MaiA ai-icon

Informasi

Bengkulu

Bengkulu dengan ibu kota yang juga bernama bengkulu, merupakan provinsi yang kaya akan sejarah, keindahan alam, dan budaya.

Bengkulu: Sejarah, Budaya, dan Destinasi Wisatanya

 

Bengkulu adalah salah satu provinsi di pesisir barat Pulau Sumatra yang berbatasan langsung dengan Samudra Hindia. Bengkulu merupakan habitat alami Rafflesia arnoldii, bunga terbesar di dunia, serta menyimpan sejumlah peninggalan kolonial yang masih terawat hingga saat ini.

Selain menjadi tujuan wisata alam, Bengkulu memiliki peran penting dalam sejarah Indonesia, terutama melalui kaitannya dengan masa kolonial Inggris dan pengasingan Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno. Keberagaman tersebut menjadikan Bengkulu sebagai salah satu daerah yang menawarkan pengalaman wisata sejarah, budaya, dan alam dalam satu kawasan.

Fakta Singkat Bengkulu

  • Ibu kota: Kota Bengkulu
  • Letak: Pesisir barat Pulau Sumatra
  • Luas wilayah: Sekitar 19.919 km²
  • Jumlah kabupaten/kota: 9 kabupaten dan 1 kota
  • Julukan: Bumi Rafflesia
  • Flora khas: Rafflesia arnoldii
  • Suku utama: Rejang, Serawai, Melayu Bengkulu, Pekal, Enggano, Lembak, dan Pasemah
  • Bahasa daerah: Rejang, Serawai, Melayu Bengkulu, dan bahasa daerah lainnya

Di Mana Bengkulu Berada?

Letak geografis Bengkulu berada di sepanjang pesisir barat Pulau Sumatra dan menghadap langsung ke Samudra Hindia. 

Wilayah ini berbatasan dengan Provinsi Sumatera Barat di sebelah utara, Jambi dan Sumatera Selatan di sebelah timur, Lampung di sebelah selatan, serta Samudra Hindia di sebelah barat.

Secara administratif, Bengkulu terdiri atas sembilan kabupaten dan satu kota, yaitu:

  • Kabupaten Bengkulu Selatan
  • Kabupaten Bengkulu Tengah
  • Kabupaten Bengkulu Utara
  • Kabupaten Kaur
  • Kabupaten Kepahiang
  • Kabupaten Lebong
  • Kabupaten Mukomuko
  • Kabupaten Rejang Lebong
  • Kabupaten Seluma
  • Kota Bengkulu

Posisi geografis tersebut menjadikan Bengkulu memiliki garis pantai yang panjang, kawasan pegunungan yang merupakan bagian dari Bukit Barisan, serta hutan tropis yang menjadi habitat berbagai flora dan fauna endemik.

Sejarah Bengkulu

Sejarah Bengkulu tidak terlepas dari jalur perdagangan rempah di pesisir barat Sumatra. Sejak masa kerajaan-kerajaan Nusantara, wilayah ini telah menjadi salah satu pusat perdagangan lada yang menarik perhatian bangsa Eropa.

Pada abad ke-17, British East India Company (EIC) mendirikan pusat perdagangan di Bengkulu dan membangun Benteng Marlborough pada awal abad ke-18 sebagai pusat pertahanan dan administrasi Inggris di wilayah tersebut. Benteng ini menjadi salah satu benteng peninggalan Inggris terbesar di Asia Tenggara yang masih berdiri hingga kini.

Setelah melalui berbagai perjanjian kolonial, Bengkulu berada di bawah pemerintahan Hindia Belanda hingga Indonesia memperoleh kemerdekaan pada tahun 1945.

Bengkulu juga memiliki nilai sejarah nasional karena menjadi tempat pengasingan Ir. Soekarno pada periode 1938–1942. Selama berada di Bengkulu, Soekarno aktif dalam kegiatan sosial dan pendidikan. Di kota ini pula ia bertemu dengan Fatmawati, yang kemudian menjadi Ibu Negara pertama Republik Indonesia dan penjahit Sang Saka Merah Putih.

