Candi Tengah, petilasan Raden Wijaya (pendiri Kerajaan Majapahit), situs Siti Inggil, serta Museum Trowulan. Pengunjung dapat mengikuti edukasi membatik motif Majapahit, pengecoran logam kuningan dan tembaga, pembuatan wayang kulit, hingga telur asin asap. Sebagian warga berprofesi sebagai perajin batik tulis dan patung tanah liat, dan sebagian rumah difungsikan sebagai homestay wisatawan.

Baca juga: Candi Pari, Arsitektur Khas Peninggalan Kerajaan Majapahit

Lokasi

Kawasan Kampung Majapahit berada di Kecamatan Trowulan, Kabupaten Mojokerto, Provinsi Jawa Timur, meliputi Desa Bejijong, Desa Sentonorejo, dan Desa Jatipasar. Desa Bejijong, sebagai pusat pengembangan, memiliki luas wilayah sekitar 195.185 hektare dan berada di bekas jantung ibu kota Kerajaan Majapahit, di Jalan Candi Brahu Nomor 75, Dusun Siti Inggil. Lokasi ini berdekatan dengan situs arkeologi Majapahit lain di Kecamatan Trowulan, seperti Candi Bajang Ratu, Candi Tikus, dan Kolam Segaran.

Museum Majapahit (Museum Trowulan) terletak di Jalan Pendopo Agung, Ngelinguk, Kecamatan Trowulan. Candi Brahu berada di Dukuh Jambu Mete, Desa Bejijong, tidak jauh dari rumah-rumah bergaya Majapahit.

Budaya dan Kepercayaan

Menurut tradisi lisan setempat, nama "Majapahit" berasal dari buah maja yang terasa pahit, yang menurut kisah dicicipi Raden Wijaya ketika membuka Hutan Tarik. Salah satu objek keagamaan penting di kawasan ini, Candi Brahu, diyakini merupakan bangunan suci untuk sembahyang dan berdoa, berbeda dengan candi lain di Jawa Timur, seperti Candi Kidal, Candi Jago, dan Candi Tikus yang berfungsi sebagai kompleks pendarmaan atau makam raja.

Berdasarkan prasasti tembaga Alasantan yang ditemukan sekitar 45 meter di sebelah barat Candi Brahu dan berangka tahun 861 Saka (9 September 939 Masehi), candi ini diperkirakan dibangun atas perintah Raja Mpu Sindok dari Kerajaan Mataram Kuno, sehingga usianya diperkirakan lebih tua daripada berdirinya Kerajaan Majapahit. Susunan bata pada candi menunjukkan corak yang dikaitkan dengan sinkretisme unsur Hindu dan Buddha, dan hingga kini turut dirawat oleh umat dari kedua tradisi tersebut.

Terdapat pula kepercayaan setempat bahwa Candi Brahu adalah tempat kremasi jenazah raja-raja bergelar Brawijaya, namun penelitian arkeologis tidak menemukan bekas abu atau sisa pembakaran tulang di bilik candi, sehingga fungsinya disimpulkan sebagai tempat peribadatan agama Buddha.

Kesenian Bantengan yang dipentaskan dekat Candi Bajang Ratu memadukan musik tradisional, gerak drama, dan bela diri, dengan penampil mengenakan busana hitam dan topeng kepala banteng, disertai lantunan syair yang dipercaya bernilai magis dalam tradisi setempat.

Seni dan Kerajinan

Masyarakat di kawasan ini secara turun-temurun mengembangkan kerajinan berakar tradisi Majapahit, antara lain batik tulis bermotif Majapahit, patung tanah liat, serta kerajinan cor logam kuningan dan tembaga, sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif berbasis potensi budaya setempat.

Museum Trowulan menyimpan koleksi arkeologi bercorak Majapahit, di antaranya lambang Surya Majapahit, Arca Camundi, Arca Airlangga yang digambarkan menunggangi burung Garuda, prasasti dari masa Singasari, Kediri, dan Majapahit, serta koleksi arkeologi berbahan terakota.

