Sagu sep adalah hidangan tradisional khas Suku Marind dari Kabupaten Merauke, Papua Selatan. Hidangan ini terbuat dari sagu dan kelapa parut yang dipanggang menggunakan teknik tradisional bakar batu.
Selain menjadi sumber makanan, sagu sep erat kaitannya dengan pesta adat masyarakat Papua sekaligus cermin kearifan lokal dalam memanfaatkan hasil alam.
Apa itu Sagu Sep?
Sagu sep merupakan makanan khas Suku Marind yang mendiami wilayah Papua bagian selatan, mulai dari Selat Muli hingga perbatasan Papua dan Papua Nugini. Di Papua, pohon sagu telah menjadi sumber pangan utama yang mampu bertahan dalam berbagai kondisi alam.
Sementara itu, istilah “sep” merujuk pada teknik memasak menggunakan batu yang dibakar. Secara kultural, sagu sep awalnya diolah dengan daging hasil buruan, seperti rusa dan babi hutan. Namun, kini sagu sep juga banyak disajikan bersama daging ayam atau babi.
Sagu sep kerap dibedakan menjadi tiga jenis berdasarkan isiannya, yaitu nggalamo untuk isian daging rusa atau daging lainnya, siu untuk isian pisang atau buah-buahan, dan gelus untuk isian ikan atau makanan laut lainnya.
Berbeda dari papeda yang bertekstur lembut dan lengket, sagu sep bertekstur lebih padat, berserat halus, dan tidak mudah hancur. Bentuknya sering menyerupai balok atau potongan bulat, tergantung daerah dan ciri khas pembuatnya.
Bahan dan Cara Membuat Sagu Sep
Pembuatan sagu sep menggunakan teknik memasak tradisional yang mirip dengan bakar batu, yaitu memanfaatkan bara api serta bahan pembungkus alami dari hutan. Berikut adalah bahan-bahan dan langkah-langkah umum membuat sagu sep.
Bahan
- Sagu
- Kelapa
- Daging, seperti ikan, ayam, babi, atau daging rusa
- Daun pisang untuk membungkus bahan yang akan dibakar (di-sep)
- Kulit kayu eucalyptus atau "bus" untuk menutup bahan saat dibakar
- Batu dan kayu untuk membakar
Cara Membuat
- Keruk kelapa muda menggunakan cangkang siput (kerang), sendok makan, atau alat pengeruk lainnya.
- Bakar batu dan kayu sampai membara. Tunggu selama kurang lebih 1 jam sampai batu berwarna kemerahan
- Buat adonan dengan mencampurkan sagu dan parutan kelapa muda. Jika ingin menambahkan daging, masukkan potongan daging kecil ke dalam adonan. Jika ingin menggunakan ikan atau kelapa, taburkan di atas adonan.
- Bungkus adonan sagu sagu dengan daun pisang, lalu tutup rapat dengan kulit pohon bus dan diamkan terbakar di atas batu selama kurang lebih 30 menit.
- Sagu sep siap dihidangkan.
Baca Juga: Sagu Lempeng
Ciri Khas dan Keunikan
Sagu sep memiliki sejumlah karakteristik yang membedakannya dari hidangan sagu lain di Papua. Keunikan tersebut tidak hanya terletak pada bahan utama, tetapi juga pada teknik memasak dan penyajiannya. Berikut sejumlah ciri khas utama sagu sep.
- Tekstur padat dan tidak lengket: Berbeda dengan papeda yang bertekstur lembut dan lengket, sagu sep memiliki tekstur lebih padat dan dan tidak mudah hancur.
- Diolah dengan teknik bakar batu: Karakteristik utama hidangan ini ada pada cara pengolahannya yang menggunakan batu. Oleh masyarakat Marind, cara ini disebut dengan istilah sep.
- Dapat diisi berbagai bahan hewani: Selain kelapa, sagu sep bisa diisi ikan, ayam, daging rusa, atau sayuran, sesuai ketersediaan dan tradisi setempat.
- Sarat makna sosial dan kekeluargaan: Aroma khas sagu sep seperti memanggil semua orang untuk berkumpul. Hidangan ini juga menjadi salah satu andalan untuk ritual adat, acara syukuran, dan menu makan keluarga besar.
Papua merupakan salah satu wilayah dengan masyarakat adat yang masih cukup kuat. Oleh karena itu, sebagai pendatang Anda perlu menaati aturan adat yang berlaku. Untuk memudahkan rencana wisata ke Papua, gunakan bantuan fitur Rencanakan Perjalanan Anda di website indonesia.travel.
