MaiA ai-icon

Informasi

Kota Pontianak: Kota Khatulistiwa di Kalimantan Barat

Image Contributor: Edi Hartlim/imageBROKER/Shutterstock

 

Pontianak adalah ibu kota Provinsi Kalimantan Barat yang berada di bagian barat Pulau Kalimantan. Kota ini dikenal sebagai Kota Khatulistiwa karena wilayahnya dilalui garis khatulistiwa. Pontianak juga berkembang di kawasan pertemuan Sungai Kapuas dan Sungai Landak, dua sungai yang memiliki peran penting dalam sejarah dan perkembangan kota.

Secara administratif, Pontianak terdiri atas 6 kecamatan dan 29 kelurahan. Kondisi geografisnya didominasi dataran rendah dan jaringan sungai serta parit yang sejak lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat.

 

Sejarah Kota Pontianak

Kota Pontianak didirikan oleh Syarif Abdurrahman Alkadrie pada 23 Oktober 1771. Pembentukan permukiman bermula ketika rombongannya membuka kawasan di sekitar pertemuan Sungai Landak, Sungai Kapuas Kecil, dan Sungai Kapuas. Letaknya yang strategis di jalur sungai kemudian mendukung perkembangan Pontianak sebagai pusat pemerintahan sekaligus perdagangan.

Pada 1778, Syarif Abdurrahman Alkadrie dikukuhkan sebagai Sultan Pontianak pertama. Pusat Kesultanan Pontianak berkembang di sekitar Istana Kadriah dan Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman, yang hingga kini menjadi bagian dari peninggalan sejarah kota. Kesultanan juga menjalin hubungan perdagangan dan politik dengan berbagai pihak di kawasan Nusantara.

Posisi Pontianak di jalur Sungai Kapuas turut mendorong pertumbuhan aktivitas perdagangan dan permukiman. Seiring perkembangannya, kota ini dihuni masyarakat dengan latar belakang etnis dan budaya yang beragam, termasuk Melayu, Dayak, Tionghoa, Bugis, Jawa, dan kelompok masyarakat lainnya. Keragaman tersebut kemudian menjadi salah satu unsur yang membentuk karakter sosial dan budaya Pontianak.

Setelah Indonesia merdeka, Pontianak berkembang menjadi pusat pemerintahan Kalimantan Barat. Saat ini, statusnya sebagai ibu kota provinsi menjadikan Pontianak salah satu pusat pemerintahan, perdagangan, jasa, dan kegiatan ekonomi utama di wilayah Kalimantan Barat.

 

Daya Tarik Kota Pontianak

Karakter Kota Pontianak terbentuk dari kondisi geografis, sejarah, dan keberagaman budaya masyarakatnya. Garis khatulistiwa, Sungai Kapuas, serta peninggalan Kesultanan Pontianak menjadi beberapa unsur yang berkaitan erat dengan identitas kota.

1. Tugu Khatulistiwa

Tugu Khatulistiwa merupakan salah satu penanda geografis Kota Pontianak. Tugu ini berada di kawasan Siantan, Pontianak Utara, pada wilayah yang dilalui garis khatulistiwa. Keberadaannya berkaitan dengan posisi geografis Pontianak yang terletak di sekitar garis lintang 0 derajat.

Fenomena yang berkaitan dengan posisi tersebut adalah kulminasi Matahari, ketika Matahari berada tepat di sekitar garis khatulistiwa. Peristiwa ini terjadi di sekitar ekuinoks dan menjadi salah satu fenomena astronomi yang identik dengan Pontianak.

2. Sungai Kapuas

Sungai Kapuas merupakan salah satu unsur geografis utama yang membentuk perkembangan Pontianak. Sejarah permukiman, transportasi, perdagangan, dan aktivitas masyarakat kota memiliki hubungan erat dengan kawasan tepian sungai.

Sebelum jaringan transportasi darat berkembang seperti saat ini, sungai dan parit menjadi jalur penting bagi pergerakan masyarakat. Permukiman, pelabuhan, serta aktivitas perdagangan juga berkembang di sepanjang kawasan tepian Sungai Kapuas. Saat ini, kawasan tepian sungai tetap menjadi bagian dari ruang publik dan lanskap perkotaan Pontianak.

3. Istana Kadriah

Istana Kadriah merupakan peninggalan Kesultanan Pontianak yang berada di Kampung Beting, Kelurahan Dalam Bugis, Kecamatan Pontianak Timur. Kawasan ini berkaitan langsung dengan sejarah pembentukan dan perkembangan Kesultanan Pontianak.

Bangunan istana berbentuk rumah panggung dan memperlihatkan perpaduan sejumlah unsur arsitektur. Pengaruh Eropa terlihat pada beberapa bagian pintu, jendela, dan koleksi interior, sedangkan unsur Timur Tengah dapat ditemukan pada bentuk lengkung serta ornamen tertentu.

4. Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman

Tidak jauh dari Istana Kadriah terdapat Masjid Jami' Sultan Syarif Abdurrahman. Masjid ini merupakan salah satu bangunan yang menandai pusat awal Kesultanan Pontianak dan memiliki keterkaitan dengan Syarif Abdurrahman Alkadrie sebagai pendiri kota.

Istana Kadriah dan Masjid Jami' hingga kini menjadi bagian penting dari identitas sejarah serta budaya Melayu Pontianak. Keduanya juga termasuk bangunan bersejarah yang telah ditetapkan sebagai cagar budaya.

5. Budaya Masyarakat Pontianak

Pontianak berkembang sebagai kota dengan masyarakat yang memiliki latar belakang budaya beragam. Budaya Melayu dan Tionghoa menjadi bagian yang menonjol dalam sejarah dan perkembangan kebudayaan kota, berdampingan dengan berbagai kelompok masyarakat lainnya.

Keragaman tersebut dapat ditemukan dalam tradisi, perayaan, arsitektur, hingga kuliner. Beberapa warisan budaya yang tercatat di Pontianak antara lain meriam karbit, saprahan Melayu, arakan pengantin, dan tenun corak insang.

6. Aloe Vera Center

Pontianak juga dikenal sebagai salah satu daerah pengembangan tanaman lidah buaya. Salah satu fasilitas yang berkaitan dengan komoditas tersebut adalah Aloe Vera Center di Jalan Budi Utomo, Pontianak Utara.

Kawasan ini digunakan sebagai lokasi pengembangan tanaman lidah buaya dan menjadi bagian dari kegiatan pertanian perkotaan di Pontianak.

Baca Juga: Menikmati Makanan Khas Pontianak, dari Choipan hingga Bingke Berendam

Kondisi Geografis Kota Pontianak

Pontianak berada tepat di sekitar garis khatulistiwa dengan posisi astronomis antara 0°02'24" Lintang Utara dan 0°05'37" Lintang Selatan. Kondisi tersebut membuat kota ini memiliki karakter iklim tropis dengan suhu dan kelembapan udara relatif tinggi sepanjang tahun.

Wilayah Pontianak juga memiliki jaringan sungai dan parit. Pemerintah Kota Pontianak mencatat terdapat 61 sungai dan parit yang tersebar di wilayah kota dan sebagian masih dimanfaatkan dalam kehidupan masyarakat.

 

Cara Menuju Kota Pontianak

Akses udara menuju Pontianak dilayani melalui Bandar Udara Internasional Supadio yang secara administratif berada di Kabupaten Kubu Raya. Dari bandara, perjalanan menuju pusat Kota Pontianak dapat dilanjutkan menggunakan transportasi darat.

Pontianak juga terhubung melalui jaringan jalan dengan sejumlah wilayah di Kalimantan Barat. Sementara itu, keberadaan Sungai Kapuas menjadikan transportasi air tetap menjadi bagian dari sistem pergerakan di kawasan Pontianak dan sekitarnya.

Posisinya di garis khatulistiwa, sejarah Kesultanan Pontianak, serta perkembangan masyarakat di sepanjang Sungai Kapuas membentuk karakter kota yang berbeda dari wilayah lain di Kalimantan Barat. Peninggalan sejarah dan kondisi geografis tersebut masih dapat ditemukan dalam lanskap Pontianak saat ini.

Rencana perjalanan untuk mengenal kawasan bersejarah, tepian Sungai Kapuas, dan destinasi lain di Pontianak dapat disusun melalui AI Plan Your Trip di Indonesia Travel. Informasi tambahan mengenai rute dan destinasi di Kalimantan Barat juga dapat Anda tanyakan langsung pada MaiA yang siap membantu selama perjalanan. 

 

Sumber/Referensi:

  • Pemerintah Kota Pontianak. https://pontianak.go.id/tentang/geografis
  • PPID Kota Pontianak. https://ppid.pontianak.go.id/profil-daerah
  • Dinas Kepemudaan, Olahraga dan Pariwisata Kota Pontianak. https://disporapar.pontianak.go.id/pariwisata/9
HAL-HAL TERBAIK YANG BISA DILAKUKAN

JELAJAHI DESTINASI LAIN

INSIGHT

Ide Perjalanan

Sungai Kapuas

Sungai Kapuas

Rumah Betang: Lebih dari Rumah Panjang, Ini Simbol Hidup Bersama Suku Dayak

Rumah Betang: Lebih dari Rumah Panjang, Ini Simbol Hidup Bersama Suku Dayak

Tenun Dayak

Tenun Dayak