MaiA ai-icon

Informasi

Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur, Pulau Seram: Pesona Alam di Kota Minyak, Destinasi Wisata, dan Kuliner Khas Pulau Seram

Bula merupakan ibu kota Kabupaten Seram Bagian Timur (SBT), Provinsi Maluku. Kota ini dikenal sebagai salah satu daerah penghasil minyak bumi di Maluku. Di sisi lain, Bula dan wilayah sekitarnya memiliki potensi wisata alam berupa pantai, pulau kecil, dan kawasan bawah laut. Bula juga menjadi salah satu pintu masuk untuk menjelajahi berbagai destinasi di Seram Bagian Timur.

Kabupaten Seram Bagian Timur memiliki wilayah yang didominasi laut. Berdasarkan data pemerintah daerah, wilayahnya mencakup sekitar 15.887,92 km², terdiri atas sekitar 11.935,84 km² lautan dan 3.971,98 km² daratan. Kondisi geografis tersebut membuat wisata bahari menjadi salah satu potensi utama daerah.

 

Mengenal Kota Bula, Ibukota Kabupaten Seram Bagian Timur

Bula merupakan pusat pemerintahan dan kegiatan ekonomi Kabupaten Seram Bagian Timur. Aktivitas masyarakatnya berkaitan dengan perikanan, perkebunan, perdagangan, jasa, serta sektor minyak. Penduduk asli Bula banyak bekerja sebagai nelayan dan berkebun, termasuk mengelola komoditas pala. Sementara itu, masyarakat pendatang dari Jawa dan keturunan Tionghoa turut berperan dalam aktivitas perdagangan, seperti mengelola toko, warung makan, dan usaha kebutuhan sehari-hari.

Keberagaman masyarakat tersebut turut membentuk karakter sosial dan ekonomi Bula. Kota ini juga memiliki keragaman agama dan budaya yang menjadi bagian dari kehidupan masyarakat setempat.

Sebagai wilayah kepulauan, kondisi geografis SBT membuat perjalanan antardestinasi banyak dilakukan menggunakan perahu atau speedboat. Pemerintah daerah mencatat sejumlah kawasan pesisir dan pulau sebagai potensi wisata bahari, termasuk Englas, Sesar, Karang Bais, dan Danau Sole.

Baca juga: Monumen Pattimura: Simbol Perjuangan di Maluku

 

Mengenal Rumah Adat Baileo dan Suku Huaulu di Pulau Seram

Pulau Seram memiliki beragam kelompok masyarakat adat, salah satunya Suku Huaulu yang bermukim di bagian utara Pulau Seram. Rumah adat Baileo memiliki fungsi penting dalam kehidupan sosial masyarakat Huaulu. Baileo pada dasarnya merupakan bangunan bersama yang digunakan untuk rapat desa, pelaksanaan upacara adat, dan berbagai kegiatan masyarakat.

Secara umum, Baileo berbentuk rumah panggung dengan banyak tiang penyangga. Ruang utamanya relatif terbuka dan dilengkapi tempat duduk panjang di bagian dalam. Berbeda dari rumah tinggal, Baileo merupakan ruang komunal yang merepresentasikan kehidupan bersama masyarakat.

Dalam sejarahnya, pembangunan Baileo pada masyarakat Huaulu berkaitan dengan berbagai ritual adat. Beberapa praktik lama kemudian mengalami perubahan seiring perkembangan zaman. Keberadaan Baileo saat ini tetap menjadi bagian penting dari identitas budaya masyarakat Pulau Seram.

 

Destinasi Menarik di Sekitar Kabupaten Seram Bagian Timur

Danau Sole

Danau Sole berada di Desa Amarsekaru, Kecamatan Pulau Gorom. Danau ini merupakan salah satu potensi wisata alam yang tercatat dalam dokumen perencanaan pariwisata Kabupaten Seram Bagian Timur. Airnya dapat dimanfaatkan untuk aktivitas berenang dan menyelam, sementara lingkungan sekitarnya dapat dijelajahi. Pada 2026, Danau Sole juga masuk 10 besar Anugerah Pesona Indonesia (API) Award kategori “Surga Tersembunyi”.