Sejarah Singkat Museum Trowulan

Museum ini bermula dari perkumpulan penelitian arkeologi Oudheidkundige Vereeniging Majapahit (OVM) yang didirikan pada 24 April 1924 oleh Bupati Mojokerto R.A.A. Kromodjojo Adinegoro, bersama arsitek Belanda Henry Maclaine Pont. Karena temuan arkeologi terus bertambah, dibangun gedung museum yang dibuka untuk umum pada 1926 dengan nama Museum Trowulan.

Pada masa pendudukan Jepang 1942, museum sempat ditutup karena Maclaine Pont ditahan sebagai warga negara Belanda. Kemudian, pengelolaannya berpindah tangan sebelum dikelola oleh Balai Pelestarian Peninggalan Purbakala Jawa Timur, lalu berganti nama menjadi Balai Penyelamatan Arca BP3 Jawa Timur, dan sejak 1 Januari 2007 dikenal sebagai Pusat Informasi Majapahit.

Kuliner Khas: Onde-Onde Mojokerto

Onde-onde merupakan kudapan tradisional yang menjadi ciri khas kuliner Kabupaten dan Kota Mojokerto. Kuliner ini terbuat dari tepung terigu berlapis biji wijen dengan tekstur kulit lembut.

Onde-onde umumnya berisi pasta kacang hijau, meski kini tersedia pula varian cokelat, keju, nangka, dan durian, dan dapat ditemukan di sejumlah toko oleh-oleh yang telah beroperasi turun-temurun di Mojokerto.

Status Pengelolaan dan Akses

Pengelolaan Kampung Majapahit melibatkan pemerintah daerah, masyarakat, dan kelompok sadar wisata melalui pendekatan kolaboratif lima unsur (pemerintah, swasta, masyarakat, akademisi, dan media). Wisatawan dapat mengikuti paket kunjungan sehari mencakup Candi Brahu, arca Buddha tidur, petilasan Raden Wijaya, serta edukasi kerajinan dan kuliner lokal.

Desa Wisata Kampung Majapahit Mojokerto dapat menjadi pilihan menarik bagi Anda yang ingin menikmati wisata budaya sekaligus mengenal jejak sejarah Kerajaan Majapahit. Agar perjalanan lebih terencana, manfaatkan AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary sesuai durasi dan preferensi Anda. Anda juga dapat bertanya kepada MaiA, mengenai lokasi, akses, waktu terbaik berkunjung, serta berbagai informasi menarik tentang destinasi di Mojokerto agar perjalanan semakin nyaman dan berkesan.

 

Referensi:

https://pariwisata.mojokertokab.go.id/desa-wisata/desa-wisata-kampung-majapahit-bejijong

https://kebudayaan.kemdikbud.go.id/bpkw11/museum-majapahit-trowulan-pengelolaan-informasi-majapahit/

https://budaya-indonesia.org/Museum-Pusat-Informasi-Majapahit-Trowulan

https://kemuseum.or.id/museum/2020/07/14/museum-majapahit-trowulan/

https://bejijong.desa.id/artikel/2022/5/24/sejarah-candi-brahu-trowulan-mojokerto-paling-lengkap

https://museumnusantara.com/candi-brahu/

INSIGHT

Ide Perjalanan

Jalan-jalan Eksplorasi Indonesia Bisa Lho Sambil Bantu Lestarikan Lingkungan!

Jalan-jalan Eksplorasi Indonesia Bisa Lho Sambil Bantu Lestarikan Lingkungan!

Keseruan Menikmati Wisata Balon Udara di Indonesia

Keseruan Menikmati Wisata Balon Udara di Indonesia

#DiIndonesiaAja-Sepenggal Kisah di Selatan Kota Bandung Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung Selatan

#DiIndonesiaAja-Sepenggal Kisah di Selatan Kota Bandung Situ Patenggang, Ciwidey, Bandung Selatan