MaiA ai-icon

Informasi

Monumen Pattimura, Simbol Perjuangan di Maluku

Image Contributor: /Shutterstock

 

Monumen Pattimura merupakan salah satu penanda sejarah perjuangan rakyat Maluku yang berada di Kota Ambon, Provinsi Maluku. Monumen ini didedikasikan untuk Kapitan Pattimura, yakni seorang tokoh pahlawan asal Maluku dalam melawan penjajahan Belanda. Cari tahu sejarah, makna, hingga akses menuju monumen bersejarah ini.

 

Sejarah Monumen Pattimura

Monumen Pattimura dibangun untuk mengenang perjuangan Thomas Matulessy atau yang lebih dikenal sebagai Kapitan Pattimura. Ia merupakan salah satu tokoh penting dalam perlawanan masyarakat Maluku terhadap penjajahan Belanda.

Setelah wafat pada 16 Desember 1817 di Ambon, perjuangan Kapitan Pattimura dalam melawan kolonialisme dinilai sebagai bagian penting dalam sejarah. Atas perannya tersebut, pemerintah Indonesia menetapkannya sebagai Pahlawan Nasional sebagai bentuk penghargaan sekaligus pengingat bagi generasi berikutnya mengenai perjuangan tokoh-tokoh dalam sejarah Indonesia.

Penghormatan terhadap Pattimura juga diwujudkan melalui berbagai penanda sejarah di Kota Ambon, salah satunya Taman Pattimura yang berada di kawasan pusat kota. Di taman tersebut terdapat patung Pattimura yang menjadi simbol penghormatan terhadap tokoh perjuangan dari Maluku.

Baca Juga: Satu Hari di Ambon, Lakukan 3 Aktivitas Wisata Ini!

 

Bentuk dan Karakteristik Monumen Pattimura

Monumen Pattimura menampilkan sosok Kapitan Pattimura dalam bentuk patung dengan posisi berdiri sambil memegang pedang. Penggambaran tersebut menggambarkan perannya sebagai pemimpin perlawanan rakyat Maluku.

Lokasi monumen ini berada di kawasan Taman Pattimura, Kota Ambon, atau berada sekitar  150 meter dari Kantor Gubernur Maluku. Patung Pattimura memiliki tinggi sekitar 7 meter, sedangkan keseluruhan struktur monumen mencapai kurang lebih 15 meter dari permukaan tanah. 

Bobot patung ini diperkirakan mencapai sekitar 4 ton. Sebagai bagian dari ruang publik Kota Ambon, monumen ini memiliki fungsi simbolis sekaligus menjadi penanda kawasan. Keberadaannya menghubungkan ruang kota dengan narasi sejarah perjuangan masyarakat Maluku.

 

Makna dan Fungsi Monumen Pattimura

Monumen Pattimura menjadi bentuk penghormatan terhadap perjuangan dan kepemimpinan Kapitan Pattimura dalam perlawanan masyarakat Maluku terhadap pemerintahan kolonial Belanda. Sosok Pattimura yang ditampilkan dalam bentuk patung menjadi simbol perjuangan sekaligus pengingat terhadap sejarah perlawanan masyarakat Maluku.

Monumen Pattimura tidak hanya menjadi penanda sejarah di Kota Ambon, tetapi juga menjadi bagian dari ruang edukasi publik yang memperkenalkan sejarah perjuangan Pattimura kepada masyarakat.

 

Aktivitas di Monumen Pattimura

Monumen Pattimura dapat menjadi bagian dari kunjungan wisata sejarah di Kota Ambon. Beberapa kegiatan yang dapat dilakukan antara lain:

  • Mengenal sejarah Pattimura, terutama mengenai perlawanan masyarakat Maluku pada masa penjajahan.
  • Mengamati bentuk monumen, termasuk penggambaran sosok Pattimura dan atribut yang digunakan.
  • Mengunjungi kawasan sekitar monumen yang dapat menjadi bagian dari rute eksplorasi pusat Kota Ambon.
  • Mengabadikan kondisi monumen dengan tetap memperhatikan aturan dan ketentuan di kawasan tersebut.
  • Mengikuti kegiatan sejarah dan budaya saat ada agenda publik yang diselenggarakan di sekitar monumen.