Manfaat Sagu Sep
Sebagai makanan berbahan dasar sagu, hidangan ini memiliki kandungan utama berupa karbohidrat sebagai sumber energi. Penambahan kelapa dan bahan lain, seperti ikan atau daging akan memperkaya komposisi gizinya.
Dari berbagai bahan tersebut, berikut beberapa manfaat kesehatan sagu sep. Meski begitu, kandungan gizi akhir akan bergantung pada bahan, jumlah, dan metode pengolahan yang digunakan.
- Sumber energi: Tepung sagu mengandung karbohidrat yang cukup tinggi sehingga cocok untuk sumber energi pengganti nasi atau makanan pokok lainnya.
- Mendukung pemenuhan protein harian: Penambahan ikan, ayam, atau jenis lain membuat sagu sep mengandung protein yang beragam. Protein penting untuk regenerasi sel dan otot.
- Sumber pangan yang tahan terhadap kondisi alam: Pohon sagu telah menjadi sumber masyarakat Papua dahulu kala karena mampu bertahan dalam berbagai kondisi alam.
- Mendukung ketahanan pangan lokal: Pemanfaatan sagu sebagai bahan pangan utama membantu masyarakat Papua Selatan tetap memiliki sumber pangan mandiri tanpa bergantung pada beras.
- Produk ekonomi lokal: Sagu sep kini dikembangkan secara modern dan dipromosikan sebagai oleh-oleh khas Merauke.
- Memperkuat kohesi sosial masyarakat: Pembuatan sagu sep sering dilakukan secara bersama-sama, terutama pada saat upacara adat atau perayaan kampung sehingga turut mempererat hubungan sosial warga.
Baca Juga: Kecapi Mulut: Musik Tradisi Papua Unik dan Kaya
Makanan Khas Papua Selatan Lainnya
Papua Selatan memiliki tradisi kuliner yang banyak memanfaatkan sagu, hasil perairan, daging, serta tanaman pangan lokal. Keragaman ini terlihat dari makanan pokok hingga hidangan yang disiapkan dalam kegiatan adat. Berikut beberapa makanan tradisional yang bisa Anda cicipi di Papua Selatan.
Aunu Senebre
Aunu senebre adalah makanan tradisional yang terbuat dari ikan teri nasi yang dicampur irisan daun talas. Ikan teri digoreng terlebih dahulu, dicampur parutan kelapa dan irisan daun talas, lalu dikukus hingga matang.
Aunu senebre biasa disantap bersama papeda atau umbi-umbian dan sempat masuk nominasi kategori Makanan Tradisional Terpopuler dalam Anugerah Pesona Indonesia (API) II tahun 2017.
Papeda
Papeda merupakan hidangan berbahan dasar sagu yang dikenal luas di Papua Selatan. Hidangan ini dibuat dengan merebus sagu yang telah dicampur air sampai mengental sehingga memiliki tekstur yang lengket dan kenyal. Papeda umumnya disantap bersama ikan kuah kuning atau lauk berkuah lainnya.
Sagu Lempeng
Sagu lempeng adalah camilan kering yang terbuat dari sagu. Camilan ini diolah dengan memipihkan adonan tepung sagu, lalu dipanggang sampai kering. Sagu lempeng biasanya disantap dengan gula atau rempah-rempah untuk memberikan rasa yang unik.
Sinole
Sinole adalah hidangan dari tepung sagu yang dicampur dengan kelapa parut, gula, dan garam. Ciri khas makanan ini ada pada teksturnya yang berupa bulir-bulir kasar berwarna cokelat muda. Sinole biasanya disajikan bersama ikan kuah kuning, tumis bunga pepaya, dna sambal terasi.
Sate Ulat Sagu
Di Papua, larva kumbang sagu lazim diolah menjadi sate dengan cita rasa gurih alami. Ulat ini diperoleh dari batang pohon sagu yang telah ditebang dan mengalami pembusukan. Selain menjadi sate, ulat sagu bisa dibakar, digoreng, atau dimasak menggunakan teknik tradisional lainnya.
Buat perjalanan menjelajah Indonesia Timur, seperti Papua menjadi lebih mudah dan menyenangkan dengan bantuan fitur MaiA. Fitur ini akan menjawab pertanyaan dan merekomendasikan destinasi sesuai preferensi Anda.
REFERENSI
- https://rri.co.id/manokwari/kuliner/2277875/sagu-sep-makanan-khas-papua-selatan
- https://seputarpapua.com/view/sagu-sep-oleh-oleh-khas-merauke.html
- https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/sinole-sebagai-alternatif-pilihan-makanan-berbahan-dasar-sagu/
- https://download.garuda.kemdikbud.go.id/article.php
- https://papua.antaranews.com/berita/708927/tse-group-turut-melestarikan-kuliner-khas-papua-selatan