Image Contributor: Shutterstock/Dalyono Image
Rumah Melayu di Kalimantan Barat dikenal melalui bentuk panggungnya yang menyesuaikan kondisi lingkungan serta kehidupan masyarakat setempat. Penggunaan material kayu, tata ruang yang terbuka, dan bentuk atap menjadi bagian penting dari karakter arsitekturnya.
Secara umum, rumah Melayu memiliki karakter rumah panggung dengan penggunaan material kayu, tata ruang yang menyesuaikan kehidupan keluarga, serta ornamen yang mencerminkan identitas budaya Melayu.
Di Kalimantan Barat, ragamnya antara lain dikenal melalui Rumah Potong Limas, Rumah Potong Godang atau Gudang, dan Rumah Potong Kawat.
Sejarah dan Perkembangan Rumah Melayu di Kalimantan Barat
Jejak Awal Masyarakat Melayu di Kalimantan Barat
Masyarakat Melayu telah lama berkembang di kawasan pesisir dan sepanjang sungai di Kalimantan Barat. Lingkungan seperti muara, rawa, dan jaringan sungai menjadi ruang penting bagi terbentuknya permukiman dan interaksi masyarakat Melayu.
Dalam perkembangannya, wilayah ini juga mendapat pengaruh dari kelompok Melayu yang datang dari Sumatra, Kepulauan Riau, dan Semenanjung Malaka.
Islam dan Munculnya Kesultanan Melayu
Islam kemudian menjadi bagian penting dalam perkembangan masyarakat Melayu di Kalimantan Barat. Di Sambas, perkembangan Islam berjalan beriringan dengan munculnya Kesultanan Sambas yang kemudian menjadi salah satu pusat kehidupan politik dan budaya Melayu di wilayah tersebut.
Kesultanan Melayu juga banyak berkembang di tepian sungai. Selain menjadi sumber kehidupan, sungai berfungsi sebagai jalur transportasi, komunikasi, dan perdagangan.
Permukiman pun tumbuh di sekitarnya dan berkembang menjadi kawasan tempat masyarakat tinggal, berdagang, serta menjalankan aktivitas sehari-hari.
Dari Permukiman Menjadi Tradisi Rumah Melayu
Dalam lingkungan tersebut, rumah Melayu berkembang mengikuti kondisi alam dan kehidupan masyarakat setempat. Rumah yang dibangun di kawasan sungai dan pesisir perlu menyesuaikan diri dengan lingkungan sekaligus memenuhi kebutuhan keluarga.
Dari proses tersebut kemudian berkembang berbagai bentuk rumah Melayu dengan karakter arsitektur dan pengetahuan membangun yang diwariskan dari generasi ke generasi.
Karakteristik Arsitektur Rumah Melayu Kalimantan Barat
Karakter rumah Melayu di Kalimantan Barat dapat dikenali melalui bentuk bangunan, material, tata ruang, hingga ragam hiasnya. Beberapa ciri utamanya meliputi:
1. Rumah panggung dengan material kayu
Rumah Melayu umumnya berbentuk rumah panggung, dengan bangunan berdiri di atas tiang sehingga lantai tidak langsung menyentuh tanah.
Bentuk ini sesuai dengan kondisi lingkungan di sejumlah kawasan permukiman Melayu yang berada dekat sungai atau memiliki tanah lembap.
2. Bentuk bangunan memanjang
Rumah Melayu umumnya memiliki bentuk memanjang dengan bagian bangunan yang terbagi menjadi kaki, badan, dan kepala rumah. Kaki mencakup pondasi dan tangga, badan terdiri dari lantai dan dinding, sedangkan bagian atas mencakup rangka serta atap.
Pembagian ini membentuk struktur rumah yang sesuai dengan kebutuhan tempat tinggal masyarakat setempat.
3. Bentuk atap membedakan jenis rumah
Atap menjadi salah satu unsur yang membedakan ragam rumah Melayu di Kalimantan Barat. Rumah Potong Limas memiliki atap berbentuk limas dengan empat bidang yang bertemu pada satu bubungan.
Sementara itu, Potong Godang memiliki atap pelana yang jika dilihat dari samping membentuk segitiga sama kaki.