Pulau Koon

Pulau Koon merupakan pulau kecil yang berada di kawasan perairan antara Seram Timur dan Pulau Gorom. Perairan di sekitarnya memiliki terumbu karang dan biota laut yang mendukung aktivitas snorkeling serta menyelam. Pulau ini juga memiliki cerita rakyat mengenai sosok penjaga laut yang dipercaya masyarakat setempat.

Pulau Teluk Karang

Pulau Teluk Karang dikenal sebagai salah satu kawasan yang memiliki potensi wisata bawah laut. Terumbu karang dan beragam biota laut menjadi daya tarik bagi kegiatan menyelam. Akses menuju kawasan ini dapat dilakukan melalui jalur darat dan perairan, bergantung pada titik keberangkatan.

Pulau Englas

Pulau Englas, atau kawasan Pantai Englas di Desa Englas, berada tidak jauh dari Bula. Pantainya memiliki pasir putih dan air laut jernih. Lokasi ini dapat digunakan untuk berenang, memancing, maupun kegiatan rekreasi sederhana. Dari pusat Bula, perjalanan menuju Englas dapat ditempuh sekitar 15 menit menggunakan kendaraan.

Tanjung Sesar

Tanjung Sesar berada di wilayah Kecamatan Bula dan dapat ditempuh sekitar 30 menit dari pusat kota menggunakan kendaraan. Kawasan ini memiliki pantai berpasir putih, pepohonan kasuari, serta lingkungan pesisir yang masih alami. Pantai Sesar juga tercatat sebagai salah satu potensi wisata Kabupaten Seram Bagian Timur.

Kataloka

Kataloka memiliki nilai sejarah dan budaya. Kawasan ini berkaitan dengan bekas kediaman Raja Muda Kataloka, Jo. A. Wattimena. Koleksi benda bersejarah seperti gendang tua, keris emas, dan meriam VOC menjadi bagian dari peninggalan yang dapat dikenali dalam kawasan tersebut.

Batu Watukaman

Batu Watukaman memiliki nilai sejarah melalui keberadaan Monumen “Tura Bail Goran Rium”. Monumen tersebut berkaitan dengan sejarah perjuangan Indonesia pada masa pembebasan Papua Nugini dari kolonialisme Belanda. Kawasan ini dapat menjadi tujuan wisata sejarah bagi pengunjung yang ingin mengenal jejak perjalanan Indonesia di wilayah timur.

Pulau Geser

Pulau Geser berada di Kecamatan Seram Timur dan merupakan salah satu pulau kecil di kawasan SBT. Beberapa kawasan di sekitarnya dapat digunakan untuk berenang, snorkeling, dan menikmati panorama pesisir. Perjalanan menuju Geser umumnya menggunakan speedboat.

Gunung Bati

Gunung Bati berada di wilayah Kian Darat. Kawasan ini berkaitan erat dengan masyarakat Suku Bati yang masih mempertahankan sejumlah tradisi lokal. Kehidupan masyarakatnya secara historis berkaitan dengan kegiatan berburu dan pemanfaatan sagu sebagai bahan pangan. Kawasan Gunung Bati juga tercatat sebagai salah satu potensi wisata alam Kabupaten Seram Bagian Timur.

Desa Banggoi

Desa Banggoi di Kecamatan Bula Barat memiliki karakter masyarakat yang dipengaruhi program transmigrasi. Sebagian masyarakatnya merupakan keturunan transmigran Bali yang mempertahankan tradisi dan kegiatan pertanian. Kehadiran tempat ibadah dan pelaksanaan upacara keagamaan menjadi bagian dari kehidupan budaya masyarakat desa.

Teluk Gusalaut

Teluk Gusalaut berada di Kecamatan Werinama. Kawasan pesisirnya memiliki vegetasi yang cukup subur dan berfungsi sebagai salah satu titik pelabuhan penyeberangan. Dari kawasan ini, perjalanan dapat dilanjutkan menuju sejumlah destinasi lain, termasuk kawasan Air Terjun Sakakik di Desa Batuasa.

Gunung Kilbadir

Gunung Kilbadir berada di Desa Madak. Masyarakat setempat memiliki cerita mengenai perpindahan lokasi gunung yang dikaitkan dengan perdebatan antar desa pada masa lalu. Cerita tersebut menjadi bagian dari pengetahuan dan kepercayaan lokal yang berkembang di masyarakat sekitar.

