MaiA ai-icon

Informasi

Museum Siwalima Ambon: Pusat Sejarah dan Budaya Maluku

Image Contributor:/Shutterstock

 

UPTD Museum Siwalima Provinsi Maluku merupakan museum provinsi yang berada di Kota Ambon dan berfungsi sebagai lembaga pelestarian, dokumentasi, edukasi, serta penyajian warisan budaya dan sejarah Maluku. Museum ini berada di kawasan Taman Makmur, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, pada area perbukitan yang menghadap ke Teluk Ambon. Lokasinya berjarak sekitar 5 kilometer dari pusat Kota Ambon.

Museum Siwalima termasuk museum umum karena koleksinya mencakup berbagai bidang, antara lain kebudayaan, sejarah, arkeologi, etnografi, serta kehidupan kelautan Maluku. Dalam struktur pemerintahan daerah, Museum Siwalima merupakan Unit Pelaksana Teknis Daerah (UPTD) di bawah Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Maluku. Peraturan Gubernur Maluku Nomor 64 Tahun 2017 mencantumkan Museum Siwalima sebagai UPTD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan dengan klasifikasi Kelas A.

Keberadaan museum ini penting dalam mendokumentasikan keragaman masyarakat Maluku sekaligus memperkenalkan sejarah dan lingkungan alam kepulauan tersebut kepada masyarakat.

 

Sejarah Museum Siwalima

Berdiri pada 1973 dan diresmikan pada 1977

Sejarah kelembagaan Museum Siwalima berkaitan dengan kegiatan pengumpulan dan penyelamatan benda-benda yang memiliki nilai sejarah serta budaya Maluku. Museum ini didirikan pada 8 November 1973, kemudian diresmikan pada 26 Maret 1977 oleh Direktur Jenderal Kebudayaan saat itu, Prof. Ida Bagus Mantra.

Nama Siwalima memiliki hubungan dengan struktur sosial-politik tradisional Maluku. Istilah siwa merujuk pada Ulisiwa, yaitu kelompok sembilan kerajaan di wilayah selatan Maluku, sedangkan lima merujuk pada Patalima, kelompok lima kerajaan di wilayah utara Maluku. Penggabungan kedua istilah tersebut mencerminkan gagasan mengenai kesatuan masyarakat Maluku.

Dalam perkembangannya, museum mengalami penataan dan perbaikan fasilitas. Salah satu program penting dilakukan pada 2014–2015, ketika Gedung Koleksi Kelautan mendapatkan perbaikan atap dan penataan koleksi.

 

Koleksi dan Daya Tarik Museum

Koleksi budaya dan etnografi

Salah satu bagian penting Museum Siwalima adalah koleksi yang berkaitan dengan kehidupan masyarakat Maluku. Koleksi tersebut antara lain mencakup pakaian adat, senjata tradisional, peralatan pertanian, alat musik, miniatur rumah adat, serta benda yang digunakan dalam berbagai kegiatan sosial dan upacara.

Koleksi etnografi membantu menjelaskan hubungan antara masyarakat, lingkungan, sistem sosial, dan kebudayaan di kepulauan Maluku. Benda-benda tersebut tidak hanya memiliki nilai estetika, tetapi juga menjadi sumber informasi mengenai teknologi tradisional dan kehidupan sehari-hari masyarakat.

Koleksi kelautan

Karakter geografis Maluku sebagai wilayah kepulauan tercermin melalui keberadaan Gedung Koleksi Kelautan. Pameran ini menampilkan berbagai spesimen dan benda yang berkaitan dengan lingkungan laut serta kehidupan masyarakat pesisir.

Data terbaru dari Peta Potensi Budaya Maluku menyebutkan bahwa koleksi kelautan mencakup tiga kerangka ikan paus dengan panjang sekitar 9 meter, 17 meter, dan 19 meter. Selain itu, terdapat spesimen biota laut dan materi yang berkaitan dengan sejarah kelautan masyarakat Maluku.

Koleksi sejarah dan arkeologi

Museum juga menyimpan benda-benda yang berkaitan dengan perjalanan sejarah Maluku, termasuk artefak peninggalan masa kolonial dan periode pendudukan Jepang. Koleksi tersebut dapat berupa benda rumah tangga, mata uang lama, keramik, serta objek lain yang memberikan informasi mengenai perubahan sosial dan sejarah kawasan.

Keragaman koleksi membuat Museum Siwalima berfungsi sebagai sumber pembelajaran mengenai Maluku dari perspektif budaya, sejarah, lingkungan, dan kehidupan masyarakat.