Potong Kawat memiliki bentuk atap yang lebih khas, dengan dua bagian atap yang tampak seperti trapesium ketika dilihat dari samping. Pada Potong Kawat, bagian atap di atas ruang utama juga dibuat lebih besar dibandingkan bagian belakang yang menaungi dapur.
4. Tata ruang mengikuti fungsi sosial
Pembagian ruang tidak hanya mempertimbangkan kebutuhan sehari-hari, tetapi juga hubungan sosial penghuni.
Bagian depan digunakan untuk menerima tamu, ruang tengah menjadi area keluarga, sedangkan bagian yang lebih belakang digunakan untuk aktivitas domestik seperti memasak. Susunan tersebut menciptakan batas antara ruang untuk menerima orang dari luar dan ruang yang lebih privat bagi keluarga.
5. Ornamen mengambil inspirasi dari alam
Ragam hias menjadi bagian penting dari identitas visual rumah Melayu. Motif yang digunakan antara lain bentuk daun, bunga, buah, sulur, dan pola geometris.
Pada beberapa bangunan, ornamen juga memuat kaligrafi Arab serta simbol seperti matahari, bulan, bintang, api, dan air. Motif-motif tersebut memberikan karakter pada bangunan sekaligus memperlihatkan hubungan antara arsitektur dan budaya Melayu.
Baca Juga: Motif Dayak Kamang: Seni Ukir dan Tenun Khas Kalimantan Barat
Ragam Rumah Melayu di Kalimantan Barat
Rumah Potong Limas
Rumah Potong Limas merupakan salah satu bentuk rumah tradisional Melayu yang berkembang di Kalimantan Barat. Ciri yang paling mudah dikenali adalah atap berbentuk limas dan ukuran bangunannya yang cenderung lebih besar.
Rumah ini juga dapat memiliki detail ukiran pada bagian tiang, dinding, dan elemen bangunan lainnya, terutama pada rumah yang masih mempertahankan bentuk tradisionalnya.
Rumah Potong Godang atau Gudang
Rumah Potong Godang, yang juga dikenal sebagai Potong Gudang, memiliki bentuk yang lebih sederhana. Rumah ini umumnya berbentuk memanjang dan digunakan sebagai tempat tinggal, dengan ruang-ruang yang disusun mengikuti kebutuhan penghuninya.
Selain itu, biasanya terdapat tambahan beranda di bagian depan struktur bangunan rumah ini.
Potong Godang dapat ditemukan di beberapa wilayah Kalimantan Barat, termasuk kawasan yang memiliki sejarah permukiman Melayu seperti Sambas, Mempawah, dan Ketapang.
Rumah Potong Kawat
Rumah Potong Kawat juga memiliki bentuk yang relatif sederhana dan memanjang. Ruang utama biasanya berada di bagian depan dan tengah rumah, sementara dapur ditempatkan di bagian belakang.
Bentuk atap dan detail bangunan dapat mengalami variasi, terutama pada rumah yang telah mengalami renovasi atau penyesuaian dengan kebutuhan penghuni.
Ketiga bentuk tersebut tidak selalu tampil persis sama seperti bentuk tradisionalnya. Rumah yang masih digunakan dapat mengalami perubahan pada material, bentuk ruang, atau bagian bangunan lainnya.
Bacs Juga: Tari Monong: Tarian Tradisional Kalimantan Barat
Pelestarian Rumah Melayu di Kalimantan Barat
Rumah Melayu di Kalimantan Barat masih dapat ditemukan di beberapa kawasan yang memiliki sejarah panjang sebagai permukiman Melayu. Pelestariannya dilakukan melalui restorasi bangunan lama serta pemanfaatannya sebagai ruang budaya dan destinasi wisata.
Jika ingin melihat langsung jejak arsitektur Melayu, beberapa wilayah berikut dapat menjadi pilihan.
Pontianak
Rumah Budaya Kampung Caping (Rumah H. Salmah)
Rumah kayu belian yang dibangun pada 1918 ini merupakan salah satu bangunan bersejarah di Kampung Wisata Caping. Setelah sempat terbengkalai dan hampir roboh, rumah tersebut dihibahkan kepada Pemerintah Kota Pontianak pada 2019 dan direstorasi dengan mempertahankan bentuk aslinya.
Kini bangunan tersebut digunakan sebagai rumah budaya dan ruang kegiatan masyarakat, termasuk kegiatan seni dan budaya.