Baca Juga: Rumah Adat Rejang: Warisan Budaya Bengkulu yang Unik

Budaya khas Bengkulu

Budaya Bengkulu merupakan hasil perpaduan tradisi berbagai kelompok etnis yang telah berkembang selama berabad-abad. Keragaman tersebut tercermin dalam bahasa, seni pertunjukan, upacara adat, hingga kerajinan tradisional.

Beberapa warisan budaya Bengkulu yang masih lestari antara lain:

1. Festival Tabut

Festival Tabut merupakan tradisi budaya yang diselenggarakan setiap tanggal 1–10 Muharam. Tradisi ini berasal dari komunitas keturunan pekerja asal India yang datang ke Bengkulu pada masa kolonial Inggris dan berkembang menjadi salah satu agenda budaya terbesar di provinsi ini.

Festival Tabut memadukan prosesi adat, pertunjukan seni, pawai budaya, serta berbagai kegiatan masyarakat yang menarik perhatian pengunjung dari berbagai daerah.

2. Kain Besurek

Kain Besurek merupakan kain tradisional khas Bengkulu yang telah ditetapkan sebagai Warisan Budaya Takbenda Indonesia.

Motif Besurek memiliki ciri khas berupa perpaduan ragam hias flora dengan ornamen kaligrafi Arab yang mencerminkan pengaruh budaya Melayu dan Islam. Saat ini, kain Besurek digunakan sebagai busana adat maupun produk kriya modern.

3. Seni Tradisional

Bengkulu juga memiliki beragam kesenian tradisional yang masih dipentaskan dalam acara adat dan kegiatan budaya, antara lain:

  • Tari Andun.
  • Tari Kejei.
  • Dol, musik tradisional yang menggunakan alat musik tabuh berukuran besar.
  • Berbagai tradisi lisan yang berkembang di masyarakat Rejang, Serawai, dan Melayu Bengkulu.

Keberagaman budaya tersebut menjadi bagian penting dari identitas masyarakat Bengkulu dan terus dilestarikan melalui festival, pendidikan budaya, serta kegiatan komunitas.

Destinasi Wisata di Bengkulu

Bengkulu menawarkan beragam destinasi yang mencakup situs bersejarah, kawasan konservasi, pantai, hingga wisata kuliner. Sebagian besar objek wisata tersebar di Kota Bengkulu dan beberapa kabupaten di sekitarnya.

1. Wisata Sejarah

Bagi Anda yang ingin mengenal sejarah Bengkulu, beberapa destinasi berikut dapat menjadi pilihan.

Benteng Marlborough

Benteng Marlborough merupakan benteng peninggalan British East India Company (EIC) yang dibangun antara tahun 1713–1719. Benteng ini menjadi salah satu benteng Inggris terbesar di Asia Tenggara dan pernah berfungsi sebagai pusat pertahanan serta administrasi kolonial di Bengkulu.

Saat ini, Benteng Marlborough menjadi salah satu ikon wisata sejarah Bengkulu dan dikelola sebagai kawasan cagar budaya.

Rumah Pengasingan Bung Karno

Rumah Pengasingan Bung Karno adalah tempat tinggal Presiden pertama Republik Indonesia, Ir. Soekarno, selama masa pengasingannya di Bengkulu pada 1938–1942.

Bangunan ini kini difungsikan sebagai museum yang menyimpan berbagai koleksi, seperti foto, furnitur, dan benda-benda yang berkaitan dengan kehidupan Soekarno selama berada di Bengkulu.

Rumah Fatmawati Soekarno

Rumah Fatmawati merupakan kediaman keluarga Fatmawati, yang kemudian menjadi Ibu Negara pertama Republik Indonesia. Lokasi ini memiliki nilai sejarah karena menjadi tempat pertemuan Soekarno dan Fatmawati sebelum keduanya menikah.

Baca Juga: Berkunjung ke Museum Bengkulu, Destinasi Edukatif Penuh Sejarah

2. Wisata Alam

Bentang alam Bengkulu didominasi garis pantai yang panjang, kawasan Bukit Barisan, serta hutan hujan tropis yang menjadi habitat flora langka.

Pantai Panjang

Pantai Panjang merupakan salah satu destinasi paling dikenal di Bengkulu. Garis pantainya membentang sekitar 7 kilometer dengan hamparan pasir putih dan deretan pohon cemara di sepanjang pesisir.

