Festival Sekura Cakak Buah merupakan tradisi budaya autentik masyarakat Saibatin di Kabupaten Lampung Barat yang rutin digelar setiap 1 hingga 7 Syawal (setelah Hari Raya Idul Fitri) secara bergiliran di lebih dari 30 pekon. Nama festival ini merepresentasikan dua unsur utamanya, yaitu sekura yang berarti topeng dan cakak buah yang merujuk pada tradisi panjat pinang berhadiah sebagai daya tarik utama. Keunikan festival ini terletak pada kehadiran dua jenis sekura yang melambangkan dualitas kehidupan: Sekura Betik yang tampil rapi mencerminkan kebaikan, serta Sekura Kamak dengan wajah menyeramkan yang mewakili sisi gelap atau kekacauan. Selain menjadi sarana silaturahmi dan penguat semangat gotong royong pascalebaran, festival yang melibatkan pasar rakyat dan UMKM lokal ini telah menjadi aset pariwisata strategis yang didukung penuh oleh pemerintah daerah sebagai ikon budaya pemuas identitas Lampung Barat.