Alamat: Jl. Imam Bonjol Gg. Hj. Salmah, Kelurahan Bansir Laut, Kecamatan Pontianak Tenggara
Kampung Wisata Caping
Kalau ingin pengalaman yang lebih lengkap, Anda dapat menjelajahi kawasan Kampung Wisata Caping, bukan hanya rumah budayanya.
Kampung ini berada di tepian Sungai Kapuas dan memiliki berbagai aktivitas berbasis budaya lokal, termasuk kerajinan caping, kuliner Melayu, kesenian, serta kegiatan wisata sungai. Rumah budaya berusia lebih dari satu abad tadi merupakan salah satu bagian dari kawasan ini.
Alamat: Jl. Imam Bonjol Gg. Mendawai, Bansir Laut, Kec. Pontianak Tenggara, Kota Pontianak, Kalimantan Barat 78124
Jika Anda ingin menemukan destinasi budaya lain di Pontianak setelah mengunjungi kawasan rumah Melayu, MaiA dapat membantu mencari rekomendasi tempat yang sesuai dengan minat perjalanan Anda.
Mempawah
Keraton Amantubillah
Kompleks Keraton Amantubillah dapat menjadi destinasi pendamping untuk memahami perkembangan sejarah dan budaya Melayu di Mempawah.
Alamat: Terusan, Mempawah Hilir, Mempawah Regency, West Kalimantan 78912
Jam kunjungan: Setiap hari, pukul 09.00-16.00 WIB
Sambas
Keraton Alwatzikhoebillah Kesultanan Sambas
Kompleks istana di Desa Dalam Kaum, Kecamatan Sambas, Kabupaten Sambas merupakan salah satu peninggalan sejarah utama Kesultanan Sambas.
Kompleks ini masih digunakan untuk berbagai kegiatan budaya. Pada 2026, misalnya, kegiatan peringatan Hari Jadi Kota Sambas dan Musyawarah Daerah Majelis Adat Budaya Melayu Kabupaten Sambas masih berlangsung di kawasan istana.
Alamat: Jl. Istana, Dalam Kaum, Kec. Sambas, Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat 79460
Jam kunjungan: Setiap hari, pukul 08.00-17.00 WIB
Pilih Destinasi Sesuai Minat
- Pontianak: Pilihan paling praktis untuk melihat rumah budaya dan kehidupan masyarakat Melayu di tepian Sungai Kapuas.
- Mempawah: Cocok untuk perjalanan yang menggabungkan sejarah Kesultanan Mempawah dengan budaya Melayu.
- Sambas: Pilihan menarik untuk menelusuri sejarah Kesultanan Sambas dan warisan budaya Melayu dalam satu kawasan.
Jika ingin menjelajahi lebih banyak warisan budaya Melayu dalam satu perjalanan, gunakan fitur Rencanakan Perjalanan Anda untuk menyusun rute dan itinerary perjalanan ke Pontianak, Mempawah, dan Sambas dengan lebih mudah.
Referensi
- Universitas Gadjah Mada – DNA Arsitektur Rumah Tradisional Melayu di Kalimantan Barat
https://etd.repository.ugm.ac.id/penelitian/detail/187990 - Jurnal Permukiman – Identifikasi Tipologi Arsitektur Rumah Tradisional Melayu dan Perubahannya
https://jurnalpermukiman.pu.go.id/index.php/JP/article/download/89/76/311 - Pemerintah Kota Pontianak – Restorasi Rumah Tua Bersejarah
https://www.pontianak.go.id/pontianak-hari-ini/berita/Restorasi-Rumah-Tua-Bersejarah - Pemerintah Kota Pontianak – Rumah Budaya Kampung Caping dan Wisata Sungai Kapuas
https://www.pontianak.go.id/pontianak-hari-ini/berita/Percantik-Rumah-Budaya-Kampung-Caping%2C-Jadi-Destinasi-Wisata-Sungai-Kapuas - Portal Pariwisata Kabupaten Mempawah – Pesona Budaya
https://mempawahtourism.mempawahkab.go.id/pesona/budaya - Portal Pariwisata Kabupaten Mempawah
https://mempawahtourism.mempawahkab.go.id/ - Jurnal Empiricism – Kajian Simbolisme Ornamen Rumah Tradisional Melayu https://journal-center.litpam.com/index.php/empiricism/article/view/1770