Baca Juga: Pesona Tempat Wisata Maluku yang Eksotis

 

Cara Menuju Monumen Pattimura

Monumen Pattimura berada di Kota Ambon, Maluku, sehingga akses menuju kawasan ini dapat dilakukan melalui jaringan jalan utama di pusat kota. Anda dapat menggunakan kendaraan pribadi, kendaraan sewa, maupun transportasi umum yang melayani wilayah Kota Ambon.

Bagi wisatawan dari luar Maluku, perjalanan dapat dimulai melalui Bandar Udara Internasional Pattimura. Dari bandara, perjalanan dilanjutkan menuju pusat Kota Ambon hingga tiba di Taman Pattimura menggunakan kendaraan darat yang memakan waktu sekitar 40 menit dengan jarak 20 kilometer.

Waktu tempuh dapat berbeda bergantung pada kondisi lalu lintas dan titik keberangkatan. Anda dapat menggunakan aplikasi navigasi untuk memperoleh rute dan estimasi perjalanan terbaru.

 

Tips Mengunjungi Monumen Pattimura

Beberapa hal yang dapat diperhatikan ketika mengunjungi monumen antara lain:

  • Perhatikan aturan yang berlaku di kawasan monumen.
  • Jaga ketertiban, terutama ketika terdapat kegiatan peringatan atau upacara.
  • Hindari menyentuh atau merusak bagian monumen.
  • Gunakan pakaian yang sesuai apabila berkunjung ketika terdapat kegiatan resmi atau upacara.
  • Jaga kebersihan lingkungan sekitar dengan tidak membuang sampah sembarangan.
  • Manfaatkan kunjungan untuk mengenal sejarah Pattimura dan konteks Perang Pattimura melalui sumber sejarah yang kredibel.

Baca Juga: Petak 10 Ambon, Tempat Kuliner dan Belanja Favorit

 

Monumen Pattimura dalam Sejarah Maluku

Monumen Pattimura merupakan bagian dari sejarah Kota Ambon yang mengabadikan perjuangan salah satu tokoh penting dari Maluku. Nilainya tidak hanya terletak pada bentuk fisik patung, tetapi juga pada sejarah yang direpresentasikannya.

Kapitan Pattimura menjadi bagian dari sejarah nasional Indonesia karena perjuangannya melawan pemerintahan kolonial Belanda. Melalui monumen tersebut, ingatan mengenai perjuangan Pattimura bisa tetap hadir dalam kehidupan masyarakat Maluku.

Jelajahi lebih banyak destinasi alam di Maluku dengan menyusun rencana perjalanan melalui fitur Rencanakan Perjalanan Anda di Indonesia Travel. Atur rute sesuai destinasi, aktivitas, dan waktu yang tersedia.

Untuk rekomendasi tempat wisata alam, jalur pendakian, kuliner khas Maluku, atau akomodasi di Kota Ambon dan daerah lainnya, gunakan MaiA untuk mendapatkan rekomendasi yang sesuai dengan rencana perjalanan Anda.



Referensi

https://rri.co.id/ambon/budaya/2371036/patung-pattimura-ambon-karya-gustiyan-rachmadi-yang-jadi-ikon-kota 

https://indonesiakaya.com/pustaka-indonesia/perjuangan-pattimura-yang-masih-tegak-berdiri-di-jantung-kota-ambon/ 

https://www.tempo.co/hiburan/taman-pattimura-destinasi-wisata-di-kota-ambon-tak-jauh-dari-gong-perdamaian-411773 

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Mengenal Sambal Colo-colo, Sambal Khas Maluku dan Papua yang Mirip Dabu-dabu

Mengenal Sambal Colo-colo, Sambal Khas Maluku dan Papua yang Mirip Dabu-dabu

Pantai Ora: Surga Rahasia di Timur Indonesia

Pantai Ora: Surga Rahasia di Timur Indonesia

Rumba, Alat Musik Tradisional Maluku yang Unik

Rumba, Alat Musik Tradisional Maluku yang Unik