Pantai ini menjadi lokasi yang sering dimanfaatkan untuk berjalan kaki, bersepeda, menikmati panorama laut, maupun menyaksikan matahari terbenam.

Danau Dendam Tak Sudah

Danau Dendam Tak Sudah merupakan danau alami yang berada di kawasan cagar alam sekitar Kota Bengkulu. Kawasan ini menjadi habitat berbagai jenis burung, ikan air tawar, dan tumbuhan rawa.

Nama danau tersebut berasal dari legenda masyarakat setempat, sementara kawasan konservasinya memiliki fungsi penting dalam menjaga ekosistem lahan basah di Bengkulu.

Habitat Rafflesia arnoldii

Bengkulu dikenal sebagai salah satu habitat alami Rafflesia arnoldii, bunga berukuran terbesar di dunia.

Bunga ini tumbuh secara alami di beberapa kawasan hutan, seperti:

  • Cagar Alam Taba Penanjung.
  • Kabupaten Kepahiang.
  • Kabupaten Rejang Lebong.
  • Kabupaten Bengkulu Tengah.

Karena waktu mekarnya relatif singkat, pengunjung disarankan memperoleh informasi terbaru dari pengelola kawasan konservasi sebelum berkunjung.

Pulau Tikus

Pulau Tikus merupakan pulau kecil di lepas pantai Kota Bengkulu yang dikenal memiliki perairan jernih dan terumbu karang. Pulau ini menjadi salah satu lokasi favorit untuk snorkeling dan penyelaman.

Kuliner Khas Bengkulu

Kuliner Bengkulu mencerminkan pengaruh budaya Melayu serta kekayaan hasil laut dan rempah-rempah lokal.

Beberapa makanan khas yang banyak dijumpai antara lain:

  • Pendap, olahan ikan yang dibumbui rempah, dibungkus daun talas, kemudian dimasak dalam waktu lama.
  • Lema, makanan hasil fermentasi rebung dan ikan yang menjadi salah satu kuliner tradisional masyarakat Rejang.
  • Kue Tat, kue tradisional bercita rasa manis yang sering disajikan saat perayaan maupun dijadikan oleh-oleh.
  • Bagar Hiu, hidangan berbahan dasar daging hiu yang dimasak menggunakan santan dan rempah. Saat ini, penggunaan daging hiu mulai dibatasi demi mendukung upaya konservasi satwa laut, sehingga beberapa rumah makan menggantinya dengan ikan lain.

Oleh-Oleh Khas Bengkulu

Selain kuliner, Bengkulu juga memiliki berbagai produk kerajinan yang mencerminkan identitas budaya daerah.

Beberapa oleh-oleh khas Bengkulu meliputi:

  • Kain Besurek, kain tradisional bermotif kaligrafi Arab dan ragam hias flora.
  • Kopi Bengkulu dari kawasan Bukit Barisan.
  • Kerajinan berbahan serat alam dan kayu.
  • Aneka olahan hasil laut.
  • Kue Tat dan makanan khas lainnya.

Jika Anda ingin menjelajahi Bengkulu sesuai minat perjalanan, gunakan fitur AI Plan Your Trip untuk menyusun itinerary yang dipersonalisasi. Anda juga dapat memanfaatkan MaiA untuk memperoleh rekomendasi destinasi, aktivitas, dan informasi perjalanan yang sesuai dengan kebutuhan Anda.

 

Referensi

  1. Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia
  2. Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah VII Sumatera Selatan (wilayah kerja Bengkulu)
  3. Pemerintah Provinsi Bengkulu
  4. Badan Pusat Statistik Provinsi Bengkulu
  5. UNESCO World Heritage Centre – Tropical Rainforest Heritage of Sumatra (informasi konservasi Rafflesia dan ekosistem Sumatra)
AKTIVITAS LAIN
Jelajahi Provinsi
Hal-Hal Terbaik yang Bisa Dilakukan

Jelajahi Provinsi Lain

INSIGHT

Ide Perjalanan

Kue Perut Punai

Kue Perut Punai

Kue Bay Tat

Kue Bay Tat

Dol, Alat Musik Tradisional Khas Bengkulu

Dol, Alat Musik Tradisional Khas Bengkulu