3 Rekomendasi Kuliner Khas Pulau Seram

1.Inasua

Inasua merupakan makanan tradisional berbahan ikan yang diawetkan menggunakan garam. Proses pengawetan dilakukan tanpa mengeringkan ikan sehingga teksturnya tetap kenyal. Jenis ikan yang digunakan antara lain ikan kakatua, kerong-kerong, bobara, dan ekor kuning. Inasua memiliki fungsi historis sebagai persediaan makanan, termasuk bagi masyarakat yang melakukan perjalanan melalui laut.

2. Suami

Suami atau kasuami merupakan makanan berbahan dasar singkong yang banyak dikenal di kawasan Maluku. Singkong diolah menjadi makanan bertekstur padat dan kemudian disajikan bersama lauk seperti ikan kuah kuning, ikan kuah bening, ikan bakar, dan sambal colo-colo. Makanan ini menunjukkan pentingnya singkong sebagai sumber karbohidrat alternatif di wilayah kepulauan.

3. Kulfot

Kulfot merupakan makanan tradisional masyarakat Negeri Kian, Kecamatan Kian Darat. Makanan ini dibuat dari campuran ampas sagu, kacang hijau, santan, gula merah, gula pasir, kenari, kacang tanah, dan jintan. Adonan dibungkus menggunakan daun pinang, kemudian dimasak selama sekitar dua hingga tiga jam. Kulfot memiliki keterkaitan dengan tradisi masyarakat setempat dan biasanya dibuat pada waktu tertentu.

Baca juga: Kulit Kerang, Kerajinan Indah Khas Maluku 

Tips Berkunjung ke Kota Bula, Kabupaten Seram Bagian Timur

  • Rencanakan transportasi. Perjalanan ke Bula dan sejumlah destinasi di SBT perlu mempertimbangkan kondisi geografis wilayah kepulauan. Siapkan rencana perjalanan berdasarkan jarak dan moda transportasi karena beberapa lokasi hanya dapat dicapai menggunakan perahu atau speedboat.
  • Siapkan perlengkapan pribadi. Gunakan pakaian yang nyaman dan pelindung dari matahari, terutama ketika mengunjungi pantai. Untuk aktivitas seperti snorkeling, siapkan perlengkapan yang diperlukan. Jika menuju kawasan yang belum memiliki fasilitas wisata lengkap, bawa air minum, makanan ringan, obat pribadi, dan perlengkapan keselamatan.
  • Periksa kondisi cuaca. Kondisi angin dan gelombang dapat memengaruhi perjalanan menggunakan perahu atau speedboat. Sebelum menuju destinasi bahari, periksa prakiraan cuaca dan kondisi laut melalui sumber informasi resmi.
  • Hormati adat dan lingkungan. Patuhi aturan masyarakat setempat, terutama ketika mengunjungi kawasan yang memiliki nilai adat dan sejarah. Selama berada di destinasi wisata, hindari mengambil biota laut, merusak terumbu karang, dan meninggalkan sampah.

Bula dan Kabupaten Seram Bagian Timur menawarkan kombinasi wisata bahari, alam, sejarah, budaya, dan kuliner yang tersebar di wilayah kepulauan. Agar perjalanan lebih terencana, tentukan destinasi berdasarkan waktu kunjungan, akses transportasi, dan aktivitas yang ingin dilakukan. Gunakan fitur AI Plan Your Trip dan MaiA di Indonesia.travel untuk membantu menyusun rencana perjalanan dan menemukan informasi wisata Indonesia lainnya.

Referensi: 

HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Mengenal Sambal Colo-colo, Sambal Khas Maluku dan Papua yang Mirip Dabu-dabu

Mengenal Sambal Colo-colo, Sambal Khas Maluku dan Papua yang Mirip Dabu-dabu

Pantai Ora: Surga Rahasia di Timur Indonesia

Pantai Ora: Surga Rahasia di Timur Indonesia

Rumba, Alat Musik Tradisional Maluku yang Unik

Rumba, Alat Musik Tradisional Maluku yang Unik