 

Fungsi Edukasi dan Pelestarian

Museum Siwalima tidak hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan benda bersejarah. Museum juga menjalankan fungsi edukasi melalui penyajian koleksi, kegiatan kajian, seminar, pameran, dan aktivitas kebudayaan.

Informasi Pemerintah Provinsi Maluku pada 2026 menunjukkan bahwa museum terus dikembangkan sebagai ruang edukasi dan budaya. Salah satu kegiatannya adalah kajian koleksi mengenai tenun, patung, dan tifa dari Maluku Barat Daya. Museum juga digunakan sebagai ruang penyelenggaraan kegiatan seni dan sastra.

Pada Januari 2026, Balai Pelestarian Kebudayaan Wilayah XX juga mengunjungi Museum Siwalima dalam pembahasan pengusulan sejumlah koleksi untuk menjadi Cagar Budaya Peringkat Nasional. Hal ini menunjukkan adanya upaya lanjutan untuk memperkuat aspek pelindungan terhadap koleksi yang memiliki nilai penting.

 

Lokasi dan Informasi Operasional

Lokasi Museum Siwalima

Museum Siwalima berada di:

Taman Makmur, Desa Amahusu, Kecamatan Nusaniwe, Kota Ambon, Provinsi Maluku.

Lokasinya berada di kawasan perbukitan dengan vegetasi yang cukup rimbun dan memiliki orientasi pemandangan ke Teluk Ambon.

Data Museum Negeri Provinsi Maluku Siwalima Ambon pada portal referensi kebudayaan mencantumkan nomor kontak (0911) 341652 serta jam kunjungan Senin–Jumat pukul 08.00–16.30 dan Sabtu–Minggu pukul 10.00–16.30. Karena jadwal kunjungan dapat berubah mengikuti kebijakan pengelola, pengunjung sebaiknya melakukan konfirmasi sebelum datang.

Cara menuju lokasi

Dari pusat Kota Ambon, Museum Siwalima dapat dicapai melalui perjalanan darat menuju kawasan Amahusu. Jaraknya sekitar 5 kilometer dari Kota Ambon berdasarkan informasi Direktorat Pelindungan Kebudayaan.

Pengunjung dapat menggunakan kendaraan pribadi maupun transportasi lokal menuju kawasan Nusaniwe. Karena museum berada di area berbukit, kondisi jalan dan akses menuju masing-masing gedung perlu diperhatikan, terutama bagi pengunjung lansia atau pengunjung dengan keterbatasan mobilitas.

Baca Juga: Satu Hari di Ambon, Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini!

 

Makna Nama Siwalima

Nama Siwalima memiliki makna historis yang berkaitan dengan konsep persatuan masyarakat Maluku. Siwa merujuk pada sembilan kerajaan melalui istilah Ulisiwa, sedangkan lima merujuk pada lima kerajaan melalui Patalima.

Dalam konteks museum, nama tersebut relevan dengan fungsi institusi sebagai tempat yang mempertemukan berbagai aspek sejarah dan kebudayaan masyarakat Maluku dalam satu ruang dokumentasi dan edukasi.

 

AI Plan Your Trip dan MaiA

AI Plan Your Trip dapat digunakan untuk menyusun itinerary kunjungan ke Ambon yang dipersonalisasi berdasarkan durasi perjalanan, minat sejarah dan budaya, serta preferensi aktivitas wisata.

Sementara itu, MaiA membantu menjawab pertanyaan mengenai destinasi, memberikan rekomendasi tempat yang dapat dikunjungi di sekitar Ambon, serta menyediakan tips dan informasi perjalanan yang relevan.

 

Referensi

  1. https://petapotensibudaya.malukuprov.go.id/odcb/museum-siwalima/
  2. https://jdih.malukuprov.go.id/peraturan/PERGUB%20NOMOR%2064%20TAHUN%202017%20-%20UPTD%20DINAS%20%26%20BADAN.pdf
  3. https://ambon.go.id/museum-siwalima/
  4. https://www.liputan6.com/regional/read/6059572/museum-siwalima-pusat-informasi-budaya-dan-maritim-di-maluku
  5. https://maluku.indozone.id/lifestyle/2486690784/pesona-sejarah-dan-budaya-maluku-di-museum-siwalima-ambon
HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Satu Hari di Ambon, Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini!

Satu Hari di Ambon, Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini!

Fakta Menarik Parang Salawaku, Senjata Tradisional dari Maluku

Fakta Menarik Parang Salawaku, Senjata Tradisional dari Maluku

Moluccas Restaurant, Ambon

Moluccas Restaurant, Ambon