Lampung
Lampung adalah provinsi yang dikenal sebagai "Gerbang Sumatra."
Profil Provinsi Lampung, Tempat Wisata, dan Makanan Khasnya
Lampung merupakan provinsi di ujung selatan Pulau Sumatra dengan bentang alam yang beragam, mulai dari kawasan pesisir, pulau-pulau kecil, hutan tropis, pegunungan, hingga kawasan konservasi. Keberagaman geografis ini turut membentuk karakter pariwisata dan kuliner Lampung.
Secara administratif, Provinsi Lampung terbentuk pada 18 Maret 1964 berdasarkan Undang-Undang Nomor 14 Tahun 1964, setelah sebelumnya berstatus sebagai Karesidenan Lampung yang merupakan bagian dari Provinsi Sumatra Selatan.
Mengenal Lampung
Provinsi Lampung terletak berbatasan dengan Bengkulu serta Sumatra Selatan di sebelah utara, Samudra Hindia di sebelah barat, Laut Jawa di sebelah timur, dan Selat Sunda di sebelah selatan. Posisi ini menjadikan Lampung jalur distribusi logistik utama antara Jawa dan Sumatra melalui Pelabuhan Bakauheni yang terhubung dengan Pelabuhan Merak di Banten.
Dengan luas wilayah sekitar 35.376 km², Lampung terbagi atas 13 kabupaten, 2 kota, 227 kecamatan, serta 2.643 desa/kelurahan. Pada tahun 2024, penduduk Lampung tercatat sekitar 9,42 juta jiwa dengan Bandar Lampung sebagai kawasan terpadat.
Budaya masyarakat Lampung asli mengenal falsafah Piil Pesenggiri yang menekankan harga diri, sopan santun, dan kekerabatan. Masyarakat adat di sini terbagi menjadi Lampung Pepadun di pedalaman dan Lampung Saibatin di pesisir.
Kain tapis dan tenun tradisional bersulam benang emas adalah warisan budaya khas yang masih diproduksi. Sementara itu, hasil panen kopi robusta, kelapa sawit, dan lada menjadi tumpuan ekonomi utama.
Tempat Wisata Populer di Lampung
Lampung memiliki destinasi yang mewakili berbagai bentuk wisata, mulai dari konservasi satwa hingga wisata bahari dan geologi. Berikut beberapa tempat yang patut Anda pertimbangkan.
Taman Nasional Way Kambas
Berlokasi di Lampung Timur dan Lampung Tengah, Taman Nasional Way Kambas memiliki luas kawasan sekitar 125.000–130.000 hektar yang berfungsi sebagai wilayah konservasi sejak tahun 1937.
Taman ini menjadi pusat konservasi gajah Sumatra tertua di Indonesia dan habitat satwa langka, seperti badak Sumatra, harimau Sumatra, dan tapir. Di dalamnya juga terdapat Suaka Rhino Sumatra dan fasilitas rumah sakit gajah untuk perawatan medis satwa.
Pulau Pahawang
Di Teluk Lampung, Kabupaten Pesawaran, terdapat Pulau Pahawang yang dikenal dengan terumbu karang dan ekosistem bawah lautnya. Pulau ini terbagi menjadi Pahawang Besar yang berpenghuni dan Pahawang Kecil yang tidak berpenghuni tetap.
Untuk menuju Pulau Pahawang, Anda bisa naik perahu dari Dermaga Ketapang. Aktivitas unggulan di sini adalah snorkeling dan menyelam.
Baca Juga: Baju Adat Lampung: Simbol Kemegahan dan Tradisi Penuh Pesona
Gunung Anak Krakatau
Di perairan Selat Sunda antara Jawa dan Sumatra, Gunung Anak Krakatau muncul dari kaldera bekas letusan Krakatau tahun 1883. Gunung ini termasuk salah satu gunung berapi teraktif di Indonesia dan berada di bawah pemantauan rutin otoritas vulkanologi.
Kawasan ini dapat diakses melalui jalur laut dari Pelabuhan Canti atau Dermaga Ketapang. Status aktivitas vulkanik memengaruhi izin kunjungan sehingga perlu diperiksa sebelum berangkat.
Gunung Pesagi
Dengan ketinggian sekitar 2.262 meter di atas permukaan laut, Gunung Pesagi di Kabupaten Lampung Barat menjadi kawasan tertinggi di Provinsi lampung. Kawasan ini termasuk hutan lindung dan menjadi daerah tangkapan air bagi wilayah sekitarnya.
Durasi pendakian Gunung Pesagi biasanya memakan waktu sekitar 10–12 untuk naik turun. Pastikan Anda didampingi pemandu atau seorang profesional jika ingin melakukan pendakian.
Pantai Mutun
Berada di Kabupaten Pesawaran, Pantai Mutun relatif mudah diakses dari pusat Kota Bandar Lampung. Pantai ini memiliki garis pantai berpasir dengan ombak cenderung tenang karena berada di dalam Teluk Lampung.
Di pantai ini, Anda bisa mencoba berbagai wahana air, seperti banana boat, kano, dan waterboom. Dari Pantai Mutun, Anda dapat menyeberang dengan perahu menuju Pulau Tangkil.
Air Terjun Putri Malu
Di kawasan Taman Hutan Raya Wan Abdul Rachman, Kabupaten Pesawaran, terdapat Air Terjun Putri Malu. Air terjun ini memiliki aliran bertingkat yang bersumber dari kawasan hutan lindung sekitarnya.
Anda perlu melakukan trekking melewati area perkebunan dan hutan selama sekitar satu hingga dua jam untuk mencapai air terjun putri malu. Di sini tersedia kolam alami yang bisa dipakai berenang.
Teluk Kiluan
Teluk Kiluan terletak di Kabupaten Tanggamus dan dikenal sebagai kawasan wisata bahari yang menjadi lokasi pengamatan lumba-lumba liar. Selain aktivitas pengamatan satwa laut, kawasan ini memiliki pantai, perairan teluk, dan Laguna Gayau.
Kawasan ini dapat dijangkau setelah menempuh perjalanan sekitar 3–7 jam dari Bandar lampung. Di perjalanan, Anda akan melewati Teluk Betung, Lempasing, dan Desa Bawang Kelumbayan.
Waktu kunjungan ke Lampung relatif singkat dan kebingungan menentukan itinerary? Gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di website indonesia.travel untuk membuat rencana perjalanan sesuai preferensi Anda.
Makanan Khas Lampung
Kuliner Lampung berkembang dengan memanfaatkan bahan pangan yang tersedia di lingkungan setempat, seperti ikan, durian, santan, rempah, pisang, dan tepung. Berikut beberapa makanan khas yang merepresentasikan keragaman kuliner daerah Lampung.
Tempoyak
Sebagai hasil fermentasi daging buah durian yang dicampur garam, tempoyak menjadi salah satu bahan pangan khas Lampung. Bahan ini umumnya digunakan sebagai bumbu dasar masakan berkuah, seperti gulai ikan atau sambal.
Tempoyak juga dikenal di wilayah lain Sumatra, termasuk Sumatra Selatan dan Jambi. Proses fermentasi menghasilkan rasa asam khas dan aroma tajam sebagai ciri utama tempoyak.
Gulai Taboh
Berkuah santan dengan bahan utama ikan, udang, atau kerang, Gulai Taboh dipadukan dengan sayuran seperti kacang panjang dan nangka muda. Bumbu utamanya terdiri dari kunyit, lengkuas, dan cabai yang dihaluskan.
Hidangan ini biasa disajikan dalam acara adat dan pertemuan keluarga masyarakat Lampung. Komposisi gulai taboh bisa berbeda di setiap daerah karena menyesuaikan bahan pangan yang tersedia.
Baca Juga: Bahasa Lampung
Seruit
Tradisi makan bersama dalam masyarakat Lampung melahirkan hidangan yang dikenal sebagai seruit. Olahan ini umumnya menggunakan ikan yang dipadukan dengan sambal, tempoyak, dan berbagai pelengkap seperti lalapan serta nasi.
Ikan yang umum digunakan adalah patin, baung, atau layis yang banyak tersedia di sungai daerah Lampung.
Pindang Ikan Patin
Dengan kuah bening hingga agak keruh, pindang ikan patin memiliki cita rasa asam pedas yang dominan. Kuahnya dibuat dari campuran serai, daun kunyit, cabai, dan asam kandis atau belimbing wuluh.
Ikan patin dipilih karena teksturnya lembut dan kandungan lemaknya menyatu baik dengan kuah asam pedas. Sebagai pengganti, pindang ini juga bisa diolah menggunakan ikan baung atau ikan mas.
Geguduh
Pisang yang dihaluskan, tepung, gula, dan santan adalah bahan utama geguduh. Adonan ini kemudian digoreng sampai matang sehingga memiliki tekstur renyah di luar dan lembut di dalam.
Geguduh dapat dengan mudah Anda dapatkan di pasar tradisional wilayah Lampung. Jajanan pasar ini umum disajikan saat acara adat, hari raya, dan pernikahan masyarakat lampung.
Engkak Ketan
Berbahan tepung ketan, telur, gula, dan santan yang dipanggang berlapis-lapis, engkak ketan menjadi salah satu kue tradisional khas Lampung yang banyak diminati. Teksturnya padat dan legit dengan rasa manis dari campuran gula dan santan kental.
Pembuatan engkak memerlukan waktu relatif lama karena setiap lapisan dipanggang bertahap hingga matang sempurna. Oleh masyarakat Lampung, engkak biasa disajikan pada acara keluarga, perayaan adat, dan momen keagamaan.
Umbu
Bagian pucuk rotan yang masih muda menjadi bahan utama umbu setelah dibersihkan dan direbus hingga teksturnya lebih lunak. Bahan tersebut kemudian dapat diolah menjadi sayur oseng atau disantap sebagai lalapan dengan cita rasa khas yang sedikit pahit.
Demikian informasi lengkap mengenai Provinsi Lampung yang dikenal sebagai salah satu kawasan dengan beberapa wilayah konservasi. Jika Anda masih bingung menentukan destinasi wisata atau memiliki pertanyaan terkait Lampung, gunakan fitur MaiA untuk mendapatkan jawabannya.
Referensi
- BPS Provinsi Lampung – Data Kependudukan
- Balai Taman Nasional Way Kambas – KSDAE Kementerian Kehutanan
- Pemerintah Provinsi Lampung – Taman Nasional Way Kambas
- Databoks Katadata – Jumlah Penduduk Menurut Provinsi 2024
- https://ksdae.kehutanan.go.id/kawasan-konservasi/100241011/
- https://disparekraf.lampungprov.go.id/detail-post/teluk-kiluan
- https://rri.co.id/waykanan/kuliner/1297099/kue-tradisional-engkak-makanan-khas-lampung